Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELOMPOK PERAWATAN DIRI KUSTA (KPD) PUSKESMAS SLAHUNG DALAM PENGEMBANGAN POTENSI PEMBIBITAN TANAMAN BUAH HAMAWI, MAHMUDAH; LAILA, ALFU; ETICA, USE; CAHYANTI, LUTFY DITYA
Jurnal Terapan Abdimas Vol 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.302 KB) | DOI: 10.25273/jta.v2i0.969

Abstract

AbstractThe purpose of community service activities with the title Empowerment Group Care (KPD) Leprosy at public healthy Service, District Slahung by potential development fruit nursery, first objective are, to helping public healthy Service, District Slahung as the chief of activities KPD leprosy to increasing the participation rate of leprosy patients in KPD to attend the activities KPD by providing activities pull through the empowerment of leprosy patients in agriculture, especially fruit nurseries. The second objective is to increase the potential of agriculture in the district Slahung especially fruit by empowering KPD Leprosy public healthy Service, District Slahung. To achieve the goals of community service which have conducted the faculty team Agroteknologi Gontor Darussalam University, community service activities carried out in the form of materials, discussion and question and answer, simulation and practice. Once completed community service activities, there was an evaluation. Community service activities are carried out in public healthy Service, District Slahung can be concluded that an increase in the participation of members KPD KPD Leprosy activities. KPD members Leprosy quite interested in community service activities in the field of fruit plant nurseries because most members of the KPD Leprosy is a farmer. The KPD members of both leprosy have been able to carry fruit plant nurseries by grafting and cuttings. Abstrak Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul Pemberdayaan Kelompok Perawatan Diri (KPD) Kusta Puskesmas Slahung Dalam Pengembangan Potensi Pembibitan Tanaman Buah yang pertama adalah membantu puskesmas selaku pelaksana kegiatan KPD kusta dalam meningkatkan angka partisipasi penderita kusta di KPD untuk hadir di kegiatan KPD dengan memberikan kegiatan yang menarik melalui pemberdayaan penderita kusta di bidang pertanian khususnya pembibitan tanaman buah. Tujuan yang kedua adalah meningkatkan potensi pertanian di kecamatan Slahung khususnya tanaman buah dengan memberdayakan kelompok KPD Kusta Puskesmas Slahung. Untuk mencapai tujuan pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan tim dosen Agroteknologi Universitas Darussalam Gontor, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam bentuk pemberian materi, diskusi dan tanya jawab, simulasi serta praktek. Setelah kegiatan pengabdian masyarakat selesai, dilakukan evaluasi. Dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Puskesmas Slahung di Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo ini dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan partisipasi anggota KPD pada kegiatan KPD Kusta. Anggota KPD Kusta cukup tertarik pada kegiatan pengabdian masyarakat dibidang pembibitan tanaman buah karena sebagian besar anggota KPD Kusta adalah petani. Para naggota KPD kusta sudah mampu melaksanakan pembibitan tanaman buah dengan okulasi dan stek.
Pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) Bekatul Terhadap Pertumbuhan Selada (Lactuca sativa L.) yang dibudidayakan Secara Hidroponik Mahmudah Hamawi; Enik Akhiriana; Sofi Marwatun
Agroteknika Vol 7 No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v7i2.200

Abstract

Budidaya hidroponik selada dengan menggunakan nutrisi AB-mix memiliki beberapa kelemahan, salah satunya harga nutrisinya relatif mahal dan sulit didapatkan dikota-kota kecil. Pupuk organik cair (POC) bekatul berpotensi menjadi nutrisi pengganti atau penambah dalam budidaya hidroponik dikarenakan memiliki kandungan nitrogen cukup tinggi (2,08%). Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji pengaruh POC bekatul terhadap hasil tanaman selada yang dibudidayakan secara hidroponik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, terdiri dari 3 perlakuan yaitu P1 (POC bekatul 15 ml/l), P2 (AB-mix 1500 ppm), dan P3 (AB-mix 1500 ppm + POC bekatul 15 ml/l) yang diulang sebanyak 10 kali sehingga didapatkan 30 unit percobaan. Variabel pengamatan pada penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan berat kering panen selada. Analisis data dilakukan menggunakan analisis varian, apabila terdapat pengaruh nyata, dilakukan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan POC bekatul 15 ml/l belum mampu dijadikan sebagai nutrisi tunggal dalam budidaya selada secara hidroponik, perlakuan nutrisi AB-mix 1500 ppm + POC bekatul 15 ml/l memberikan hasil terbaik dan tertinggi pada tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan berat kering selada.
Kajian Campuran Media Tanam Terhadap Hasil Seledri (Apium graveolens L.) Hamawi, Mahmudah; Etica, Use
Prosiding Sains Nasional dan Teknologi Vol 11, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 11 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/psnst.v1i1.5211

Abstract

Pertanian ubanfarming diminati oleh masyarakat yang ingin budidaya di sekitar rumah. Seledri tanaman sayuran sebagai penyedap masakan akan lebih baik ditanam di sekitar rumah supaya tersedia setiap saat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh media tanam terhadap hasil seledri. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2020, di Lahan praktikum Fakultas Sains dan Teknologi UNIDA Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap dengan satu faktor dan diualang 5 kali. Campuran media tanam sebagai faktor perlakuan. Perlakuan A = kontrol (tanah + kompos), B = tanah + kompos + arang sekam (3:2:2), C = tanah + kompos + arang kayu (3:2:2), D = tanah + kompos + abu dapur (3:2:2). Parameter yang diamati antara lain : jumlah daun, panjang daun dan bobot basah daun. Data hasil pengamatan dianalisa dengan ANOVA apabila terjadi interaksi dilanjut dengan uji BNT 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran media tanah dan kompos menghasilkan berat basah daun seledri yang paling besar dan tidak berbeda nyata dengan campuran tanah + kompos + arang sekam (3:2:2) dan campuran tanah + kompos + arang kayu (3:2:2), dan berbeda nyata dengan campuran tanah + kompos + abu dapur (3:2:2). Media tanam untuk pelaksanaan urban farming disarankan menggunakan campuran tanah + kompos + arang sekam (3:2:2).
Lubang Kotak Fermentasi Meningkatkan Kualitas Biji Kakao (Theobroma cacao L.) dengan Kotak Styrofoam Hamawi, Mahmudah; Rohimin, Iman
Prosiding Sains Nasional dan Teknologi Vol 11, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 11 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/psnst.v1i1.5201

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah lubang pada kotak fermentasi dengan kotak styrofoam dalam memfermetasi 1 kg biji kakao basah. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap dengan satu faktor. Jumlah lubang dalam kotak styrofoam sebagai faktor perlakuan. Perlakuan L1 = 10 lubang, L2 = 20 lubang, L3 = 30 lubang, L4 = 40 lubang, L5 = 50 lubang. Ukuran kotak fermentasi 30 cm x 20 cm x 25 cm. Setiap sisi kotak mempunyai lubang berdiameter 1 cm, sisi kotak fermentasi yang dilubangi ada 5 sisi kecuali sisi bagian atas kotak fermentasi. Proses fermentasi berlangsung selama 5 hari, kemudian dikeringkan. Data pengamatan yang dikumpulkan antara lain : pH dalam dan luar biji, kadar gula, uji belah, biji cacat (berjamur dan berkecambah) dan rasa. Hasil penelitian yaitu jumlah 40 lubang menghasilkan jumlah biji paling banyak. Biji kakao basah sebanyk 1 kg masih layak untuk difermentasi dengan menggunakan kotak stayrofoam dengan lama waktu fermentasi > 5 hari.
Pengaruh Kombinasi Pupuk Organik Cair Termodifikasi Silika dan Varietas Terhadap Produktivitas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.): The Combination Effects of Silica Modified Liquid Organic Fertilizer and Varieties on Shallot Productivity (Allium ascalonicum L.) Sholihah, Sofi Marwatus; Hamawi, Mahmudah
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 10 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v10i2.13136

Abstract

Shallot plants (Allium ascalonicum L.) have short roots and soft leaves, potentially susceptible to environmental stress and pest attacks. Fulfillment of nutrients and variety selection as an alternative in increasing shallot production. The research aims to determine the effect of liquid organic fertilizer (LOF) modified silica (Si) and varieties on the productivity of shallot plants. The research was carried out at the Universitas Darussalam Gontor experimental field from November 2023 to January 2024. The research used a split-plot design with 2 factors. First factor: POC modified Si, P1 = POC 5 ml + Si 5 g.l-1, P2 = POC 10 ml + Si 5 g.l-1, P3 = without fertilizer (control). Second factor: variety, V1 = Bima Brebes, V2 = Thailand. Observation parameters were plant height, number of leaves, number of tillers, tuber diameter, wet and dry weight of tubers per plot (1 m-2), and wet and dry weight of the entire plant per plot (1 m-2). The observation data were analyzed using ANOVA and then tested further with 5% BNT. POC 5 ml + Silica 5 g.l-1 treatment increased the number of leaves, tillers, and wet and dry weight of shallot bulbs. The Bima Brebes variety has better plant height and diameter than the Thailand variety which is significantly different, while the number of tillers for the Thailand variety is greater. The Bima Brebes variety fertilized with POC 5 ml + Silica 5 g.l-1 increased the entire shallot plant's wet and dry weight (total bulbs and leaves).
Pengaruh Media Tanam dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Akar Putri Malu terhadap Pertumbuhan Tanaman Pegagan (Centella asiatica) Juliana, Dara Puspita Panca; Trisnaningrum, Niken; Hamawi, Mahmudah; Isnatin, Umi
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 9, No 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v9i1.118

Abstract

Tanaman pegagan (Centella asiatica) merupakan tanaman obat yang sudah banyak digunakan di Indonesia. Tanaman pegagan yang dibudidayakan di lahan terbuka akan menghadapi kendala berupa semakin berkurangnya ketersediaan pegagan di alam dan kurangnya ilmu dalam pembudidayaannya. Maka dari itu diperlukan pembudidayaan pegagan untuk meningkatkan produkstivitasnya. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan yang disusun secara faktorial. Rancangan ini dilaksanakan dengan 8 taraf dan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Faktor pertama adalah media tanam yang terdiri atas dua taraf yaitu: Tanah (K0), Tanah + Sekam bakar 1:1 (K1), Tanah + Sekam bakar + Pupuk kandang sapi 1:1:1 (K2), Tanah + Sekam bakar + Pupuk kandang kambing 1:1:1 (K3). Faktor kedua adalah Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dari akar putri malu yang terdiri dari 4 taraf yaitu: Kontrol (P0), PGPR 10ml/L (P1), PGPR 15ml/L (P2), PGPR 20ml/L (P3). Perlakuan M2 memberikan hasil yang paling signifikan pada jumlah daun, jumlah stolon, analisis klorofil, dan berat kering daun. PGPR akar putri malu tidak memberikan hasil yang berbeda nyata antar perlakuan. Kombinasi PGPR akar putri malu dan media tanam tidak dapat meningkatkan produktivitas tanaman pegagan secara signifikan.
Studi Organisme Pengganggu Tanaman pada Bit Merah (Beta vulgaris L.) yang Dibudidayakan Dalam Greenhouse Dataran Rendah Aisyah, Mahindra Dewi Nur; Akhiriana, Enik; Hamawi, Mahmudah
Rekayasa Vol 16, No 3: Desember 2023
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v16i3.20058

Abstract

Beet (Beta vulgaris L) is a potential plant for producing sugar (sugar beet) and dye (beetroot). Therefore, there is a great opportunity to be cultivated in Indonesia because of the suitable climate. Beet plants can harvest twice a year and have a higher yield than in areas with subtropical climates. However, the presence of plant pests and disease organism attacks can be a limiting factor in beet production. This study aims to observe pests and diseases attack beet cultivated in greenhouses. The observation conducted for five months, from September 2022 to January 2023. The results showed that symptoms of pest and disease attacks beet are Spodoptera sp., Lyriomyza sp., tungau, Cercospora sp., Rhozoctonia sp., and Erysiphe sp.
Effectiveness of Bamboo Leaf Silica Applied with Nanosprayer and Growing Media on Yield of Red Beetroot (Beta vurgaris L.) Hamawi, Mahmudah; Etica, Use; Maulana, Ilham Insan
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 13 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v13i2.429-440

Abstract

Silica protects plants from abiotic stress. Planting media provides a place to grow and nutrition for plant growth. The research aims to study the effect of bamboo leaf silica dosage and growing media on the yield of red beets cultivated in the lowlands. The research was designed using a completely randomized factorial design (CRD) with two treatment factors. The first factor is the dose of bamboo leaf silica fertilizer (0 ppm, 0.15 ppm, 0.30 ppm, 0.45 ppm, 0.60 ppm). The second factor is the growing media (soil growing media; soil growing media + goat manure, and soil growing media + goat manure + husk charcoal). Research results: bamboo leaf silica dosage (0.3 ppm, 0.45 ppm and 0.60 ppm) affects the chlorophyll b and total chlorophyll. Growing media soil + goat manure + husk charcoal affects the length of red beet plants, number of leaves, diameter and length of red beetroots, wet weight and dry weight of red beetroots. Combination of growing media treatment (soil + goat manure + husk charcoal) with all doses of bamboo leaf silica increased the chlorophyll a, chlorophyll b and total chlorophyll. The sugar content of red beetroots was not influenced by the dose of bamboo leaf silica or the growing medium. Keywords: Chlorophyll, Husk Charcoal, Manure, Soil.
Effect of Temperature and N-Doping on the Distribution of Bamboo Waste Pyrolysis Products Using Quartz Tube Furnace Mufandi, Ilham; Kholis, Muhammad Nur; Hamawi, Mahmudah; Ardani, Much Taufik; Kusuma, Hafidha Ayu
Eksergi Vol 22 No 1 (2025)
Publisher : Prodi Teknik Kimia UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/eksergi.v22i1.14128

Abstract

This study investigates the effect of temperature and nitrogen doping (N-Doping) on the pyrolysis of bamboo waste to optimize the distribution of biochar, bio-oil, and gas products. Bamboo waste as raw material was applied to pyrolysis in a quartz tube furnace reactor at temperatures of 300°C, 400°C, 500°C, and 600°C under two atmospheric conditions: pyrolysis with nitrogen (PN) and pyrolysis without nitrogen (PWN). Results reveal that temperature significantly influences product distribution, with bio-oil yield peaking at 500°C (52% in PN) and decreasing at higher temperatures due to secondary cracking. Nitrogen doping enhances bio-oil production by preventing oxidation and reducing secondary reactions, leading to a bio-oil yield increase from 16.52% in PWN to 55.32% in PN at 500°C. Conversely, PWN conditions resulted in higher biochar yield due to partial oxidation. Gas yield increased at elevated temperatures in both conditions, attributed to thermal cracking and reformation processes. These findings emphasize the importance of controlled temperature and atmospheric conditions in maximizing the efficiency and product quality of bamboo waste pyrolysis. The results provide valuable insights into sustainable biomass conversion strategies, contributing to renewable energy development and bamboo waste valorization.
Karakter Morfologis Kultivar Padi Ketan Lokal Ponorogo Hamawi, Mahmudah; Setyaningrum, Haris; Etica, Use
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 47 No. 3 (2019): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.149 KB) | DOI: 10.24831/jai.v47i3.24568

Abstract

Morphological characters are basic characters to identify rice cultivars. The information of glutinous rice cultivars in Ponorogo is still very limited, therefore the exploration and characterization of the local cultivar are needed. The research aimed to explore and identify local cultivars based on morphological characters of plant, grain, and milled rice. The research was conducted on March-October 2018 at elevens subdistricts in Ponorogo. There were eleven cultivars have been collected and characterized, namely five white glutinous rice cultivars (Latisa, Tawon, Semok, Pelem, Genjah), three red glutinous rice cultivars (Garingan, Merah Pendek, Jowo), and three black glutinous rice cultivars (Wilis, Gundik, dan Gontor Bulu). The eleven cultivars were varied on plant height, panicle length, flowering time, number of tillers, grain size and shape, and the color of aleurone. The analysis of diversity and similarity on characters showed that all cultivars could be classified into four different groups. The first group was Latisa (Gontor Bulu), the second was Tawon group (Pelem), third was Genjah group (Garingan, Merah Pendek and Jowo), and the fourth was Wilis group (Gundik). Keywords: aleurone , diversity, exploration, rice grain, similarity