Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Konseling Individu dalam Upaya Pemulihan Psikis Anak Korban Pedofilia Di Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Provinsi Lampung Aisyah, Umi; Toharudin, Didin; Zuhdi, Muhammad Sholihuddin
Al Huwiyah: Journal of Woman and Children Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Al Huwiyah: Journal of Woman and Children Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/jwcs.v4i1.22981

Abstract

AbstrackUntil now, many children have become victims of pedophilic sexual crimes. Pedophilia is defined as a sexual disorder in which adults have sexual attraction or fantasies towards children or pre-pubertal children. Victims of pedophilic abuse experience many problems, not only physical problems but also psychological problems. Psychologically, they experience anxiety disorders, trauma, loss of self-confidence, fear of meeting other people, and become closed individuals and they will even become pedophiles if not handled properly. For this reason, there must be various efforts to help psychologically recover children who are victims of pedophilia, one of which can be through individual counseling. Individual counseling is an assistance service provided by a counselor to a client directly or face to face with the aim of resolving problems experienced by the client by making the client aware and developing the client's personality so that the client can anticipate the problems being faced. This research is a qualitative research with data collection using observation and semi-structured interviews to determine the process of implementing individual counseling in efforts to psychologically recover children who are victims of pedophilia which is carried out at the UPTD PPA in Lampung province.Keyword: Individual Counseling, pedophilia, psychological recoveryAbstrakHingga saat ini banyak anak yang menjadi korban kejahatan seksual pedofilia. Pedofilia didefinisikan sebagai kelainan seksual di mana orang dewasa memiliki ketertarikan atau fantasi seksual terhadap anak-anak atau anak pra-pubertas. Korban pelecehan pedofilia mengalami banyak permasalahan tidak hanya masalah fisik tetapi juga masalah psikis. Secara psikis mereka mengalami gangguan kecemasan, trauma, hilangnya kepercayaan diri, takut bertemu orang lain, dan menjadi pribadi yang tertutup dan bahkan mereka akan mejadi pelaku pedofil apabila tidak ditangani dengan tepat. Untuk itu harus ada berbagai upaya untuk membantu memulihkan secara psikis anak korban pedofilia salah satunya dapat melalui konseling individu. Konseling individu merupakan layanan bantuan yang diberikan oleh konselor kepada seorang klien secara langsung atau bertatap muka dengan tujuan untuk menyelesaikan masalah yang dialami klien dengan cara menyadarkan dan mengembangkan pribadi klien agar klien dapat mengantisipasi permasalahan yang sedang dihadapi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara semi terstruktur untuk mengetahui proses pelaksanaan konseling individu dalam upaya pemulihan psikis anak korban pedofilia yang dilakukan di UPTD PPA provinsi Lampung.Kata kunci: Konseling Individu, pemulihan psikis, pedofilia
Upaya Pembentukan Kepribadian Islami Santri melalui Layanan Bimbingan Kelompok di Pondok Pesantren Roudlatul Qur’an Metro Lampung Aisyah, Umi; Setiawati, Rini; Rosnawati, Dela
Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 9 No. 2 (2019): December
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/jbki.2019.9.2.170-180

Abstract

Each Santri who enters the boarding school has a different background both from the regional origin, language and economy. So that this difference often creates problems when they have to adjust to the new environment and new people as well. For this reason, the Islamic Boarding School of the Roudlatul Qur'an Metro made efforts to shape the Islamic personality of the santri using group guidance aimed at shaping the Islamic personality of the santri in accordance with Islamic teachings. This research includes field research with a qualitative approach and is descriptive in nature. Data sources in this study were 3 religious teachers and 5 religious students. Data collection methods were carried out using observation, interviews, and documentation methods. The data analysis technique uses interactive data analysis. The results of the research activities group guidance services carried out 3 times a week with the stages of the group namely the stage of formation, the transition phase and the stage of implementation of activities.
“Revitalisasi Madrasah Untuk Menghadapi Tantangan Globalisasi” Aisyah, Umi
Jurnal Tarbiyatuna Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madrasah mempunyai misi penting yaitu mempersiapkan generasi muda umat Islam untuk ikut berperan bagi pembangunan umat dan bangsa di masa depan. Madrasah merupakan lembaga pendidikan yang sangat dinamis. Interaksi madrasah dengan globalisasi yang berlangsung secara berkelanjutan dan secara tidak langsung akan berdampak pada pendidikan yang berlangsung di madrasah itu sendiri. Globalisasi tidak hanya membawa dampak positif bagi keberlangsungan madrasah di Indonesia tetapi juga membawa dampak negatif. Untuk itu diperlukan adanya upaya revitalisasi unsur pendidikan yang dimiliki agar menjadi lebih baik, sehingga sasaran dan proses pendidikan yang dilakukan dapat tercapai dan dilangsungkan dengan maksimal.
BIMBINGAN PRIBADI MELALUI PROGRAM ACITIVITY DAILY LIVING (ADL) UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ANAK TUNAGRAHITA DI PKLK (PENDIDIKAN KHUSUS LAYANAN KHUSUS) GROWING HOPE BANDAR LAMPUNG Aisyah, Umi; Berliana Putri, Stella Gitalaras Gitalaras
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 7 No 1 (2023): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jkp.v7i1.18775

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bimbingan pribadi melalui program acitivity daily living untuk meningkatkan kemandirian anak tunagrahita di PKLK Growing Hope Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskripsi analisis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan bimbingan pribadi untuk meningkatkan kemandirian anak tunagrahita di PKLK Growing Hope Bandar Lampung telah dilaksanakan melalui 3 tahap, yaitu: 1) Tahap Awal (perencanaan), yaitu penyesuaian dengan guru, teman, dan lingkungan, serta penjelasan tentang materi pembelajaran bertujuan agar anak tunagrahita dapat memahani maksud dan tujuan dari pembelajaran yang mereka dapatkan. 2) tahap Kerja (pelaksanaan), yaitu tahap inti pada program acitivity daily living disini mengguanakan metode demonstrasi, pemberian tugas, simulasi, dan karyawisata. Di tahap kerja ini anak tunagrahita sudah masuk program inti dari program acitivity daily living seperti pembelajaran tentang merawat diri, mengurus diri, menjaga diri, menolong diri sendiri, berkomunikasi, dan bersosialisasi. 3) Tahap Akhir, yaitu penutup kegiatan yang didalamnya mencakup kegiatan evaluasi, keberhasilan dan hambatan, dan tidak lanjut (follow up) sebelum guru pembimbing atau psikolog melakukan tindak lanjut mereka akan melakukan evaluasi terlebih dahulu sehingga mereka dapat mengukur kemampuan perkembangan anak tunagrahita.
BIMBINGAN KETERAMPILAN UNTUK MENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK DOWN SYNDROME DI SLB NEGERI PRINGSEWU LAMPUNG Cahyani, Arum; Aisyah, Umi
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 7 No 1 (2023): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jkp.v7i1.18988

Abstract

Anak down syndrome memiliki permasalahan yang terdapat pada kemandirian dan kreativitas sehingga menjadi hambatan pada kegiatannya di rumah maupun di sekolah. Mereka dihadapkan dengan masalah internal dalam mengembangkan dirinya melalui pendidikan yang diikutinya untuk itu mereka membutuhkan adanya bimbingan, salah satu bimbingan yang dapat diberikan adalah bimbingan keterampilan yang dapat membantu mengembangkan kemandirian dan kreativitas. Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pringsewu membantu para siswanya yang mengalami down syndrome dengan melakukan bimbingan ketrampilan dengan mengajarkan berbagai ketrampilan agar siswanya dapat mandiri dalam melakukan aktifitas sehari-hari dan memiliki kemampuan atau skill dalam berbagai bidang seperti tata boga, kecantikan dan lain sebagainya. Dalam penelitian ini penulis meneliti tentang pelaksanaan bimbingan ketrampilan yang dilaksanakan oleh SLB negeri Pringsewu. Berdasarkan hasil penelitian pelaksanaan bimbingan keterampilan untuk mengembangkan kreativitas anak down syndrome di SLB Negeri Pringsewu meliputi tiga tahapan yaitu pertama, tahap perencanaan yang meliputi penetapan materi layanan, tujuan yang ingin dicapai, sasaran kegiatan, bahan untuk bimbingan keterampilan, rencana penilaian, waktu dan tempat. Kedua, tahap pelaksanaan kegiatan yang meliputi pembentukan kelompok, pengenalan alat-alat keterampilan dan kegiatan bimbingan keterampilan. Ketiga, tahap evaluasi yaitu untuk mengetahui apakah pelaksanaan bimbingan ketrampilan terlaksana dengan baik ataui tidak.
Komunikasi Dakwah Dalam Konversi Nilai Pendidikan Agama Islam Guna Pembentukan Karakter Sosial Bermasyarakat Hidayat, Rahmat; Syarifudin, Syarifudin; Baharudin, Baharudin; Zamhariri, Zamhariri; Aisyah, Umi
Jurnal Khabar: Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 6 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : STAI Bumi Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37092/khabar.v6i1.811

Abstract

During the era of globalisation, we will be presented with the disharmony of the crisis of human values with the tension of Islamic norms along with the advancement of science and technology (IPTEK). Therefore, the correlation between aspects of religion / da'wah, social communication, and science needs to be integrated in the delivery of Islamic religious education and social character building. The main focus is how da'wah and Islamic religious education can build social character in accordance with Islamic values in the midst of rapid social change. The study presented in this research uses a literature review to collect, evaluate and synthesise information from various sources, thus building a comprehensive understanding of the topic discussed. This research found that da'wah and Islamic religious education are very important in building social character in accordance with Islamic values. The concept of effective da'wah communication can help in transforming the values of Islamic religious education into relevant da'wah applications in the modern era. Islamic religious education aims to improve the quality of human resources and create a decent situation for life and the environment. Da'wah and Islamic religious education have an important role in building social character in accordance with Islamic values. In the modern era, da'wah must be able to adapt to the development of science and technology and globalisation to remain relevant and effective. This research emphasises the importance of integration between da'wah and communication to achieve sustainable da'wah goals.
Contextualization of Abdurrahman Wahid's humanistic da’wah in cases of violation of human rights in Indonesia Rosidi, Rosidi; Musyafak, Najahan; Aisyah, Umi; Suslina, Suslina
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 43 No. 1 (2023)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v43.1.13389

Abstract

Purpose - Two things become the purpose of this paper. First, to describe Abdurahman Wahid's humanistic da’wah. Second, to read the contextualization of humanistic da’wah on Human Rights Abuse.Method - This paper applied Creswell's phenomenology in seeing the phenomena of Human Rights abuse. The data was taken from documents with humanistic da’wah and Abdurrahman Wahid's humanistic da’wah, along with human rights abuse cases that occurred, either from books, journals, news, or relevant online sources. The data was then analyzed descriptively.Results  -  The research results show that: first, based on the reading of Abdurrahman Wahid's humanistic da’wah, humanization was performed based on its role as a da’i, author, activist, or nationalist. Humanization was visible from the writings published in books or printed media,  the attitude of being aligned to the oppressed through speeches as his plea towards the oppressed, and the policy issued through revocation of President Instruction number 14 of 1967 replaced by President Decree Number 6 of 2000. Second, in the context of human rights abuse, humanistic da’wah could be performed through 4 (four) aspects: da’i, material, method, and mad’u. From the aspect of da’i, humanistic da’wah could be achieved by anyone. However, people with power and authority will have a more significant impact. The material in humanistic da’wah should be about pluralism, justice, equality, and affection (anti-violence). The methods used were policy advocacy, assistance for the victims, and a massive community awareness movement. While mad’u from humanistic da’wah means everyone, disregarding their sex, social class, race, religion, age, and disabilities.Implication – This result suggests improving the skills performance in da’wah strategy, messages, and methods related to social problems.Originality - This research is a complementary study of the previous works, which focus on Abdurrahman Wahid's role in performing da’wah based on his authority. This study emphasizes the four aspects of humanity which could be applied for da’i to accomplish the humanitarian phenomena.***Tujuan - Dua hal yang menjadi tujuan dari tulisan ini. Pertama, untuk mendeskripsikan dakwah humanistik Abdurahman Wahid. Kedua, membaca kontekstualisasi dakwah humanistik tentang Pelanggaran HAM.Metode - Artikel ini menerapkan fenomenologi Creswell dalam melihat fenomena pelanggaran HAM. Data diambil dari dokumen dakwah humanistik dan dakwah humanistik Abdurrahman Wahid, beserta kasus-kasus pelanggaran HAM yang terjadi, baik dari buku, jurnal, berita, maupun sumber online yang relevan. Data kemudian dianalisis secara deskriptif.Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, berdasarkan pembacaan dakwah humanistik Abdurrahman Wahid, humanisasi dilakukan berdasarkan perannya sebagai da’i, penulis, aktivis, atau nasionalis. Humanisasi itu terlihat dari tulisan-tulisan yang dimuat dalam buku atau media cetak, sikap berpihak kepada yang tertindas melalui pidato-pidato sebagai pembelaannya terhadap yang tertindas, dan kebijakan yang dikeluarkan melalui pencabutan Instruksi Presiden nomor 14 tahun 1967 diganti dengan Keppres Nomor 6 Tahun 2000. Kedua, dalam konteks pelanggaran HAM, dakwah humanistik dapat dilakukan melalui 4 (empat) aspek: da’i, materi, metode, dan mad’u. Dari aspek da’i, dakwah humanistik dapat dilakukan oleh siapa saja. Namun, orang dengan kekuasaan dan otoritas akan memiliki dampak yang lebih signifikan. Materi dakwah humanistik harus tentang pluralisme, keadilan, kesetaraan, dan kasih sayang (anti kekerasan). Metode yang digunakan adalah advokasi kebijakan, pendampingan korban, dan gerakan penyadaran masyarakat secara masif. Sedangkan mad’u dari dakwah humanistik berarti semua orang, tidak memandang jenis kelamin, kelas sosial, ras, agama, usia, dan kecacatan.Implikasi – Hasil ini menyarankan peningkatan kinerja keterampilan dalam strategi dakwah, pesan, dan metode yang berkaitan dengan masalah sosial.Orisinalitas - Penelitian ini merupakan studi pelengkap dari karya-karya sebelumnya, yang berfokus pada peran Abdurrahman Wahid dalam melakukan dakwah berdasarkan otoritasnya. Kajian ini menekankan pada empat aspek kemanusiaan yang dapat diterapkan da’i untuk menyelesaikan fenomena kemanusiaan.
Model Teoritik Prestasi Akademik Mahasantri Ma’had Al Jamiah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Zuhdi, Muhammad Sholihuddin; Fauzan, Ahmad; Aisyah, Umi
Nusantara of Research : Jurnal Hasil-hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/nor.v12i1.21466

Abstract

Mahasantri have heavier study demands than students who only attend lectures because Mahasantri must participate in activities at the dormitory and on campus. The purpose of this study is to develop and test a theoretical model of academic achievement for Mahasantri at Ma'had al-Jami'ah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, which involves three main psychological constructs: self-regulation, self-esteem, and achievement motivation. This study employs a quantitative approach using a theoretical model development research design, followed by statistical testing using Structural Equation Modeling (SEM). The study involved a sample size of 180 Mahasantri, who were deemed suitable and met the criteria for SEM analysis using the Maximum Likelihood method. The results of this study successfully developed a theoretical model explaining that academic achievement (PA) of Mahasantri is significantly influenced by self-esteem (HD), self-regulation (RD), and achievement motivation (MB) of Mahasantri.