Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Model pals dalam pembelajaran kolaboratif pendidikan ekonomi: a systematic literature review tentang kompetensi interkultural Novia Sri Dwijayanti; Nurmala Sari; Iwan Putra; Arpizal; Hidayati
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 4 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1189000

Abstract

Kompetensi interkultural menjadi kompetensi kunci yang harus dikembangkan dalam pembelajaran Pendidikan Ekonomi untuk menjawab tantangan globalisasi dan keberagaman sosial-budaya. Salah satu pendekatan yang dinilai relevan adalah Peer Assisted Learning Strategies (PALS) sebagai model pembelajaran kolaboratif yang menekankan interaksi sebaya dan konstruksi pengetahuan bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dan pola implementasi PALS dalam pembelajaran Pendidikan Ekonomi, menganalisis kontribusinya terhadap pengembangan kompetensi interkultural mahasiswa, serta mengkaji tantangan penelitian terkait implementasi PALS berbasis kompetensi interkultural. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti protokol PRISMA. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, meliputi relevansi topik, konteks pendidikan ekonomi, dan rentang publikasi sepuluh tahun terakhir. Artikel terpilih kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik, yang bertujuan mengidentifikasi pola tema utama terkait desain pembelajaran kolaboratif, dimensi kompetensi interkultural, pendekatan metodologis, serta dampaknya terhadap capaian pembelajaran ekonomi. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data Scopus, Web of Science, DOAJ, dan Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2014–2024. Dari 326 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 32 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PALS umumnya diimplementasikan melalui strategi tutor sebaya, diskusi berpasangan, dan kerja kelompok terstruktur, serta memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan kompetensi interkultural mahasiswa, khususnya pada dimensi kesadaran budaya, komunikasi lintas budaya, empati, keterbukaan terhadap perbedaan, dan kemampuan kolaborasi. Namun, kajian yang secara spesifik mengintegrasikan PALS dan kompetensi interkultural dalam konteks Pendidikan Ekonomi masih terbatas, sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan desain yang lebih kontekstual dan longitudinal.
PERSEPSI GURU EKONOMI TERHADAP PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA DENGAN PENDEKATAN DEEP LEARNING DI SMA NEGERI 1 TANJUNG JABUNG TIMUR Silvi Oktaviani; Muazza Muazza; Novia Sri Dwijayanti
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Regular Issue (In Progress)
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v11i2.2060

Abstract

This This study aims to describe teachers' understanding of the Independent Curriculum and the Deep Learning approach, analyze its application in economics learning, and identify challenges and strategies used by teachers at SMA Negeri 1 Tanjung Jabung Timur. This study used a qualitative approach with a descriptive phenomenological approach. The research subjects consisted of economics teachers as the primary informants, and the principal and vice principal for curriculum as supporting informants selected through purposive sampling. Data collection was conducted through interviews, observation, and documentation, while data analysis included data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that teachers had a fairly good understanding of the Independent Curriculum and the Deep Learning approach. Learning implementation was carried out through planning, implementation, and evaluation stages that led to active, contextual learning oriented toward students' in-depth understanding. However, implementation still faced obstacles such as limited facilities, teacher readiness, and differences in student abilities. To overcome these obstacles, teachers implemented adaptive strategies such as the use of interactive methods, material adjustments, and collaboration and reflection on learning.
Potensi Pendidikan Keluarga dan Kearifan Lokal dalam Mendukung Promosi Literasi Keuangan Hijau Romi Kurniadi; Nurmala Sari; Novia Sri Dwijayanti
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 5 (2025): September 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.5.1269-1279

Abstract

Meskipun dampak industri terhadap lingkungan lebih besar dibandingkan aktivitas rumah tangga, peran keluarga tetap penting dalam mendorong literasi keuangan hijau. Keuangan hijau berkembang sebagai instrumen mendukung pembangunan berkelanjutan melalui investasi yang ramah lingkungan. Penelitian ini menelaah potensi pendidikan keluarga dan kearifan lokal dalam promosi literasi keuangan hijau dengan pendekatan systematic literature review (SLR). SLR dipilih karena kemampuannya menyaring dan menyintesis literatur relevan secara sistematis, sehingga menghadirkan gambaran komprehensif sekaligus mengidentifikasi kesenjangan penelitian. Proses SLR meliputi perumusan pertanyaan penelitian, penelusuran literatur akademik dengan kata kunci “kearifan lokal”, “pendidikan keluarga”, dan “keuangan hijau”, serta pengumpulan data menggunakan aplikasi Publish or Perish. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik kearifan lokal dan nilai keluarga dapat dimobilisasi sebagai media efektif meningkatkan literasi keuangan hijau. Integrasi kearifan lokal dengan pendidikan keluarga berpotensi memperkuat pemahaman keuangan yang selaras dengan prinsip keberlanjutan. Rekomendasi penelitian lebih lanjut menekankan pentingnya studi empiris yang menilai dampak konkret praktik kearifan lokal dalam konteks keluarga terhadap literasi keuangan hijau di berbagai komunitas. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam merumuskan metode yang menggabungkan pengelolaan sumber daya tradisional dan strategi keuangan modern, sehingga tercipta model literasi keuangan hijau yang berkelanjutan dan inklusif.
MEWUJUDKAN ENTREPENEUR EDUKATIF: STRATEGI PENYUSUNAN BUSINESS PLAN BAGI MAHASISWA FKIP UNIVERSITAS JAMBI Novia Sri Dwijayanti; Iwan Putra; Arpizal arpizal; Hidayati hidayati; Dwi Rayana Siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5788

Abstract

ABSTRACTThe progress of the digital era requires university graduates, including students from the Faculty of Education and Teacher Training (FKIP), to possess not only pedagogical competence but also entrepreneurial skills. However, the reality shows that the majority of FKIP students still face limitations in systematically formulating and implementing business ideas. This research aims to analyze effective business plan development strategies in realizing educational entrepreneurship within the Faculty of Education and Teacher Training (FKIP) at Jambi University. The research method applied is a descriptive qualitative approach using observation, interviews, and document analysis of entrepreneurship training participants and their supervising lecturers. The research findings indicate that students' understanding of business plan components significantly improved after receiving project-based and case study guidance. Collaborative learning strategies, the integration of entrepreneurship theory into education, and the utilization of digital technology are key factors supporting the program's success. The conclusion of this study confirms that developing a focused and contextual business plan can cultivate innovative, independent, and education-problem-solving-oriented educational entrepreneurial characters. This finding is expected to serve as the basis for developing an entrepreneurship curriculum at FKIP, which aims to cultivate future educators with an entrepreneurial spirit.Keywords: entrepreneur edukatif, business plan, FKIP Students ABSTRAKKemajuan era digital mengharuskan lulusan universitas, termasuk mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), untuk memiliki kompetensi tidak hanya dalam pedagogi tetapi juga dalam keterampilan kewirausahaan. Namun, kenyataannya menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa FKIP masih mengalami keterbatasan dalam merumuskan dan menerapkan ide bisnis secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penyusunan rencana bisnis yang efektif dalam mewujudkan kewirausahaan edukatif di lingkungan FKIP Universitas Jambi. Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen terhadap mahasiswa peserta pelatihan kewirausahaan serta dosen pembimbing. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa tentang komponen rencana bisnis meningkat secara signifikan setelah menerima bimbingan berbasis proyek dan studi kasus. Strategi pembelajaran kolaboratif, integrasi teori kewirausahaan dalam pendidikan, dan pemanfaatan teknologi digital merupakan faktor utama yang mendukung keberhasilan program. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penyusunan business plan yang terarah dan kontekstual dapat membentuk karakter entrepreneur edukatif yang inovatif, mandiri, dan berfokus pada pemecahan masalah pendidikan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan kurikulum kewirausahaan di FKIP, yang bertujuan untuk menumbuhkan calon pendidik dengan jiwa kewirausahaan.Kata Kunci: Entrepeneur edukatif, business plan, mahasiswa FKIP
PELATIHAN GENERATIVE ARTIFICIAL INTELLIGENCE (GEN-AI) UNTUK MENINGKATKAN INOVASI PEMBELAJARAN Rosmiati Rosmiati; Iwan Putra; Novia Sri Dwijayanti; Nurmala Sari; Romi Kurniadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5789

Abstract

ABSTRACTThe rapid development of digital technology requires teachers to adapt to innovations in artificial intelligence (AI)-based learning. However, many madrasah teachers still lack the literacy and skills to utilize Generative Artificial Intelligence (Gen-AI) as a learning tool. This problem was the basis for conducting Gen-AI training at MTsN 2 Tanjungjabung Barat. This study aims to improve teachers' competence in integrating Gen-AI technology into creative, interactive, and efficient learning processes. The method used is a descriptive approach with a participatory training model, involving 25 subject teachers as participants. The activity was carried out in three stages, namely socialization and introduction to the concept of Gen-AI, practical training in the use of Gen-AI applications (such as ChatGPT, Canva AI, and Gemini), and evaluation of teachers' abilities in applying the training results. The results of the study showed a significant increase in teachers' knowledge, skills, and attitudes towards the use of AI technology in learning, with an average increase in competency scores of 35%. Participants also showed high enthusiasm and began to implement the training results in the creation of teaching tools and digital learning media. The conclusion of this study shows that Gen-AI training is effective in improving digital literacy and encouraging learning innovation in madrasahs.Keywords: Generative Artificial Intelligence, teacher training, digital learning, technological literacy, educational innovation.ABSTRAKPerkembangan teknologi digital yang pesat menuntut guru untuk beradaptasi dengan inovasi pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Namun, masih banyak guru madrasah yang belum memiliki literasi dan keterampilan dalam memanfaatkan Generative Artificial Intelligence (Gen-AI) sebagai alat bantu pembelajaran. Permasalahan tersebut menjadi dasar dilaksanakannya kegiatan pelatihan Gen-AI di MTsN 2 Tanjungjabung Barat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi Gen-AI ke dalam proses pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan efisien. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan model participatory training, melibatkan 25 guru mata pelajaran sebagai peserta. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu sosialisasi dan pengenalan konsep Gen-AI, pelatihan praktik penggunaan aplikasi Gen-AI (seperti ChatGPT, Canva AI, dan Gemini), serta evaluasi kemampuan guru dalam penerapan hasil pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap guru terhadap penggunaan teknologi AI dalam pembelajaran, dengan rata-rata peningkatan skor kompetensi sebesar 35%. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dan mulai mengimplementasikan hasil pelatihan dalam pembuatan perangkat ajar dan media pembelajaran digital. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan Gen-AI efektif dalam meningkatkan literasi digital serta mendorong inovasi pembelajaran di lingkungan madrasah.Kata Kunci: Generative Artificial Intelligence, pelatihan guru, pembelajaran digital, literasi teknologi, inovasi pendidikan.
PELATIHAN TECHNOPRENEURSHIP PEMBUATAN MEDIA EDUKATIF RAMAH LINGKUNGAN BERBASIS GREEN ECONOMY PADA SISWA SMP 2 KERINCI Sahara Sahara; Iwan Putra; Nurmala Sari; Novia Sri Dwijayanti; Dwi Rayana Siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5413

Abstract

ABSTRACTThe training and technical assistance activities on technopreneurship for the creation of eco-friendly educational media based on the green economy were carried out with students of SMP Negeri 2 Kerinci as an effort to foster creativity, innovation, and entrepreneurial spirit from an early age. This program was designed to integrate the concept of environmental sustainability with the development of entrepreneurial skills (edupreneurship), enabling students not only to produce educational media that are useful for the learning process but also to have economic value. The methods applied included the dissemination of green economy concepts, practical training in creating educational media from recycled materials, and technical assistance throughout the production process to simple marketing. The results of the activities indicated an increase in students’ understanding of the importance of environmental friendliness in entrepreneurship, improvement of skills in creating creative products, and the growth of motivation to develop business ideas based on education and the environment. Therefore, this program is expected to serve as an initial step in building a culture of edupreneurship among students, in line with the principles of sustainable development.Keywords: Technopreneurship, green economy, educational media, edupreneurship, students ABSTRAKKegiatan pelatihan dan pendampingan teknis technopreneurship pembuatan media edukatif ramah lingkungan berbasis green economy dilaksanakan pada siswa SMP Negeri 2 Kerinci sebagai upaya menumbuhkan jiwa kreatif, inovatif, dan berwirausaha sejak dini. Program ini dirancang untuk mengintegrasikan konsep keberlanjutan lingkungan dengan pengembangan keterampilan kewirausahaan (edupreneurship), sehingga siswa tidak hanya mampu menghasilkan produk media edukatif yang bermanfaat dalam proses pembelajaran, tetapi juga memiliki nilai ekonomis. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi konsep green economy, pelatihan keterampilan praktis pembuatan media edukatif dari bahan daur ulang, serta pendampingan teknis dalam proses produksi hingga pemasaran sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya ramah lingkungan dalam wirausaha, keterampilan dalam menciptakan produk kreatif, serta tumbuhnya motivasi untuk mengembangkan ide-ide usaha berbasis pendidikan dan lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya edupreneurship di kalangan pelajar, yang selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.Kata Kunci: technopreneurship, green economy, media edukatif, edupreneurship, siswa
PENGARUH PENGALAMAN MBKM MAGANG KEPENDIDIKAN DAN SELF EFFICACY MENGAJAR TERHADAP INTENSI MENJADI GURU PADA MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI ANGKATAN 2022-2023 UNIVERSITAS JAMBI Mey Lina Mariani Sipayung; Arpizal Arpizal; Novia Sri Dwijayanti
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2026): Regular Issue (In Progress)
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v11i3.2136

Abstract

This study aims to analyze the effect of MBKM educational internship experience and teaching self-efficacy on students’ intention to become teachers among Economics Education students of the 2022–2023 cohort at Universitas Jambi. This research employed a quantitative approach using a saturated sampling technique involving 57 respondents. Data were collected through a Likert-scale questionnaire that had been tested for validity and reliability, and analyzed using descriptive analysis, prerequisite tests, and multiple linear regression to examine both partial and simultaneous effects. The results indicate that MBKM educational internship experience does not have a significant effect on the intention to become a teacher (sig. 0.085 > 0.05), while teaching self-efficacy has a positive and significant effect (sig. 0.000 < 0.05). Simultaneously, both variables significantly influence students’ intention to become teachers (sig. 0.000 < 0.05). The novelty of this study lies in the finding that teaching self-efficacy plays a more dominant role than internship experience in shaping students’ intention to pursue a teaching career, highlighting the importance of strengthening psychological aspects in fostering interest in the teaching profession.
PERSEPSI GURU EKONOMI TERHADAP PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA DENGAN PENDEKATAN DEEP LEARNING DI SMA NEGERI 1 TANJUNG JABUNG TIMUR Silvi Oktaviani; Muazza Muazza; Novia Sri Dwijayanti
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v11i2.2060

Abstract

This This study aims to describe teachers' understanding of the Independent Curriculum and the Deep Learning approach, analyze its application in economics learning, and identify challenges and strategies used by teachers at SMA Negeri 1 Tanjung Jabung Timur. This study used a qualitative approach with a descriptive phenomenological approach. The research subjects consisted of economics teachers as the primary informants, and the principal and vice principal for curriculum as supporting informants selected through purposive sampling. Data collection was conducted through interviews, observation, and documentation, while data analysis included data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that teachers had a fairly good understanding of the Independent Curriculum and the Deep Learning approach. Learning implementation was carried out through planning, implementation, and evaluation stages that led to active, contextual learning oriented toward students' in-depth understanding. However, implementation still faced obstacles such as limited facilities, teacher readiness, and differences in student abilities. To overcome these obstacles, teachers implemented adaptive strategies such as the use of interactive methods, material adjustments, and collaboration and reflection on learning.