Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

ANALISIS KADAR FLAVONOID EKSTRAK ETANOL KULIT PEPAYA CALIFORNIA (Carica papaya L.) MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Jannah, Syauqul; Indrawati, Fifi; Lestari, Gina
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.18584

Abstract

Kulit buah papaya California (Carica Papaya L.) memiliki metabolit sekunder, termasuk alkaloid, tanin, steroid atau triterpenoid, saponin, dan flavonoid. Metabolit sekunder ini bertindak sebagai antioksidan, antiinflamasi, antialergi, dan antihipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan dan menetapkan kadar senyawa flavonoid dalam Ekstrak Etanol Kulit Buah Pepaya California (Carica Papaya L.) menggunakan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%.Senyawa flavonoid juga diuji dengan pereaksi serbuk logam Mg dan HCl Pekat. Selain itu, dilakukan pemeriksaan penegasan kromatografi lapis tipis. Selanjutnya, menggunakan kuarsetin sebagai bahan baku pembanding, panjang gelombang maksimum diukur dan penetapan kadar flavonoid ditentukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasilnya ditunjukkan dalam µg/ml, atau kesetaraan kuarsetin.Perubahan warna dari cokelat tua ke jingga menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah papaya California (Carica Papaya L.) mengandung flavonoid. Hasil uji kromatografi lapis tipis menunjukkan nilai Rf rata-rata 0,35%; kadar flavonoid ditemukan dengan spektrofotometri UV-vis pada 5,888%; dan nilai standar kandungan flavonoid rata-rata tidak lebih dari 15%. Semakin tinggi kadar flavonoid, semakin besar manfaat antioksidan yang ditawarkan.
Implementasi Model Problem-Based Learning (PBL) dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kolaborasi Siswa SMK pada Mata Pelajaran Produktif Lestari, Gina; Dewi Hartono, Citra
Journal of Modern Social and Humanities Vol. 1 No. 3: Journal of Modern Social and Humanities, May 2025
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jmsh.v1i3.154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan model Problem-Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi siswa SMK pada mata pelajaran produktif. Metode yang digunakan adalah pretest-posttest dengan desain eksperimen untuk mengukur perubahan kemampuan siswa sebelum dan setelah penerapan model PBL. Fokus utama penelitian ini adalah pada pengembangan keterampilan abad 21 yang meliputi kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas siswa, yang menjadi kompetensi kunci dalam pendidikan vokasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMK yang mengikuti mata pelajaran produktif di salah satu SMK di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi siswa setelah penerapan model PBL. Temuan ini menunjukkan bahwa model PBL dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan keterampilan abad 21 pada siswa SMK, yang relevan dengan tuntutan dunia kerja yang semakin dinamis. Oleh karena itu, PBL dapat diterapkan secara lebih luas dalam pendidikan vokasi untuk mendukung pengembangan kompetensi siswa yang siap menghadapi tantangan global.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ISPA ANAK RAWAT INAP DI RSUD KEPAHIANG Fauziah, Dewi Winni; Mulyani, Elly; Lestari, Gina
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.24361

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi faktor utama yang menyebabkan tingginya angka kesakitan dan kematian pada anak-anak di Indonesia. Meskipun mayoritas kasus ISPA dipicu oleh infeksi virus, antibiotik kerap diresepkan, yang berpotensi memicu terjadinya resistensi apabila penggunaannya tidak dilakukan secara tepat. Evaluasi penggunaan antibiotik diperlukan untuk menilai ketepatan indikasi, obat, dosis, dan rute pada pasien anak. Penelitian ini menerapkan desain penelitian non-eksperimental dengan pendekatan observasional deskriptif, dimana data dikumpulkan secara retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis pasien anak dengan ISPA yang menjalani rawat inap di RSUD Kabupaten Kepahiang periode Januari–Desember 2024, menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 66 pasien. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan mengacu pada pedoman DiPiro edisi ke-7 dan ke-9. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien ISPA berada pada rentang usia 1–5 tahun (57,58%) dan didominasi oleh pasien laki-laki (60,61%). Hasil evaluasi penggunaan antibiotik menunjukkan ketepatan indikasi sebesar 60,61%, ketepatan pemilihan obat 60,61%, ketepatan dosis 98,48%, serta ketepatan rute pemberian mencapai 100%.
SKRINING RESEP SECARA ADMINISTRASI, FARMASETIK DAN KLINIS PADA PASIEN RAWAT JALAN APOTEK X DIKOTA BENGKULU TAHUN 2023 Lestari, Gina; Astuti, Ranny Puji; Dharmayanti, Luky
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.23235

Abstract

Skrining resep secara administrasi, farmasetik dan  klinik merupakan  Penelaahan resep memegang peranan penting dalam proses peresepan karena dapat berkontribusi dalam menurunkan risiko medication error.  Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui persentase kelengkapan resep pada pasien rawat jalan  pada  apotek X Kota Bengkulu Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang data bersifat retrospektif, pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan kriteria inklusi semua resep yang masuk di apotek X baik dari dalam apotek maupun dari luar apotek pada tahun 2023 dan kriteria eksklusi resep yang sudah rusak atau robek, resep yang tidak terbaca dan resep yang tidak memiliki kop resep/hanya lembaran kertas biasa. Hasil penelitian menunjukkan kelengkapan resep secara administrasi 71,28% (meliputi kelengkapan nama pasien, alamat pasien, umur pasien, berat badan, jenis kelamin, nama dokter, alat dokter, SIP dokter, nomor telepon dokter dan paraf dokter), kelengkapan aspek farmasetik sebesar 72,75% (yang meliputi nama obat, bentuk sediaan obat, kekuatan obat, jumlah obat dan ketercampuran obat) dan aspek farmasi klinis 61,90% (meliputi aspek ketepatan indikasi dan dosis, aturan pakai, polifarmasi, reaksi obat dan kontraindikasi dan interaksi obat).
UJI EFEKTIVITAS PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT II A SEDIAAN NANO GEL EKSTRAK BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior) PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) Safitri, Anjela; Lestari, gina; Yanuarto, Tri
Jurnal Komunitas Farmasi Nasional Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Komunitas Farmasi Nasional
Publisher : Akademi Farmasi Yarsi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka bakar derajat II A merupakan kondisi luka memberikan dampak pada rusaknya bagian epidermis dan sebagian dermis sehingga membutuhkan penanganan yang tepat sehingga semakin cepat tahapan penyembuhan. Riset yang dilakukan tujuannya mengevaluasi keefektifan sediaan nano gel diformulasikan dari kandungan bunga kecombrang (Etlingera elatior) untuk menyembukan akibat luka bakar mencit jantan (Mus musculus). Bunga kecombrang bisa memberikan pengetahuan kandungan senyawa aktif flavonoid, saponin, dan tanin mempunyai bersifat antiinflamasi dan antibakteri. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan tiga variasi konsentrasi nano gel (3%, 5%, dan 7%). Pengujian sediaan mencakup pemeriksaan organoleptik, homogenitas, pH, kemampuan sebar, daya lekat, dan viskositas. Uji efektivitas dilakukan dengan mengoleskan sediaan pada luka bakar buatan di punggung mencit dan dilakukan pengamatan 14 hari. Penelitian yang dilakukan semua formulasi mempunyai ciri pada bagian fisik yang baik. Pada uji efektivitas, formulasi dengan konsentrasi 7% mampu menyembukan luka lebih singkat melalui persentase penyembuhan sebesar 48%. Hal ini membuktikan bahwa nano gel ekstrak bunga kecombrang berpotensi berpotensi menjadi terapi topikal berbasis alami untuk luka bakar derajat II A.