Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Guided Discovery Learning Berbantuan Video Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Peserta Didik Kelas VIII MTsN 4 Padang Pariaman Gusti Desmiyanti; Andi Susanto; Fitria Mardika
Delta: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2023): DELTA : JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/delta.v11i2.2927

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik kelas VIII MTsN 4 Padang Pariaman. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan model pembelajaran berbasis penemuan berbantuan video pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik kelas VIII MTsN 4 Padang Pariaman yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran penemuan terbimbing berbantuan video pembelajaran lebih tinggi dari pada kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik yang menggunakan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah quasy experiment dengan rancangan randomized control group only design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas VIII MTsN 4 Padang Pariaman sebanyak 157 peserta didik, teknik pengambilan sampel dengan random sampling maka sampel yang terpilih adalah peserta didik kelas VIII.5 sebagai kelas eksperimen dan peserta didik kelas VIII.1 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan pemahaman konsep matematis yang dianalisis dengan uji-t. Berdasarkan hasil tes yang telah dilakukan, diperoleh nilai rata-rata tes kemampuan pemahaman konsep matematis di kelas eksperimen 83,32 dan nilai rata-rata kelas kontrol 66,16. Setelah dilakukan uji hipotesis menggunakan uji-t, dengan ???? = 0,05 pada taraf kepercayaan 95% pada kemampuan pemahaman konsep matematis diperoleh ???? ℎ i ???????????? g(2,8 > ???? ???????????????????? (1,67) maka keputusannya adalah ???? 0 ditolak dan ???? 1 diterima, artinya kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik kelas VIII MTsN 4 Padang Pariaman dengan menggunakan model pembelajaran guided discovery learning berbantuan video pembelajaran lebih tinggi dari pada kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik kelas kontrol yang tidak menggunakan model pembelajaran penemuan terbimbing belajar berbantuan video pembelajaran. 
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PESERTA DIDIK BERDASARKAN GAYA KOGNITIF Mardika, Fitria; Maulidya , Sity Rahmy
JP2MS Vol 7 No 3 (2023): Desember
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.7.3.403-411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik berdasarkan gaya kognitif, yang terbagi menjadi field independent dan field dependent. Kemampuan pemecahan masalah yang dievaluasi mencakup empat indikator utama, yaitu memahami masalah, menyusun rencana pemecahan masalah, melaksanakan rencana penyelesaian masalah, dan melakukan pengecekan kembali. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini terdiri dari 154 peserta didik kelas VIII SMPN 1 Kota Pariaman, dengan sampel sebanyak 64 orang yang dipilih secara acak. Sampel kemudian dikelompokkan berdasarkan angket gaya kognitif dan diberikan tes kemampuan pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik dengan gaya kognitif field independent lebih tinggi dibandingkan dengan peserta didik yang memiliki gaya kognitif field dependent. Namun, ditemukan bahwa peserta didik dengan gaya kognitif field dependent memperoleh nilai yang lebih tinggi pada indikator menyusun rencana pemecahan masalah jika dibandingkan dengan peserta didik yang memiliki gaya kognitif field independent.
ANALISIS SELF EFFICACY PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE, CREATE, SHARE Azzahra, Bilqis Aulia; Fitriza, Rozi; Mardika, Fitria
Math Educa Journal Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/mej.v7i2.7053

Abstract

Self efficacy is a basic belief in learning, especially learning mathematics, because self efficacy can have a strong effect that can show students' self-confidence, when students have a high self-efficacy category, students can solve problems in learning mathematics well. This study aims to analyze the self efficacy of students in learning mathematics with the Search, Solve, Create, Share (SSCS) learning model. This research is a descriptive quantitative research. The subjects in the study were students of class VIII SMPN 8 Bukittinggi and a sample of 30 people. The instrument used is a self efficacy questionnaire. The data analysis technique uses descriptive statistical analysis using the percentage of degrees of achievement. The results of the study were obtained that the self efficacy of students with the learning model given search, solve, create share there were 8 students in the high category, 21 students in the high enough category, and 1 student in the medium category. While overall the degree of achievement of students' self efficacy is in the high enough category. Where for each dimension of students' self efficacy is also in the high enough category.
Analysis of the Readiness of Lectures in Mathematics Education Study Program to Implementation of the Independent Learning Curriculum for Independent Campus (MBKM Mardika, Fitria; Putri Utami, Nita
JTMT: Journal Tadris Matematika Vol 5 No 1 (2024): Volume 05, Issue 1, June 2024
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/jtmt.v5i1.2615

Abstract

This research aims to determine the readiness of lectures in mathematics education study program to implement the Free Learning Curriculum and Independent Campus (MBKM). The readiness of lecturers is assessed based on four aspects: MBKM information, understanding of MBKM, response to MBKM, and MBKM program. The population consisted of eight permanent lecturers in mathematics Education study program. The sample was selected using the total sampling technique, so the number of samples in this study was 8 people. Data collection techniques in the form of lecturer readiness questionnaires and interviews The results indicate that the percentage of lecturer readiness for each indicator is: (1) 63.5% for the MBKM Information indicator; (2) 64.06% for the Understanding of MBKM indicator; (3) 70.49% for the Response to MBKM indicator; and (4) 65.63% for the MBKM Program indicator. Overall, the percentage of lecturer readiness is 66.5%, in the category of sufficient. This means that mathematics education lecturers are sufficiently prepared for the implementation of the Free Learning Curriculum and Independent Campus. Various efforts are needed to enhance the readiness of lecturers across all indicators.
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa dengan Model Eliciting Activities dan Problem Based Learning Susanto, Andi; Saputra, Pance; Mardika, Fitria; Fajriah, Wina
EDUSAINS : Journal of Education and Science Vol. 1 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Makwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57255/edusains.v1i1.251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar MEA dan PBL kelas VIII SMP Negeri 30 Padang. Populasi penelitian ini terdiri dari 244 siswa kelas VIII SMP Negeri 30 Padang. Teknik pengambilan sampel adalah random sampling, dan sampel yang terpilih adalah kelas VIII E sebagai kelas eksperimen I (MEA) dan kelas VIII F sebagai kelas eksperimen II (PBL). Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan komunikasi matematis yang dianalisis dengan uji t. Rata-rata tes kemampuan komunikasi matematis siswa dengan MEA sebesar 75,85 dan PBL sebesar 73,13. Untuk menguji hipotesis yang diperoleh, ditetapkan t_hitung=0,607 dan t_tabel=2,00. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan komunikasi matematis siswa yang belajar dengan MEA dan kemampuan komunikasi matematis siswa yang belajar dengan PBL. Abstract This study aims to determine differences in the mathematical communication skills of students who are taught by MEAs and PBL class VIII SMP Negeri 30 Padang. This study's population consisted of 244 students from class VIII at SMP Negeri 30 Padang. The sample collection technique was random sampling, and the selected samples were class VIII E as experimental class I (MEAs) and class VIII F as experimental class II (PBL). The instrument used was a test of mathematical communication skills, which were analyzed by the t-test. The average test of students mathematical communication skills with MEAs was 75,85 and PBL was 73,13. To test the hypothesis obtained, set t_count=0,607 and t_table=2,00. This shows that there is no significant difference in the mathematical communication abilities of students who study with MEAs and the mathematical communication abilities of students who study with PBL.
Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Menggunakan Model Pembelajaran Search, Solve, Create and Share (SSCS) Sintia Khairani; Andi Susanto; Fitria Mardika
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Al Qalasadi Vol 9 No 2 (2025): JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA AL QALASADI
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/qalasadi.v9i2.10984

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik melalui model pembelajaran Search, Solve, Create, dan Share (SSCS) pada kelas VIII di MTsN 1 Pesisir Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain quasi-eksperimental dengan randomized control group only design. Sampling acak digunakan untuk memilih sampel, dengan kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan VIII A sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian ini adalah tes pemahaman konsep matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pemahaman konsep matematika kelas eksperimen (81,25) lebih baik daripada kelas kontrol (71,88). Pengujian statistik menggunakan uji t pada taraf signifikansi 0,05 menunjukkan bahwa lebih besar dari . Berdasarkan hasil ini, terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelas. Akibatnya, model SSCS terbukti lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika peserta didik dibandingkan dengan model ekspositori. Oleh karena itu, diharapkan dari hasil ini pendidik dapat memutuskan untuk menggunakan SSCS sebagai model pembelajaran alternatif. Kata kunci: Model SSCS, Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis. Abstract This research aimed to analyze students' mathematical concept comprehension abilities through the Search, Solve, Create, and Share (SSCS) learning model in grade VIII at MTsN 1 Pesisir Selatan. The method used in this study was a quasi-experimental design with a randomized control group only design. Random sampling was used to select the sample, with class VIII B as the experimental class and VIII A as the control class. The research instrument was a mathematical concept comprehension test. The results showed that the average mathematical concept comprehension score of the experimental class (81.25) was better than that of the control class (71.88). Statistical testing using a t-test at a significance level of 0.05 showed that the was greater than the t-table. Based on these results, there was a significant difference between the two classes. As a result, the SSCS model proved to be more effective in improving students' mathematical concept comprehension than the expository model. Therefore, it is hoped that based on these results, teachers can decide to use SSCS as an alternative learning model. Keywords: SSCS Model, Mathematical Concept Understanding Ability.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Puzzle pada Materi Jumlah Riemann untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa MAS Persada Desti Afirda; Yulia Citra; Asyfa Ummi Silti; Hanifah Hanifah; Fitria Mardika
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 2 (2025): Desember
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan media belajar yang belum sesuai dengan karakteristik peserta didik, di mana dalam proses pembelajaran pendidik masih menggunakan buku paket dan LKPD sebagai media utama. Pendidik belum banyak melakukan inovasi untuk mengembangkan media pembelajaran yang lebih konkret, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik, khususnya pada materi jumlah Riemann yang bersifat abstrak dan menuntut kemampuan visualisasi. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian pengembangan media puzzle jumlah Riemann untuk peserta didik SMA yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penelitian ini melibatkan peserta didik kelas XII sebagai subjek penelitian, dengan uji coba one-to-one evaluation melibatkan beberapa peserta didik dan uji coba small group melibatkan kelompok peserta didik lainnya. Penelitian ini menghasilkan media puzzle jumlah Riemann yang valid, praktis, dan efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media puzzle memenuhi kriteria sangat valid dengan rata-rata kevalidan media sebesar 84,05% serta rata-rata kevalidan materi sebesar 91,11%. Media puzzle juga memenuhi kriteria praktis dengan rata-rata kepraktisan 78% berdasarkan penilaian pendidik dan 65,49% berdasarkan penilaian peserta didik. Selain itu, media puzzle memenuhi kriteria efektif dengan perolehan persentase ketuntasan hasil belajar sebesar 90% serta hasil LKS perkelompok dengan rata-rata 70,67% yang berada pada kategori berhasil
Tingkat Motivasi Belajar Siswa Kelas IX SMPN 10 Padang dalam Pembelajaran Translasi Menggunakan Media Pembelajaran Geoadventure Adillah Asyhari; Defi Angriani; Wirdatun Nisa; Fitria Mardika
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 2 (2025): Desember
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas media GeoAdventure dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi translasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui penyebaran angket model ARCS kepada 27 siswa kelas IX setelah mengikuti pembelajaran menggunakan GeoAdventure. Media ini dikembangkan sebagai permainan berbasis koordinat yang memfasilitasi aktivitas visual, eksploratif, dan pemecahan masalah sehingga konsep translasi tersajikan secara konkret. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa lebih dari 96 persen siswa berada pada kategori motivasi Cukup hingga Sangat Tinggi, yang menegaskan bahwa GeoAdventure mampu menarik perhatian, meningkatkan relevansi materi, memperkuat kepercayaan diri, serta menghadirkan kepuasan belajar. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi media berbasis permainan efektif dalam mendukung pembelajaran matematika, khususnya pada topik transformasi geometri.
Implementasi Media Pembelajaran “HARRY POTTER: Segitiga Istimewa” untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas IX SMP Kartika 1-7 Padang Halimatus Sahdiah Simbolon; Sri Hidayah; Andini Fadillah; Nurul Hasanah; Fitria Mardika
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 2 (2025): Desember
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya penguasaan konsep siswa terhadap materi segitiga istimewa pada kelas IX SMP. Pembelajaran yang selama ini diterapkan cenderung bersifat abstrak dan berpusat pada penjelasan guru tanpa pemanfaatan media konkret, sehingga menyebabkan siswa kesulitan memahami perbandingan sisi pada segitiga 30°–60°–90° dan 45°–45°–90°. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan implementasi model Discovery Learning yang didukung oleh alat peraga segitiga istimewa serta mengkaji respons dan tingkat pemahaman konsep siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek sebanyak 18 siswa kelas IX SMP. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi aktivitas siswa, Lembar Kerja Siswa (LKS), angket respons siswa, dan tes pemahaman konsep. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning berbantuan alat peraga segitiga istimewa dapat meningkatkan keaktifan siswa, memfasilitasi siswa dalam menemukan secara mandiri konsep perbandingan sisi segitiga istimewa, serta memperoleh tanggapan positif dari siswa. Oleh karena itu, pembelajaran melalui Discovery Learning yang didukung alat peraga segitiga istimewa terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa.
EFFECTIVENESS OF “BERHITUNG CEPAT” TRAINING ON THE FOUNDATIONAL MATHEMATICS COMPETENCE OF MADRASAH IBTIDAIYAH TEACHER’S Andi Susanto; Fitria Mardika; Ibnul Anies
Math Educa Journal Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/mej.v10i1.13848

Abstract

This study investigates how effective rapid calculation training is in improving the basic math skills of Madrasah Ibtidaiyah (MI) teachers in West Sumatra. This research was conducted because teachers rarely use effective calculation strategies and there are no professional development programs specifically aimed at enhancing their basic math skills. A quantitative method was used with a single pretest-posttest group. The study involved 125 teachers from four Madrasah Ibtidaiyah located in West Sumatra, and 96 participants were selected using purposive sampling. Data were collected through rapid calculation tests administered before and after the training intervention. Paired-sample t-tests and the N-Gain index were used to analyze the collected data. The results showed a statistically significant improvement in participants' performance after the training, with a significance value of 0.000 (p < 0.05). In the posttest, the average score increased from 36.00 in the pretest to 67.27 in the posttest. In addition, the level of participant competence improvement is shown by an N-Gain value of 0.49. The results indicate that calculation training is effective in quickly improving the basic mathematics competence of MI teachers. These results also show that this type of training can serve as a feasible professional development program to enhance teachers' mathematics skills and improve the quality of mathematics learning in Madrasah Ibtidaiyah.