Besse Nirmala
Program Studi Pendidikan Guru PAUD, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Aktivitas Bermain Pasir Kinetik sebagai Media Stimulasi Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Maretli Maitano; Andi Agusniatih; Sri Nurhayati; Besse Nirmala
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan aktivitas bermain pasir kinetik dalam mengembangkan keterampilan motorik halus anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang dilaksanakan pada anak usia dini di taman kanak-kanak. Subjek penelitian terdiri dari anak-anak yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran menggunakan media pasir kinetik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai proses dan hasil kegiatan bermain. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aktivitas bermain pasir kinetik dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pada tahap pelaksanaan, anak-anak melakukan berbagai aktivitas seperti meremas pasir, membentuk bola besar dan kecil, mencetak pasir menggunakan berbagai alat cetak, serta menciptakan bentuk sesuai dengan imajinasi mereka. Aktivitas tersebut mampu menstimulasi perkembangan motorik halus anak, terutama pada aspek kekuatan otot jari, fleksibilitas, serta ketepatan koordinasi gerakan tangan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengintegrasian aktivitas bermain pasir kinetik sebagai media stimulasi motorik halus dalam tahapan pembelajaran yang sistematis pada pendidikan anak usia dini.
ARSUKA: An Augmented Reality–Based Learning Application for Introducing Kaili Tribal Culture in Early Childhood Education Nirmala, Besse; Agusniatih, Andi; Abdul Halim, Syafnidar; Sugiarti M. Bakri, Tri; Marwany; Annuar, Haerul; Rizal, Muh
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jga.2026.111-03

Abstract

This study examines the development, feasibility, and initial effectiveness of ARSUKA, an augmented reality (AR)-based learning application designed to introduce selected elements of Kaili tribal culture in early childhood education. Although AR has been widely used in early childhood settings, much of the literature has focused on cognitive or STEM-related outcomes, with more limited attention to locally grounded cultural content, particularly in Global South contexts. To address this gap, the study employed a Research and Development approach using the Hannafin and Peck model, involving needs assessment, design, and development-implementation. The application integrated Kaili cultural elements, including local language, traditional clothing, and folk songs, into an interactive AR environment supported by flashcards and puzzle-based markers. Feasibility was examined through validation by three information technology experts, three material experts, and 12 early childhood education teachers. Initial effectiveness was evaluated through a one-group pretest-posttest field trial involving 19 children aged 5-6 years in a public kindergarten in Donggala Regency, Central Sulawesi. The results showed high feasibility ratings and improvement in children’s observed acquisition of selected Kaili cultural knowledge, with mean scores increasing from 28.2 to 78.9 and an N-Gain score of 0.71. These findings suggest that AR can be designed as a culturally situated pedagogical medium rather than merely a technological add-on. The study offers a grounded example of how digital media may mediate indigenous cultural content in developmentally appropriate ways while remaining attentive to local classroom conditions. The findings should nevertheless be interpreted as evidence of initial feasibility and early effectiveness, given the small sample, single-site implementation, and short evaluation period.
PENGEMBANGAN MEDIA BOARD GAME DALAM MENGENAL EMOSI ANAK DI KELOMPOK A  TK NEGERI PEMBINA SAMPOROA Agusniatih , Andi; Ramadhani, Nurul; Agusniatih, Andi; Nirmala, Besse; Imamah, Zakiyyatul
Bunayya Vol 12 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/bunayya.v12i1.34686

Abstract

This study addresses children’s limited ability to identify emotions and the lack of interactive media in schools. It aims to develop a feasible and effective board game for Group A students at Pembina Samporoa Public Kindergarten. Using the ADDIE R&D model, 12 students participated as research subjects. Validation results indicated high feasibility, with a score of 97.5% from media experts and 92.5% from content and language experts. Field testing revealed an improvement in the children’s abilities, with an average pretest score of 5.25 and a posttest score of 7.83. An N-Gain score of 0.45 confirms that this improvement falls within the moderate category. The study’s novelty lies in integrating contextual narratives that transform abstract emotional concepts into concrete experiences. It is concluded that the board game is feasible and effective as a tool for stimulating emotional development. This medium provides an interactive alternative to optimize the affective aspects of early childhood.
Pengaruh Penggunaan Media Loose Parts terhadap Pengembangan Dimensi Kreativitas Anak Usia Dini Dalam Aktivitas Bermain Terbuka Wanda Wulandari; Besse Nirmala; Armina Muchtar; Durrotunnisa Durrotunnisa
Journal of Education Research Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i2.3751

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan media loose parts terhadap pengembangan kreativitas anak usia dini. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya perkembangan kreativitas anak yang ditunjukkan melalui rendahnya kemampuan mengeksplorasi ide, menciptakan karya, dan memanfaatkan berbagai bahan secara kreatif dalam kegiatan pembelajaran. Media loose parts dipandang sebagai alternatif yang dapat mendukung pengembangan kreativitas karena memiliki karakteristik terbuka, fleksibel, dan memberikan kebebasan kepada anak untuk bereksplorasi sesuai imajinasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experiment. Desain yang digunakan adalah one-group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 13 anak yang terdiri atas 8 anak perempuan dan 5 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media loose parts berpengaruh signifikan terhadap pengembangan kreativitas anak. Nilai rata-rata kreativitas meningkat dari 7,769 pada saat pretest menjadi 13,385 pada saat posttest. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) dengan mean difference sebesar -5,615, yang menunjukkan adanya peningkatan kreativitas setelah diberikan perlakuan. Dengan demikian, media loose parts efektif digunakan untuk mengembangkan kreativitas anak usia dini. Temuan ini memberikan implikasi praktis bahwa guru dapat memanfaatkan media loose parts sebagai alternatif pembelajaran yang mendukung eksplorasi, imajinasi, dan kreativitas anak secara optimal.
Pengaruh Penggunaan Media Kartu Huruf Bergambar Terhadap Kemampuan Mengenal Huruf Anak 5-6 Tahun Mala Sasmita; Besse Nirmala; Amrullah Amrullah; Andi Agusniatih
Journal of Education Research Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i2.3756

Abstract

Rendahnya kemampuan mengenal huruf pada anak usia 5–6 tahun di TK Bungamputi Palu menjadi latar belakang dilaksanakannya penelitian ini. Kemampuan mengenal huruf merupakan salah satu fondasi penting dalam perkembangan bahasa anak usia dini, sehingga diperlukan stimulasi pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui penggunaan media kartu huruf bergambar sebagai media pembelajaran yang bersifat visual dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media kartu huruf bergambar terhadap kemampuan mengenal huruf anak, yang meliputi kemampuan menyebutkan huruf, menyusun kata sederhana, membedakan bentuk huruf yang serupa, serta membedakan huruf besar dan huruf kecil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 16 anak yang terdiri atas 7 anak perempuan dan 9 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi p<0,001, yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media kartu huruf bergambar berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kemampuan mengenal huruf pada anak usia 5–6 tahun di TK Bungamputi Palu.
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak melalui Kegiatan Kolase Rosma Usman; Besse Nirmala; Amrullah Amrullah
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1684

Abstract

Rendahnya kemampuan motorik halus anak menjadi latar belakang penelitian ini. Hal tersebut disebabkan kurangnya stimulasi yang tepat dalam pembelajaran, sehingga anak kesulitan melakukan aktivitas yang membutuhkan koordinasi otot kecil, seperti menulis dan mengancing baju. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana kegiatan kolase dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak di Kelompok B TK AS NUR. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing satu pertemuan, dengan subjek sebanyak 15 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, aktivitas guru masih tergolong cukup dan sebagian besar anak berada pada kategori “Cukup” hingga “Kurang”, dengan sedikit yang mencapai ketuntasan. Setelah perbaikan pada siklus II, seperti penggunaan media kolase lebih bervariasi dan keterlibatan aktif guru, terjadi peningkatan signifikan. Beberapa anak mencapai kategori “Sangat Baik” dan tidak ada lagi yang berada dalam kategori “Kurang”. Anak mulai mampu melakukan kolase dengan lebih percaya diri, tepat, dan terarah. Temuan ini membuktikan bahwa kegiatan kolase efektif menstimulasi kemampuan motorik halus anak usia dini.
Pengaruh Permainan Tradisional Bola Bekel terhadap Keterampilan Sosial Anak di Taman Kanak-Kanak Ambarwati, Menik; Agusniatih, Andi; Amrullah, Amrullah; Nirmala, Besse
Absorbent Mind Vol. 6 No. 1 (2026): Psychology and Child Development
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/absorbent_mind.v6i1.9757

Abstract

Children’s social skills are essential for developing the ability to interact, cooperate, follow rules, and respect others. This study aimed to determine the effect of the traditional bola bekel game on the social skills of Group B children at TK Negeri Pembina Samporoa. A quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest–posttest design was employed. Data were collected through observations conducted before and after the intervention and analyzed using descriptive percentages and a paired t-test. The results showed that the proportion of children categorized as Very Well Developed increased from 0% to 38.33%, while the Developed as Expected category increased from 25% to 40%. Conversely, the Beginning to Develop category decreased from 48.33% to 21.66%, and the Not Yet Developed category declined from 26.66% to 0%. The hypothesis test produced a calculated t-value of 16.185, which was higher than the t-table value of 1.782 (16.185 > 1.782). These findings indicate that the traditional bola bekel game had a significant positive effect on children’s social skills. Therefore, bola bekel can be used as a meaningful play activity to improve cooperation, interaction, rule-following, and respect among kindergarten children.