Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Bladder training dan Kejadian Inkontinensia Urin pada Post Operasi BPH Joni Siswanto; Asteria Nurhayati Pratiwi; Sudiarto Sudiarto; Ajeng Titah Normawati
JOURNAL OF NONCOMMUNICABLE DISEASES Vol 3, No 2 (2023): November 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jond.v3i2.868

Abstract

Benigna Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan kondisi dimana kelenjar prostat mengalami pembesaran. Penyakit tersebut hanya dialami oleh pria dan mengakibatkan aliran urin tidak lancar bahkan penderita mengalami kesulitan buang air kecil (BAK) serta merasakan BAK tidak tuntas. Pembedahan atau operasi prostat merupakan tindakan yang dapat mengatasi BPH. Namun tidak jarang penderita mengalami inkontinensia urin pasca operasi karena adanya ketidakstabilan otot kandung kemih akibat dari mengidap BPH yang kronik. Penderita perlu diberikan latihan mengembalikan pola berkemih kembali normal melalui bladder training. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bladder training secara dini terhadap kejadian inkontinensia urin pada penderita post operasi BPH. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah quasi experiment post test only design dengan kelompok kontrol. Jumlah responden 30 orang laki-laki post operasi BPH tanpa komplikasi dipilih melalui purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kontrol. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji non parametrik Mann Withneydiperoleh p=0,001 (p<0,05) yang artinya terdapat pengaruh signifikan antara implementasi bladder training terhadap kejadian inkontinensia urin pada pasien post operasi BPH. Berdasarkan hasil tersebut, bladder training direkomendasikan untuk diterapkan secara dini pada perawatan pasien post BPH untuk mengurangi kejadian inkontinesia urin.Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) is a condition in which the prostate gland is enlarged. The disease is only experienced by men and leads to inadequate flow of urine even those who have difficulty urinating and feel not full. Surgery or prostate surgery is a measure that can deal with BPH. However, it is not uncommon for patients to experience post-operative urinary incontinence due to the instability of the bladder muscles due to chronic BPH suffering. The sufferers need to be trained to restore the normal movement pattern through bladder training. The study aims to analyze the influence of early bladder training on the incidence of urinary incontinence in patients with post operation BPH. The method used in this study is quasi experiment post test only design with the control group. The total number of respondents 30 men post BPH surgery without complications was selected through purposive sampling and divided into two groups namely the treatment and control groups. The results of the study were analyzed using the non-parametric Mann Withney test p=0,001 (p<0,05) which means that there is a significant influence between implementation of bladder training on the incidence of urinary incontinence in patients after BPH surgery. Based on these results, bladder education is recommended to be applied early in the treatment of patients post BPH to reduce the incidence of urine inkontinence
Managing Stroke Rehabilitation in Elderly Cipto, Cipto; Wahyudi, Teguh; Normawati, Ajeng Titah
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 11 No 1 (2023): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jdk.v11i1.198

Abstract

The world's elderly population is predicted to triple every year, and have complex consequences such as the incidence of non-communicable diseases, one of which is stroke. Stroke is a disease of impaired brain function that is a global health problem. As many as 2.5% of the 500 thousand stroke sufferers experience disability and even mortality in Asian countries, especially Indonesia. The study describes a rehabilitation program for the stroke elderly with a family approach. Three elderly stroke survivors were given passive and active range of motion exercises in the extremities by their families accompanied by nurses for 10 consecutive days. The results were obtained that all three elderly experienced an increase in muscle strength in part of their extremities at one rate better. From this study, it can be seen that rehabilitation with a family approach can be used as an alternative to improve the mobility ability of the elderly after stroke at home
Optimalisasi sistem informasi pelayanan laboratorium keperawatan Normawati, Ajeng Titah; Siswanto, Joni; Cipto, Cipto
Teknosains Vol 17 No 3 (2023): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v17i3.40904

Abstract

Laboratorium merupakan sarana penunjang pendidikan tinggi sebagai wadah terselenggaranya praktikum pencapaian kompentensi keilmuan di bidang tertentu. Keterbatasan layanan laboratorium pendidikan telah dirasakan oleh mahasiswa terutama saat pandemi Covid-19, dimana pertemuan tatap muka sangat diminimalisir. Pada era digital ini, teknologi digunakan sebagai inovasi pemecahan masalah dengan mengintegrasikan antara virtual dan realita. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi pelayanan laboratorium pendidikan keperawatan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (RnD) yang terdiri dari lima tahap yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penelitian ini melibatkan 130 mahasiswa sebagai responden yang dipilih secara random pada tahap development sampai evaluation. Produk penelitian berupa website ini dinyatakan optimal terjadi peningkatakan skor pemahaman respon terhadap pelayanan laboratorium yang dianalisis dengan uji statistik. Hasil uji paired sample t test diperoleh hasil nilai p = 0,004 yang menunjukkan bahwa website layanan laboratorium secara signifikan berpengaruh atau optimal dalam memberikan pemahaman responden (mahasiswa) dalam menggunakan layanan laboratorium berbasis digital.
Korelasi Pengetahuan dan Sikap Ibu Nifas terhadap Implementasi Ambulasi Dini Siswoko, Siswoko; Cipto, Cipto; Normawati, Ajeng Titah
Jurnal Studi Keperawatan Vol 5, No 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Program Studi Keperawatan Blora, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/j-sikep.v5i2.12163

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi, salah satu upaya untuk mengurangi angka kematian ibu adalah dengan perawatan masa nifas. Perawatan ibu nifas dalam 6 – 8 jam pertama bertujuan untuk mencegah perdarahan nifas karena atonia uteri. Berdasarkan pra survey di Puskesmas Kunduran Kabupaten Blora diketahui hasil wawancara kepada 10 ibu post partum didapatkan hanya 4 ibu yang melaksanakan ambulasi dini yaitu mobilisasi dini post partum.Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu nifas tentang ambulasi dini dengan pelaksanaan ambulasi dini di Puskesmas Kunduran.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik. Metode penelitian ini menggunakan metode survey dengan melakukan pendekatan secara cross sectional.  Populasi penelitian ini adalah semua ibu nifas normal 6-8 jam post partum dengan teknik pengambilan sampel adalah sampling jenuh sebanyak 58 orang. Analisa data yang digunakan adalah Chi Square dan Koreksi Yates.Hasil Penelitian: Berdasarkan penelitian diperoleh hasil tingkat pengetahuan ibu nifas tentang ambulasi dini dalam kategori cukup yaitu sebanyak 31 orang (53,5%). Sikap ibu nifas adalah negatif yaitu sebanyak 30 orang (51,72%). Pelaksanaan ambulasi dini kategori kurang yaitu sebanyak 33 orang (56,9%).Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan dan sikap pada ibu nifas tentang ambulasi dini dengan pelaksanaan ambulasi dini di Puskesmas Kunduran Keyword :  Pengetahuan, Perilaku Kesehatan, Masa Nifas, Ambulasi Dini Post Partum
Pengaruh Teknik Relaksasi Terhadap Penurunan Nyeri Epigastrium Pada Pasien Gastritis Nuryanti, Erni; Abidin, M. Zainal; Normawati, Ajeng Titah
Jurnal Studi Keperawatan Vol 1, No 1 (2020): March 2020
Publisher : Program Studi Keperawatan Blora, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.813 KB) | DOI: 10.31983/j-sikep.v1i1.5643

Abstract

ABSTRACTBackground: Today the frequency of psychosomatic illnesses experienced by a person is increasing. One such psychosomatic disease is gastritis. Pharmacotherapy for gastritis often results in less satisfactory results. Meanwhile the other alternatives to overcome these problems can be done with relaxation exercises. Relaxation can increase the sensitivity of baro-reflect and decrease sympathetic nerve activity and activate the correction so that there will be a decrease of pain level.Objective: To know the effect of relaxation technique on the reduction of epigastria pain in gastritis patients.Research Method: The design of the research used is one group pre test and post test design, where the patient came to check the level of pain with the scale of pain then done relaxation. After the relaxation was done and then re-check in the same way. Bivariate analysis used Wilcoxon Test.Results: The statistical results obtained p = 0,000 (P 0.05) which means that there is a very significant difference in the average value of the pain scale before relaxation with the average of pain scale after relaxation.Conclusion: There is a relaxation effect on the reduction of epigastria pain in gastritis patients Keyword : Relaxation, Pain, Epigastria
Kajian Karakteristik Penderita Gagal Ginjal Kronis Dalam Terapi Hemodialisis Cipto, Cipto; Siswoko, Siswoko; Normawati, Ajeng Titah; Uripno, Pambayun Sugeng
Jurnal Studi Keperawatan Vol 5, No 1 (2024): MARCH 2024
Publisher : Program Studi Keperawatan Blora, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/j-sikep.v5i1.11279

Abstract

Characteristics that greatly influence a person's lifestyle include chronic kidney failure sufferers undergoing hemodialysis therapy. Patients with chronic kidney failure experience a gradual decline in kidney function which is quite severe. This is caused by various diseases that are progressive and generally cannot be recovered. The aim of this research is to determine the picture of chronic kidney failure undergoing hemodialysis therapy. This research method is descriptive quantitative by explaining the distribution of frequencies and percentages. The sample in this study amounted to 30 people with the criteria being patients suffering from chronic kidney failure who underwent hemodialysis with compensatory awareness. The research was conducted at the Blora District Hospital by researchers in October 2023. The results of the study showed that the majority of kidney failure patients undergoing hemodialysis therapy were women, the age characteristics reached early old age or in the range of 45 to 55 years, the majority had a high school or equivalent education, and the average is a housewife. Most of the responders had undergone hemodialysis for more than two years. Based on these results, it can be a basis or suggestion for developing further studies to analyze the correlation of each characteristic with the phenomenon of symptoms that occur in hemodialysis patients.Keywords: chronic renal failure, hemodialysis, characteristics
Analisis Penerapan Otago Exercise Pada Lansia Risiko Jatuh Warijan Warijan; Ajeng Titah Normawati; Cipto Cipto
Jurnal Kesehatan Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalah jatuh sering terjadi pada tahap menua dan menjadi salah satu geriatric giant karenaseringkali mengakibatkan cedera. Upaya pencegahan kejadian jatuh salah satunya dengan OtagoExercise. Studi ini bertujuan menganalisis penerapan otago exercise pada lansia risiko jatuh denganpendekatan studi kasus. Studi ini melibatkan tiga orang sebagai sampel yaitu lansia dengan risikojatuh yang dikaji menggunakan instrumen berg Balance Score. Lansia diberikan intervensi otagoexercise sebanyak enam kali latihan selama tiga minggu. Output latihan tersebut membawa lansiamau meningkatan kemampuan berjalan, berpindah tempat, mempertahankan posisi berdiri stabilmaupun posisi duduk. Evaluasi dari pengukuran berg balance score menunjukkan ketiga lansiamengalami peningkatan skor keseimbangan meskipun masih dalam kategori risiko jatuh yang sama.Hasil studi ini merekomendasikan para lansia untuk menerapkan otago exercise secara berkelanjutanbersama keluarga untuk menjaga kualiatas kesehatan khususnya mencegah kejadian jatuh.Kata kunci : lansia ; risiko jatuh ; otago exercise
Detection of Potential Occupational Health and Safety Risks (K3) in Nursing Education Laboratories: Deteksi Potensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Laboratorium Pendidikan Keperawatan Ajeng Titah Normawati; Cipto, Cipto; Vina Aditya Astuti
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Colaboration with Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2024.92.05

Abstract

Purpose – This research was conducted with the aim of minimizing various hazard risks to students, educators, and staff in nursing education laboratories through the implementation of HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control). Design/methods/approach – This research adopts a descriptive-analytic approach focusing on Occupational Health and Safety (K3) in nursing education laboratories. The HIRARC method is used to analyze hazard risks through the processes of hazard identification, risk assessment, and risk control. Data from hazard identification and risk assessment serve as the basis for determining risk control measures. Findings – Based on the analysis of occupational health and safety risk, it was found that the Nursing Laboratory at Blora, Poltekkes Kemenkes Semarang, has a low-risk hazard potential of 45%, a moderate-risk potential of 40%, and a high-risk potential of 15%. These risks stem from electrical equipment, sharp instruments, corrosive materials, and other laboratory environmental factors. The majority of the risks are low-level, and the results indicate that the Blora Nursing Laboratory is relatively safe for users to conduct activities. Research implications/limitations – This research illustrates the remaining potential for moderate and high risks in the laboratory, highlighting the need for hazard controls such as understanding Standard Operating Procedures (SOPs), provision of Personal Protective Equipment (PPE), and the safe use of laboratory facilities and equipment. Originality/value – The occupational safety and health risks in the Nursing Education Laboratory need to be regularly assessed as a basis for establishing hazard control measures in the laboratory. Abstrak Tujuan – Penelitian ini dilakukan dengan tujuan meminimalkan berbagai risiko bahaya bagi siswa, pendidik, dan staf di laboratorium pendidikan keperawatan melalui penerapan HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control). Desain/metode/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitik yang berfokus pada Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di laboratorium pendidikan keperawatan. Metode HIRARC digunakan untuk menganalisis risiko bahaya melalui proses identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko. Data hasil identifikasi bahaya dan penilaian risiko menjadi dasar dalam menentukan langkah pengendalian risiko. Temuan – Berdasarkan analisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja, ditemukan bahwa Laboratorium Keperawatan Blora, Poltekkes Kemenkes Semarang, memiliki potensi bahaya risiko rendah sebesar 45%, potensi risiko sedang sebesar 40%, dan potensi risiko tinggi sebesar 15%. Risiko ini berasal dari peralatan listrik, instrumen tajam, bahan korosif, serta faktor lingkungan laboratorium lainnya. Sebagian besar risiko berada pada tingkat rendah, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa Laboratorium Keperawatan Blora relatif aman untuk kegiatan pengguna. Implikasi/batasan penelitian – Penelitian ini mengilustrasikan adanya potensi risiko sedang dan tinggi yang tersisa di laboratorium, sehingga menyoroti perlunya pengendalian bahaya, seperti pemahaman terhadap Prosedur Operasional Standar (POS), penyediaan Alat Pelindung Diri (APD), serta penggunaan fasilitas dan peralatan laboratorium secara aman. Keaslian/nilai – Risiko keselamatan dan kesehatan kerja di Laboratorium Pendidikan Keperawatan perlu dinilai secara rutin sebagai dasar untuk menetapkan langkah pengendalian bahaya di laboratorium.
Deskripsi Riwayat Penyakit Pada Pasien Dengan Terapi Hemodialisa Mu'awanah, Mu'awanah; Purnomo, Heru; Suhardono, Suhardono; Normawati, Ajeng Titah
Jurnal Studi Keperawatan Vol 6, No 1 (2025): MARCH 2025
Publisher : Program Studi Keperawatan Blora, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/j-sikep.v6i1.12612

Abstract

Latar belakang Terapi hemodialisis merupakan bentuk terapi penggantian fungsi ginjal yang paling banyak dilakukan dan layanan kesehatan dengan benban pembiayaan yang berat. Pengkajian riwayat penyakit pasien merupakan elemen yang penting dalam pemberian asuhan keperawatan guna menjadi landasan dalam menegakan diagnostic dan merumuskan intervensi keperawatan yang tepat.Tujuan penelitian yaitu dapat memperoleh gambaran riwayat penyakit pada pasien dengan terapi  Hemodialisa di  RSUD dr. R. Soetijono BloraMetode penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Retrospektif dengan menggunakan data sekunder berupa rekam medik atau status pasien Hemodialisa yang tersimpan di bagian Rekam Medik RSUD dr. R. Soetijono Blora.Hasil penelitian kurun waktu mulai bulan Januari 2021 sampai dengan bulan  Desember 2022 didapatkan 115 kasus dengan terapi Hemodialisis yang sebagian besar berusia 56 – 65 tahun, jenis kelamin didominasi perempuan yang diduga pengaruh estrogen ginjal, adapun pasien dengan terapi Hemodialisis sebagian besar memiliki riwayat penyakit Diabetes Melitus (40,9%).Implikasi: Peningkatan jumlah kasus pasien dengan terapi Hemodialisa akan berdampak pada kesiapan layanan kesehatan dalam mempersiapan fasilitas, sumber daya, biaya dan teknologi untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada pasien dengan terapi Hemodialisa.Simpulan penelitian bahwa pasien dengan terapi hemodialisis sebagian besar mempunyai riwayat penyakit Diabetes Melitus
Pengaruh Bantal Aromaterapi dalam Reduksi Kecemasan Cipto, Cipto; Siswoko, Siswoko; Normawati, Ajeng Titah
JOURNAL OF NONCOMMUNICABLE DISEASES Vol 5, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jond.v5i1.1139

Abstract

Ketergantungan pasien dengan gagal ginjal kronik (GGK) yang menjalani hemodialisis seumur hidup berisiko mengalami gangguan psikologis, seperti kecemasan dan depresi. Kecemasan merupakan respons emosional terhadap ancaman yang dirasakan, dan apabila tidak ditangani secara tepat, dapat memperburuk kondisi pasien. Terapi nonfarmakologis, seperti aromaterapi, merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan. Namun, pemanfaatan aromaterapi lavender melalui media bantal belum pernah diterapkan pada pasien hemodialisis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan bantal aromaterapi lavender terhadap tingkat kecemasan pasien GGK selama menjalani hemodialisis. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan one group pre-test and post-test, melibatkan 30 responden yang dipilih secara simple random sampling di Unit Hemodialisis RSUD dr. R. Soetijono Blora. Tingkat kecemasan diukur menggunakan instrumen Zung Self-Rating Anxiety Scale (Z-SAS) yang memiliki validitas dan reliabilitas baik (Cronbach's Alpha = 0,725). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000, yang mengindikasikan adanya pengaruh signifikan dari intervensi. Terdapat penurunan rerata skor kecemasan sebesar 5,0 poin, dengan pergeseran kategori kecemasan dari sedang menjadi ringan pada mayoritas responden. Hasil ini menunjukkan bahwa bantal aromaterapi berpotensi digunakan sebagai media relaksasi untuk menurunkan kecemasan pada pasien GGK selama menjalani hemodialisis.Patients with chronic kidney disease (CKD) who undergo lifelong hemodialysis are at risk of developing psychological disorders, such as anxiety and depression. Anxiety is an emotional response to perceived threats and, if not managed appropriately, can worsen the patient's condition. Non-pharmacological therapies, such as aromatherapy, are among the approaches that can be used to alleviate anxiety. However, the use of lavender aromatherapy through a pillow medium has not previously been applied to hemodialysis patients. This study aims to analyze the effect of using a lavender aromatherapy pillow on the anxiety levels of CKD patients undergoing hemodialysis. The research employed a quasi-experimental design with a one-group pre-test and post-test approach, involving 30 respondents selected through simple random sampling in the Hemodialysis Unit of Dr. R. Soetijono Regional Public Hospital, Blora. Anxiety levels were measured using the Zung Self-Rating Anxiety Scale (Z-SAS), which demonstrated good validity and reliability (Cronbach's Alpha = 0.725). Data analysis using the Wilcoxon test yielded a significance value of p = 0.000, indicating a significant effect of the intervention. There was an average reduction in anxiety scores of 5.0 points, with a shift in anxiety category from moderate to mild in the majority of respondents. These findings suggest that aromatherapy pillows have the potential to be used as a relaxation medium to reduce anxiety in CKD patients undergoing hemodialysis.