Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

DESIMINASI ILMU PERAWATAN ANAK AUTIS DI SLBN KOTA JAMBI Widiawati, Susi; Maulani, Maulani; Dwi Juniaty, Widya
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 9 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i9.3361-3366

Abstract

Anak berkebutuhan khusus dengan diagnosa autis merupakan masalah yang komplek, yang perlu menjadi perhatian orang tua, perawat, masyarakat dan negara. Pemantauan pertumbuhan, perkembangan dan kebutuhan perawatan pada anak autis harus dilakukan dengan baik, berdasarkan hal tersebut maka perlu meningkatkan pengetahuan orang tua dalam perawatan anak autis. Pengabdian) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan orang tua dalam perawata anak autis. Sasaran pengabdian ini adalah orang yang mempunyai anak autis yang bersekolah di SLB N Kota Jambi dengan jumlah 30 orang, kegiatan pengabdian dilakasanakan pada bulan September 2022, dengan metode pretest, menyampaikan materi, tanya jawab dan berbagi pengalaman serta posttest. Hasil evaluasi kegiatan pengabdian adalah sebagai berikut: Sebagian besar orang tua 25 (83,3%) mengetahui gelaja spektrum autis, 27 (90%) mengetahui prilaku anak gangguan spektrum autis, 26 (86,6%) mengetahui terapi anak autis, 30 (100%) mengetahui nutrisi dihindari untuk anak autis dan 27 (90%) mengetahui sumber bahan makan untuk anak autis. Dapat disimpulkan terdapat peningkatan pengetahuan orang tua dalam perawatan anak autis.
THE ROLE OF POSYANDU CADRES IN PREVENTING STUNTING IN CHILDREN AGED 0-59 MONTHS Saputri, Anggraini; Widiawati, Susi; Wirahandayani, Marthalisa
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 13 No. 1 (2026): JURNAL KEPERAWATAN SRIWIJAYA : JANUARI 2026
Publisher : Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jks.v10i1.371

Abstract

Aim: This research is to determine the role of posyandu cadres in preventing stunting in children 0-59 months. Method: This research is quantitative research with a descriptive design. The sample was 70 parents who had children aged 0-59 months.  Samples were taken using purposive sampling. Data collection was carried out from 10 September to 10 October 2025. The instrument used was a questionnaire on the characteristics and roles of posyandu cadres, and the data was analyzed univariately. Result: The majority of 65 (92.9%) respondents stated that the role of cadres in monitoring children's growth and development was good. 50 (71.4%) respondents stated that cadres provided education to parents. 46 (65.7%) respondents stated that cadres monitored breastfeeding and MP-ASI well. 46 (65.7%) respondents stated that cadres monitored the health of pregnant and postpartum women well. Conclusion: The role of posyandu cadres is mostly good in preventing stunting in children aged 0-59 months. It is necessary to maintain and increase the role of posyandu cadres in preventing stunting cases in children under five.
PENYULUHAN DAN DEMONSTRASI PENGOLAHAN AIR BERSIH PADA SUKU ANAK DALAM (SAD) LUBUK KAYU ARO Andriani, Lili; Widiawati, Susi; Yuliawati, Yuliawati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v2i2.67-70

Abstract

The availability of clean water is a major human requirement. Suku Anak Dalam community communities often struggle to access clean water sources. The river becomes one of the sources of clean water used to meet the needs of water, but the condition of the river does not meet the standard for use. The purpose of this community devotion is to do clean water counseling and demonstration about the manufacture of water filter media in Suku Anak Dalam in Lubuk Kayu Aro, Mestong District of Muaro Jambi, Jambi. This activity will be expected to improve the health quality of the Suku Anak Dalam in Lubuk Kayu Aro. The method used was counseling to the community of Suku Anak Dalam in Lubuk Kayu Aro and did a demonstration of a simple water filter media. Materials needed include sieve containers, bottled water, gravel, palm-fiber, sand, and foam. The result of this community devotion is increasing public knowledge about the importance of clean water in life. In addition, people can know how to create water filter media and apply it in daily life. Keywords: clean water, Suku Anak Dalam, water filter media
Hubungan Perilaku Caring Perawat dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Rendra Andika; Maulani Maulani; Susi Widiawati
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i2.22

Abstract

Kecemasan sebagai bentuk kekhawatiran pasien terhadap tindakan medis. Kecemasan ini dapat diatasi dengan sikap Caring perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan caring perawat dengan kecemasan pasien pre operasi.  Penelitian ini merupakan penelitan kuantitatif dengan metode cross sectional. Data dikumpulkan mengunakan kuesioner dan dianalisis secara univariate dan bivariate menggunakan uji chi-Square. Populasi dalam sampel adalah seluruh pasien operasi selama 1 tahun terakhir, sampel diambil menggunakan metode purposive sampling, jumlah sampel sebanyak 36 responden. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 12 Juni 2023 s.d 15 Juli 2023. Hasil penelitian univariate didapatkan perilaku caring perawat dominan kurang baik 52,8% dan kecemasan pasien sebagian besar adalah cemas sedang 69,4%, hasil bivariate  terdapat hubungan antara perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi dengan p-value 0.017 (< 0.05). Saran kepada pihak manajemen RSUD Kab. Tanjungjabung Timur, agar dapat meningkatkan sikap dan kompetensi yang dimiliki oleh perawat, sehingga perawat dapat menunjukkan perilaku caring bagi pasien yang menghadapi operasi.
Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Cegah Stunting Kepada Kader Posyandu Di Puskesmas Pakuan Baru Susi Widiawati; Nofrida Saswati; Suryati; Anggraini Saputri; Nadila Ratna Herdiani
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/54jd1f42

Abstract

Kader posyandu adalah warga masyarakat yang dilibatkan puskesmas untuk mengelola posyandu secara sukarela, salah satu perannya adalah ikut serta dalam pencegahan stunting, untuk mempermudah kader dalam melakukan pencegahan stunting perlu suatu aplikasi digital yang memberikan akses yang mudah dan cepat. Kegiatan ini bertujuan melakukan sosialisasi penggunaan aplikasi cegah stunting kepada 30 orang kader posyandu di Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 17 s/d 19 Oktober 2025 di Aula Puskesmas Pakuan Baru dengan metode ceramah, diskusi dan simulasi penggunaan aplikasi cegah stunting. evaluasi pemahaman kader dilakukan pretest dan posttest. Hasil didapatkan peningkatan pemahaman kader dari nilai rata-rata 50 menjadi 85 setelah dilakukan simulasi. Dapat disimpulkan bahwa kader posyandu dapat memahami penggunaan aplikasi cegah stunting dengan baik dan aplikasi ini dapat mempermudah kader mendeteksi dini tanda stunting pada anak.
Pendampingan Duta Bulying Terhadap Pencegahan Bulying Pada Siswa/i di SMKN Kesehatan Sarolangun Susi Widiawati; Nofrida Saswati; Rara Marisdayana
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/75dj4t90

Abstract

Remaja usia 12-18 tahun mengalami perkembangan secara fisik dan karakteristik. Perkembangan secara karakteristik berkaitan dengan prilaku anak yang berisiko kearah positif maupun kearah negatif. Perlunya pendekatan pada anak remaja dengan kesejahteraan psikologis dalam menghadapi masa yang penuh gejolak pada usia remaja. Banyak masalah yang dihadapi remaja salah satunya adalah masalah bulliying. Tahun 2023 kejadian bulliying di tingkat Sekolah Menengah Atas/sederajat 10%. Hal ini diharapkan tidak terjadi lagi bulliying, mengingat mereka berada pada umur 16-18 tahun. Salah satu upaya pencegahan bulliying pada anak remaja dengan dibetuknya duta bulliying di Sekolah. Duta Bulliying ini sudah terbentuk di SMKS Kesehatan Sarolangun. Untuk terlaksananya kegiatan Duta Bulliying maka perlunya pendampingan terhadap duta tersebut. Kegiatan pendamping yang dilakukan pada duta bulliying adalah memberikan materi peran dan fungsi duta bulliying, program kerja yang dilakukan, materi bulliying, form pelaporan bullying dan rencana tindak lanjut bulliying. Kegiatan ini dilakukan beberapa tahap yaitu dengan menguji pengetahuan duta bulliying dengan pretest, memberikan materi dengan metode ceramah dan postest. Kegiatan ini dilakukan selama 14-16 Oktober 2022. Duta bulliying yang ikut serta sebanyak 20 siswa.  Hasil kegiatan ini didapatkan peningkatan pengetahuan duta bulliying sebesar 85% setelah dilakukan pendampingan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan duta bulliying terhadap pencegahan Bulliying di SMKN Kesehatan Sarolangun. Diharapakan pihak pimpinan sekolah untuk selalu memberdayakan duta bulliying dalam pencegahan bulliying di SMKN Kesehtan Sarolangun.
Sosialisasi dan Demontrasi Aplikasi Instrumen REEDA-DP KepadaMahasiswa Perawat Kota Jambi Maulani Maulani; Susi Widiawati; Nadila Ratna Herdiani; Imelda Hidtriana
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/hhssxb03

Abstract

Persalinan normal adalah proses pengeluaran janin dan placenta melalui jalan lahir atau vagina. Proses ini dapat mengakibatkan terjadinya robekan atau luka perineum, baik secara spontan (rupture) ataupun irisan (episiotomy). Robekan atau luka ini dapat menyebabkan perdarahan, infeksi, disfungsi organ reproduksi wanita dan sepsis. Kondisi ini akan menyebabkan komplikasi lanjut seperti infeksi saluran kemih, maupun jalan lahir. Untuk mencegah hal ini, maka luka perineum harus dirawat dengan baik. Sebelum melakukan perawatan perineum harus mengetahui kondisi perineum berdasarkan Redness, Edema, Ecchymosis, Discharge, dan Approximation/penyatuan depth, pain (REEDA-DP) dalam menilai luka perineum. Penulis sudah melakukan penelitian Research and Development (R&D) yaitu membuat aplikasi instrument REEDA-DP untuk penilaian luka perineum. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mensosialisasikan dan demonstrasi Aplikasi Instrumen REEDA-DP dalam penilaian luka perineum oleh mahasiswa perawat.  Kegiatan ini dilakukan beberapa tahap yaitu memberikan materi tentang luka perineum dengan metode ceramah, pretest dan posttest, sosialisasi dan demontrasi pengisian aplikasi REEDA-DP. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 7 dan 21 Mei 2025. Peserta pengabdian adalah mahasiswa keperawatan STIKES Harapan Ibu Jambi 20 orang dan mahasiswa D3 keperawatan STIKES Garuda Putih 25 orang. Hasil dan kesimpulan didapatkan peningkatan pengetahuan mahasiswa sebesar 86% dan mampu menggunakan aplikasi REEDA-DP 100%. Diharapakan pimpinan kampus dapat mengunakan aplikasi REEDA-DP pada proses keperawatan bidang ilmu keperawatan maternitas atau keperawatan kesehatan reproduksi supaya mempermudah mahasiswa menilai luka perineum.
THE RELATIONSHIP BETWEEN THE NURSE'S ROLE AS EDUCATOR AND MEDICATION ADHERENCE IN HYPERTENSIVE PATIENTS Willy, Nikita; Sari, Rian Maylina; Widiawati, Susi
Jurnal Keperawatan Universitas Jambi Vol 10 No 3 (2026): Jurnal Keperawatan Universitas Jambi
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jqs8g638

Abstract

Background: Hypertension has become a public health problem in the community. According to data from the Jambi City Health Office, there were 7,063 cases of hypertension at the Pakuan Baru Community Health Center (Puskesmas), one cause of which is medication non-adherence. The role of nurses as educators is needed for the success of treatment and lifestyle changes. Purpose: This study aimed to determine the relationship between the nurse's role as educator and medication adherence among hypertensive patients in the working area of Pakuan Baru Public Health Center, Jambi City. Methods: his was a quantitative study using a cross-sectional design. The study population consisted of all hypertensive patients in the working area of Pakuan Baru Community Health Center, Jambi City, totaling 7,063 people, with a sample of 95 respondent’s selected using purposive sampling technique. Data were collected using a nurse's role as educator questionnaire and the Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) questionnaire. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analysis with the Chi-square test. Results: The results showed that 53 respondents (55.8%) rated the nurse's role as educator in the good category, 46 respondents (48.4%) had moderate medication adherence, and there was a significant relationship between the nurse's role as educator and medication adherence among hypertensive patients, with a p-value = 0.001. Conclusion: There is a relationship between the nurse's role as educator and medication adherence among hypertensive patients. It is recommended that the Puskesmas ensure nurses have a consistent schedule for providing continuous, structured, and easily understandable health education to improve medication adherence among hypertensive patients.  
THE RELATIONSHIP BETWEEN THE NURSE'S ROLE AS EDUCATOR AND MEDICATION ADHERENCE IN HYPERTENSIVE PATIENTS Willy, Nikita; Sari, Rian Maylina; Widiawati, Susi
Jurnal Keperawatan Universitas Jambi Vol 10 No 3 (2026): Jurnal Keperawatan Universitas Jambi
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jqs8g638

Abstract

Background: Hypertension has become a public health problem in the community. According to data from the Jambi City Health Office, there were 7,063 cases of hypertension at the Pakuan Baru Community Health Center (Puskesmas), one cause of which is medication non-adherence. The role of nurses as educators is needed for the success of treatment and lifestyle changes. Purpose: This study aimed to determine the relationship between the nurse's role as educator and medication adherence among hypertensive patients in the working area of Pakuan Baru Public Health Center, Jambi City. Methods: his was a quantitative study using a cross-sectional design. The study population consisted of all hypertensive patients in the working area of Pakuan Baru Community Health Center, Jambi City, totaling 7,063 people, with a sample of 95 respondent’s selected using purposive sampling technique. Data were collected using a nurse's role as educator questionnaire and the Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) questionnaire. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analysis with the Chi-square test. Results: The results showed that 53 respondents (55.8%) rated the nurse's role as educator in the good category, 46 respondents (48.4%) had moderate medication adherence, and there was a significant relationship between the nurse's role as educator and medication adherence among hypertensive patients, with a p-value = 0.001. Conclusion: There is a relationship between the nurse's role as educator and medication adherence among hypertensive patients. It is recommended that the Puskesmas ensure nurses have a consistent schedule for providing continuous, structured, and easily understandable health education to improve medication adherence among hypertensive patients.  
THE EFFECT OF POSTPARTUM BLUES INTERVENTION ON PSYCHOLOGICAL ADAPTATION IN POSTPARTUM MOTHERS POST CESAREAN SECTION Susi Widiawati; Nofrida Saswati; Zalza Liska Kinasih; Yuli Astuti
Journal of Maternity Care and Reproductive Health Vol 9, No 3 (2026): Journal of Maternity Care and Reproductive Health
Publisher : Ikatan Perawat Maternitas Indonesia Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36780/jmcrh.v9i3.12399

Abstract

The postpartum period requires special attention due to the various emotional changes experienced by mothers, such as feeling thrilled, overwhelmed, let down, weepy, and physically exhausted. To address these challenges, an intervention that integrates early mobilization, therapeutic communication, and enhanced family support is highly needed to foster successful psychological adaptation. Aims: This study aimed to determine the effect of a postpartum blues intervention on the psychological adaptation of postpartum mothers after cesarean section. Methods: This study employed a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 35 postpartum mothers on their first to third postpartum day, selected using a purposive sampling technique. Data were collected from August to September 2023 using the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) questionnaire. The intervention was administered after completion of the pretest questionnaire, followed by administration of the posttest questionnaire. Data were analyzed using univariate analysis and bivariate analysis with the Wilcoxon signed-rank test. Results: Univariate analysis showed that the mean psychological adaptation score increased from 44.83 before the intervention to 66.57 after the intervention. Bivariate analysis demonstrated a significant difference in maternal psychological adaptation before and after the intervention, with a p-value of 0.000. Conclusion: Postpartum blues intervention comprising early mobilization, therapeutic communication, and enhanced family support is highly effective in helping mothers navigate emotional changes and achieve optimal psychological adaptation during the postpartum period.