Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PARTISIPASI MASYARAKAT DESA DALAM PEMBANGUNAN DI DESA PUSAKA RAKYAT KECAMATAN TARUMAJAYA KABUPATEN BEKASI Gina Raihan S; Evi Priyanti; Maulana Rifai; Indra Aditya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.16988

Abstract

Desa dikenal dengan kepadatan penduduknya yang rendah namun memiliki rasa simpati serta empati yang sudah tidak diragukan lagi. Bukan hanya antar sesama makhluk hidup saja, dalam hal pembangunan pun masyarakat desa selalu berperan aktif menyampaikan ide dan gagasan yang mereka miliki. Begitu pentingnya peran desa bagi negara, selain tentang ekonomi, bisa dibilang lancarnya pembangunan desa menjadi bukti pemerintah pusat memiliki program yang baik. Sejatinya, memang ada empat macam kegiatan yang menunjukkan partisipasi masyarakat di dalam kegiatan pembangunan, yaitu partisipasi dalam pengambilan keputusan, pelaksanaan kegiatan, pemantauan dan evaluasi, serta partisipasi dalam pemanfaatan hasil pembangunan (Yadav, 2013:82). Salah satu contohnya adalah Desa Pusaka Rakyat yang tergolong memiliki masyarakat yang aktif. Bagaimana partisipasi masyarakat Desa Pusaka Rakyat memang patut untuk ditilik lebih dalam. Dengan metode penelitian deskriptif kualitatif serta teknik pengumpulan data secara observasi, wawancara dan dokumen-dokumen terdahulu, dirasa penelitian ini akan lebih menarik untuk dibaca dan dikaji.
PERAN PEMERINTAH DESA DALAM MENDORONG PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI DESA WISATA (Studi Kasus pada Desa Wisata Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung) Rismayanti Tohir; Hanny Purnamasari; Indra Aditya
JURNAL TRIAS POLITIKA Vol 7, No 2 (2023): Oktober 2023, Jurnal Trias Politika
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jtp.v7i2.5242

Abstract

ABSTRACT The development of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Tourism Villages plays a crucial role in improving the welfare of the local community. The Village Government holds a significant role in promoting the development of MSMEs in Tourism Villages. This research aims to analyze the role of the village government in promoting the development of MSMEs in Lebakmuncang Tourism Village, Ciwidey District, Bandung Regency, using the theoretical framework of government roles according to Siagian (2009). This study employs a qualitative descriptive method with data collection techniques through in-depth interviews, observations, and document analysis. Data analysis is conducted using an interactive, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing or verification. The research findings indicate that the village government's efforts in developing MSMEs in Lebakmuncang Tourism Village have been fairly successful. This is evidenced by the ongoing activities and the participation in programs organized by relevant government departments, such as the Cooperative and SME Agency of Bandung Regency. These programs include facilitating collaboration, providing training and mentoring, facilitating funding, and supporting product marketing. However, there are still challenges in promoting MSME development in Lebakmuncang Tourism Village, such as low tourist visits and difficulties in product marketing. Therefore, the Lebakmuncang village government needs to make efforts to enhance the skills and knowledge of the community in managing MSMEs and expanding market access for MSME products. It is hoped that the results of this research can provide valuable insights for the village government in promoting MSME development in Lebakmuncang Tourism Village. ABSTRAK Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Wisata memegang peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Pemerintah Desa memegang peran yang sangat penting dalam mendorong pengembangan UMKM di Desa Wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah desa dalam mendorong pengembangan UMKM di Desa Wisata Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung dengan menggunakan dasar teori peran Pemerintahan menurut Siagian (2009). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi untuk teknik analisis data menggunakan model interaktif terdiri dari reduksi data, display data atau penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa dalam pengembangan UMKM di Desa Wisata Lebakmuncang sudah berjalan cukup baik, hal ini dibuktikan dengan sudah berjalannya kegiatan serta mengikutsertakan program-program yang diadakan oleh Dinas-dinas terkait seperti salah satunya Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung untuk memberikan fasilitasi kerjasama, fasilitasi pelatihan dan pendampingan, fasilitasi permodalan, dan fasilitasi pemasaran produk. Namun, masih terdapat kendala dalam mendorong pengembangan UMKM di Desa Wisata Lebakmuncang, seperti minimnya kunjungan wisatawan serta sulitnya dalam pemasaran produk. Oleh karena itu, pemerintah desa Lebakmuncang perlu melakukan upaya-upaya dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan UMKM serta memperluas akses pasar untuk produk UMKM yang dihasilkan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan masukan bagi pemerintah desa dalam mendorong pengembangan UMKM di Desa Wisata Lebakmuncang.
TANTANGAN DAN PERAN PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA DALAM MENGHADAPI ERA DISRUPSI KOMPETENSI TENAGA KERJA Fajar Harry Akbar; Indra Aditya; Rachmat Ramdani
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 10, No 2 (2023): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v10i2.11357

Abstract

Penyerapan tenaga kerja yang belum optimal berdampak pada angka pengangguran yang terus meningkat. Perguruan tinggi saat ini menghasilkan tenaga kerja yang tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Otomatisasi yang dilakukan oleh artificial intelligence telah menggantikan beberapa pekerjaan. Disrupsi ini memberikan dampak perubahan secara fundamental. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi dan peran perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan serta menyongsong era disrupsi kompetensi tenaga kerja. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif penelitian ini menjadikan observasi dan literature review sebagai teknik pengumpulan data. Data sekunder ini didapat dengan menjelajahi artikel dan jurnal secara online. Di masa depan diperlukan tenaga kerja yang terampil dan adaptif, perkembangan dunia industri harus mampu dikejar oleh lembaga pendidikan. Perubahan kebutuhan akan kompetensi tenaga kerja, mendorong terciptanya. program kampus merdeka. Berinteraksi langsung dan melihat bagaimana industri bekerja diharapkan dapat mengikis jurang kesenjangan selama ini. Perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan dan bukan menjadi ancaman. Perguruan tinggi mendorong mahasiswa untuk dapat kreatif dan adaptif menemukan peluang jenis pekerjaan di masa depan.
ANALISIS PROGRAM MAGANG IM JAPAN DI KABUPATEN KARAWANG: TINJAUAN INDIKATOR SUMBER DAYA Nabilah Sukma Wandani; Indra Aditya; Nidaul Muthmainnah
PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Vol 9 No 2 (2026): PAPATUNG Volume 9 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/japp.v9i2.1623

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis kegagalan implementasi seleksi Program Magang IM Jepang di Kabupaten Karawang, yang mencatat tingkat kegagalan yang drastis di mana hanya 14 dari 1.500 pelamar yang lolos. Dengan menggunakan desain studi kasus kualitatif dan Teori Interaksi Kontekstual (CIT) Bresser, penelitian ini secara khusus menyelidiki variabel "Sumber Daya" yang menentukan interaksi antara birokrasi dan pelamar. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pejabat dan peserta Disnakertrans, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif oleh Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan implementasi pada dasarnya disebabkan oleh defisit sumber daya multidimensional. Meskipun pemerintah daerah berhasil mengurangi keterbatasan fiskal dan staf melalui strategi jaringan dan optimalisasi aset, hambatan fatalnya adalah "kesenjangan kompetensi" yang parah di antara kelompok sasaran. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar pelamar kekurangan sumber daya kumulatif, khususnya logika matematika dan daya tahan fisik yang dibutuhkan oleh standar G-to-G yang ketat. Studi ini menyimpulkan bahwa ketidaksesuaian antara penawaran dan permintaan terkait kualitas tenaga kerja lokal dengan kebutuhan industri global tidak dapat diselesaikan hanya dengan seleksi administratif, tetapi memerlukan pergeseran kebijakan strategis menuju program inkubasi pra-seleksi.
PENGELOLAAN PROGRAM KETAHANAN PANGAN BUMDES OLEH PEMERINTAH DESA DI DESA PURWASARI KABUPATEN KARAWANG Syahirul Alim; Mochamad Faizal Rizki; Indra Aditya
Jurnal Sosial Humaniora Sigli Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsh.v9i1.4031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Pemerintah Desa dalam pengelolaan unit ketahanan pangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Purwasari Kabupaten Karawang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perubahan unit usaha BUMDes dari penggemukan domba menjadi unit ketahanan pangan berupa budidaya lele, bebek pedaging, dan ayam petelur akibat berbagai kendala dalam pengelolaan usaha sebelumnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Kepala Desa, pengurus BUMDes, perangkat desa, dan masyarakat Desa Purwasari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Purwasari memiliki keterlibatan langsung dalam pengelolaan unit ketahanan pangan BUMDes melalui pembinaan, pengawasan, evaluasi, pengambilan keputusan, serta dukungan anggaran dan regulasi terhadap kegiatan usaha BUMDes. Pengelola BUMDes memiliki tanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan usaha, pengelolaan administrasi, pengelolaan anggaran, dan pengembangan usaha. Akan tetapi, pengelolaan unit ketahanan pangan BUMDes masih menghadapi beberapa hambatan seperti keterbatasan sumber daya manusia, pengelolaan administrasi yang belum optimal, kondisi lingkungan desa yang berkembang menjadi kawasan industri, serta rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat akibat kegagalan usaha sebelumnya. Berdasarkan teori Rosally (2015), pengelolaan unit ketahanan pangan BUMDes di Desa Purwasari dipengaruhi oleh peran individu, harapan organisasi, dan lingkungan organisasi. Harapan organisasi terhadap pengelolaan BUMDes diarahkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), membuka lapangan pekerjaan, dan membantu perekonomian masyarakat desa.Kata Kunci: Peran Pemerintah Desa, BUMDes, Ketahanan Pangan, Pengelolaan BUMDes, Desa Purwasari.
ANALISIS HUBUNGAN PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH SEBAGAI UPAYA PENANGANAN COVID-19 DI INDONESIA Nur Jamila; Lukmanul Hakim; Indra Aditya
Jurnal Sosial Humaniora Sigli Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsh.v9i1.4008

Abstract

Pandemi COVID-19 menimbulkan tantangan besar bagi pemerintah Indonesia dalam bidang kesehatan, ekonomi, dan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam upaya penanganan COVID-19 di Indonesia. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui pengumpulan data dari buku, jurnal, regulasi, dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan kebijakan publik dan penanganan pandemi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah belum berjalan secara optimal akibat adanya tumpang tindih kebijakan, perbedaan respons daerah, serta lemahnya komunikasi antar lembaga pemerintahan. Kebijakan mengenai pembatasan sosial, transportasi, dan mobilitas masyarakat sering menimbulkan kontradiksi yang menyebabkan kebingungan di masyarakat. Meskipun demikian, kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah dalam program vaksinasi dan pelayanan kesehatan menunjukkan hasil yang cukup baik dalam menekan penyebaran COVID-19. Penelitian ini menyimpulkan bahwa koordinasi yang kuat, harmonisasi kebijakan, dan tata kelola pemerintahan yang terintegrasi sangat diperlukan dalam meningkatkan efektivitas penanganan pandemi di Indonesia.Kata Kunci: COVID-19, pemerintah pusat, pemerintah daerah, koordinasi, kebijakan publik 
ANALISIS JARINGAN PADA JEJARING AKTOR DALAM MENGEMBANGKAN POTENSI WISATA DI DESA BANJARSARI KECAMATAN PANGALENGAN Guruh Ramdhan Hasbillah Syam; Indra Aditya; Dewi Noor Azijah
T JDP (JURNAL DINAMIKA PEMERINTAHAN) Vol 8 No 02 (2025): Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jdp.v8i02.6082

Abstract

This study aims to analyze the structure of actor networks in the development of tourism destinations in Banjarsari Village, focusing on how interactions between actors influence tourism management strategies. To facilitate the analysis of these networks in enhancing tourism potential, the research adopts a case study design with qualitative methods. Through this approach, the study examines the relationships formed between actors in the tourism development process in depth. The research applies Actor Network Theory (ANT), introduced by Bruno Latour and John Law emphasizing the network dimension. This framework is expected to provide deeper insights into the factors that either support or hinder tourism management based on actor networks. The networks that emerge among actors in developing Banjarsari Village’s tourism potential exhibit three key characteristics: communal value based networks, direct communication networks, and tourism synergy networks. The communal value-based network is shaped by strong local values of mutual cooperation and solidarity, acting as a social adhesive despite the absence of formal structures. The direct communication network emerges due to the fac to face interactions among actors, facilitated through deliberations and direct visits. Finally, the tourism synergy network reflects the collaborative nature of various tourism attractions within Banjarsari Village, where destinations complement rather than compete with each other.
MENGKAJI PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PESISIR CILAMAYA WETAN AKIBAT PEMBANGUNAN PROYEK STRATEGIS NASIONAL PLTGU JAWA-1 POWER Muhamad Daffa Nugraha; Indra Aditya; Dewi Noor Azijah
T JDP (JURNAL DINAMIKA PEMERINTAHAN) Vol 8 No 02 (2025): Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jdp.v8i02.6119

Abstract

This study aims to examine the socio-economic impact of the National Strategic Project PLTGU Jawa-1 Power on the living space of the coastal community of Cilamaya Wetan in Karawang Regency, specifically whether PLTGU brings positive or negative impacts on socio-economic conditions. The method used in this study is a case study method. Data collection techniques include field observation, in-depth interviews, and documentation. The data analysis technique used is time-series analysis. The research results show that the development of the Jawa-1 Power Gas-Fired Power Plant creates dualistic economic impacts. On one hand, this project increases economic activity during the construction phase by absorbing local labor and growing the informal sector. On the other hand, vulnerable groups such as tenant farmers and traditional fishermen experience a decline in income due to land conversion and degradation of coastal ecosystems. Environmental impacts include changes in water quality due to waste and a decrease in groundwater quality due to seawater intrusion. The construction process is also assessed to involve less community participation, leading to social conflicts. The coastal community of Cilamaya Wetan, which was previously marginalized economically and geographically, is now also marginalized socially due to the development.
STRATEGI PEMERINTAH DESA CIWARINGIN DALAM MENGATASI JUDI ONLINE DI KALANGAN MASYARAKAT Annisa Aisatul Maryam Prabowo; Indra Aditya; Kariena Febriantin
T JDP (JURNAL DINAMIKA PEMERINTAHAN) Vol 8 No 02 (2025): Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jdp.v8i02.6264

Abstract

This study aims to analyze the strategies implemented by the Village Government of Ciwaringin to tackle the widespread issue of online gambling among its residents. The prevalence of online gambling has caused various negative impacts, including financial losses, mental health issues, and social problems. The study employs a qualitative case study method using Geoff Mulgan’s (2009) strategy theory framework, which includes five aspects: purpose, environment, direction, action, and learning. Data were collected through interviews with the village head, academics, and online gambling perpetrators, as well as through observation and documentation. The findings reveal that the village government undertook strategic efforts such as education, awareness campaigns, community empowerment, and collaboration with community leaders and institutions. These strategies have proven effective in reducing the number of online gambling participants over the years. The study concludes that active involvement of the village government is crucial in mitigating the negative impacts of online gambling and in fostering a law-abiding and empowered community
ANALISIS MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PEMBANGUNAN ANGKATAN KERJA DI DESA SUKAMAJU Violla Fransisca; Indra Aditya; Dewi Noor Azijah
T JDP (JURNAL DINAMIKA PEMERINTAHAN) Vol 9 No 01 (2026): Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The unemployment rate in Sukamaju Village remains very high, primarily due to the low level of education among its residents. This study aims to identify and analyze the efforts undertaken by the Sukamaju Village government to improve human resources and their implications for the local labor force. The study uses data collected through interviews, observations, and documentation. Gary S. Becker’s Human Capital Theory, which consists of three indicators (1) education, (2) skills and training, and (3) work experience is applied to support the data analysis.The findings show that: (1) the educational level of the Sukamaju Village community is still relatively low, with most residents having only primary and secondary school education; (2) the training programs implemented in Sukamaju Village have not yet been optimal; and (3) the majority of residents have work experience in the informal sector, such as laborers, construction workers, and small traders.Theoretically, this study contributes to the development of insights and literature on human resource and labor force management. Practically, it provides input for the government and Sukamaju Village to continue strengthening efforts to improve the quality of human resources.