Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

ANALISIS KEKUATAN SAMBUNGAN LAS SMAW MENGGUNAKAN ELEKTRODA E-6013 PADA RANGKA MESIN PENCACAH SAMPAH Rizky Taufik Hidayatullah; Alfian Ady Saputra; Wafiq Firnanda; Muhammad Daffa Ilham Lindia; Jahuri
Strength : Jurnal Penelitian Teknik Mesin Vol. 1 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Pamulang Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam menjalankan aktivitasnya, manusia mengasilkan barang sisa yang tidak dipakai lagi berupa sampah. Sampah merupakan limbah dari manusia ataupun masyarakat yang kebanyakan dibuang sembarangan ke alam, hal tersebut dikarenakan tingkat kesadaranmasyarakat yang rendah akan kelestarian alam, sehingga akan berdampak terhadap kesehatan lingkungan yang berakibat negative terhadap tumbuhan, binatang maupun manusia itu sendiri. Akan tetapi pada rangka mesin pencacah sampah sering terjadi crack/patahan pada sambungan las rangka, Pada umum nya sambungan las rangka mesin pencacah sampah masih mengandalkan kekuatan sambungan las pada rangka untuk menopang mesin pecacah sampah. kekuatan tarik nilai rata-rata tertinggi pada tegangan terdapat pada arus pengelasan 90 A yaitu sebesar 0,94 Kg/mm², diikuti oleh arus pengelasan 100A yaitu sebesar 0,84 Kg/mm², dan arus pengelasan dengan 80A sebesar 0,72 Kg/mm². untuk nilai rata-rata pada regangan nilai tertinggi terdapat pada arus 90 A yaitu sebesar 0,23% diikuti oleh arus pengelasan 100 A yaitu sebesar 0,17% dan arus pengelasan dengan 80 A sebesar 0,07%. Kata kunci : Mesin Pencacah, Rangka, Sambungan, SMAW
PERHITUNGAN MEKANIK PADA RANCANG BANGUN MESIN MILLING CNC MINI 3 AXIS Saputra, Alfian Ady; Hasim, Wahid; Saputra, Ferdi Hardian; Hardiansyah, Iman; Juhadi, Muhamad
Strength : Jurnal Penelitian Teknik Mesin Vol. 1 No. 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Pamulang Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang dikerjakan ini merupakan bagian dari sebuah proses perancangan dan pengkonstruksian mesin CNC milling dengan orientasi gerak 3 axis ( sumbu x, y, dan z ) dan hasil perhitungan tentang analisa dari masing-masing sumbu. Metode dalam perancangan mesin ini adalah studi pustaka, riset lapangan dan tanya jawab. Proses pembuatannya melalui beberapa tahapan yaitu desain dan perancangan, pembuatan dan perakitan komponen, dan pengujian dan analisa.Kesimpulan dari rancang rancang bangun mesin CNC milling 3 axis yang membahas tentang sumbu x, y, dan z adalah pada mesin mini CNC Milling 3 Axis akan di pengaruhi beban pada saat mesin bekerja. Dan akan di tanggung oleh kekuatan poros pada saat akselerasi . dengan hasil perhitungan sumbu X (Tegangan tarik , tegangan tarik ), sumbu Y (Tegangan tarik , tegangan geser ), sumbu Z (Tegangan tarik , tegangan geser ). Sedangkan torsi dan defleksi puntiran pada poros ulir dari masing-masing sumbu, dengan mengaplikasikan beberapa rumus dan referensi lain dapat dinyatakan memenuhi syarat. Kata Kunci : Prototype CNC milling mini 3 axis, Sumbu X, Y, dan Z
Sosialisasi Pengolahan Sampah Supaya Bernilai Ekonomis Desa Simpangan Kec. Cikarang Utara Kab. Bekasi Suwandi; Karim, Amat; Maulana, Fachrul; Gandi P; Saputra, Alfian Ady; Suhendar, Dede; Andung, Radity; Suharno; Ariyansyah, Riyan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka Pelita Nusantara Vol. 3 No. 1 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Loddos Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/jpmp.v3i1.192

Abstract

Sampah merupakan kumpulan berbagai material buangan yang berupa sisa proses dari kegiatan kehidupan manusia. Sebagai suatu produk yang tidak lagi mempunyai nilai ekonomis, namun kenyataannya permasalahan sampah masih tidak kunjung selesai, artinya bahwa sampah masih terkondisi seperti kondisi diatas, masih menjadikan sumber polusi udara karena baunya, dan polusi air yang dikarenakan penanganan air lindi-nya (leacheate, cairan yang dihasilkan dari pemaparan air hujan pada timbunan sampah) kurang bagus sehingga meresap kemana-mana, serta menjadi penyebab terjadinya wabah penyakit dan juga sebagai salah satu penyebab terjadinya banjir. Metode yanag digunakan Pada saat Kegiatan Pengabdian pada Msyarakat yaitu dengan mengubag paradigma masyarakat tentang cara enjaga lingkungan dan cara pengolahan sampah khususnya limbah PET yang bisa diolah kembali supaya bernilai EkonomisPengabdian Kepada Masyarakat (PkM) yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik meskipun tidak sepenuhnya sempurna.Masyarakat memperoleh bantuan tenaga dan pikiran untuk merencanakan serta melaksanakan pembangunan di masyarakat serta memperoleh pengetahuan dan metode baru dibidang ilmu, teknologi dan seni yang dibutuhkan untuk merencanakan dan melaksanakan pembangunan. Membentuk sikap mahasiswa lebih dewasa dalam menghadapi masalah. Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) dapat menggugah masyarakat terutama dalam bidang pengalaman langsung dari masyarakat yang tidak diperoleh di bangku kuliah dan masyarakat dapat mengambil ilmu yang dimiliki mahasiswa dalam menambah wawasan serta keterampilan 
ANALISIS KINERJA REM CAKRAM PADA KENDARAAN BERMOTOR HONDA BEAT 110 CC Sahrul Alam Azis; Alfian Ady Saputra; Wahid Hasim; Widarto; Resa Hardianto
Strength : Jurnal Penelitian Teknik Mesin Vol. 2 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Pamulang Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/strg.v2i3.54281

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk secara langsung memengaruhi peningkatan jumlah kendaraan bermotor di jalan raya, yang pada akhirnya menuntut sistem keselamatan berkendara yang lebih optimal. Salah satu komponen penting dalam menjamin keselamatan tersebut adalah sistem pengereman, di mana rem cakram menjadi pilihan utama karena efisiensi dan kemampuannya dalam disipasi panas.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa sistem rem cakram pada sepeda motor berkapasitas 110cc, dengan fokus pada hubungan antara gaya pengereman dan berbagai parameter teknis. Analisis dilakukan pada rentang kecepatan 40 hingga 80km/jam serta jarak pengereman antara 5 hingga 40 meter. Perhitungan mempertimbangkan diameter piston master silinder sebesar 12 mm dan piston kaliper 24 mm, serta gaya tekan tangan pengendara mulai dari 50 N hingga 397 N.Hasil studi menunjukkan bahwa peningkatan gaya pada tuas rem akan meningkatkan tekanan hidrolik dan gaya gesek antara kampas rem dan cakram, yang berdampak pada pemendekan jarak pengereman. Namun, gaya melebihi 397 N berpotensi menimbulkan ketidak nyamanan bagi pengendara. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan sistem pengereman sepeda motor yang mengutamakan efektivitas dan kenyamanan pengguna
Performance of the Turbocharged Engine Toyota Raize using Pertamax 92 and Pertamax Green 95 Abbas, Aries; Sabiqunassabiqun, Sabiqunassabiqun; Saputra, Alfian Ady; Pahruzi, Rahmat; Kamal, Mustopa
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol. 8 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v8i2.23720

Abstract

The automotive industry has experienced rapid technological advances in the development of more developed and efficient vehicles. An example is the Toyota Raize, which is equipped with a 3-cylinder turbocharged engine. Along with technological advances, issues have arisen regarding the use of optimal fuel to maintain engine performance. In the Indonesian market, Pertamina fuel is the main choice for consumers such as Pertamax 92 and Pertamax Green 95. The difference in octane values between the two raises questions about their impact on the performance of the Toyota Raize engine with a Turbocharger. A study was conducted on what fuel is better to use in a 3-cylinder turbocharged engine at varying engine speeds using experimental and theoretical research methods. The results showed that at engine speed 6000 RPM, the torque produced by Pertamax 92 reaches 130.8 Nm, while Pertamax Green 95 reaches 145.1 Nm. At the same speed, Engine power produced by Pertamax 92 reaches 110.2 HP, while Pertamax Green 95 records 122.2 HP. At low engine speed, Pertamax Green 95 is more efficient in fuel consumption whereas Pertamax 92 is more efficient at high speed. Pertamax Green 95 also produces a lower average CO2 concentration compared to Pertamax 92. In conclusion, Pertamax Green 95 fuel is more consistent and efficient and provides more optimal performance compared to Pertamax 92.
STUDI KOMPREHENSIF MATA PISAU MESIN PENCACAH KERTAS DALAM PERHITUNGAN MEKANIS DAN VALIDASI CAE Alfian Ady Saputra; Sandra Mayang Dika Ridwan; Attala Rangga Saputra; Fikri Romadhon; Hamdallah Syukri Syuhada
Strength : Jurnal Penelitian Teknik Mesin Vol. 3 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/strg.v3i1.54322

Abstract

Mesin pencacah kertas merupakan salah satu alat mekanis yang digunakan untuk mereduksi ukuran kertas menjadi potongan-potongan kecil sebagai upaya daur ulang atau pemusnahan dokumen. Salah satu komponen penting dalam mesin ini adalah mata pisau, yang berperan langsung dalam proses pencacahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perhitungan aktual terhadap mata pisau yang digunakan dalam mesin pencacah kertas, termasuk aspek desain, kekuatan, efisiensi sudut potong, serta ketahanannya terhadap gaya kerja yang terjadi. Metode yang digunakan meliputi perhitungan teoritis berbasis mekanika teknik, pengujian material, serta validasi dengan simulasi menggunakan perangkat lunak Computer Aided Engineering (CAE). Parameter yang dianalisis mencakup tegangan maksimum, gaya potong, torsi, serta kemungkinan deformasi akibat beban kerja. Hasil perhitungan aktual menunjukkan bahwa material dan geometri pisau yang digunakan sudah sesuai dengan kebutuhan operasional mesin. Tegangan yang timbul masih berada dalam batas aman, dan sudut potong efektif mampu memberikan hasil pencacahan yang efisien. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mata pisau mesin pencacah kertas dengan spesifikasi yang dianalisis layak digunakan dalam proses produksi. Namun demikian, perlu dilakukan pemeliharaan rutin dan evaluasi berkala untuk mencegah keausan dini dan menjaga performa mesin secara optimal
Pemberdayaan Masyarakat Sawah Luhur melalui Pengolahan Limbah Cangkang Kerang Mendorong Keberlanjutan Ekonomi dan Lingkungan Arip Kristiyanto; Rahmawati, Iroh; Saputra, Alfian Ady; Pangestu, Nandana Dwiki; Rusdiana, Dian; Fadilah, Muhamad Yudi
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v10i1.6537

Abstract

Wilayah pesisir Sawah Luhur menghadapi permasalahan serius terkait penumpukan limbah cangkang kerang yang berpotensi mencemari lingkungan dan menurunkan kualitas hidup masyarakat sekitar. Kondisi ini menunjukkan perlunya solusi inovatif yang tidak hanya mampu mengurangi dampak pencemaran, tetapi juga memberikan nilai tambah secara ekonomi. Topik pengabdian masyarakat ini dipilih karena limbah cangkang kerang memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai jual, sehingga mampu menciptakan sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat pesisir sekaligus mendorong terwujudnya pembangunan berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan community empowerment yang berbasis partisipasi aktif masyarakat. Tahapan pelaksanaan mencakup sosialisasi mengenai dampak limbah dan peluang pemanfaatannya, pelatihan teknis pengolahan cangkang kerang menjadi produk bernilai ekonomi seperti batako, pendampingan proses produksi, serta pembentukan kelompok usaha kecil berbasis komunitas. Dengan metode ini, masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga didorong untuk berkolaborasi dalam mengembangkan usaha bersama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah cangkang kerang, terbentuknya kelompok usaha mikro yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah, serta berkurangnya pencemaran lingkungan pesisir akibat penumpukan limbah. Program ini membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis pengolahan limbah dapat memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan kesejahteraan ekonomi rumah tangga nelayan dan menjaga kelestarian lingkungan. Selanjutnya bertujuan meningkatkan kapasitas manajemen keuangan anggota UMKM Rumah Produksi Kerang Hijau melalui pelatihan dan penerapan sistem yang efektif. Hasil kuisioner menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman, nilai  pre-test sebesar 52,7 sedangkan post-test meningkat menjadi 86,9.
Effect of plasma–ozone injection on the performance of a B30 diesel engine under variable load Saputra, Alfian Ady; Ramadhan, Muhammad Hardiman Nur; Insani, Melati Nurul
Jurnal Polimesin Vol 24, No 2 (2026): April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v24i2.8740

Abstract

To improve thermal performance and energy conversion efficiency in biodiesel-fueled diesel engines, an active combustion control strategy through modification of the inlet air reactants is crucial. This study investigates the effect of injecting ozone (O₃) produced through a Dielectric Barrier Discharge (DBD) plasma reactor into the air intake of a single-cylinder diesel engine with a variable compression ratio (TV1). Key parameters evaluated included brake power, specific fuel consumption (SFC), air–fuel ratio (AFR), volumetric efficiency, and in-cylinder pressure under varying dynamic loads (1 kg to 9 kg). The experiments were conducted at three compression ratios (14, 16, and 18) with varying ozone doses of 0, 3, 12, 15, and 18 mg. The results showed that the addition of ozone was able to control the combustion duration and phase. The study observed a significant decrease in SFC of up to 25.57% at a compression ratio of 14, an increase in AFR of up to 34.29% at a compression ratio of 16, and an increase in volumetric efficiency of up to 18% at a compression ratio of 18. Cylinder pressure analysis showed an increase in peak pressure and a decrease in net heat release values, indicating a more stable and smoother combustion. These findings confirm that ozone injection acts as an effective chemical cetane improver, especially under operating conditions where the thermal energy of compression is low (compression ratio of 14).
Analysis of Surface Roughness Parameters of Copper Alloy Ring Synchronizer Outer Components Fabricated by CNC Turning on the Okuma 2SP-150H Lathe Abbas, Aries; Saputra, Alfian Ady
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jrm.v17i1.2126

Abstract

The change of insert chips in the CNC Turning Surface Finishing process has led to mismatched turning parameters and a deterioration in the surface roughness quality of the Ring Synchronizer Outer. As a result, it is necessary to optimize the cutting parameters to maintain surface roughness quality and improve process time efficiency. A process capability index analysis (Cp and Cpk) was conducted to ensure process stability under mass production conditions. This study adopts a quantitative and experimental research method. The research activities include calculating three CNC Turning Surface Finishing parameters, conducting CNC Turning process trials, measuring surface roughness, and calculating the Cp and Cpk values. The independent variable in this study is the feed rate (mm/rev), while the dependent variable is surface roughness, represented by the Ra (average roughness) value in micrometers (μm). The results of the CNC Turning Surface Finishing tests for the three parameters are as follows: Parameter 1 (n = 2000 rpm and f = 0.04 mm/rev) produced a Ra value of 0.284 μm (very smooth), with a cutting time of 2.44 seconds, Cp = 27.59, and Cpk = 4.90. Parameter 2 (n = 2000 rpm and f = 0.07 mm/rev) resulted in a Ra of 0.547 μm (smoother), cutting time of 1.39 seconds, Cp = 20.51, and Cpk = 7.01. Parameter 3 (n = 2000 rpm and f = 0.10 mm/rev) achieved a Ra of 0.803 μm (smooth and within standard), with a cutting time of 0.975 seconds, Cp = 20.77, and Cpk = 10.29. Based on these results, it can be concluded that Parameter 3 is the most suitable and time-efficient configuration.