Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PEMASARAN PARIWISATA MELALUI DIGITAL MARKETING OBJEK WISATA ALAM KALIBIRU (Studi Kasus di Provinsi DIY) Desi Iska Fadhila; Primantoro Nur Vitrianto
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 4: Nopember 2024
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemasaran adalah satu bagian penting dan juga menjadi bagian pilar dimana memberikan jaminan sebuah kelangsungan dalam dunia usaha. Dalam era digitalisasi saat ini sendiri, sosial media memegang sebuah peranan yang penting untuk dapat dikenal secara luas dan cepat. Pariwisata sendiri memiliki sangat memiliki banyak manfaat terutama sebagai bagian pendapatan dalam sebuah daerah dan juga memajukan daerah tersebut. Kebutuhan pemasaran ini harus dilakukan dikarenakan mengikuti sebuah perkembangan jaman untuk terus berinovasi dan dapat terus hidup. Digital marketing adalah komponen yang tepat untuk dapat memasarkan berbagai hal dalam apa saja yang ingin dibagikan melalui platform yang tersedia. Dengan adanya strategi pemasaran dan juga melalui media sosial diharapkan dapat mendongkrak pariwisata.
Dynamics of Tourism Development in Geosite, Gunungsewu Geopark Vitrianto, Primantoro Nur; Nuryanti, Wiendu; Rahmi, Dwita Hadi
Journal of Sustainable Tourism and Entrepreneurship Vol. 2 No. 4 (2021): June
Publisher : Goodwood Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/joste.v2i4.836

Abstract

Purpose: The designation of the Gunungsewu UNESCO Global Geopark has implications for the development of various tourism destinations. This article seeks to reveal how the development of the Gunungsewu geopark in Gunungkidul district as a tourism destination. Methods: This study uses a qualitative method. The data used were descriptive data, with in-depth analysis. Collecting samples through proportional sampling, the selection of samples depends on the purpose of the study without regard to the ability of a generalist. Results: The level of development of tourism destinations in mountain geoparks varies based on Butler's classification of tourism destination development. Determination of an area with unique geomorphology cannot simultaneously lift the entire area into a tourist destination. Limitation: This study focuses on developing a geosite seen as a tourism destination. This study emphasizes observing the development of tourism destinations using the “Tourism Area Life Cycle” approach proposed by Butler (1980). Contribution: This research is expected to benefit the development of tourism science and geoparks in Indonesia. Conclusion: Species diversity in the Protection Report Diary (in 2010) was higher compared to the total number of wildlife species sighted by visitors (in 2021) and during the patrol (in 2020) indicating that some wildlife species in LCC declined within 10 years.
Sinergi Pemangku Kepentingan dalam Pelestarian Cagar Budaya Melalui Urban Heritage Tourism di Kota Lama Semarang Assyifa; Aditha Agung Prakoso; Primantoro Nur Vitrianto
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khasanah.v16i2.11942

Abstract

Pelestarian kawasan cagar budaya di perkotaan memerlukan pendekatan kolaboratif lintas sektor guna menjaga keberlanjutan nilai sejarah, sosial, dan ekonomi. Penelitian ini mengkaji pelestarian Kota Lama Semarang sebagai kawasan heritage melalui pendekatan urban heritage tourism berbasis model Pentahelix yang melibatkan pemerintah, komunitas, akademisi, pelaku bisnis, dan media. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran masing-masing pemangku kepentingan saling terkait secara dinamis: pemerintah sebagai regulator, komunitas sebagai penjaga nilai lokal, akademisi se-bagai penyedia kajian kebijakan, pelaku usaha sebagai penggerak ekonomi kreatif berbasis heritage, dan media sebagai penyebar informasi serta pembentuk opini publik. Sinergi antarpihak terbukti memperkuat pelestarian fisik dan sosial kawasan, meskipun masih dijumpai tantangan berupa lemahnya koordinasi kelembagaan dan partisipasi yang belum merata. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan kolabo-ratif berbasis Pentahelix berpotensi meningkatkan efektivitas pelestarian cagar bu-daya sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di kawasan Kota Lama Semarang.
Implementasi Etika Pemangku Kepentingan Dalam Pengelolaan Kawasan Pantai Parangtritis Prastiwi Damaryanti; Primantoro Nur Vitrianto
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8096

Abstract

Kawasan Pantai Parangtritis di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan destinasi wisata pantai yang sangat populer dan menjadi pusat aktivitas ekonomi serta sosial yang padat. Namun, pengelolaannya menghadapi berbagai tantangan signifikan dan isu strategis yang kompleks seperti keselamatan wisatawan, pelestarian lingkungan hidup, dan transparansi informasi kepada wisatawan. Isu-isu strategis ini menuntut adanya penerapan standar etis dalam tata kelola pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi etika pemangku kepentingan dalam pengelolaan kawasan tersebut, dengan menggunakan Pasal 6 Kode Etik Pariwisata Dunia (Global Code of Ethics for Tourism) sebagai kerangka acuan utama. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan utama, meliputi unsur Pemerintah Daerah, Kepolisian, Kalurahan Parangtritis, Perusahaan Asuransi, Tim SAR Parangtritis, Pelaku Usaha, dan Wisatawan, didukung observasi lapangan dan analisis dokumen. Kondisi ini menjadikan Pantai Parangtritis sebagai studi kasus yang ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar praktik pengelolaan di Kawasan Pantai Parangtritis telah sejalan dengan Pasal 6 Kode Etik Pariwisata Dunia (Global Code of Ethics for Tourism). Upaya positif diwujudkan dengan kegiatan patroli rutin Tim SAR, penyediaan asuransi, pemasangan papan informasi, pemberdayaan masyarakat lokal pada kegiatan pemungutan retribusi, kegiatan penertiban demi mengurangi kekumuhan, serta kepatuhan wisatawan dalam mendukung pencapaian tujuan pasal tersebut. Namun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi adanya kesenjangan signifikan dalam penerapan etika. Hasil penelitian ini merekomendasikan kebijakan aplikatif bagi Pemerintah Kabupaten Bantul untuk mewujudkan pengelolaan pariwisata di Kawasan Pantai Parangtritis yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan, dengan fokus pada penguatan sistem informasi hibrida (digital dan fisik real-time) dan peningkatan mekanisme pengawasan yang konsisten.
Liberty of Tourist Movements pada Implementasi Pedestrian di Kawasan Malioboro Windy Wulandari; Primantoro Nur Vitrianto
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8097

Abstract

Seiring terjadinya perubahan pola pikir wisatawan yang lebih memilih pengalaman pariwisata yang berkualitas daripada sekedar rekreasi, kebebasan bergerak wisatawan menjadi elemen penting untuk mendukung kenyamanan dan kepuasan dalam aktivitas berwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan persepsi wisatawan terhadap kebebasan bergerak wisatawan setelah diterapkannya kebijakan pedestrian di kawasan Malioboro. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang berfokus pada pengalaman subjektif individu dalam mengungkapkan persepsi tentang kebebasan bergerak wisatawan setelah diterapkannya pedestrian di kawasan Malioboro. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam pada partisipan yang sedang jalan-jalan di kawasan Malioboro. Analisis dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola makna dan persepsi yang terkandung dalam pengalaman wisatawan mengenai kebebasan bergerak wisatawan di kawasan Malioboro. Penelitian ini diharapkan dapat mengungkapkan bagaimana wisatawan memaknai tentang kebijakan pedestrian mampu meningkatkan kenyamanan, keamanan dan kelancaran mobilitas wisatawan serta menciptakan kualitas pengalaman berwisata di Malioboro.