Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

STRATEGI GURU PAI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI SDN 59 BONTO TENGNGA KEC. CAMBA, KAB. MAROS, SULAWESI SELATAN Annisa Ashlihatul Akbar; Bunyamin, Andi; Mahmud, M. Hasibuddin; Syahid, Akhmad; Rosmiati; Akil, M.
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42744

Abstract

Annisa Ashlihatul Akbar. PAI Teachers' Strategies in Increasing Students' Learning Motivation at SDN 59 Bonto Tengnga, Camba District, Maros Regency, South Sulawesi(supervised by Dr. H. Andi Bunyamin, M.Pd and Dr. H. M. Hasibuddin Mahmud, SS., MA). The learning of Islamic Religious Education cannot be separated from the motivation in learning it. An educator is expected to have as many learning strategies as possible that can inspire students to learn fun and to achieve the desired educational goals. Educators must be good at choosing and using the strategies to be used.   An educator must be able to provide the best possible motivation to learn to students. This study aims to: Analyzing strategies in increasing students' learning motivation at SDN 59 Bonto Tengnga Camba District, Maros Regency, South Sulawesi. The research method used is a descriptive Qualitative Method with a case study approach. Data was collected through observation, interviews and documentation. Technical data analysis is in the form of data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawn. The results of the study show that the PAI teachers' strategies in increasing the learning motivation of students at SDN 59 Bonto Tengnga use expository and contextual learning strategies. Expository strategies are used selectively to provide a clear basic understanding while contextual strategies relate PAI material to students' daily lives. In addition, PAI teachers also implement ice breaking, awarding, and classroom management that support the creation of a conducive learning atmosphere. The effectiveness of the learning strategy can be seen from the fulfillment of learning motivation indicators, namely the desire and desire to succeed, interesting learning activities, a conducive learning environment, and the existence of rewards in learning and supported by an improvement in learning outcomes. Although there are still several obstacles such as limited time, facilities, and differences in student characteristics, in general, the learning strategies implemented by PAI teachers at SDN 59 Bonto Tengnga are considered effective in increasing students' motivation to learn.
Tradisi Hesofui Kawi Bagi Masyarakat Buton Sebelum Akad Nikah Menurut Pandangan Syariat Islam (Studi Kasus Desa Wandoka Kecamatan Wangi-Wangi) Azah, Isti; Akil, M.; Zen, Jufri Muhammad
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Februari 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18812557

Abstract

Penelitian ini mengkaji tradisi Hesofui Kawi sebagai salah satu bentuk mandi pengantin yang dilakukan oleh masyarakat Buton, khususnya di Desa Wandoka, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi. Tradisi ini merupakan rangkaian prosesi penyucian diri sebelum akad nikah yang diyakini mengandung nilai penghormatan, kesiapan batin, serta permohonan keberkahan bagi calon mempelai. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan tradisi Hesofui Kawi serta menelaahnya dari perspektif syariat Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan terdiri dari tokoh adat, tokoh agama, keluarga calon pengantin, serta pelaku budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Hesofui Kawi memiliki makna simbolik seperti pembersihan diri secara lahir dan batin, mempererat hubungan kekerabatan, serta mempersiapkan calon pengantin memasuki kehidupan rumah tangga. Dari perspektif syariat Islam, tradisi ini termasuk dalam kategori ‘urf yang dapat diterima (al-‘urf al-ṣaḥīḥ) selama tidak diyakini sebagai syarat sahnya perkawinan dan tidak disertai unsur keyakinan syirik maupun ritual yang bertentangan dengan aqidah. Dengan demikian, prosesi mandi pengantin ini tetap dapat dilestarikan sebagai identitas adat daerah sepanjang berada dalam batasan norma Islam.
Harmonisasi Hukum Adat Dengan Hukum Islam Dalam Larangan Pernikahan Semarga (Studi Kasus di Desa Kalikur, Lembata, NTT) Fadhila, Nur; Akil, M.; Martini
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - April 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini membahas tentang harmonisasi antara hukum adat dan hukum Islam dalam praktik larangan pernikahan semarga di Kedang, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Dalam masyarakat Kedang, larangan pernikahan semarga merupakan ketentuan adat yang masih dijunjung tinggi dan diyakini sebagai bagian dari upaya menjaga tatanan sosial serta hubungan kekerabatan. Di sisi lain, hukum Islam memiliki ketentuan tersendiri terkait larangan pernikahan yang diatur berdasarkan nasab, persusuan, dan hubungan perkawinan. Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan larangan pernikahan semarga menurut hukum adat Kedang dan bagaimana kesesuaiannya dengan ketentuan hukum Islam. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji sejauh mana harmonisasi antara kedua sistem hukum tersebut dapat terwujud dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini berlokasi di Kedang, Lembata, NTT. Dalam membahas permasalahan, peneliti melakukan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek yang diteliti berdasarkan data asli yang diperoleh di lapangan serta dianalisis secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan pernikahan semarga dalam hukum adat Kedang memiliki nilai sosial dan budaya yang kuat serta berfungsi menjaga keharmonisan dan struktur kekerabatan masyarakat. Dalam perspektif hukum Islam, larangan tersebut tidak seluruhnya bertentangan, selama tidak melanggar ketentuan syariat terkait hubungan mahram. Dengan demikian, terdapat ruang harmonisasi antara hukum adat dan hukum Islam, di mana nilai-nilai adat dapat berjalan berdampingan dengan prinsip-prinsip syariat selama tidak bertentangan secara substansial.
PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI SUPERVISI DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SMPN 18 KABAENA UTARA KABUPATEN BOMBANA Vadillah, Agnes; Akil, M.; Razaq, Ahmad; Mustamin, Mustamin; Raehana, Syarifa
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.53798

Abstract

This study examines the role of the principal as a supervisor in improving teacher performance at SMP Negeri 18 Kabaena Utara, Bombana Regency. The purpose of this research was to describe the implementation of supervision, identify teacher performance, and analyze how the principal performs a supervisory role to improve teacher performance. This study used a qualitative descriptive method. The data were collected through observation, interviews, and documentation involving the principal, vice principal, and teachers, while secondary data were taken from attendance records, archives, and school documentation. The findings show that the supervision program is carried out through planning, organizing, and utilizing supervision results. In its implementation, the principal is assisted by senior teachers, and each stakeholder is given a clear job description as part of the work mechanism. Teacher performance at the school is generally good, with learning activities that are active, innovative, creative, and enjoyable. However, some teachers still need improvement in preparing learning plans and maintaining discipline in class time. The supervision process is applied through direct and indirect approaches to support continuous improvement in teacher professionalism.