Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Nusantara of Engineering (NOE)

Mesin Mesin Pengiris Tempe Otomatis Sebagai Bahan Baku Keripik Tempe Agtriandy, Yogalih; Hermin Istiasih; Rachmad Santoso
Nusantara of Engineering (NOE) Vol 5 No 2 (2022): Volume 5 No 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/noe.v5i2.17596

Abstract

Makanan ringan berbahan baku tempe banyak dijumpai, seperti mendoan, oncom, keripik tempe. Keripik tempe adalah makanan yang banyak digemari masyarakat, karena memiliki kelebihan dari segi keawetan, dan kepraktisan untuk dibawa sebagai buah tangan (oleh- oleh). Proses pembuatan keripik tempe dimulai dari pengirisan tempe. Proses pengirisan tempe sampai saat ini masih dilakukan dengan cara tradisional dengan menggunakan pisau dapur sebagai alat pengirisnya. Pengirisan yang dilakukan dengan cara manual kurang efisien, karena membutuhkan tenaga kerja yang banyak, membutuhkan waktu yang lama serta ukuran hasil pengirisan yang tidak sama. Sedangkan proses pengirisan tempe secara modern menggunakan bantuan sebuah mesin yang bergerak secara otomatis. Untuk itu penulis mencoba merancang dan membuat mesin pengiris tempe otomatis sebagai bahan baku keripik tempe dengan desain yang sederhana. Dengan cara tersebut diharapkan dapat meminimalisasi jumlah tenaga kerja, meningkatkan efisien waktu dan produktifitas, serta menghasilkan kualitas pengirisan yang lebih baik dibanding dengan cara manual.Mesin pengiris tempe otomatis yang telah dibuat, menggunakan besi siku sebagai kerangka utamanya dan bahan-bahan dari barang bekas yang bisa dimanfaatkan kembali seperti pisau pemotong yang dibuat dari rem cakram. Mesin pengiris tempe otomatis ini masih memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan. Perbandingan pengirisan tempe dengan cara manual dapat dilihat dari waktu pengirisan yang lebih lama dengan membutuhkan waktu selama 1 menit 58 detik dengan hasil potongan sebanyak 34 potong, sedangkan menggunakan mesin pengiris tempe otomatis hanya memerlukan waktu selama 37,47 detik dengan hasil 28 potong. Berdasarkan angket respon, nilai persentase tertinggi berada pada kecepatan alat pada saat mengiris tempe yaitu sebesar 78,33% dan persentase terendah berada pada penampilan alat yaitu sebesar 70%.
Inovasi Mesin Pemipil Jagung Dengan Menggunakan Dinamo Listrik sebagai Sumber Energi Penggerak Nevita, Ary Permatadeni; Mubarok, Rizqi; Munawi, Hisbulloh Ahlis; Santoso, Rachmad
Nusantara of Engineering (NOE) Vol 7 No 2 (2024): Volume 7 Nomor 2 - 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/noe.v7i2.23856

Abstract

Corn farmers need a corn sheller machine design with a better working principle and effectiveness than the previous machine. The innovation of the corn sheller machine using an electric dynamo as a source of driving energy is a fairly interesting solution to increase efficiency and accuracy in the corn shelling process. The innovation of this corn sheller tool uses the ex - post facto method because the data obtained by researchers is data from events that have already taken place. Researchers only need to develop existing tools and there needs to be development of tools and materials such as sieves, casings, hoppers, exhaust pipes, electric dynamos, exhaust pipes, frames, pulleys, and v-belts. The results and calculations of this tool are, the planned power is 0.186 kw, the planned moment is 64.70 kg/mm, the shear stress is 3.08 kg/mm2, the shaft diameter is 7 mm, the shear stress on the shaft is 0.0806 kg/mm, with an engine speed of 2800 rpm, after the innovation of the tool was tested 3 times, then the average time was 2.5 minutes, with an actual tool capacity of 43.2 kg/hour. Compared to the previous tool, it could only shell around 20 kg/hour. By using an electric dynamo, it is more environmentally friendly, because the sound is not noisy and the use of electricity is not that large, therefore the innovation of this corn sheller machine is very useful for farmers in Slawe Village.Keywords: Farmers, corn shellers, innovation, electric dynamo, shaft
Rancang Bangun Mesin Penyemprot Cat Dinding Menggunakan Dinamo DC Adisty Maulina Putri; Hermin Istiasih; Rachmad Santoso
Nusantara of Engineering (NOE) Vol 4 No 1 (2021): Volume 4 No 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.989 KB) | DOI: 10.29407/noe.v4i1.15906

Abstract

Pada saat ini, mayoritas pekerja bangunan masih menggunakan kuas dalam melakukan proses pengecatan sehingga hasil yang didapatkan kurang maksimal dan memerlukan waktu yang relatif lama. Sehingga dibutuhkan alat yang dapat membantu para pekerja dalam melakukan proses pengecatan dengan pengoperasian dan perawatan yang mudah. Penelitian ini berisikan tentang perancangan alat dengan desain alat dan performa alat sebagai parameternya. Pada proses pengumpulan data, peneliti menggunakan observasi dan kuisioner untuk mengetahui perbandingan alat dan tanggapan pengguna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk mendesain alat penyemprot cat dinding yang efektif dan efisien serta harga yang terjangkau. Berdasarkan hasil penelitian ini menghasilkan alat penyemprot cat dinding menggunakan dinamo dc yang disertai dengan beberapa fitur tambahan sehingga dapat mempermudah dalam proses pengecatan dan meminimalisir terjadinya gangguan tulang belakang. Secara umum, tanggapan pengguna dengan adanya alat penyemprot cat dinding menggunakan dinamo dc ini adalah positif. Akan tetapi juga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai desain dan bahan untuk mendapatkan alat penyemprot yang lebih fleksibel
Desain Tugal Penanam Jagung Double Fungsi Sistem Pegas Untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian Duwi Sukmawati; Hermin Istiasih; Rachmad Santoso
Nusantara of Engineering (NOE) Vol 4 No 1 (2021): Volume 4 No 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.22 KB) | DOI: 10.29407/noe.v4i1.15912

Abstract

Pada saat menanam jagung dengan tugal sederhana, sering terjadi keluhan beban kerja terutama pada proses peletakan biji jagung yang dilakukan dengan cara membungkuk. Selain itu, pengoperasian tugal sederhana harus dilakukan oleh dua orang untuk membuat lubang dan meletakkan bijinya. Dari pengamatan tersebut, peneliti berusaha untuk membuat inovasi tugal yang memiliki fungsi ganda dan bisa dioperasikan oleh satu orang serta untuk mengurangi keluhan beban kerja sehingga produktivitas pertanian meningkat. Pengujian produktivitas dilakukan dengan cara membandingkan proses penanaman jagung menggunakan tugal sederhana dengan proses penanaman jagung menggunakan tugal double fungsi sistem pegas. Sedangkan untuk mengetahui kinerja alat apakah sesuai dengan yang dibutuhkan masyarakat, metode yang digunakan adalah metode wawancara dan menggunakan kuisioner yaitu pembagian angket kepada 22 petani di RT 01 dan 02, RW 01 Ds. Jantok. Kec. Purwoasri, Kab.Kediri yang hasilnya cukup positif dan cukup baikuntuk proses menanam jagung dibandingkan dengan penggunaan tugal sederhana. Hasil kesimpulan berdasarkan perhitungan, terjadi penurunan waktu baku untuk penanaman per lubang sebesar 0,8 detik atau 23,26 %. Sedangkan untuk peningkatan jumlah lubang tanam, terjadi peningkatan sebesar 316 lubang atau 30,38 %. Hal ini menunjukkan bahwa tugal double fungsi dapat bekerja dengan baik dan dapat membantu untuk mengurangi beban kerja dan meningkatkan produktivitas.
RANCANG BANGUN ALAT PEMARUT KELAPA MENGGUNAKAN TENAGA LISTRIK Thasinwa, Iqbal; Istiasih, Hermin; Santoso, Rachmad
Nusantara of Engineering (NOE) Vol 4 No 2 (2021): Volume 4 No 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1953.512 KB) | DOI: 10.29407/noe.v4i2.16760

Abstract

Di zaman era modern ini masih banyak ibu rumah tangga, masih menggunakan alat pemarut manual, yaitu dengan menggunakan alat parut yang terbuat dari pelat besi yang permukaannya mempunyai duri-duri kecil sebagai pemarutnya, cara pemarutan seperti ini sangat sederhana dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu alat pemarut kelapa yang dapat meningkatkan efisiensi kerja pada proses pemarutan, yaitu dengan merancang bangun suatu alat pemarut kelapa menggunakan tenaga listrik. (1) Bagaimana merancang dan membuat alat pemarut kelapa menggunakan tenaga listrik ? (2)Bagaimana produktifitas alat pemarut kelapa dengan tenaga listrik dibandingkan dengan alat konvensional ? (3) Bagaimana respon masyarakat terhadap alat pemarut kelapa menggunakan tenaga listrik ?. Tujuan yang hendak dicapai dalam rancang bangun alat pemarut kelapa menggunakan tenaga listrik antara lain (1) Untuk menghasilkan rancangan alat pemarut kelapa menggunakan tenaga listrik. (2) untuk menghasilkan produktifitas pada alat pemarut kelapa menggunakan tenaga listrik. (3) Untuk mengetahui respon masyarakat terhadap alat pemarut kelapa menggunakan tenaga listrik. Kesimpulan yang dihasilkan dalam rancang bangun alat pemarut kelapa menggunakan tenaga listrik (1) Telah dihasilkan sebuah alat pemarut kelapa ibu rumah tangga yang menghasilkan waktu pemarutan lebih cepat dibandingkan dengan alat pemarut kelapa konvensional. Dari data hasil waktu pemarutan kelapa pada alat pemarut kelapa menggunakan tenaga listrik yang menghasilkan rata-rata waktu pemarutan 3 menit 58 detik, sedangkan menggunakan alat pemarut kelapa konvensional 19 menit 20 detik. (2) Dari hasil responden dengan cara kuisioner ibu rumah tangga yang dilakukan Di RT 008/RW 003 Dusun Talang Jring, Kelurahan Jatimulya II, Kecamatan Madang Suku II, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, sumatra selatan dengan nilai rata-rata sangat setuju 52%, setuju 42%, cukup setuju 6%. Dari hasil kuesioner menjelaskan bahwasannya mayoritas ibu rumah tangga sangat setuju dengan adanya alat pemart kelapa menggunakan tenaga listrik.
INOVASI PENGUPASAN KULIT ARI KACANG TANAH GUNA MEMPERMUDAH HOME INDUSTRI Fatoni, Arif; ISTIASIH, Hermin; Santoso, Rachmad
Nusantara of Engineering (NOE) Vol 5 No 1 (2022): Volume 5 No 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2567.969 KB) | DOI: 10.29407/noe.v5i1.17372

Abstract

Proses pengupasan kulit ari kacang tanah yang masih dilakukan secara manual, dengan menggunakan tenaga manusia, kemudian Diperlukan inovasi agar proses pengupasan kulit ari kacang tanah agar lebih mudah dan efesien. Permasalahan peneliti ini adalah, Bagaimanakah perancangan alat pengupas kulit ari kacang tanah dan Apakah alat pengupas kulit ari kacang tanah dapat berfungsi dengan baik,Menghasilkan rancangan dan alat pengupas kulit ari kacang tanah yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.Menguji kinerja mesin pengupas kulit ari kacang tanah. Metode penelitian mengunakan angket kueisoner yang diberikan kepada responden para ibu rumah tangga di desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang dengan hasil positif dan cukup baik. Kesimpulan diperoleh bahwa dalam pembuatan alat pengupas kulit ari kacang tanah. Mesin pengupas kulit ari kacang tanah mengunakan dua buah roll berdiameter 5,5 cm panjang 13 cm dan berlapisan karet setebal 0,5 cm yang berputar berlawanan arah dan pemisah limbah dilakukan dengan memanfaatkan hembusan angina yang berasal dari kipas listrik. Mesin pengupas kulit ari kacang tanah yang sudah diproses dari 2000 gram dengan alat terkupas bersih 76% yang tidak terkupas 20% dan limbah kulit ari sebesar 4%.
inovasi Pompa Air Dengan Timer Control Asteya, W Dewa; Asteya, W. Dewa; Istiasih, Hermin; Santoso, Rachmad
Nusantara of Engineering (NOE) Vol 5 No 1 (2022): Volume 5 No 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.793 KB) | DOI: 10.29407/noe.v5i1.17584

Abstract

Di Desa Wonocatur, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri terdapat beberapa petani ikan lele. Dalam budidaya lele, kestabilan ph air adalah kunci utama sebagai parameter budidaya lele dikatakan baik. Pada budidaya lele kita harus menjaga level ph pada kolam di kisaran 7-8. Oleh karena itu ph air untuk kolam ikan lele yang baik berada di level air netral. Untuk menjaga kestabilan ph air, para petani dalam menyalakan dan mematikan pompa air masih secara manual. Target Fungsional dari inovasi pompa air ini adalah memberikan kemudahan kepada petani ikan lele untuk menyalakan dan mematikan pompa air secara otomatis menggunakan Timer Control sehingga kebutuhan tenaga operasional bisa dikurangi. Perancangan ini dimulai dari pompa air model lama dan manual, kemudian dikembangkan dengan menambahkan sensor yang dikombinasikan dengan mesin jam yang dimodifikasi serta komponen tambahan seperti trafo, diode, kapasitor, dan relay. Dari hasil percobaan yang telah dilakukan dengan menggunakan plat logam untuk waktu 15 menit menghasilkan waktu dengan rata-rata 15 menit 7,2 detik. Sedangkan percobaan menggunakan plat logam untuk waktu 20 menit menghasilkan waktu dengan rata-rata 15 menit 9 detik. Berdasarkan angket respon petani ikan lele, memiliki 2 nilai persentase tertinggi yaitu desain alat serta perawatan dan perbaikan sebesar 92,5% dan persentase terendah berada pada setting alat yaitu sebesar 75%.