Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisis Kesulitan Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematika di Sekolah Menengah Pertama Joefanny, Laras; Annas, Muhammad Khairul; Pratama, Muhammad Arif; Fauzi, Amin
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i1.1179

Abstract

This study aims to analyze the difficulties experienced by junior high school students in solving mathematical problems, especially related to solving arithmetic and geometry problems. This study uses a qualitative descriptive approach. The research subjects consisted of 50 grade VIII students at a junior high school in Delitua. Data was collected through problem-solving tests and in-depth interviews. The results of the study show that the main difficulties of students in solving mathematical problems are understanding basic concepts, choosing problem-solving strategies, and misinterpreting problems. This difficulty is generally caused by a lack of understanding of basic mathematical concepts and the limited ability of students to analyze problems systematically. This study suggests that teachers use more varied teaching methods, such as problem-based learning and the use of visual media, to help students overcome these difficulties.
Implementasi Pendekatan Kooperatif dan Kolaboratif Berbasis Pembelajaran Berdiferensiasi pada Siswa Sekolah Dasar Ervilia, Santi; Fauzi, Amin
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 4 No. 01 (2024): Artikel Riset Edisi April 2024
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v4i01.3837

Abstract

Pandemi covid-19 yang telah usai menyebabkan adanya penurunan antusias atau semangat belajar peserta didik. Pada tahun 2022 pemerintah meluncurkan sebuah kurikulum baru yang dinamakan Kurikulum Merdeka. Pada kurikulum tersebut terdapat adanya pembelajaran yang didasarkan pada gaya belajar peserta didik atau dikenal dengan nama pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang berfokus pada implementasi pendekataan kooperatif tipe numbered head together dan kolaboratif berbasis pembelajaran berdiferensiasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan antusias atau semangat belajar siswa pada pelaksanaan pembelajaraan kooperatif yang dilakukan bersamaan dengan pembelajaraan berdiferensiasi. Peserta didik dibagi kedalm 3 kelompok sesuai gaya belajar mereka yaitu visual, kinestetik, serta membaca dan menulis. Kelompok peserta didik dengan gaya belajar visual diberikan tugas melalui media gambar-gambar. Kelompok peserta didik dengan gaya kinestetik diberikan tugas melalui kegiatan mengamati interaksi sosial secara langsung dilingkungan sekolah. Sedangkan Kelompok peserta didik dengan gaya belajar membaca dan menulis diberi tugas melalui media buku (teks bacaan) yang kemudian mereka diarahkan untuk menulis ulang dengan tulisan yang ringkas dan Bahasa mereka masing-masing. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya keserasian dan saling menguatkan antara pendekatan kooperatif tipe numbered head together dengan pembelajaran berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka kususnya pada mata pelajaran IPAS yang telah dilakukan di SD Negeri 6 Bandar Jaya.
Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Powtoon melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Sihombing, Lucia; Fauzi, Amin; Yumiati, Yumiati
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1646

Abstract

Salah satu alternatif untuk mengurangi pola pembelajaran teacher centered dan memaksimalkan sarana teknologi yang ada adalah guru tidak hanya mengandalkan buku pegangan dalam mengajar, tetapi dapat melengkapi dengan media pembelajaran berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan : 1) untuk menganalisis kevalidan pengembangan multimedia interaktif berbasis powtoon melalui model problem based learning untuk meningkatkan pemecahan masalah matematis., 2) untuk menganalisis kepraktisan pengembangan multimedia interaktif berbasis powtoon melalui model problem based learning untuk meningkatkan pemecahan masalah matematis, 3) untuk menganalisis keefektifan pengembangan multimedia interaktif berbasis powtoon melalui model problem based learning untuk meningkatkan pemecahan masalah matematis. Metode penelitian ini adalah penelitian pengembangan (R&D). Desain model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, soal essay dan kuesioner.  Hasil penelitian dan kesimpulan bahwa : 1) Kevalidan pengembangan multimedia interaktif berbasis powtoon melalui model problem based learning untuk meningkatkan pemecahan masalah matematis dilihat penilaian ahli media terhadap video draft I  dan video draft II dimana dinilai oleh BM bahwa aspek kualitas materi memiliki skor 87 dengan persentase 90.62% (sangat layak). Dan skor dari penilai DAL dengan skor 76 dengan persentase 90.47% (sangat layak). 2) Kepraktisan pengembangan multimedia interaktif berbasis powtoon melalui model problem based learning untuk meningkatkan pemecahan masalah matematis dilihat erdasarkan hasil uji coba lapangan bahwa perolehan skor adalah 2810, dan persentase 80,28% artinya produk dalam kategori sangat layak. Produk penelitian ini dapat diterapkan pada siswa untuk melihat kemampuan kemampuan pemecahan masalah siswa. 3) Keefektifan pengembangan multimedia interaktif berbasis powtoon melalui model problem based learning untuk meningkatkan pemecahan masalah matematis dilihat berdasarkan data pre test dan post test, maka kemampuan pemecahan masalah siswa dalam kategori efek yang sedang karena siswa yang memperoleh efek sedang sebanyak 19 orang, siswa yang memperoleh efek besar sebanyak 5 orang dan siswa yang memperoleh efek kecil adalah 6 orang.
Dekonstruksi dan Rekonstruksi Filsafat Kebijakan Merdeka Belajar Berbasis Ilmu Sosial Profetik Kuntowijoyo Ramadhan, Alif Rizky; Fauzi, Amin
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 15 No. 01 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Merdeka Belajar curriculum is a curriculum that is tasked with complementing and simplifying the 2013 curriculum. However, in practice, various problems arise that are very theoretical to applicative. This can be seen from how the philosophical basis that develops in this curriculum is very thick with an understanding of western epistemology which in practice emphasizes the essence of forward-looking education without looking at the roots of existing educational traditions. From the above, this research will examine how the need for an effort to deconstruct the current Merdeka Belajar policy. Then, this research also examines how the results of the deconstruction are used as a basis for carrying out a reconstruction of the philosophy of the principles of the Merdeka Belajar curriculum policy through a review based on the prophetic social science epistemology built by Kuntowijoyo. The research methodology will be through a qualitative research approach and literature study, as well as the use of Derrida's deconstruction theory. The results of this study show that in building a national education policy that is humanist, liberative, transcendent in its application, an education policy principle is needed that also looks at the world in a theoantrposcentric perspective between divinity and humanity in all aspects of life. The contribution of this research is the researcher's effort to try to propose a hypothesis in the formation of the prophetic philosophical principles of the new Merdeka Belajar policy based on prophetic social science thought.
Utilization of Artificial Intelligence (AI) in Adapting Islamic Education Learning Shavina, Fara; Fauzi, Amin
TA'DIBUNA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8, No 2 (2025): Educational Issues
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpai.8.2.142-158

Abstract

This study aims to explore how artificial intelligence (AI) technology can be utilized in adapting Islamic Religious Education (PAI) learning. Using a descriptive qualitative research approach and my own fieldwork, this study was conducted through a literature review and the search for valid data generated from my fieldwork. This involved reviewing various data sources such as scientific journals, books, articles, and documents, as well as direct visits to schools to gather valid data for my research. Other digital resources discussed topics related to artificial intelligence (AI) and Islamic Religious Education (PAI) were also used. The results show that artificial intelligence (AI) has the ability to improve the effectiveness of the learning process and encourage active student engagement through an intelligent and adaptive recommendation system. Thus, the application of artificial intelligence (AI) in PAI learning has great potential to create a more relevant and efficient learning experience for students and can also provide fun and enjoyable learning motivation for students. Furthermore, students become more active and deliver improved learning outcomes compared to before.