Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Sustainable Financial Literacy: Lessons from Traditional Practices Romi Kurniadi; Nurmala Sari; Novia Sri Dwijayanti
Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Yayasan Keluarga Guru Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46843/jiecr.v6i3.2370

Abstract

The study investigates the role of indigenous knowledge in shaping green financial literacy within households residing near the Batang Hari River, Jambi, Indonesia, addressing the gap between traditional practices and modern sustainability goals. Employing a qualitative ethnographic approach, the research investigates how traditional values such as frugality, resource sharing, and sustainable asset management are embedded in household financial practices. The findings reveal that families prioritize saving, invest in eco-friendly technologies, and adopt sustainable consumption patterns, such as reducing plastic use and utilizing organic fertilizers. These practices enhance both financial resilience and environmental sustainability. A key contribution of this study is its innovative approach to combining local wisdom with modern green finance principles, offering a culturally relevant framework for financial literacy. The intergenerational transmission of these values ensures long-term sustainability, emphasizing the role of families in promoting eco-conscious financial behaviors. This research provides valuable insights for policymakers and educators to design green financial education programs rooted in local culture, ensuring broader accessibility and impact. By bridging traditional knowledge with contemporary sustainability goals, this study contributes to developing a unique framework for fostering financial and environmental resilience in communities facing economic and ecological challenges.
Model pals dalam pembelajaran kolaboratif pendidikan ekonomi: a systematic literature review tentang kompetensi interkultural Novia Sri Dwijayanti; Nurmala Sari; Iwan Putra; Arpizal; Hidayati
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 4 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1189000

Abstract

Kompetensi interkultural menjadi kompetensi kunci yang harus dikembangkan dalam pembelajaran Pendidikan Ekonomi untuk menjawab tantangan globalisasi dan keberagaman sosial-budaya. Salah satu pendekatan yang dinilai relevan adalah Peer Assisted Learning Strategies (PALS) sebagai model pembelajaran kolaboratif yang menekankan interaksi sebaya dan konstruksi pengetahuan bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dan pola implementasi PALS dalam pembelajaran Pendidikan Ekonomi, menganalisis kontribusinya terhadap pengembangan kompetensi interkultural mahasiswa, serta mengkaji tantangan penelitian terkait implementasi PALS berbasis kompetensi interkultural. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti protokol PRISMA. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, meliputi relevansi topik, konteks pendidikan ekonomi, dan rentang publikasi sepuluh tahun terakhir. Artikel terpilih kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik, yang bertujuan mengidentifikasi pola tema utama terkait desain pembelajaran kolaboratif, dimensi kompetensi interkultural, pendekatan metodologis, serta dampaknya terhadap capaian pembelajaran ekonomi. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data Scopus, Web of Science, DOAJ, dan Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2014–2024. Dari 326 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 32 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PALS umumnya diimplementasikan melalui strategi tutor sebaya, diskusi berpasangan, dan kerja kelompok terstruktur, serta memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan kompetensi interkultural mahasiswa, khususnya pada dimensi kesadaran budaya, komunikasi lintas budaya, empati, keterbukaan terhadap perbedaan, dan kemampuan kolaborasi. Namun, kajian yang secara spesifik mengintegrasikan PALS dan kompetensi interkultural dalam konteks Pendidikan Ekonomi masih terbatas, sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan desain yang lebih kontekstual dan longitudinal.