Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

EFEK LAMA WAKTU FERMENTASI SELAMA KURANG DARI 24 JAM TERHADAP KARAKTERISTIK VCO MENGGUNAKAN RAGI TEMPE DENGAN KONSENTRASI NUTRISI RAGI 2% B/V Amelia Putri Indahsari; Cucuk Evi Lusiani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i1.519

Abstract

Indonesia merupakan negara penghasil kelapa terbesar di dunia. Buah kelapa terutama pada bagian dagingnya dapat digunakan untuk menghasilkan VCO (Virgin Coconut Oil). Salah satu metode yang banyak digunakan untuk menghasilkan VCO adalah metode fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek lama waktu fermentasi selama kurang dari 24 jam terhadap karakteristik VCO menggunakan ragi tempe dengan konsentrasi nutrisi ragi 2% b/v. Penelitian ini dilakukan dengan variabel berupa waktu fermentasi selama 6, 12, dan 18 jam. Karakteristik VCO yang dihasilkan ditentukan berdasarkan nilai %yield, sifat organoleptik (warna, aroma, dan rasa), serta nilai pH. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada produk VCO, diketahui bahwa nilai %yield semakin tinggi seiring dengan semakin lamanya waktu fermentasi. Nilai %yield tertinggi dihasilkan pada produk VCO dengan waktu fermentasi selama 18 jam yaitu sebesar 6,00%. Sifat organoleptik produk VCO pada 6, 12, dan 18 jam sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 7381:2008 yaitu berwarna jernih, beraroma khas kelapa, serta memiliki rasa khas minyak kelapa. Nilai pH pada produk VCO dengan waktu fermentasi selama 6 hingga 18 jam bernilai sama yaitu 5,4.
PENGARUH LAMA WAKTU FERMENTASI TERHADAP YIELD DAN SIFAT ORGANOLEPTIK VIRGIN COCONUT OIL (VCO) YANG DIHASILKAN DARI KELAPA DAERAH BALI Ulfa Nurida; Cucuk Evi Lusiani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.267

Abstract

Bali adalah salah satu daerah di Indonesia yang berpotensi menghasilkan kelapa dalam jumlah yang banyak. Kelapa daerah Bali memiliki ukuran buah yang besar, bentuk buah bulat telur dan kadar minyak kopra mencapai 69,28%. Buah kelapa tersebut dapat dijadikan berbagai macam produk olahan, salah satunya yaitu minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO) yang dibuat dengan metode fermentasi. Proses fermentasi dapat dilakukan dengan alat sederhana, waktu yang efisien, dan produk dengan tingkat ketengikan yang rendah dan daya simpan yang lama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama waktu fermentasi terhadap yield dan sifat organoleptik (aroma, rasa dan warna) produk VCO yang dihasilkan dari kelapa daerah Bali. Proses fermentasi dilakukan menggunakan penambahan ragi tempe dengan konsentrasi 2% b/v selama 6, 12, 18, 24 dan 30 jam. Produk VCO yang dihasilkan pada penelitian ini dianalisis untuk perhitungan nilai yield, sifat organoleptik, dan nilai pH. Nilai yield produk VCO mengalami peningkatan seiring dengan lamanya waktu fermentasi dengan nilai tertinggi yaitu 4,30% v/v pada waktu fermentasi 30 jam. Semua produk VCO yang dihasilkan dalam penelitian ini memiliki aroma khas kelapa dan tidak tengik, rasa khas minyak kelapa, berwarna bening kekuningan dan nilai pH 5. Dengan demikian, produk VCO yang dihasilkan memenuhi syarat standar mutu VCO, yaitu Standar Nasional Indonesia (SNI) 7381:2008.
PEMILIHAN PROSES PADA PRA-RANCANGAN PABRIK VCO (VIRGIN COCONUT OIL) KAPASITAS 30.000 TON/TAHUN MENGGUNAKAN METODE GRADING Ade Satria Saloka Santosa; Cucuk Evi Lusiani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.218

Abstract

Virgin coconut oil (VCO) merupakan produk olahan santan kelapa yang memiliki banyak manfaat dan kegunaan. Asam laurat yang terkandung di dalam VCO banyak dibutuhkan di bidang kesehatan, kecantikan serta kosmetik. VCO pada umumnya dijadikan campuran bahan baku pada pembuatan sabun, sampo, pelembab kulit dan lain sebagainya. Proses pembuatan VCO dapat dilakukan melalui beberapa proses diantaranya proses fermentasi, mekanik/sentrifugasi, pengasaman, pancingan, dan enzimatik. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk memilih satu proses dari beberapa proses tersebut untuk diaplikasikan pada pra-rancangan pabrik VCO kapasitas 30.000 ton/tahun dengan menggunakan metode grading. Metode grading dilakukan dengan memberikan nilai pada masing-masing aspek yang dipertimbangkan. Berdasarkan metode grading, proses yang mendapatkan nilai tertinggi adalah proses fermentasi ditinjau dari aspek kondisi proses, kondisi proses, ekonomi, dan dampak terhadap lingkungan. Produk VCO yang dihasilkan dari proses fermentasi memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan proses yang lain diantaranya proses yang sederhana, %yield yang tinggi, kadar asam laurat yang tinggi serta kemurnian VCO yang cukup tinggi.
PENENTUAN LOKASI PABRIK MENGGUNAKAN METODE FACTOR RATING PADA PRA-RANCANGAN PABRIK VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DENGAN KAPASITAS 50.000 TON/TAHUN Naufal Cenna Rafidanta; Cucuk Evi Lusiani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.263

Abstract

Virgin coconut oil (VCO) merupakan produk olahan santan kelapa yang memiliki banyak manfaat dan kegunaan terutama di bidang kesehatan, kecantikan serta kosmetik. VCO membuka suatu peluang usaha untuk dapat dipasarkan ke masyarakat. Dalam proses memproduksi VCO, perlu diperhatikan beberapa hal, salah satunya adalah penentuan lokasi pabrik. Hal ini dapat ditentukan berdasarkan ketersediaan bahan baku, pemasaran, utilitas, keadaan geografis dan masyarakat, transportasi, tenaga kerja, sistem penanganan dan pengolahan limbah pabrik, site dan karakteristik lokasi, serta peraturan perundang-undangan. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk menentukan satu lokasi dari beberapa alternatif lokasi dengan menggunakan metode factor rating dalam pendirian pabrik pada pra-rancangan pabrik VCO kapasitas 50.000 ton/tahun. Metode factor rating dilakukan dengan memberikan skor pada masing-masing faktor yang dipertimbangkan untuk mendapatkan lokasi pendirian pabrik yang strategis. Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode factor rating maka didapatkan bahwa Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau adalah lokasi yang memiliki peluang paling besar untuk pendirian pabrik pada pra-rancangan pabrik VCO dengan kapasitas 50.000 ton/tahun. Daerah Riau memiliki beberapa kelebihan pada ketersediaan buah kelapa yang melimpah, keadaan geografis dan masyarakat yang sesuai untuk pendirian pabrik VCO, serta site dan karakteristik lokasi yang baik untuk pendirian pabrik VCO.
PENGARUH WAKTU FERMENTASI TERHADAP VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DARI KELAPA DAERAH PROBOLINGGO MENGGUNAKAN RAGI TEMPE 2% B/V Hana Kurnia Oktaviani; Cucuk Evi Lusiani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.241

Abstract

Indonesia merupakan negara terbesar di Asia Tenggara sebagai penghasil kelapa. Salah satu daerah yang memiliki kawasan perkebunan kelapa adalah wilayah bagian selatan Kabupaten Probolinggo. Ciri-ciri kelapa dari daerah Probolinggo yaitu memiliki diameter buah kelapa ± 25 cm, ketebalan sabut ± 5 cm, ketebalan tempurung 0,3-0,5 cm, dan ketebalan daging buah 1 cm. Daging buah kelapa dapat diolah menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) melalui proses fermentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi terhadap nilai pH, warna, bau, rasa, dan %yield dari produk VCO. Proses fermentasi dalam penelitian ini dilakukan menggunakan ragi tempe dengan konsentrasi 2% b/v selama 6, 12, 18, 24, dan 30 jam. Produk VCO yang dihasilkan pada penelitian ini dilakukan analisis pH, warna, bau, rasa, dan dihitung %yield dari produk VCO. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa nilai pH pada VCO hasil fermentasi 6 sampai 30 jam menunjukkan nilai yang sama yaitu 6. Secara fisik, produk VCO dalam penelitian ini sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 7381:2008 yaitu berwarna kuning jernih, beraroma khas kelapa segar, dan terasa khas minyak kelapa. Nilai %yield dari produk VCO menunjukkan nilai yang semakin besar dengan semakin lamanya waktu fermentasi. Nilai %yield tertinggi (15,00% (v/v)) diperoleh pada waktu 30 jam.
PENGARUH WAKTU FERMENTASI SELAMA < 24 JAM MENGGUNAKAN RAGI ROTI DENGAN KONSENTRASI NUTRISI RAGI 6%B/V TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK VCO Gilang Haryo Sembodo; Cucuk Evi Lusiani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i1.507

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan salah satu produk olahan yang terbuat dari daging buah kelapa tua dan diproses tanpa pemanasan untuk mencegah kerusakan pada bahan penting yang terkandung dalam VCO. Produksi VCO dapat dilakukan menggunakan beberapa proses, salah satunya adalah proses fermentasi yang dapat didefinisikan sebagai proses yang terjadi dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen) yang menghasilkan perubahan biokimia organik melalui aksi enzim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi selama < 24 jam menggunakan ragi roti dengan konsentrasi nutrisi ragi 6%b/v terhadap sifat organoleptik VCO. Proses pembuatan VCO dilakukan dengan melibatkan tiga tahapan proses yaitu pembuatan santan kelapa, pembuatan larutan yeast menggunakan ragi roti, dan fermentasi selama 6, 12, dan 18 jam. Berdasarkan hasil analisis dari produk VCO, dapat diketahui bahwa semakin lama waktu fermentasi menyebabkan semakin tinggi nilai yield dari produk VCO yaitu 4,9; 11,9; dan 17,1% untuk masing-masing variabel 6, 12, dan 18 jam. Nilai yield tertinggi (17,1% v/v) diperoleh pada waktu fermentasi selama 18 jam. Nilai pH dari produk VCO pada waktu fermentasi 6, 12, dan 18 jam adalah sama yaitu 5 dengan sifat fisik yang memenuhi persyaratan mutu Standar Nasional Indonesia (SNI) 7381:2008, yaitu tidak berwarna dan transparan dengan aroma unik kelapa segar dan rasa minyak kelapa.
LITERATURE STUDY OF THE EFFECT ON DOPING COMPONENT ON THE CE-TI OXIDE CATALYST FOR FLUE GAS DENITRATION WITH NH3-SCR Rias Becik Sinawang; Cucuk Evi Lusiani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i1.328

Abstract

The Ce-Ti oxide catalyst is viewed as an innovation for the reduction of nitrogen oxide (NOx) and owns outstanding activity in ammonia-selective catalytic reduction (NH3-SCR) that became the most used denitration reaction in industry. In the flue gas, there will be many substances that inhibit the catalytic activity. Therefore, adding some components to the Ce-Ti oxide catalyst can be a solution. The aim of this literature study is to analyze the effect of doping components (Fe, Zr, Cu, K) on Ce-Ti oxide catalyst in the NH3-SCR reaction. Several theories and data methods were collected by comparing data based on catalytic activity and characterization of the catalysts. The activity of the catalyst was obtained by calculating the NOx conversion. The characterization of the catalysts was detected by BET, H2-TPR, NH3-TPD, and XPS. The analysis based on the literature study exhibited a catalyst with the best activities, structures, and properties required to successfully reduce NOx. The results indicate that the effect on doping components of Fe, Zr, and Cu can enhance the characteristics and protect the reduction ability, whilst the doping of K decreases surface acidity and reducibility on Ce-Ti oxide catalyst.
KARAKTERISTIK FISIK VIRGIN COCONUT OIL (VCO) HASIL FERMENTASI MENGGUNAKAN RAGI ROTI SELAMA < 24 JAM DENGAN KONSENTRASI NUTRISI YEAST 4% B/V Dynda Farisa Cahya Negari; Cucuk Evi Lusiani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.382

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis yang menjadi salah satu eksportir buah kelapa terbesar di dunia setelah Filipina. Luas perkebunan kelapa Indonesia mencapai 3,86 juta hektar atau setara dengan 31,2% total dari perkebunan kelapa di dunia. Pohon kelapa banyak tumbuh di daerah pantai dengan ketinggian pohon mencapai hingga 30 meter. Pohon kelapa dapat dimanfaatkan mulai dari akar hingga daun. Salah satu bagian yang memiliki banyak manfaat yaitu buah kelapa yang dapat diolah menjadi minyak kelapa murni atau biasa disebut Virgin Coconut Oil (VCO) melalui proses fermentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi terhadap karakteristik fisik virgin coconut oil (VCO) hasil fermentasi menggunakan ragi roti selama < 24 jam dengan konsentrasi nutrisi yeast 4% (b/v). Penelitian ini dilakukan dengan variabel waktu fermentasi selama 6, 12, dan 18 jam menggunakan starter dari ragi roti dengan komposisi 1 g ragi roti, 2 g gula, dan 50 mL air kelapa. Secara fisik, produk VCO waktu fermentasi selama 18 jam yang dihasilkan dalam penelitian ini sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 7381:2008 yaitu tidak berwarna dan jernih, beraroma khas kelapa segar, dan terasa khas minyak kelapa. Nilai pH pada produk VCO hasil fermentasi selama 6, 12, dan 18 jam yaitu 4,3; 4,5; dan 4,8. Nilai %yield tertinggi pada produk VCO yang dihasilkan yaitu sebesar 13,09% (v/v) selama waktu fermentasi 18 jam. Produk VCO yang dihasilkan pada penelitian ini menunjukkan bahwa nilai %yield semakin tinggi seiring bertambahnya waktu fermentasi.
STUDI LITERATUR: PENETAPAN LOKASI PABRIK PADA PRA RANCANGAN PABRIK VCO DI BEBERAPA ALTERNATIF LOKASI JAWA TIMUR MENGGUNAKAN METODE FACTOR RATING Muhammad Ravly Maulana; Cucuk Evi Lusiani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i1.511

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan bentuk olahan daging buah kelapa yang memiliki banyak manfaat terutama di bidang kesehatan dan industri kecantikan serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga dapat menjadi peluang usaha bagi masyarakat. Dalam proses pendirian pabrik VCO banyak faktor yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah penetapan lokasi pabrik. Pemilihan lokasi pabrik ditentukan oleh beberapa hal yaitu ketersediaan bahan baku, pemasaran, utilitas, keadaan geografis dan masyarakat, transportasi, tenaga kerja, sistem penanganan dan pengolahan limbah pabrik, site dan karakteristik lokasi, serta peraturan perundang-undangan. Tujuan daristudi literaturini adalah untuk menetapkan lokasi pabrik pada pra- rancangan pabrik VCO dengan kapasitas 50.000 ton/tahun di beberapa alternatif lokasi Jawa Timur dengan menggunakan metode factor rating. Metode ini dilakukan dengan cara memberikan skor pada masing-masing faktor yang telah dipertimbangkan untuk mendapatkan lokasi pendirian pabrik yang tepat. Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode factor rating maka didapatkan bahwa Daerah Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur adalah lokasi yang cukup strategis dan memiliki peluang terbesar untuk pendirian pabrik pada pra-rancangan pabrik VCO dengan kapasitas 50.000 ton/tahun. Daerah Banyuwangi memiliki beberapa kelebihan yaitu faktor ketersediaan bahan baku, pemasaran, utilitas, keadaan geografis dan masyarakat, transportasi, tenaga kerja, serta peraturan buangan limbah yang baik untuk pendirian pabrik VCO.
PENGARUH WAKTU FERMENTASI SELAMA < 24 JAM MENGGUNAKAN RAGI TEMPE DENGAN NUTRISI YEAST 6% B/V TERHADAP KUALITAS VIRGIN COCONUT OIL Aprillia Damayanti; Cucuk Evi Lusiani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.416

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) adalah minyak yang dihasilkan dari olahan daging buah kelapa segar. Salah satu metode yang mudah digunakan untuk menghasilkan VCO adalah metode fermentasi dengan menambahkan ragi untuk proses pemecahan emulsi santan atau krim membentuk VCO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi selama < 24 jam terhadap kualitas produk VCO. Pembuatan VCO pada penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu pembuatan larutan starter, pembuatan santan kelapa, fermentasi, dan analisis produk. Proses fermentasi dilakukan selama 6, 12, dan 18 jam menggunakan ragi tempe dengan nutrisi yeast 6% b/v. Parameter yang diuji untuk menentukan kualitas produk VCO yang dihasilkan adalah sifat organoleptik (warna, aroma, dan rasa), yield produk, dan pH. Berdasarkan uji organoleptik dari 25 orang sebagai responden, produk VCO yang dihasilkan dinilai memiliki ciri fisik sesuai dengan SNI 7381:2008 yaitu tidak berwarna, memiliki aroma khas kelapa, dan rasa khas minyak kelapa. Yield produk VCO yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah 2,3 – 17% v/v dengan nilai yield tertinggi sebesar 17% yang dihasilkan pada proses fermentasi selama 18 jam. Nilai pH dari produk VCO hasil fermentasi selama 6 hingga 18 jam adalah sama yaitu 5.