Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Strategi Promosi dan Minat Beli Konsumen terhadap Batik Gedog Margomulyo, Kerek, Tuban Ahwarumi, Biyati; Akhmad Sirojudin Munir
Al-Maqashid: Journal of Economics and Islamic Business Vol. 7 No. 1 (2026): April: Al Maqashid Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Universitas Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/maqashid.v7i1.2837

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh strategi promosi terhadap minat beli konsumen Batik Gedog di Desa Margomulyo. Berdasarkan analisis regresi linier dan ANOVA, hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen. Setiap peningkatan satu unit dalam promosi berhubungan dengan peningkatan 0,652unit dalam minat beli (β = 0,652; p < 0,001). Penelitian ini juga menemukan bahwa promosi yang lebih intens, khususnya melalui media sosial, dapat meningkatkan minat beli, meskipun pengaruhnya tidak sepenuhnya linier. Oleh karena itu, pengrajin Batik Gedog disarankan untuk memanfaatkan media sosial, meningkatkan keterampilan digital, dan mengintegrasikan nilai budaya dalam strategi promosi mereka. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi faktor lain yang mempengaruhi minat beli dan menggunakan sampel yang lebih besar.
Digital Transformation of BMT Sunan Drajat Through Sharia Fintech in the Perspective of Maqasid Al-Shariah Nur Zahrotul Laily; Nafidatun Nikmah; Akhmad Sirojudin Munir
Jurnal Manajerial Vol. 13 No. 02 (2026): Jurnal Manajerial
Publisher : Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jurnalmanajerial.v13i02.11478

Abstract

Background – The rapid development of financial technology has driven Islamic financial institutions to adopt digital systems while maintaining compliance with Maqasid al-Shariah. However, studies evaluating Sharia fintech from a Maqasid perspective remain limited. Aim – This study analyzes the digital transformation of BMT Sunan Drajat Lamongan through Sharia fintech based on Maqasid al-Shariah. Design / methodology / approach – A qualitative approach was employed using interviews, observation, and documentation, analyzed through the Miles and Huberman interactive model. Findings – The results show that BMT Sunan Drajat has successfully integrated Sharia fintech with Maqasid al-Shariah. Hifz al-mal is implemented through real asset–based fund management, hifz al-din through strict Sharia compliance, and social welfare (maslahah) through community empowerment and accessible microfinancing. Digital services enhance financial inclusion, transparency, and operational efficiency. However, challenges remain in limited digital adoption among elderly members and infrastructure constraints. Conclusion – The digital transformation of BMT Sunan Drajat aligns with Maqasid al-Shariah and supports sustainable financial inclusion and social welfare. Research implication – The study provides practical recommendations for Islamic microfinance institutions to strengthen asset-based financing, digital transparency, and financial literacy while enhancing regulatory support and technological capacity. Limitations – The study is limited by the number of informants and the relatively low usage of digital services among members.