Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pendampingan Pembuatan Cemilan Batata Crispy Coklat di Desa Tamboo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango Abdussamad, Syahrir; Bode, Andi; Salihi, Irvan; Zohrahayat, Zohrahayaty; Sakir, Mochamad; Dunggio, Swastiani
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Volume 2 Nomor 2 Oktober 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v2i2.1081

Abstract

Snacks are one of the food products that have great potential in improving the economy of the community, especially in villages. This community service aims to assist the community of Tamboo Village, Kabila District, Bone Bolango Regency in making micro, small and medium enterprises of Batata Crispy Chocolate snacks. This assistance is carried out with the hope of improving community skills in producing snacks with high selling value and introducing local products to a wider market. The method used in this study is a participatory approach, where the community is actively involved in every stage of the manufacturing process. The results of this assistance show that the community is not only able to produce Batata Crispy Chocolate independently, but also understands the importance of marketing and attractive packaging. Thus, it is hoped that this product can become a new source of income for the Tamboo Village community. Cemilan merupakan salah satu produk pangan yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di desa-desa. Pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi masyarakat Desa Tamboo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango dalam pembuatan usaha mikro, kecil dan menengah cemilan Batata Crispy Coklat. Pendampingan ini dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memproduksi cemilan yang bernilai jual tinggi serta memperkenalkan produk lokal ke pasar yang lebih luas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan partisipatif, di mana masyarakat dilibatkan secara aktif dalam setiap tahap proses pembuatan. Hasil dari pendampingan ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya mampu memproduksi Batata Crispy Coklat secara mandiri, tetapi juga memahami pentingnya pemasaran dan pengemasan yang menarik. Dengan demikian, diharapkan produk ini dapat menjadi salah satu sumber pendapatan baru bagi masyarakat Desa Tamboo
Inovasi Produk Lokal Kecap Manis Berbasis Air Kelapa sebagai Alternatif Pangan Sehat Akuba, Alfin; Solikahan, Eka Zahra; Dunggio, Swastiani; Sakir, Mochammad; Zainuddin, Asniwati; Abdussamad, Syahrir
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Volume 2 Nomor 2 Oktober 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v2i2.1103

Abstract

Kecap manis merupakan salah satu bumbu masakan yang sangat populer di Indonesia, digunakan dalam berbagai hidangan untuk memberikan rasa manis dan gurih yang khas. Namun, tingginya kandungan gula dalam kecap manis konvensional menjadi perhatian serius karena dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti diabetes dan obesitas. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan sehat, inovasi produk lokal menjadi sangat penting. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi inovasi kecap manis berbasis air kelapa sebagai alternatif pangan yang lebih sehat dan ramah bagi kesehatan. Inovasi kecap manis berbasis air kelapa ini tidak hanya menawarkan alternatif yang lebih sehat, tetapi juga memberikan peluang bagi pengembangan produk lokal yang berkelanjutan. Dalam proses pengembangan produk, para peneliti melakukan metode penelitian pendampingan dan pelatihan kepada para produsen lokal, sehingga mereka dapat memahami cara mengolah air kelapa menjadi kecap manis yang berkualitas. Selain itu, eksperimen yang dilakukan menunjukkan bahwa kecap manis ini dapat mempertahankan cita rasa yang diharapkan oleh konsumen, meskipun dengan kandungan gula yang lebih rendah. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga pada kepuasan konsumen. Analisis terhadap potensi pasar menunjukkan bahwa semakin banyak konsumen yang mencari produk makanan sehat dan alami. Tren ini didorong oleh meningkatnya kesadaran akan kesehatan dan keinginan untuk mengurangi konsumsi gula. Dengan demikian, kecap manis berbasis air kelapa memiliki peluang besar untuk diterima oleh pasar. Selain itu, produk ini dapat menjadi solusi bagi para pelaku usaha kecil dan menengah di Indonesia, yang ingin menghadirkan produk inovatif sambil tetap memperhatikan aspek kesehatan. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal, produk ini juga berpotensi untuk mendukung perekonomian daerah. Dengan demikian, inovasi kecap manis berbasis air kelapa tidak hanya berkontribusi pada kesehatan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak, mulai dari produsen, konsumen, hingga pemerintah, untuk mendukung pengembangan produk ini. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, kolaborasi antara berbagai sektor sangat diperlukan untuk menciptakan kesadaran akan pentingnya memilih produk sehat. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan kecap manis berbasis air kelapa dapat menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang peduli akan kesehatan dan keberlanjutan.
Pendampingan dan Pembuatan Kripik Pisang di Desa Berlian Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bonebolango Dunggio, Swastiani; Sakir, Mochammad; Zohrahayaty, Zohrahayaty; Solikahan, Eka Zahra; Santoso, Budy; Zainuddin, Asniwati; Abdussamad, Syahrir; Mannan, Abdul
ELDIMAS: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 1 No 2 (2023): November 2023 - April 2024
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ejppm.v1i2.11

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis dengan keanekaragaman dan kekayaan flora dan fauna. Pisang merupakan tanaman yang dapat tumbuh di lingkungan tropis seperti Indonesia. Di Indonesia, pisang merupakan tanaman yang biasa dikonsumsi setiap hari, mulai dari konsumsi langsung hingga pengolahan khusus, sehingga sangat digemari masyarakat. Seluruh bagian tanaman pisang dapat dimanfaatkan, mulai dari buah hingga daunnya, termasuk pelepah bahkan kuncupnya. Pendampingan dan pembuatan kripik pisang di Desa Berlian adalah dengan memanfaatkan buahnya yang belum matang dengan cara mengupasnya lalu meniris titpis-tipis, menggorengnya, memberi varian rasa dan terakhir proses pengemasan produk. Tujuan PKM ini adalah memberikan pendampingan dan pembuatan kripik pisang guna menambah perekonomian pelaku usaha kecil. Metode yang digunakan adalah pendampingan pelaku usaha sehingga dapat mengembangkan usahanya. Hasil yang diperoleh adalah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sangat terbantukan dengan adanya PKM ini, karena dapat mengembangkan usahanya dengan menambah varian atau cita rasanya serta dapat dibuatnya kemasan plastik yang sudah dilengkapai dengan varia rasanya.
Optimalisasi Layanan Klaim dan Literasi Sosial BPJS Ketenagakerjaan Melalui KKN Profesi di Kota Gorontalo Ratnasari, Dwi; Subhan, Andi; Dunggio, Swastiani; Sakir, Mochammad; Gaffar, Gaffar; Abdussamad, Syahrir
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v3i2.1683

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan mahasiswa dalam memahami praktik layanan publik serta mendukung efisiensi pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya jaminan sosial dan optimalisasi layanan klaim, khususnya Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM). Metode pelaksanaan meliputi observasi, partisipasi aktif dalam layanan, edukasi peserta, dan digitalisasi administrasi melalui aplikasi JMO (Jamsostek Mobile). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan efektivitas layanan dan pengetahuan masyarakat dalam menggunakan aplikasi JMO serta memahami prosedur klaim. Kendala yang ditemukan meliputi kurangnya literasi digital peserta dan keterlambatan klaim akibat ketidaksesuaian data, yang diselesaikan melalui pendampingan langsung dan pelatihan internal. Program ini berkontribusi positif terhadap peningkatan efisiensi layanan dan memperkuat sinergi antara BPJS dan masyarakat. The Professional Community Service Program (KKN) at the Gorontalo Branch of the BPJS Ketenagakerjaan aims to enhance students' insight and skills in understanding public service practices and supporting efficient service delivery to the public. This program focuses on increasing public awareness of the importance of social security and optimizing claims services, particularly for Old Age Security (JHT), Work Accident Security (JKK), and Death Security (JKM). Implementation methods include observation, active participation in services, participant education, and administrative digitization through the JMO (Jamsostek Mobile) application. Results indicate an increase in service effectiveness and public knowledge in using the JMO application and understanding claims procedures. Obstacles identified included a lack of participant digital literacy and delays in claims due to data discrepancies, which were resolved through direct mentoring and internal training. This program positively contributed to improving service efficiency and strengthening synergy between BPJS and the public.
POLICY IMPLEMENTATION MODEL FOR HANDLING CORONAVIRUS DISEASE 19 (COVID 19) BY STREET-LEVEL BUREAUCRATS (SLB) Sakir, Mochammad; Wahyu Nurdiansyah Nurdin; Swastiani Dunggio
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 1 (2024): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i1.5247

Abstract

Street-level bureaucrats are the spearhead of policy implementers, they have the power, autonomy and coping mechanisms that they carry out to produce final policies that may not be in accordance with policy demands. This study uses a qualitative approach to investigate the implementation model of the coronavirus disease 19 (Covid 19) handling policy by Street-Level Bureaucrats (SLB). The design used in this study is a case study. The results of the study show that in implementing the Covid 19 handling policy, not all street-level bureaucrats can understand the provisions for implementing the policy, even though SLB already has individual knowledge, skills, and expertise, as well as policy beliefs. Street-Level Bureaucrats (SLB) also take discretionary actions so that the services of policy implementing officers are in accordance with what the community expects, as well as coping actions because lower-level implementers are not balanced with the provision of adequate service facilities and resources . The form of coping carried out by lower-level implementing officers is in the form of rejecting Covid-19 patients because the treatment room is almost full or because the number of health workers is limited in serving Covid-19 patients in a hospital, or recommending Covid-19 patients to be referred to hospitals according to local government regulationsKeywords:coronavirus disease 19 (covid 19), policy implementation, street-level bureaucrats (SLB