Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis Penyebab Risiko pada Rantai Pasok Darah di Masa Pandemi COVID-19 Menggunakan Model Supply Chain Operations Reference (SCOR) dan Failure Modes and Effects Analysis (FMEA) Amalina, Ninda Nurseha; Liputra, David Try; Heryanto, Rainisa Maini
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 11, No 1 (2024): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.11.1.65-76

Abstract

Kebutuhan darah merupakan sesuatu hal yang perlu mendapat prioritas perhatian karena dapat menyangkut keberlanjutan hidup manusia. Entitas dalam suatu rantai pasok darah dapat terdiri dari Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai pemasok darah, bank darah rumah sakit (BDRS) sebagai penyalur darah, dan pasien sebagai konsumen darah. BDRS merupakan unit pelayanan yang bertanggung jawab terhadap ketersediaan darah yang dapat memadai untuk menunjang pelayanan medis. Semenjak masa pandemi COVID-19, kemampuan pemenuhan produk darah di BDRS Kota Bandung mengalami penurunan. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan pemenuhan produk darah. Pada penelitian ini akan dilakukan identifikasi risiko dan analisis penyebab risiko pada suatu rantai pasok darah di masa pandemi khususnya di BDRS Kota Bandung. Penelitian diawali dengan tahap identifikasi risiko dengan model Supply Chain Operations Reference (SCOR). Penyebab risiko di BDRS dianalisis menggunakan metode Fishbone Analysis. nilai risiko (severity), dan penyebab risiko (occurrence) dinilai menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 34 risiko dan 29 penyebab risiko yang teridentifikasi. Melalui penelitian ini diharapkan BDRS dapat mengidentifikasi dan menganalisis risiko serta penyebabnya agar BDRS dapat segera melakukan penanganan sehingga permasalahan dalam rantai pasok darah dapat diminimasi.
Desain Mitigasi Risiko Rantai Pasok Darah Menggunakan Pendekatan Baru Heryanto, Rainisa Maini; Liputra, David Try; Arisandhy, Vivi; Amalina, Ninda Nurseha
Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol. 13 No. 2 (2024): Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Rekayasa Sistem Industri
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jrsi.v13i2.7326.143-156

Abstract

Blood is an essential component for body and plays critical role in human survival. Hospital blood banks (HBB) are responsible for ensuring availability and safety of blood in particular area. Risks that could arise in blood supply chain at HBB need to receive full attention, especially in the event of an outbreak or disaster. This attention is necessary to ensure smooth flow of activities, information, products, and finances. The primary objective of this research is to develop risk mitigation design for the blood supply chain. This research focuses on case study at HBB in Bandung City with specific focus on packaged red blood cells. The new approach used in this research involves initiating process by collecting potential risks, which are then defined and classified within the supply chain operations reference (SCOR) model. Subsequently, questionnaires were distributed to gather input for calculating weights using the analytical hierarchy process (AHP). Following step involves identifying root cause of these risk through fault tree analysis (FTA) and determining the most influential risk causes using failure mode effect and analysis (FMEA). Final phase entails designing strategies for mitigating risks in blood supply chain. This research aims to assist HBB facilities in prioritizing risks for treatment and implementing strategies to minimize these risks within their respective areas. According to AHP results, risk with the highest weight (0.173) is unavailability of blood stock at Indonesian Red Cross due to a shortage of donors. This risk can be mitigated by incorporating blood donation activities in agencies and HBB. The new approach in the research could provide more detailed mapping of blood supply chain risks.
Pengendalian Persediaan Obat Ternak untuk Meminimasi Total Biaya Persediaan di PT X Marco Samudra; Vivi Arisandhy; Rainisa Maini Heryanto
Journal of Integrated System Vol. 2 No. 1 (2019): Journal of Integrated System
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v2i1.1116

Abstract

PT X merupakan produsen dan distributor obat untuk hewan ternak. Produk yang dijual berasal dari hasil produksi sendiri atau hasil impor dari Belanda.Saat ini perusahaan melakukan pemesanan setiap satu bulan sekali dan jumlah yang dipesan berdasarkan batas maksimum persediaan dikurangi dengan jumlah persediaan yang ada di gudang saat ini. Masalah yang dihadapi oleh perusahaan adalah perusahaan sering mengalami kekurangan dan kelebihan persediaan barang.Kelebihan persediaan mengakibatkan biaya simpan tinggi, sedangkan kekurangan persediaan mengakibatkan biaya stockout tinggi. Â Dalam penelitian ini diusulkan tiga alternatif metode pengendalian persediaan yaitu Metode Q, Metode P dan Metode Optional.Berdasarkan hasil pengolahan data, diketahui total biaya yang dihasilkan dari penerapan metode pengendalian persediaan saat ini adalah sebesar Rp.27.563.174/bulan. Metode pengendalian persediaan usulan yang memiliki total biaya minimum adalah metode P yaitu Rp.24.940.907 dan diperoleh penghematansebesar Rp.2.622.266/bulan atau 9,51%. Namun biaya pesan dan biaya stock out meningkat. Peningkatan biaya pesan terjadi karena interval pemesanannya lebih singkat. Peningkatan biaya stockout terjadi karena pengaruh lead time yang besar yaitu 2 bulan. Namun, biaya simpan menjadi lebih hemat sebesar Rp.3.064.783/bulan atau 13,03%. Â Kata kunci: pengendalian persediaan, biaya, kekurangan, kelebihan
SUPPLY CHAIN PERFORMANCE MEASUREMENT USING SUPPLY CHAIN OPERATIONS REFERENCE, BEST WORST METHOD, OBJECTIVE MATRIX, AND TRAFFIC LIGHT SYSTEM AT DOMESTIC INVESTMENT COMPANY Maleakhi, Yutecia Karunia; Heryanto, Rainisa Maini; Arisandhy, Vivi
JISO : Journal of Industrial and Systems Optimization Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jiso.v8i1.17-26

Abstract

ABSTRAKPerkembangan industri di era globalisasi berjalan sangat pesat dan diiringi dengan meningkatnya persaingan antar perusahaan. Untuk mempertahankan daya saing yang tinggi dalam memenuhi kebutuhan pasar, kinerja operasional suatu perusahaan harus terus ditingkatkan. Penelitian ini menggunakan model Supply Chain Operations Reference (SCOR) yang diberikan bobot dengan Best Worst Method (BWM) serta diukur dengan Objective Matrix (OMAX) dan Traffic Light System (TLS) untuk evaluasi kinerja pada salah satu perusahaan penanaman modal dalam negeri di Indonesia. Perusahaan telah menetapkan target bisnis kinerja rantai pasok pada sektor pelapis dan aksesoris pipa. Pengukuran kinerja diperlukan untuk meningkatkan kinerja rantai pasok. Pengolahan data menghasilkan 17 indikator kinerja untuk mengukur kinerja rantai pasok. Berdasarkan pengukuran OMAX, kinerja berada pada angka 5,496 yang menunjukkan kategori 'rata-rata' namun memerlukan peningkatan pada masing-masing indikator. Peningkatan kinerja rantai pasok dilakukan dengan cara mengatasi empat indikator yang masuk kategori 'buruk' dan meningkatkan enam indikator yang masuk kategori 'rata-rata'. ABSTRACTIndustrial development during globalization is rapid and is accompanied by increasing competition among companies. To maintain high competitiveness in meeting market needs, a company's operational performance must continuously improve. This research utilizes the Supply Chain Operations Reference (SCOR) model, weighted using the Best Worst Method (BWM), and measured using the Objective Matrix (OMAX) and Traffic Light System (TLS) for performance evaluation at a domestic investment company in Indonesia. The company has set business targets for supply chain performance in the coating and pipe accessories sector. Performance measurements are necessary to enhance supply chain performance. Data processing yields 17 performance indicators for measuring supply chain performance. According to the OMAX measurements, the performance is rated at 5.496, indicating a 'average' category but requiring improvement in each indicator. Improving supply chain performance involves addressing the four indicators in the 'poor' category and enhancing the six indicators in the 'average' category.
Perancangan Fasilitas Produksi dan Penataan Stasiun Kerja untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi Boneka di Pido’a Sepuh Collection Heryanto, Rainisa Maini; Arisandhy, Vivi; Suhada, Kartika; Santoso, Santoso; Liputra, David Try; Wawolumaja, Rudy; Frittandi, Frittandi; Rustandi, Jessica Octaviani; Carolina, Vania
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan aplikasi Teknologi Vol. 4, No. 2: October 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.adipati.2025.v4i2.7681

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Sebuah Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dapat mendukung peran UMKM tersebut. Pido’a Sepuh Collection, berlokasi di Bandung, merupakan UMKM yang bergerak dalam bidang pembuatan boneka dengan beragam jenis dan ukuran. Program Sarjana Teknik Industri bermaksud membantu UMKM ini dalam merancang fasilitas produksi dan penataan stasiun kerja agar kapasitas produksi setiap stasiun kerja dapat ditingkatkan dan pekerja dapat bekerja dengan nyaman. PkM dilakukan dalam empat tahapan utama yaitu tahapan kunjungan dan wawancara, dilanjutkan dengan tahapan survei lapangan untuk pengamatan dan pengumpulan data. Tahapan ketiga adalah perancangan fasilitas produksi dan usulan penataan stasiun kerja, dan tahapan terakhir adalah penerapan usulan dengan harapan terjadi peningkatan kapasitas produksi dan pembukaan lapangan kerja baru untuk masyarakat sekitar. Penataan stasiun kerja yang dilakukan dan perancangan fasilitas produksi yang diusulkan dapat meningkatkan kenyamanan operator dalam bekerja, karena stasiun kerja tertata lebih rapi. Selain itu, kapasitas produksi meningkat sebesar 21,43% untuk stasiun penggambaran dan pemotongan pola, 10,71% untuk stasiun penjahitan dan 22,38% untuk stasiun penjahitan mulut boneka.
Determination the Number and Schedule of Security Officers for Pandemic Period and Hybrid Learning at University: Penentuan Jumlah dan Jadwal Petugas Keamanan untuk Masa Pandemi dan Pembelajaran Hybrid di Universitas Heryanto, Rainisa Maini; Suhada, Kartika; Halim, Winda; Vania, Grace
PROZIMA (Productivity, Optimization and Manufacturing System Engineering) Vol. 7 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/prozima.v7i1.1618

Abstract

The recovery condition after the Covid-19 pandemic in various sectors from the economic sector, education, and even tourism requires many adjustments in various factors. A university is an educational institution that applies the concept of online learning in pandemic conditions. Restrictions on activities carried out on campus have an influence on the workload of security officers. In this study, the number of security officers was determined during the pandemic and hybrid learning so as to minimize the costs that must be incurred by the university. Determining the number of security officers needed uses a workload analysis based on interviews and considers several factors such as the target level of environmental security, the wide coverage of the security area, and the workload of the security officers themselves. After knowing the number of security officers needed, then scheduling based on work shifts uses the Tibrewala, Philippe, and Brown algorithm so that the workload is evenly distributed. The results obtained show that during the pandemic 35 security officers are needed with an estimated allocation of IDR 156,103,200 per month and get a savings of IDR 84,287,500,- per month (35.1%). For hybrid learning, it takes 51 personnel with an estimated allocation of IDR 224,303,200,- per month. This cost increases by IDR 68.200.000,- per month (43.7%) of pandemic conditions. This research is expected to provide consideration for universities as one of the steps to make savings and be useful during the pandemic and hybrid learning.
Desain Mitigasi Risiko Rantai Pasok Darah Menggunakan Pendekatan Baru Heryanto, Rainisa Maini; Liputra, David Try; Arisandhy, Vivi; Amalina, Ninda Nurseha
Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol. 13 No. 2 (2024): Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Rekayasa Sistem Industri
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jrsi.v13i2.7326.143-156

Abstract

Blood is an essential component for body and plays critical role in human survival. Hospital blood banks (HBB) are responsible for ensuring availability and safety of blood in particular area. Risks that could arise in blood supply chain at HBB need to receive full attention, especially in the event of an outbreak or disaster. This attention is necessary to ensure smooth flow of activities, information, products, and finances. The primary objective of this research is to develop risk mitigation design for the blood supply chain. This research focuses on case study at HBB in Bandung City with specific focus on packaged red blood cells. The new approach used in this research involves initiating process by collecting potential risks, which are then defined and classified within the supply chain operations reference (SCOR) model. Subsequently, questionnaires were distributed to gather input for calculating weights using the analytical hierarchy process (AHP). Following step involves identifying root cause of these risk through fault tree analysis (FTA) and determining the most influential risk causes using failure mode effect and analysis (FMEA). Final phase entails designing strategies for mitigating risks in blood supply chain. This research aims to assist HBB facilities in prioritizing risks for treatment and implementing strategies to minimize these risks within their respective areas. According to AHP results, risk with the highest weight (0.173) is unavailability of blood stock at Indonesian Red Cross due to a shortage of donors. This risk can be mitigated by incorporating blood donation activities in agencies and HBB. The new approach in the research could provide more detailed mapping of blood supply chain risks.
Konsultasi dan Pelatihan Penerapan Kaizen pada Lantai Produksi untuk Meningkatkan Kinerja di PT Kahatex, Bandung Leony, Florence; Arisandhy, Vivi; Suhada, Kartika; Suhandi, Victor; Heryanto, Rainisa Maini; Liputra, David Try; Santoso, Warren Evander; Suwandi, Nadia Natalia; Banjarnahor, Dedi Marcell; Manuela, Rheakova Sarita; Paganta, Dioren Tri
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v10i1.23766

Abstract

PT Kahatex is a textile company that has implemented the Kaizen concept in its production process. However, in practice, partners still encounter obstacles, namely in terms of the participation of all employees in making changes and determining the right methods that are in line with the Kaizen philosophy in solving problems on the production floor. This community service activity in the form of training was carried out to provide understanding and direction to partners regarding real examples of the application of easy-to-do methods on the production floor in relation to continuous improvement. The community service activity was carried out from January 8 to 26, 2024, which consisted of the preparation and implementation stages of the training. The community service team consisted of 6 lecturers and 5 students, while the training participants consisted of 20 PT Kahatex employees. The result of this training activity was an increase in the percentage of participants who fully understand the Kaizen material and the benefits of its application as well as 5W1H and examples of its application, from initially between 15% - 25% to between 60% - 75%.
Pendampingan Penerapan Rancangan 5S Dalam Upaya Continuous Improvement di Pabrik Mie Ho Kie San, Patikraja Rainisa Maini Heryanto; Vivi Arisandhy; David Try Liputra; Kartika Suhada; Victor Suhandi; Florence Leony; Kevin Tjahyadi; Nicolas Adriel; Ayrine Michaella; Rizal Fiqri Alghi Yapiawan; Isabelle Briany Esdova Sinaga
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1175

Abstract

Pabrik Mie Ho Kie San merupakan salah satu UMKM mie tradisional yang berlokasi di Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (abdimas) dilakukan pada UMKM tersebut dengan tujuan continuous improvement untuk peningkatan produktivitas kerja. Kegiatan tersebut dilakukan pada bulan Mei hingga September 2024. Abdimas dilakukan dengan pendampingan kepada mitra dalam menerapkan rancangan 5S (seiri, seiton, seiso, seiketsu, shitsuke) yang berfokus pada seiri (ringkas) dan seiton (rapi). Hasil kegiatan abdimas adalah rancangan alat bantu untuk mendukung penerapan seiri dan seiton serta usulan perancangan tata letak fasilitas produksi. Pendekatan seiri dilakukan dengan memberikan usulan rancangan label merah untuk barang yang tidak diperlukan. Label merah diletakkan pada area label merah atau lost and found area yang diusulkan, yaitu area di dalam bengkel dan ruang penyimpanan generator serta rak yang ditempatkan di dekat area pengemasan. Pendekatan seiton dilakukan dengan memberikan usulan rancangan shadow board untuk barang-barang yang digunakan pada masing-masing stasiun kerja, serta untuk peralatan umum yang digunakan bersama-sama. Di dalam rancangan tata letak fasilitas produksi yang diusulkan, dilakukan penataan lokasi rigen serta shadow board agar lantai produksi menjadi lebih rapi dan dapat memperlancar aliran produksi.
Green Supply Chain Performance Measurement using Green SCOR Model in Agriculture Industry: A Case Study Arjuna, Arjuna; Santoso, Santoso; Heryanto, Rainisa Maini
Jurnal Teknik Industri: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Industri Vol. 24 No. 1 (2022): June 2022
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jti.24.1.53-60

Abstract

The agriculture industry has proliferated in the last decades, increasing the envi­ron­mental footprint. Several development concepts include integrating the ecological aspect into the supply chain to reduce environmental degradation. In implementing the idea, companies in the agriculture industry need to evaluate their performance in the environmental area. This measure­ment uses the Green Supply Chain Operations Reference (GSCOR) Model that provides its entire supply chain aspect. This study demonstrates that the enable parameter criterion, which shows the magnitude of employee management toward environmental requirements, significantly impacts supply chain performance. Other criteria are also critical, such as a plan that considers every entity's usage and a source that considers the supply of the entities. The performance measurement produces a 6.357 value in the yellow color category with an average condition in the company. It produces three key performance indicators (KPI), such as water usage, percentage hazardous materials in inventory, and percentage hazardous waste, with a red classification that should be improved.