Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Uji Akurasi Peta Foto Tegak Menggunakan Pesawat Udara Nir Awak (Puna) Dengan Metode Direct Georefensing Di Daerah Berbukit (Studi Kasus Foto Tegak di Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan) Harto, Subekti; Prabawa, Septa Erik; Mahardianti, Melisa Amalia
EL-JUGHRAFIYAH Vol 5, No 2 (2025): El-Jughrafiyah : August, 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jej.v5i2.37822

Abstract

Penggunaan  peta foto tegak (orthofoto) hasil pemotretan menggunakan Pesawat Udara Nirawak (PUNA) wajib dalam pekerjaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kementerian ATR-BPN. Permasalahannya ketika digunakan untuk pemotretan di daerah yang berbukit-bukit, apabila menggunakan metode konvensional akan memerlukan waktu yang lama dan biaya yang besar untuk pemasangan dan pengukuran Ground Control Point (GCP). Untuk meminimalkan pemasangan dan pengukuran GCP tersebut digunakan metode pengolahan data foto secara direct georeferencing. Lokasi penelitian dipilih daerah berbukit-bukit yang cukup ektrim, difoto menggunakan PUNA jenis quadcopter, penentuan posisi kamera menggunakan metode Real Time Kinematik (RTK). Pada penelitian ini dilakukan analisa perbandingan terhadap data yang diolah menggunakan direct georeferencing (tanpa GCP), dan gabungan direct georeferencing ditambahkan GCP (1, 3, dan 4 GCP). Hasil pengolahan data berupa orthofoto dan digital surface model (DSM), dilakukan uji ketelitian geometrik berdasarkan SNI 8202:2019. Hasil uji ketelitian menunjukkan metode direct georeferencing layak digunakan untuk pembuatan peta foto tegak skala 1:1000 dengan interval kontur 0,4m.
Analisis Pembobotan Satuan Kemampuan Lahan Kestabilan Lereng dengan Menggunakan Metode Skoring di Kota Batu Mutolif, Mutolif; Prabawa, Septa Erik; Yahya, Fahrul
EL-JUGHRAFIYAH Vol 5, No 2 (2025): El-Jughrafiyah : August, 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jej.v5i2.37666

Abstract

Kota Batu, terletak di Provinsi Jawa Timur, Indonesia, memiliki topografi pegunungan curam yang rentan terhadap bencana tanah longsor, terutama di wilayah dengan kemiringan lereng lebih dari 30%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan lahan di Kota Batu menggunakan metode skoring berdasarkan parameter kelerengan, morfologi, dan topografi untuk menilai kestabilan lereng. Dengan mengintegrasikan data kelerengan, morfologi, dan topografi melalui Sistem Informasi Geografis (SIG), penelitian ini menghasilkan peta kemampuan lahan yang digunakan untuk perencanaan tata ruang berkelanjutan. Pembobotan dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 20/PRT/M/2007, dengan mempertimbangkan faktor kemiringan lereng, jenis tanah, curah hujan, dan vegetasi penutup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wilyah Kota Batu memiliki kestabilan lereng sedang, sedangkan daerah dengan kestabilan rendah terletak di lereng curam di bagian utara dan barat kota. Zonasi kestabilan lereng ini penting untuk pengelolaan lahan yang aman dan mitigasi bencana tanah longsor. Peta kemampuan lahan yang dihasilkan memberikan panduan dalam perencanaan ruang yang lebih aman dan ramah lingkungan.
UTILIZING POST PROCESSING KINEMATIC (PPK) UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) TO ACCELERATE DETAILED LAND MAPPING Wijayanti, Regita Faridatunisa; Kaffa, Niswah Selmi; Kusetiyohadi, Taufik; Sijabat, Hesekiel; Putra, Angga Pratama; Prabawa, Septa Erik; Susilo, Yunus
Jurnal Geosaintek Vol. 9 No. 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The accelerate of land registration is important to solve the land disputes. Start from 2022, BPN utilize UAV to make base maps quickly. One of photo map criteria is high horizontal accuracy of <0.5 meter by using Circular Error 90% (CE90). This research analyzes the effectiveness of PPK method on UAV survey to accelerate detailed land mapping in Indonesia. UAV fixed wing Vertical Takeoff and Landing (VTOL) model with Sony ILCE-6000 camera flown on 9.46 km2 areas, flying on 244 meters, and using 8 Ground Control Points (GCP) in Muktisari Village, Ciamis. First, UAV camera coordinates processed to obtain photo mosaic. Furthermore, geometric correction processed with GCP to obtain orthophoto for each mosaic photo. The UAV without PPK produced CE90: 0.02 meter (RMSE: 0.013 meter), whereas the UAV using PPK produced CE90: 0.008 meter (RMSE: 0.005 meter). According to the CE90 value on UAV showed resulting photo map included in 1:1000 scale aerial photo map in class 1. However, this research showed the UAV using PPK is 2.5 times more accurate. In conclusion, PPK can improve the performance of UAV to increase the photo map geometry accuracy. Hence, UAV using PPK are recommended to accelerate detailed land mapping in Indonesia.
Integrasi Deep Learning Mask R-CNN dalam Pemodelan 3D LOD1 Berbasis Citra Foto Udara UAV Misbahuddin, Mohammad; Prabawa, Septa Erik; Riadi, Slamet; Koroh, Yahya Alfrid; Navisa, Shilvy Choiriyatun
EL-JUGHRAFIYAH Vol 5, No 2 (2025): El-Jughrafiyah : August, 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jej.v5i2.37883

Abstract

Pemodelan 3D Level of Detail 1 (LOD1) merupakan representasi geometris dasar berupa bentuk prismatik dengan atap datar, yang umum digunakan dalam perencanaan wilayah dan manajemen aset karena efisiensi komputasi serta kesederhanaan strukturnya. Namun, proses pembentukan model ini kerap menghadapi kendala dalam aspek efisiensi waktu, akurasi spasial, serta skalabilitas, khususnya pada tahap segmentasi dan identifikasi objek dari data citra 2D. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan algoritma deep learning Mask R-CNN dalam rangka meningkatkan efisiensi dan akurasi proses ekstraksi jejak bangunan (building footprint) dari citra udara beresolusi tinggi yang dihasilkan oleh wahana UAV. Mask R-CNN memiliki keunggulan dalam mendeteksi objek serta menghasilkan segmentasi berbasis pixel (pixel-wise mask), sehingga memungkinkan delineasi batas objek secara presisi. Alur kerja penelitian meliputi akuisisi data UAV, segmentasi citra secara otomatis menggunakan Mask R-CNN, dan rekonstruksi 3D berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Studi kasus dilakukan di Kelurahan Jawa, Kota Samarinda, dengan resolusi spasial citra sebesar 0,023 meter, akurasi horizontal (CE90) 0,139 meter, dan vertikal (LE90) 0,282 meter. Tiga skenario pelatihan menunjukkan tingkat deteksi bangunan masing-masing sebesar 33%, 42%, dan 55% dengan nilai presisi 0,589; 0,746; dan 0,794. Skenario ketiga (80% data pelatihan) menghasilkan visualisasi model 3D paling mendekati hasil digitasi manual. Namun, skenario kedua (70% data pelatihan) direkomendasikan karena waktu pemrosesan tercepat (2 jam 27 menit 58 detik) dan kebutuhan penyimpanan terkecil (1,82 GB). Secara ekonomi, metode ini mengurangi biaya sebesar 13% dibandingkan digitasi manual, dengan total biaya Rp13.367.504.
Tsunami Modeling In The Mentawai Island As A Study Material For Disaster Mitigation (Case Study: Mentawai Earthquake, October 25, 2010) Khoiridah, Sayyidatul; Prabawa, Septa Erik; ,, Pamudi; Danta, Rama Saputra; Renata, Ahmad Reyhan Cahya; Hamzah, Mochamad Farhan
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 21, No 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j24604682.v21i3.22662

Abstract

There was an earthquake in Mentawai on October 25, 2010 which resulted in 509 deaths, 17 people injured, and 11.425 people displaced. Based on this, tsunami modeling was conducted using L-2008 software. This study aims to determine the value of the earthquake source mechanism and conduct tsunami modeling. Tsunami modeling includes earthquake source modeling as a tsunami generator (source modeling), tsunami wave propagation modeling (ocean modeling), and tsunami height modeling (run-up modeling). In this study, bathymetry data and earthquake source mechanism data from the USGS agency were used. The calculation results showed that the Mentawai earthquake had a fault length of 218,78 km, fault width of 45,70 km, and slip of 3,84 m. While the results of tsunami modeling show that the vertical displacemeht value obtained is the maximum value of 1,55 m and the minimum value is -1,55 m. The ocean modeling results show that the tsunami waves reached Sipora Island, North Pagai, and South Pagai at 20 minutes and 50 seconds. While the simulation results of tsunami run up modeling show that the maximum run up is at Sabeugunggu bay with run up value of 6,34 meters. Tsunami run up modeling has an RMSE value of 0,73.
Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis Untuk Pemetaan Sebaran Potensi Limbah B3 Menggunakan Metode Identifikasi Yahya, Fahrul; Erik P, Septa; Noor Alina, Aldea
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 4 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i4.299

Abstract

Perlakuan Limbah B3 diatur oleh Pemerintah Indonesia, khususnya Dinas Lingkungan Hidup. Identifikasi limbah B3 asalnya dari sumber spesifik umum dan sumber tidak spesifik yang diatur oleh PP RI Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Penelitian dilaksanakan untuk mengetahui lokasi potensi limbah B3 khususnya limbah industri, maka diperlukan citra satelit Google Earth guna melakukan proses pemantauan dan hasil dari proses pemantauan keluarannya berupa peta dijital di Sistem Informasi Geografis (SIG). Tujuan pemanfaatan SIG yang dengan menggunakan citra satelit Google Earth ialah untuk mengetahui lokasi sebaran kegiatan usaha yang memiliki potensi limbah B3 khususnya di Kecamatan Babat dan Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan. Lokasi kegiatan usaha diketahui melalui survei lokasi untuk mendapatkan data atribut berupa data koordinat menggunakan GPS. Metode atau cara yang cepat untuk melakukan proses identifikasi potensi limbah B3 menggunakan formular pada lembaran lampiran pengelolaan limbah B3 yang terdapat pada PP Republik Indonesia No.22 Tahun 2021. Data dari hasil survei lokasi tersebut diperoleh beberapa kegiatan usaha di antaranya industri kayu lapis dan kayu olahan, industri batu bata ringan, industri peleburan logam bukan besi, rumah sakit atau fasilitas kesehatan, industri rokok, industri mebel, indsutri penggergajian kayu, industri kayu, indsustri pengolahan kayu dan hasil pengolahan kayu. Setelah itu, dilakukan proses identifikasi limbah B3 yaitu dengan menandai kode limbah B3 berdasarkan tingkat kategori bahaya. Proses selanjutnya ialah melakukan pemetaan sebaran lokasi menggunakan SIG, yang hasil keluarannya berupa peta
Kajian Spasial Estimasi Harga Lahan Berbasis Sistem Informasi Geografis di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik Firmansyah, Arizal Arif; Prabawa, Septa Erik
Tunas Agraria Vol. 9 No. 1 (2026): Tunas Agraria
Publisher : Diploma IV Pertanahan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/jta.v9i1.498

Abstract

Spatial analysis of land price estimation is a geographical approach used to identify the distribution of land values ​​based on spatial and socioeconomic parameters within a region. This study aims to analyze land price estimation in Menganti District, Gresik Regency, by employing a spatial approach that utilizes a Geographic Information System (GIS). The methods used include scoring techniques and overlay analysis of parameters such as land use, road accessibility, proximity to industry, and public facilities. Spatial data was collected from various official sources, such as RBI Maps, Google Maps, and the Bhumi ATR/BPN website. The analysis results indicate that proximity to centers of economic activity and infrastructure strongly influences the class of land price estimation. The distribution of land prices is classified into five categories ranging from very low to very high, with the highest values ​​concentrated around the center of Menganti District and along main roads. This estimation has high relevance in spatial planning, controlling land conversion, and determining priority development zones. The GIS-based approach has proven effective in providing a representative spatial and economic picture of actual conditions in the field.   Analisis spasial estimasi harga lahan menjadi suatu pendekatan geografis yang digunakan untuk mengidentifikasi distribusi nilai lahan berdasarkan paeameter spasial dan sosial ekonomi dalam suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis estimasi harga lahan di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik dengan pendekatan spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode yang digunakan meliputi teknik skoring dan analisis tumpang susun (overlay) terhadap parameter-parameter seperti penggunaan lahan, aksesibilitas terhadap jalan, kedekatan dengan industri, serta fasilitas umum. Data spasial dikumpulkan dari berbagai sumber resmi seperti Peta RBI, Google Maps, dan situs Bhumi ATR/BPN. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelas estimasi harga lahan sangat dipengaruhi oleh kedekatan terhadap pusat aktivitas ekonomi dan infrastruktur. Sebaran harga lahan diklasifikasikan ke dalam lima kategori mulai dari sangat rendah hingga sangat tinggi, dengan nilai tertinggi terkonsentrasi di sekitar pusat Kecamatan Menganti dan sepanjang jalur utama. Estimasi ini memiliki relevansi tinggi dalam perencanaan tata ruang, pengendalian alih fungsi lahan, serta penentuan zona pembangunan prioritas. Pendekatan berbasis SIG terbukti efektif dalam memberikan gambaran spasial dan ekonomi yang representatif terhadap kondisi aktual di lapangan.
Shallow Water Bathymetry Mapping Using Sentinel-2 and Machine Learning in Raja Ampat Coastal Waters Ichsan, Muhammad; Prabawa, Septa Erik; Mawarni, Reynalda Anindia
Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Vol. 8 No. 1 (2026): Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jequi.v8i1.252

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of Satellite-Derived Bathymetry (SDB) using Sentinel-2 imagery integrated with machine learning approaches for shallow water depth mapping in Raja Ampat, Southwest Papua a region characterized by complex seafloor topography and exceptionally clear waters. The methodology combines empirical regression models (green band power regression, blue band power regression, and Stumpf logarithmic ratio method) with Random Forest machine learning to predict bathymetry from spectral reflectance data. Field bathymetric data from fishfinder measurements were used for calibration and validation through Google Earth Engine (GEE) platform. Empirical regression results demonstrate that the green band model (B3) achieved the highest accuracy (R² = 0.7097, RMSE = 1.80–14.12 m across depth classes), followed by the blue band (R² = 0.6194) and Stumpf method (R² = 0.5693). The Random Forest model exhibited superior performance in capturing non-linear depth-reflectance relationships, particularly in complex substrate conditions. The green band model performed optimally for shallow to medium depths (0–20 m), while the Stumpf method showed greater stability at depths >20 m. These findings provide a cost-effective and scalable approach for bathymetric mapping in remote archipelagic regions, supporting marine conservation and coastal resource management in Raja Ampat and similar tropical marine ecosystems.