Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

IBM PERBANYAKAN TANAMAN SECARA VEGETATIF DI PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR 2 DAN 3 Cahyanti, Lutfy Ditya; Hamawi, Mahmudah
Jurnal Terapan Abdimas Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.551 KB) | DOI: 10.25273/jta.v3i1.2168

Abstract

Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah 1) Memberikan wawasan baru kepada para santri KMI PMDG 2 dan 3 tentang perbanyakan tanaman 2) Memberikan wawasan  kepada para santri tentang pembuatan taman 3) Santri bisa melakukan penyedian bibit tanaman hias dan tanaman buah secara mandiri 4) Akan terbentuk taman-taman baru atau ruang terbuka hijau sehingga akan meningkatkan kenyamanan bagi penghuni asrama. Tahapan dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini dibagi menjadi pra pelaksanaan dan pelaksanaan. Tahapan prapelaksanaan  meliputi : 1)  Observasi lapangan. 2) Tahapan sosialisasi. Merupakan tahapan yang diperlukan untuk mensosialisasikan tahapan-tahapan IbM. 3) Tahapan persiapan alat dan bahan. Merupakan tahapan persiapan untuk menyiapkan segala persiapan alat dan bahan sebagai bahan praktek pelatihan untuk mitra. Adapun tahapan pelaksaan meliputi 1) Praktek pembuatan verticulture dan wall planter bag  2) Materi tentang Perbanyakan tanaman hias dengan  perbanyakan vegetatif  3) Praktek perbanyakan tanaman buah dengan grafting 4) Praktek pembuatan mini garden. Dari hasil observasi lapangan, diketahui permasalahan dari mitra 1 (PMDG 2) adalah 1) Kondisi vegetasi taman di PMDG 2 kurang variatif 2) Kurangnya skill dalam manajemen pengelolaan dan perawatan taman. Sedangkan permasalahan mitra 2 (PMDG 3) adalah 1) Kondisi vegetasi taman di PMDG 2 kurang variatif 2) Kurangnya skill dalam manajemen pengelolaan dan perawatan taman. Kesimpulan dari kegiatan IbM tersebut adalah kegiatan IbM sudah dapat menyelesaikan permasalahan mitra adalah 1) Santri terampil dalam penyediaan bahan tanam tanaman hias dan buah untuk di tanam di lingkungan pondok 2) Santri terampil dalam  nembuat vertical garden. 3) Santri terampil dalam membuat mini garden.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PERAWATAN DIRI KUSTA (KPD) PUSKESMAS SLAHUNG DALAM PENGEMBANGAN POTENSI PEMBIBITAN TANAMAN BUAH HAMAWI, MAHMUDAH; LAILA, ALFU; ETICA, USE; CAHYANTI, LUTFY DITYA
Jurnal Terapan Abdimas Vol 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.302 KB) | DOI: 10.25273/jta.v2i0.969

Abstract

AbstractThe purpose of community service activities with the title Empowerment Group Care (KPD) Leprosy at public healthy Service, District Slahung by potential development fruit nursery, first objective are, to helping public healthy Service, District Slahung as the chief of activities KPD leprosy to increasing the participation rate of leprosy patients in KPD to attend the activities KPD by providing activities pull through the empowerment of leprosy patients in agriculture, especially fruit nurseries. The second objective is to increase the potential of agriculture in the district Slahung especially fruit by empowering KPD Leprosy public healthy Service, District Slahung. To achieve the goals of community service which have conducted the faculty team Agroteknologi Gontor Darussalam University, community service activities carried out in the form of materials, discussion and question and answer, simulation and practice. Once completed community service activities, there was an evaluation. Community service activities are carried out in public healthy Service, District Slahung can be concluded that an increase in the participation of members KPD KPD Leprosy activities. KPD members Leprosy quite interested in community service activities in the field of fruit plant nurseries because most members of the KPD Leprosy is a farmer. The KPD members of both leprosy have been able to carry fruit plant nurseries by grafting and cuttings. Abstrak Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul Pemberdayaan Kelompok Perawatan Diri (KPD) Kusta Puskesmas Slahung Dalam Pengembangan Potensi Pembibitan Tanaman Buah yang pertama adalah membantu puskesmas selaku pelaksana kegiatan KPD kusta dalam meningkatkan angka partisipasi penderita kusta di KPD untuk hadir di kegiatan KPD dengan memberikan kegiatan yang menarik melalui pemberdayaan penderita kusta di bidang pertanian khususnya pembibitan tanaman buah. Tujuan yang kedua adalah meningkatkan potensi pertanian di kecamatan Slahung khususnya tanaman buah dengan memberdayakan kelompok KPD Kusta Puskesmas Slahung. Untuk mencapai tujuan pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan tim dosen Agroteknologi Universitas Darussalam Gontor, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam bentuk pemberian materi, diskusi dan tanya jawab, simulasi serta praktek. Setelah kegiatan pengabdian masyarakat selesai, dilakukan evaluasi. Dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Puskesmas Slahung di Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo ini dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan partisipasi anggota KPD pada kegiatan KPD Kusta. Anggota KPD Kusta cukup tertarik pada kegiatan pengabdian masyarakat dibidang pembibitan tanaman buah karena sebagian besar anggota KPD Kusta adalah petani. Para naggota KPD kusta sudah mampu melaksanakan pembibitan tanaman buah dengan okulasi dan stek.
Modification of The Synthesis of Silica from Litter Ori Bambusa (Bambusa blumeana) Leaves Using Sodium and Potassium With The Hydrothermal Sol-Gel Method As Agricultural Fertilizer Mahmudah Hamawi; Niken Trisnaningrum; Ilham Mufandi
Agroindustrial Technology Journal Vol. 7 No. 3 (2023): Agroindustrial Technology Journal
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/atj.v7i3.10666

Abstract

Bamboo plants in Indonesia are familiar plants and have not been utilized optimally. Most people only use the stems for daily needs and a small part for industry, while the leaves are left as waste. Bamboo leaves have a fairly high silica content. Bamboo leaves that have fallen and are scattered on the ground (bamboo leaf litter) are a potential source of natural silica. Silica fertilizer in agriculture is still very necessary, especially in nanosized. Through silica extraction from bamboo leaf litter, it is hoped that it will be able to meet agricultural silica needs and reduce bamboo leaf waste. The aim of this research is to modify the synthesis of silica from ori bamboo leaf litter (Bambusa blumeana) by extracting NaOH and KOH using the hydrothermal sol-gel method to produce nano silica. Nano silica production uses the hydrothermal method because it does not require large costs, is more effective, and has a high level of purity. Synthesis of original bamboo leaf litter silica using the hydrothermal sol-gel method. Bamboo leaf litter ash was analyzed using the XRF test, and silica was analyzed using the SEM-EDX mapping test to determine its morphology and content. The research results showed that synthesis with sodium produced higher levels of bamboo leaf silica compared to potassium. The size of the silica particles obtained is still in the form of micrometers (47–52 µm). Bamboo plants in Indonesia are familiar plants and have not been utilized optimally. Most people only use the stems for daily needs and a small part for industry, while the leaves are left as waste. Bamboo leaves have a fairly high silica content. Bamboo leaves that have fallen and are scattered on the ground (bamboo leaf litter) are a potential source of natural silica. Silica fertilizer in agriculture is still very necessary, especially in nanosized. Through silica extraction from bamboo leaf litter, it is hoped that it will be able to meet agricultural silica needs and reduce bamboo leaf waste. The aim of this research is to modify the synthesis of silica from ori bamboo leaf litter (Bambusa blumeana) by extracting NaOH and KOH using the hydrothermal sol-gel method to produce nano silica. Nano silica production uses the hydrothermal method because it does not require large costs, is more effective, and has a high level of purity. Synthesis of original bamboo leaf litter silica using the hydrothermal sol-gel method. Bamboo leaf litter ash was analyzed using the XRF test, and silica was analyzed using the SEM-EDX mapping test to determine its morphology and content. The research results showed that synthesis with sodium produced higher levels of bamboo leaf silica compared to potassium. The size of the silica particles obtained is still in the form of micrometers (47–52 µm).
Pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) Bekatul Terhadap Pertumbuhan Selada (Lactuca sativa L.) yang dibudidayakan Secara Hidroponik Mahmudah Hamawi; Enik Akhiriana; Sofi Marwatun
Agroteknika Vol 7 No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v7i2.200

Abstract

Budidaya hidroponik selada dengan menggunakan nutrisi AB-mix memiliki beberapa kelemahan, salah satunya harga nutrisinya relatif mahal dan sulit didapatkan dikota-kota kecil. Pupuk organik cair (POC) bekatul berpotensi menjadi nutrisi pengganti atau penambah dalam budidaya hidroponik dikarenakan memiliki kandungan nitrogen cukup tinggi (2,08%). Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji pengaruh POC bekatul terhadap hasil tanaman selada yang dibudidayakan secara hidroponik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, terdiri dari 3 perlakuan yaitu P1 (POC bekatul 15 ml/l), P2 (AB-mix 1500 ppm), dan P3 (AB-mix 1500 ppm + POC bekatul 15 ml/l) yang diulang sebanyak 10 kali sehingga didapatkan 30 unit percobaan. Variabel pengamatan pada penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan berat kering panen selada. Analisis data dilakukan menggunakan analisis varian, apabila terdapat pengaruh nyata, dilakukan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan POC bekatul 15 ml/l belum mampu dijadikan sebagai nutrisi tunggal dalam budidaya selada secara hidroponik, perlakuan nutrisi AB-mix 1500 ppm + POC bekatul 15 ml/l memberikan hasil terbaik dan tertinggi pada tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan berat kering selada.
Kajian Campuran Media Tanam Terhadap Hasil Seledri (Apium graveolens L.) Hamawi, Mahmudah; Etica, Use
Prosiding Sains Nasional dan Teknologi Vol 11, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 11 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/psnst.v1i1.5211

Abstract

Pertanian ubanfarming diminati oleh masyarakat yang ingin budidaya di sekitar rumah. Seledri tanaman sayuran sebagai penyedap masakan akan lebih baik ditanam di sekitar rumah supaya tersedia setiap saat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh media tanam terhadap hasil seledri. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2020, di Lahan praktikum Fakultas Sains dan Teknologi UNIDA Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap dengan satu faktor dan diualang 5 kali. Campuran media tanam sebagai faktor perlakuan. Perlakuan A = kontrol (tanah + kompos), B = tanah + kompos + arang sekam (3:2:2), C = tanah + kompos + arang kayu (3:2:2), D = tanah + kompos + abu dapur (3:2:2). Parameter yang diamati antara lain : jumlah daun, panjang daun dan bobot basah daun. Data hasil pengamatan dianalisa dengan ANOVA apabila terjadi interaksi dilanjut dengan uji BNT 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran media tanah dan kompos menghasilkan berat basah daun seledri yang paling besar dan tidak berbeda nyata dengan campuran tanah + kompos + arang sekam (3:2:2) dan campuran tanah + kompos + arang kayu (3:2:2), dan berbeda nyata dengan campuran tanah + kompos + abu dapur (3:2:2). Media tanam untuk pelaksanaan urban farming disarankan menggunakan campuran tanah + kompos + arang sekam (3:2:2).
Lubang Kotak Fermentasi Meningkatkan Kualitas Biji Kakao (Theobroma cacao L.) dengan Kotak Styrofoam Hamawi, Mahmudah; Rohimin, Iman
Prosiding Sains Nasional dan Teknologi Vol 11, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 11 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/psnst.v1i1.5201

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah lubang pada kotak fermentasi dengan kotak styrofoam dalam memfermetasi 1 kg biji kakao basah. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap dengan satu faktor. Jumlah lubang dalam kotak styrofoam sebagai faktor perlakuan. Perlakuan L1 = 10 lubang, L2 = 20 lubang, L3 = 30 lubang, L4 = 40 lubang, L5 = 50 lubang. Ukuran kotak fermentasi 30 cm x 20 cm x 25 cm. Setiap sisi kotak mempunyai lubang berdiameter 1 cm, sisi kotak fermentasi yang dilubangi ada 5 sisi kecuali sisi bagian atas kotak fermentasi. Proses fermentasi berlangsung selama 5 hari, kemudian dikeringkan. Data pengamatan yang dikumpulkan antara lain : pH dalam dan luar biji, kadar gula, uji belah, biji cacat (berjamur dan berkecambah) dan rasa. Hasil penelitian yaitu jumlah 40 lubang menghasilkan jumlah biji paling banyak. Biji kakao basah sebanyk 1 kg masih layak untuk difermentasi dengan menggunakan kotak stayrofoam dengan lama waktu fermentasi > 5 hari.
Pengaruh Kombinasi Pupuk Organik Cair Termodifikasi Silika dan Varietas Terhadap Produktivitas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.): The Combination Effects of Silica Modified Liquid Organic Fertilizer and Varieties on Shallot Productivity (Allium ascalonicum L.) Sholihah, Sofi Marwatus; Hamawi, Mahmudah
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 10 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v10i2.13136

Abstract

Shallot plants (Allium ascalonicum L.) have short roots and soft leaves, potentially susceptible to environmental stress and pest attacks. Fulfillment of nutrients and variety selection as an alternative in increasing shallot production. The research aims to determine the effect of liquid organic fertilizer (LOF) modified silica (Si) and varieties on the productivity of shallot plants. The research was carried out at the Universitas Darussalam Gontor experimental field from November 2023 to January 2024. The research used a split-plot design with 2 factors. First factor: POC modified Si, P1 = POC 5 ml + Si 5 g.l-1, P2 = POC 10 ml + Si 5 g.l-1, P3 = without fertilizer (control). Second factor: variety, V1 = Bima Brebes, V2 = Thailand. Observation parameters were plant height, number of leaves, number of tillers, tuber diameter, wet and dry weight of tubers per plot (1 m-2), and wet and dry weight of the entire plant per plot (1 m-2). The observation data were analyzed using ANOVA and then tested further with 5% BNT. POC 5 ml + Silica 5 g.l-1 treatment increased the number of leaves, tillers, and wet and dry weight of shallot bulbs. The Bima Brebes variety has better plant height and diameter than the Thailand variety which is significantly different, while the number of tillers for the Thailand variety is greater. The Bima Brebes variety fertilized with POC 5 ml + Silica 5 g.l-1 increased the entire shallot plant's wet and dry weight (total bulbs and leaves).
Pengaruh Media Tanam dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Akar Putri Malu terhadap Pertumbuhan Tanaman Pegagan (Centella asiatica) Juliana, Dara Puspita Panca; Trisnaningrum, Niken; Hamawi, Mahmudah; Isnatin, Umi
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 9, No 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v9i1.118

Abstract

Tanaman pegagan (Centella asiatica) merupakan tanaman obat yang sudah banyak digunakan di Indonesia. Tanaman pegagan yang dibudidayakan di lahan terbuka akan menghadapi kendala berupa semakin berkurangnya ketersediaan pegagan di alam dan kurangnya ilmu dalam pembudidayaannya. Maka dari itu diperlukan pembudidayaan pegagan untuk meningkatkan produkstivitasnya. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan yang disusun secara faktorial. Rancangan ini dilaksanakan dengan 8 taraf dan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Faktor pertama adalah media tanam yang terdiri atas dua taraf yaitu: Tanah (K0), Tanah + Sekam bakar 1:1 (K1), Tanah + Sekam bakar + Pupuk kandang sapi 1:1:1 (K2), Tanah + Sekam bakar + Pupuk kandang kambing 1:1:1 (K3). Faktor kedua adalah Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dari akar putri malu yang terdiri dari 4 taraf yaitu: Kontrol (P0), PGPR 10ml/L (P1), PGPR 15ml/L (P2), PGPR 20ml/L (P3). Perlakuan M2 memberikan hasil yang paling signifikan pada jumlah daun, jumlah stolon, analisis klorofil, dan berat kering daun. PGPR akar putri malu tidak memberikan hasil yang berbeda nyata antar perlakuan. Kombinasi PGPR akar putri malu dan media tanam tidak dapat meningkatkan produktivitas tanaman pegagan secara signifikan.
Adsorption of Lead (Pb2+) Using Biochar Derived from Bamboo Waste Pyrolysis Mufandi, Ilham; Kholis, Muhammad Nur; Hamawi, Mahmudah; Ardani, Much Taufik; Kusuma, Hafidha Ayu
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 5 (2025): September 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.5.1205-1212

Abstract

The increasing of industrial activities and urbanization have led to the accumulation of heavy metals, which pose a high risk to human health and ecosystems. Adsorption using biochar from bamboo waste is an alternative solution as an adsorbent. This study evaluated the performance of biochar from pyrolysis of bamboo waste at various temperatures (300–600°C) for adsorption of lead (Pb²⁺) ions. The pyrolysis was conducted under a nitrogen gas atmosphere to prevent oxidation during thermal decomposition. Fourier Transform Infrared (FTIR) analysis revealed an increase in the stability of carbonyl (C=O) and carbon–nitrogen (C–N) functional groups with increasing temperature, which contributed to a stronger affinity for metal ions. Brunauer–Emmett–Teller (BET) analysis showed that biochar produced at 400 °C exhibited the most favorable surface characteristics, with a surface area of 178.56 m²/g, a pore volume of 0.091 cm³/g, and an average pore diameter of 2.05 nm. This sample also demonstrated the highest Pb²⁺ adsorption capacity of 52.4 mg/g. Despite higher porosity, the biochar produced at 600 °C showed diminished adsorption efficiency due to pore structure collapse and decreased carbon content. The findings suggest that biochar synthesized at 400 °C has strong potential for use in environmental remediation applications, particularly in mitigating lead contamination in water systems.
Studi Organisme Pengganggu Tanaman pada Bit Merah (Beta vulgaris L.) yang Dibudidayakan Dalam Greenhouse Dataran Rendah Aisyah, Mahindra Dewi Nur; Akhiriana, Enik; Hamawi, Mahmudah
Rekayasa Vol 16, No 3: Desember 2023
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v16i3.20058

Abstract

Beet (Beta vulgaris L) is a potential plant for producing sugar (sugar beet) and dye (beetroot). Therefore, there is a great opportunity to be cultivated in Indonesia because of the suitable climate. Beet plants can harvest twice a year and have a higher yield than in areas with subtropical climates. However, the presence of plant pests and disease organism attacks can be a limiting factor in beet production. This study aims to observe pests and diseases attack beet cultivated in greenhouses. The observation conducted for five months, from September 2022 to January 2023. The results showed that symptoms of pest and disease attacks beet are Spodoptera sp., Lyriomyza sp., tungau, Cercospora sp., Rhozoctonia sp., and Erysiphe sp.