Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Prosiding University Research Colloquium

KARAKTERISTIK IBU NIFAS YANG BERPANTANG MAKANAN Kristiyanti, Rini; Khuzaiyah, Siti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantang makanan bagi ibu nifas dapat menimbulkan masalah kesehatan, sering ibu-ibu yang menyusui anak-anaknya kelihatan pucat, lesu dan kurus. Hal ini merupakan tanda bahwa makanan yang dikonsumsi tidak cukup yang akan membawa pengaruh buruk kepada ibu dan bayinya. Kebiasaan berpantang tidak hanya terhadapan salah satu makanan tetapi juga pola makan, dimana mulai menjelang malam sampai dengan pagi hari ibu nifas tidak diperbolehkan mengkonsumsi makanan. Kebiasaan berpantang makanan tersebut sulit dirubah karena sudah melekat pada diri masyarakat secara turun- temurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik ibu nifas yang berpantang makanan meliputi usia, pendidikan, pekerjaan dan paritas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik untuk menggambarkan usia, pendidikan, pekerjaan, kesulitas memberikan ASI, jenis kelamin anak, paritas dan alasan berpantang ibu ifas yang berpantang makanan dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling di wilayah Puskesmas Kedungwuni I dan II Kabupaten Pekalongan. Hail penelitian menunjukkan sebagian besar responden dalam rentang usia sehat sebesar 76,5%, lebih dari separuh responden berpendidikan SMP (58,8%), hampir separuh responden 47,1% tidak bekerja, lebih dari separuh multipara (64,7%), lebih dari separuh anak yang dilahirkan berjenis kelamin laki-laki (58,8%), masih ada sebagian kecil yang kesulitan memberikan ASI (29,4%), masih ada sebagian kecil ibu yang tidak yakin terhadap kemampuan ASI memenuhi nutrisi pada 6 bulan pertama (23,5%) dan lebih dari separuh (52,9%) ibu berpantang sudah mengetahui gizi ibu nifas tetapi takut terhadap orangtua. Diharapkan tenaga kesehatan khususnya bidan dapat melakukan pendekatan secara interpesonal kepada ibu dan khususnya keluarga sehingga dapat menghilangkan kebiasaan berpantang makanan selama masa nifas.
Gambaran Pengetahuan tentang Stunting dan Sikap Ibu dalam Mencegah Stunting Kristiyanti, Rini; Khuzaiyah, Siti; Susiatmi, Sandi Ari
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting saat ini menjadi masalah dunia. Angka stunting di dunia pada tahun 2000 sebesar 32,6%. Pada 2017, angka ini turun hingga 22,2% dimana 55% nya berasal dari Asia dan sebanyak 39% tinggal di Afrika. Dari 83,6 juta balita stunting di Asia, proporsi terbanyak berasal dari Asia Selatan sejumlah 58,7% dan proporsi paling sedikit di Asia Tengah sejumlah 0,9%. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan tentang stunting dan sikap ibu dalam mencegah stunting. Penelitin ini merupakan penelitian deskriptif analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dimana mengambil populasi ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Pekalongan. Teknik pengambilan sampel dengan simpel random sampling dimana didapatkan sampel sejumlah 50 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap. Uji validitas dan reliabilitas menggunakan spearman rank. Analisis univariate digunakan untuk mendapatkan distribusi persentase data. Hasil penelitian lebih dari separuh (54%) ibu hamil memiliki pengetahuan yang baik tentang stunting dan lebih dari separuh ibu hamil memiliki sikap baik dalam pencegahan stunting (54%). Simpulan penelitian ini lebih dari separuh ibu hamil memiliki pengetahuan yang baik tentang stunting dan sikap yang baik dalam mencegah stunting.
Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Melalui Program Senam Bugar Lansia Paramitha, Intan Azkia; Kristiyanti, Rini; Saputri, Herliyani Dwi; Rejeki, Herni; Novita, Erwin; Putri, Annisa Aulia
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usia lansia merupakan periode kehidupan yang perlu mendapat perhatian, karena periode ini rentan terhadap penyakit degeneratif dan kualitas hidup yang semakin menurun. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan upaya peningkatan kualitas hidup lansia dengan melaksanakan senam bugar lansia. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat adalah dengan melaksanakan senam lansia melalui gerakan ringan dengan bantuan dari tim pengabdian masyarakat juga menggunakan pengeras suara. Hasil pengabdian masyarakat adalah tersampaikan informasi dan terlaksananya senam kebugaran lansia dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Saran bagi lansia adalah agar dapat melaksanakan senam bugar lansia dengan agar kualitas hidup meningkat.
Studi Kasus: Asuhan Kebidanan Pada Ny.N dengan Risiko Usia >35 Tahun dan Presentasi Kaki di Desa Tangkil Tengah Kedungwuni Kabupaten Pekalongan Safinatunnajah, S; Fitriyani, F; Kristiyanti, Rini
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab kehamilan pada usia > 35 tahun diantaranya adalah ketidaksiapan finansal dalam meniti karir, kurangnya pengetahuan ibu tentang kesehatan rekroduksi dan kegagalan alat kontrasepsi. Kehamilan dengan usia > 35 tahun dapat berisiko terjadinya kelainan letak, hal ini diduga akibat semakin memburuknya fungsi uterus seiring bertambahnya usia ibu yang menyebabkan uterus menjadi lebih tidak elastis untuk pergerakan janin seiring bertambahnya usia kehamilan. Rancangan Artikel ini menggunakan metode studi kasus asuhan kebidanan dengan subjek ibu hamil dengan usia >35 tahun di Desa Tangkil Tengah Kedungwuni Kabupaten Pekalongan yang dilakukan asuhan sejak kehamilan sampai persalinan. Hasil studi kasus ini menunjukkan adanya pengaruh hamil di usia lebih dari 35 tahun pada kejadian kelainan letak. Simpulan dari studi kasus ini adalah usia ibu pada saat hamil dapat berpengaruh terhadap kelainan letak dikarenakan semakin memburuknya fungsi uterus seiring bertambahnya usia ibu dan pelayanan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan pada pasien dan meningkatkan kemampuan dalam melakukan pemeriksaan dan penanganan pasien dalam keadaan fisiologis dan patologis serta meningkatkan pencegahan untuk risiko pada ibu hamil, bersalin dan nifas dengan melakukan pendekatan serta melakukan pendidikan kesehatan secara menyeluruh kepada masyarakat.