Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pemberdayaan Kelompok Rentan: Analisis Efektivitas dan Keberlanjutan mandiri Pasca-Pelatihan Keterampilan bagi Anak di LKSA Sidoarjo: Penelitian Alia Rahman; Husnul Muttaqin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7815

Abstract

Upaya pemberdayaan melalui pelatihan keterampilan merupakan salah satu strategi yang digunakan untuk meningkatkan kemandirian kelompok rentan, termasuk anak-anak di Lembaga Perlindungan Anak (LKSA). Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas program pelatihan aksesoris yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo dalam meningkatkan pemberdayaan peserta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi melalui studi lapangan yang dilakukan secara intensif selama empat bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan tersebut berdampak positif pada peningkatan keterampilan, kepercayaan diri, dan motivasi peserta untuk mengembangkan kemampuan mereka secara mandiri. Peserta yang tidak memiliki pengalaman sebelumnya mampu memproduksi aksesoris sederhana setelah mengikuti pelatihan. Selain itu, pelatihan tersebut juga membuka peluang bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan sebagai potensi usaha. Namun, efektivitas program masih menghadapi kendala pada aspek keberlanjutan, seperti keterbatasan waktu pelatihan dan minimnya pendampingan lanjutan. Oleh karena itu, penguatan program diperlukan melalui pelatihan lebih lanjut, pendampingan berkelanjutan, dan dukungan dalam pengembangan usaha agar pemberdayaan peserta dapat berlangsung secara optimal dan berkelanjutan. Kata kunci : Efektivitas; Pelatihan aksesori; Pemberdayaan; LKSA; Kemandirian ekonomi
Pemanfaatan Alat Bantu dalam Bantuan Sosial Disabilitas: Hambatan dan Tantangan Penggunaan di Kecamatan Waru Clarita Isnanda; Husnul Muttaqin
Jurnal Sosiologi Pendidikan Kolaboratif Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Sosiologi Pendidikan Kolaboratif
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jspk.v3i1.2875

Abstract

Penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai hambatan dalam memanfaatkan alat bantu yang diberikan melalui program bantuan sosial, baik dari aspek teknis, lingkungan, sosial, maupun ekonomi. Kondisi tersebut menyebabkan penggunaan alat bantu belum sepenuhnya optimal dalam menunjang aktivitas dan kemandirian penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan alat bantu serta mengidentifikasi hambatan yang memengaruhi penggunaannya pada penyandang disabilitas di Kecamatan Waru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas penyandang disabilitas penerima bantuan alat bantu dan pendamping sosial dari Dinas Sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan alat bantu berbeda-beda berdasarkan tingkat disabilitas. Penyandang disabilitas ringan cenderung mampu menggunakan alat bantu secara lebih mandiri, sedangkan penyandang disabilitas sedang dan berat masih membutuhkan dukungan keluarga maupun pendamping. Hambatan yang ditemukan meliputi ketidaksesuaian alat bantu, lingkungan yang belum aksesibel, stigma sosial, kurangnya pendampingan, serta keterbatasan ekonomi yang menghambat akses terhadap layanan pengobatan dan rehabilitasi. Meskipun demikian, program bantuan alat bantu tetap memberikan manfaat dalam membantu aktivitas sehari-hari dan meningkatkan mobilitas penyandang disabilitas. Oleh karena itu, diperlukan monitoring berkelanjutan, kesesuaian alat bantu, serta dukungan rehabilitasi dan lingkungan yang inklusif agar program berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.