Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Sistem Pengukur Tekanan Darah secara Online untuk Aplikasi Remote Monitoring Kesehatan Jantung HADIYOSO, SUGONDO; ALFARUQ, AKHMAD; ROHMAH, YUYUN SITI; TULLOH, ROHMAT
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 7, No 1: Published January 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v7i1.1

Abstract

ABSTRAKPeneitian ini berfokus pada sistem pengukur tekanan darah secara online yang dapat diakses melalui aplikasi Android pada smart phone. Sistem yang diimplementasikan terdiri dari modul Blood Pressure (BP) meter, mikrokontroler, modul Bluetooth dan aplikasi cloud server. Mikrokontroler akan membaca nilai tekanan darah (sistolik/diastolik) dan pulsa jantung kemudian mengirim data tersebut ke smart phone melalui Bluetooth menggunakan protokol UART untuk diteruskan ke cloud server. Pengguna yang memiliki kepentingan dan otorisasi dapat mengakses data tersebut secara online melalui aplikasi iHealth yang terpasang pada smart phone. Dari hasil pengujian, sistem pengukur tekanan darah memiliki nilai toleransi kesalahan 2-5 mmHg. Jarak maksimal pengiriman data melalui Bluetooth adalah 10 meter. Aplikasi iHealth berjalan pada versi Android minimum Ice Cream Sandwich dengan kebutuhan memori RAM sebesar 23 MB.Kata kunci: Tekanan darah, internet, Android, server ABSTRACTThis research focuses on an online blood pressure measuring system that can be accessed through an Android application on a smart phone. The system that is implemented consists of Blood Pressure meter modules, microcontrollers, Bluetooth modules and cloud server applications. The microcontroller will read the blood pressure value (systolic/diastolic) and the heart pulse then sends the data to a smart phone via Bluetooth using UART protocol to be forwarded to the cloud server. Users who have interests and authorizations can access the data online through the iHealth application installed on a smart phone. From the test results, the blood pressure measuring system has an error tolerance value of 2-5 mmHg. The maximum distance of sending data via Bluetooth is 10 meters. The iHealth application runs on the Android version of a minimum of Ice Cream Sandwich with a 23MB RAM memory requirement.Keywords: blood pressure, internet, android, server
Perancangan dan Realisasi Alat Pengukur Intensitas Cahaya PAMUNGKAS, MUCHAMAD; HAFIDDUDIN, HAFIDDUDIN; ROHMAH, YUYUN SITI
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 3, No 2: Published July - December 2015
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v3i2.120

Abstract

ABSTRAKKebutuhan pencahayaan setiap ruangan terkadang berbeda. Semuanya tergantung dan disesuaikan dengan kegiatan yang dilakukan. Beberapa penyelidikaan mengenai hubungan antara produktivitas dengan pencahayaan telah memperlihatkan, bahwa pencahayaan yang cukup dan diatur sesuai dengan jenis pekerjaan dapat menghasilkan produksi maksimal dan penekanan biaya. Pencahayaan yang baik yaitu pencahayaan yang memungkinkan kita dapat melihat obyek yang dengan jelas. Maka dari itu dibutuhkanlah suatu perangkat pengukur intensitas cahaya. Untuk merealisasikan rancangan perangkat pengukur intensitas cahaya, dalam penelitian ini dibuatlah suatu perangkat alat ukur intensitas cahaya menggunakan sensor intensitas cahaya digital BH1750 untuk menerima cahaya, lalu cahaya yang diterima akan diolah oleh mikrokontroler untuk ditampilkan di LCD. Pengukuran intensitas cahaya di suatu ruangan dapat dilakukan menggunakan alat ini sehingga dapat diketahui pemenuhan standar intensitas cahaya suatu ruangan. Alat ini memiliki akurasi > 92% dan alat ini memiliki harga yang lebih murah dibandingkan alat yang sudah ada.Kata kunci: intensitas cahaya, sensor cahaya, BH1750, luxmeter ABSTRACTEvery room need different lighting. It’s depends about the activities. Some reseach about of lighting on productivity have make we knowing about lighting which appropriate with activities will generate maximum productivity and cost reduction. Good lighting is lighting that allows us to see objects clearly done.Therefore we need a device that measures the intensity of light. To realize the design of a device that measures the intensity of light, in this project created a device measuring instrument light intensity using digital light intensity sensor BH1750 to receive light, then the light received will be processed by the microcontroller to be displayed on the LCD. Measurement of the intensity of light in a room can be done using this tool so that it can be seen the fulfillment of standard light intensity of a room. This instrument has an accuracy of > 92% and this tool has a cheaper price than existing tools.Keywords: light intensity, light sensor, BH1750, luxmeter
Rancang Bangun Band Pass Filter Frekuensi 1.27 GHz untuk Teknologi Synthetic Aperture Radar FITRIANTO, RIFAN; ROHMAH, YUYUN SITI; SAPUTRA, EFA MAYDHONA
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 5, No 2: Published July - December 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v5i2.149

Abstract

ABSTRAKSynthetic Apertur Radar (SAR) adalah teknologi radar yang digunakan untuk pengambilan gambar suatu objek dalam bentuk 2 atau 3 dimensi (penginderaan jarak jauh). Sistem tersebut  bekerja pada rentang frekuensi 1.265 sampai dengan 1.275 GHZ dengan frekuensi tengahnya 1.27 GHz. Agar sistem SAR ini dapat bekerja dengan optimal, dibutuhkan suatu perangkat filter yang dapat meloloskan frekuensi yang diinginkan. Sebelumnya sudah ada penelitian yang membuat perangkat ini di band frekuensi yang sama namun menggunakan bahan duroid 5880 dan resonator berbentuk kotak. Bandpass filter Pada penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode Hairpin line dan bahan epoxy FR4. Hasil pengukuran menunjukkan nilai Return Loss masih cukup besar yaitu -9.33 dB dan nilai Insertion Loss minimal sebesar -13.51 dB.Kata kunci: Syntethic Aperture Radar, Band Pass Filter, Hairpin-lineABSTRACTSynthetic Aperture Radar (SAR) is a radar technology that used for taking an object in the form of 2 or 3 dimensions (remote sensing). It works in the frequency range 1.265 to 1.275 GHZ with a middle frequency of 1.27 GHz. SAR system can work optimally if it support a filter device that can pass the desired frequency. Previously there has been research that makes this device in the same frequency band but using 5885 duroid material and square resonator. Bandpass filter In this study designed using Hairpin line method and FR4 epoxy material. The measurement results of Return Loss values are still quite large  arround -9.33 dB and Insertion Loss minimum at -13.51 dB.Keywords: Syntethic Aperture Radar, Band Pass Filter, Hairpin line
Realisasi LNA Dua Tingkat dengan Teknik Penyesuai Impedansi Trafo λ/4 dan Lumped Element untuk DVB-T2 KARYANA, ASEP; ROHMAH, YUYUN SITI; PRASETYA, BUDI
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 8, No 1: Published January 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v8i1.1

Abstract

ABSTRAKDigital Video Broadcasting-Second Generation Terrestrial (DVB-T2) merupakan standar internasional yang menaungi pemberlakuan televisi digital saat ini. Pada konfigurasi DVB-T2 terdapat perangkat penerima sinyal di sisi pelanggan. Permasalahan yang sering dijumpai adalah lemahnya daya sinyal yang diterima. Oleh sebab itu, dibutuhkan penguat daya pada sistem penerima, yaitu Low Noise Amplifier (LNA) yang diletakkan setelah antena penerima. Pada penelitian ini, direalisasikan LNA menggunakan transistor BJT BFR96 dengan target desain dualstage, matching impedance Trafo λ/4 pada sisi input dan output, serta lumped element untuk penyepadanan impedansi antar tingkat. LNA direalisasikan untuk bekerja optimal pada frekuensi 630 MHz. Nilai Gain dan Noise Figure (NF) yang diperoleh berturut-turut, yaitu 12.96 dB dan 4.05 dB. Selain itu, nilai Voltage Standing Wave Ratio (VSWR) input dan output yang diperoleh berturut-turut sebesar 3.5674 dan 1.7718. Kata kunci: DVB-T2, LNA, Televisi, Gain, Noise Figure  ABSTRACTDigital Video Broadcasting-Second Generation Terrestrial (DVB-T2) is the international standard that over shadows the current implementation of digital television. In the DVB-T2 configuration, there is a signal receiving device on the receiver side. The problem that is often encountered is the weak signal power received. Therefore, a power amplifier is needed in the receiving system, namely Low Noise Amplifier (LNA) which is placed after the receiving antenna. In this research, LNA was realized using a BJT BFR96 transistor with a dual-stage configuration design target, λ/4 impedance matching transformer on the input and output sides, and a lumped element for interstage matching impedances. LNA is realized to work optimally at frequency of 630 MHz. The Gain and Noise Figure (NF) values obtained were 12.96 dB and 4.05 dB, respectively. In addition, the input and output Voltage Standing Wave Ratio (VSWR) values obtained were 3.5674 and 1.7718, respectively. Keywords: DVB-T2, LNA, Television, Gain, Noise Figure
Pemberdayaan Masyarakat Pesantren Husnul Khotimah berbasis Teknologi dengan Implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Terbarukan Budi Prasetya; Yuyun Siti Rohmah; Kris Sujatmoko; Dharu Arseno; Sugondo Hadiyoso
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i3.2290

Abstract

Husnul Khotimah Islamic Boarding School faces challenges in meeting the need for electricity supply due to 24-hour operations. This causes high operational costs, especially for electricity. Until now, there have been no efforts to implement alternative energy sources due to limited knowledge and budget. This research in the form of community service proposes empowering the Islamic boarding school community through renewable energy-based power generation technology, namely solar and wind power. This implementation aims to reduce dependence on conventional electricity, reduce operational costs, and increase the understanding of the Islamic boarding school community regarding green energy technology, namely solar and wind energy. The methods used include feasibility studies, planning, installation, and training the Islamic boarding school community. The expected results are the creation of an efficient and sustainable renewable energy system, as well as increasing the capacity of the Islamic boarding school community in managing independent energy resources. This empowerment is expected to be a model that can be replicated by other Islamic boarding schools in overcoming similar problems.
Performance Analysis on Dual-band Annular Ring Microstrip Antenna at 1.9 GHz and 2.1 GHz Operating Frequencies Adi Kuncara, Cahya; Rohmah, Yuyun Siti; Andi Nurmantris, Dwi; Anwar, Radial
IJAIT (International Journal of Applied Information Technology) Vol 02 No 01 (May 2018)
Publisher : School of Applied Science, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/ijait.v2i01.1185

Abstract

Annular ring antenna concept has been utilized in many applications. This paper presents the adoption of annular ring concept on a dual-band microstrip antenna. The antenna is designed to operate at 1.9 GHz and 2.1 GHz operating frequencies. The objective of this research is to observe the method potential of combining two patches operate at different frequencies as a single dual-band antenna. While the purpose of the annular concept is to enhance the bandwidth of an antenna, analysis from this work shows that for a dual-band antenna with operating frequencies close one to the other, the obtained bandwidths are relatively narrow, down to of about 5%. Nevertheless, the antenna is capable to operate at both designated frequencies with good return losses down to -24.40dB.
Pelatihan Pembelajaran Koding untuk Guru-guru SDN 005 dan SDN 058 Babakan Ciparay Kota Bandung Budi Prasetya; Kris Sujatmoko; Dharu Arseno; Yuyun Siti Rohmah
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i1.2952

Abstract

Era digital telah mengubah paradigma pendidikan, termasuk di tingkat sekolah dasar. Pembelajaran koding atau pemrograman kini menjadi salah satu keterampilan abad 21 yang perlu dikenalkan sejak dini. SDN 005 dan 058 Babakan Ciparay di Kota Bandung menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan pembelajaran koding ke dalam kurikulum karena keterbatasan kemampuan guru dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan komprehensif kepada guru-guru di kedua sekolah dasar tersebut tentang pembelajaran koding yang sesuai untuk siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan meliputi workshop intensif, pelatihan hands-on, pendampingan berkelanjutan, dan evaluasi program. Materi pelatihan mencakup pengenalan konsep computational thinking, penggunaan platform pembelajaran koding untuk anak seperti Scratch Jr dan Blockly, serta strategi integrasi pembelajaran koding dalam mata pelajaran yang sudah ada. Jumlah peserta yang hadir adalah 46 guru dari kedua sekolah. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi digital guru, membekali mereka dengan keterampilan mengajar koding, dan pada akhirnya meningkatkan literasi digital siswa sejak dini. Keberlanjutan program dijamin melalui pembentukan komunitas belajar guru, penyediaan modul pembelajaran, dan kerjasama jangka panjang dengan sekolah mitra. Dampak jangka panjang yang diharapkan adalah terciptanya generasi siswa yang memiliki kemampuan computational thinking dan siap menghadapi tantangan era digital.
Pelatihan MMANA-GAL untuk Desain dan Simulasi Antena Berbasis Kawat untuk Meningkatkan Keterampilan Siswa Siswi SMK Telekomunikasi Telesandi Bekasi dalam Bidang Transmisi Anwar, Radial; Putri, Hasanah; Rohmah, Yuyun Siti; Hanati, Dinni Indriyana; Purba, Feby Christiani; Hidayat, Muh. Dafa; Putra, Tri Setiawan Mulyadi; Ramdhani, Restu Satria
Abdibaraya Vol 5 No 01 (2026): Abdibaraya (In Progress)
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/abdibaraya.v5i01.2134

Abstract

This activity aims to improve the technical skills of students at SMK Telekomunikasi Telesandi Bekasi, particularly in the transmission department, through training on wire-based antenna design and simulation using MMANA-GAL. The training focuses on understanding basic antenna concepts, modeling processes, simulation, and analysis of antenna performance parameters. The implementation method includes material delivery, antenna simulation practice, and evaluation of simulation results. A simulation-based approach is applied to enable participants to understand the relationship between antenna configuration and radiation characteristics in a more systematic and practical manner. The results of the activity indicate an improvement in participants’ understanding and technical skills, as reflected in their ability to follow antenna simulation stages and the dominance of positive feedback regarding the training materials and implementation. Participant responses show that the training contributes to a better understanding of basic antenna concepts and performance parameters. Overall, this activity provides a positive contribution to supporting the mastery of transmission competencies and enhancing students’ readiness to face developments in telecommunications technology.
Pembangkit Listrik Tenaga Surya Dan Angin pada Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Kabupaten Kuningan Budi Prasetya; Kris Sujatmoko; Dharu Arseno; Yuyun Siti Rohmah; Tri Nopiani Damayanti; Sugondo Hadiyoso
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 2 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v4i2.8480

Abstract

Pondok Pesantren (Ponpes) Husnul Khotimah (HK) dikenal sebagai lembaga pendidikan modern yang sudah mulai banyak mengenal teknologi, tidak hanya fokus ke pelajaran keagamaan saja, namun perhatian juga terhadap mata pelajaran eksak seperti Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Aktivitas ektrakurikuler juga dikembangkan, sehingga bisa dikatakan jam operasional Pesantren adalah 24 jam. Akibat operasional selama 24 jam ini, maka biaya operasional Ponpes sangat tinggi terutama dalam penyediaan catu daya listrik. Selama ini belum dicoba alternatif pembangkitan catu daya karena keterbatasan pengetahuan dan anggaran pengadaan. Pada tahun 2023 sudah dimulai inisiasi kerjasama antara Telkom University dengan Ponpes HK, salah satu kebutuhan Ponpes HK yaitu pengadaan pembangkit listrik tenaga surya dan jika memungkinkan juga pembangkit listrik tenaga angin. Berdasarkan permintaan tersebut, maka kami tim dosen dari Fakultas Teknik Elektro dan Fakultas Ilmu Terapan menyambut baik permintaan tersebut dengan merencanakan kegiatan pengabdian Masyarakat dengan Mitra Sasar adalah Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Husnul Khotimah. Kegiatan telah dilakukan selama 2 semester dengan program implementasi pembangkit listrik tenaga surya dan angin di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Husnul Khotimah. Kegiatan ini berkolaborasi dengan PT Sasamu Energy Perkasa (PT SEP). PT SEP adalah Perusahaan penyedia peralatan catu daya Listrik dari Jakarta, direktur dari PT SEP adalah alumni Universitas Telkom. Dengan adanya kolaborasi ini, manfaat yang dirasakan oleh Mitra Sasar menjadi lebih banyak, selain memperoleh alternatif catu daya Listrik, bisa juga sebagai bagian proses pembelajaran civitas akademika Madrasah Aliah Ponpes HK.
Implementasi Ketahanan Pangan dengan Urban Farming di KWT Mekar Arum Mewangi, GBA 3, Bojongsoang, Kab. Bandung Sugondo Hadiyoso; Muhammad Farhan Alghifari Chaniago Saputro; Yuyun Siti Rohmah; Budi Prasetya
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 5 No. 1 (2025): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v5i1.9310

Abstract

Ketahanan pangan merupakan isu penting yang menjadi program pemerintah Indonesia. Ketahanan pangan bersifat mendesak, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, populasi yang terus bertambah, serta yang tidak kalah penting adalah keterbatasan lahan pertanian. Implementasi ketahanan pangan melalui urban farming menjadi solusi inovatif dalam menghadapi keterbatasan lahan dan meningkatkan kemandirian pangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mengkaji pelaksanaan urban farming oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Arum Mewangi di Griya Bandung Asri 3, Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Tujuannya adalah menerapkan penelitian berkaitan dengan urban farming dalam mendorong ketahanan pangan mandiri serta memberdayakan ibu-ibu dalam kegiatan pertanian perkotaan. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara, dan pendampingan kelompok. Selain implementasi, tim juga memberikan pelatihan pembibitan sayuran hidroponik. Hasil kegiatan ini diharapkan urban farming tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan lokal tetapi juga memperkuat partisipasi perempuan dalam pengelolaan sumber daya pertanian. Sistem yang diimplementasikan dilengkapi dengan sensor-sensor untuk mendeteksi suhu air, suhu udara, dan kelembapan sekitar sehingga kondisi lingkungan hidroponik dapat terus termonitor. Dengan memanfaatkan lahan terbatas secara optimal, KWT Mekar Arum Mewangi berharap dapat menciptakan model ketahanan pangan berbasis komunitas yang berkelanjutan dimulai dari lingkup kecil.