Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Dissemination of Religious Moderation for Students in Strengthening Inclusive Islam at Pesantren of Jekulo Kudus Muhtador, Moh; Shofaussamawati
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 25 No. 1 (2025)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/dms.v25i1.23292

Abstract

The issue of religious moderation is a government programme aimed at countering narratives, attitudes, and actions of intolerance. However, this programme is not widely disseminated in communities such as Islamic boarding schools. Activities carried out at the Jekulo Kudus Islamic Boarding School aim to empower students to promote religious moderation and tolerance. The aim is to reveal the lack of study of the works of Indonesian scholars in various Islamic boarding schools, while the works of Middle Eastern scholars still dominate. The method used is PAR, which directly involves students in studying the book Risalah Tawhid by Mbah Hasyim Asy'ari and the book Faidhul Rahman by Mbah Shaleh Darat. The findings indicate that students remain unfamiliar with Indonesian scholars, possess minimal knowledge about the moderate teachings of Nusantara scholars, and have a partial understanding of the teachings of religious moderation, both from the ministry and from religious perspectives. This article contributes to illustrating that santri need to be introduced to and taught the works of Nusantara scholars.
Iman dan Kehidupan Sosial Shofaussamawati, Shofaussamawati
RIWAYAH Vol 2, No 2 (2016): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v2i2.3133

Abstract

Diakui atau tidak persoalan iman nampaknya dipahami hanya berhenti pada ranah teologis (Rukun Iman yang enam) Hampir-hampir umat Islam terfokus pada kajian iman dalam pengertian yang terbatas, parsial dengan melihat aspek iman hanya persoalan teologis kepada Allah, Rasul, kitab-kitab, malaikat, hari kiamat dan takdir. Padahal al-Qur’an mulia dan hadis-hadis tentang iman menyatakan secara tegas bahwa iman selalu dikaitkan dengan amal saleh dan akhlak. Rasulullah mengajarkan keimanan secara totalitas; dengan hati, lisan, dan perbuatan. Artinya kepercayaan dan keyakinan kepada Allah Swt harus dibarengi dengan perbuatan-perbuatan yang baik (amal shalih) dalam setiap kesempatan dan di manapun berada. Iman dalam konteks kehidupan sosial sebagaimana yang terekam dalam literature hadits memiliki jangkauan yang luas dan ruang lingkup yang tak terbatas. Ini tersirat dari informasi hadits bahwa iman memiliki 63 atau 73 lebih bagian (cabang). Dapat dikatakan bahwa iman meliputi seluruh dimensi kehidupan manusia. Akan tetapi walaupun segi-segi sosial kemanusiaan yang berhubungan dengan iman cukup luas jangkauan dan ruang lingkupnya, namun berdasarkan literature-literatur hadits yang merekam operasional dalam aktivitas sosial Rasulullah dapat dirumuskan nilai-nilai esensial dan universal sehingga memungkinkan untuk dimanifestasikan dalam konteks kekinian.
Teologi Sosial Masyarakat Pinggiran (Konsep Teologi Kaum Perempuan Dalam Memaknai Banjir di Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus) shofaussamawati, shofaussamawati; Listiana, Anisa
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 11, No 2 (2018): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v11i2.4158

Abstract

The Undaan Kudus Community is the majority of farmers on the outskirts of the industrial city, Kudus, which are often affected by floods. Responding to these conditions the women of Undaan have ways and systems to consolidate existing elements through religious and cultural values. The religious and cultural values they use are in the form of recitation, yasinan, hadrah every Friday night and Monday night. The activities that shape the structure of their view of floods that often hit are different from those in other areas. For them, disaster or flood disaster is a part of life affairs that must be addressed wisely, recovery, rehabilitation and resilience. This study discusses how the theological transformation of Undaan women in interpreting the flood cycle in the Undaan region? The results show that Undaan women's theology views floods as a symbol of collective destruction, destruction of meaning, and dealing with danger. Therefore the ethics of dealing with floods is istirja ', patience, learning, and obedience to God.
Ikhlas PersPektIf al-Qur’an : kajian tafsir Maudhu’i Shofaussamawati, shofaussamawati
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 2 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v7i2.927

Abstract

Artikel ini membahas tentang makna ikhlas yang bertujuan untukmengungkap tentang makna ikhlas dalam kajian tafsi>r maud} u’i.Diera modern ini, semakin banyak ditemukan manusia yang lebihcenderung untuk memandang bahwa hidup ini tidak ada yanggratis, selalu ada cost yang harus dibayar, hal ini yang menjadikanmereka selalu memperhitungkan untung rugi dalam segalaaspek prilaku dan pekerjaannya. Paradigma ini pada gilirannyamenjadikan suatu problem, yaitu sulitnya suatu perbuatan yangdilakukan manusia yang tulus ikhlas. Oleh karena itu kehadiranpenafsiran tentang ikhlas} memiliki nilai urgensinya tersendiri.Tulisan ini menggunakan pendekatan konten analisis sehinggadapat menggambarkan dan menjelaskan secara gamblangtentang makna ikhlas yang sesungguhnya dalam perspektif alQur’an. Hasilnya adalah bahwa ikhlas merupakan perbuatan yangberlandaskan motivasi untuk mempeoleh keridaan Allah swt.
KONSEP FAWATIH AS-SUWAR IMAM AL-MARAGI DALAM TAFSIR AL-MARAGI Shofaussamawati, Shofa; Famulaqih, Sidqon
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 9, No 2 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v9i2.872

Abstract

Dalam al-Qur’an ada berbagai bentuk yang digunakan oleh Allahdalam memulai fimanNya. Terkadang sebuah surat diawalidengan tahmid, tasbih,nida’, sumpah, amr dan lain-lain. Artikel inimencoba mengeksplorasi lebih jauh tentang makna dibalik fawatihas-suwar dalam tafsir al-mara>gi>. Dalam beberapa surat ternyataAllah membuka fimanNya dengan kalimat berbeda yang seringdisebut dengan al-ah} ruf al-muqat} t{ a’ah sehingga menimbulkanmisteri dan tanda tanya besar karena sulit dipahami maknanyadibalik beberapa kalimat pembuka yang berada di luar kebiasaanitu. Penulis membedah persoalan ini dengan menggunakanpendekatan semantik untuk melakukan pemaknaan terhadapkalimah yang dijadikan pembuka surat dalam al-Qur’an. Hasilnyaadalah mengetahui sisi keunikan pemikiran Al-mara>gi dalammenafsirkan fawath as-suwar, meski sampai saat ini masih belumtentu diketahui secara pasti tentang misteri yang terdapat dibalikhuruf muqatt’ah tersebut. Al-mara>gi adalah salah satu mufassiryang mampu memaknai huruf muqatt’ah sebagai at-tanbih.
PERAN KH. MUHAMMAD ARWANI DALAM PENGEMBANGAN ILMU QIRAAT DI INDONESIA shofaussamawati, shofaussamawati
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 11, No 1 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v11i1.4520

Abstract

Ilmu Qira’at adalah termasuk salah satu bagian dari ilmu-ilmu al-Qur’an (Ulum al-Qur’an), tapi sayangnya ilmu ini terutama di Indonesia kurang mendapatkan perhatian oleh para Ulama. Khazanah kajian al-Qur’an di Indonesia mayoritas berada pada bidang Tafsir, ini dapat difahami karena tafsir atau penjelasan isi al-Qur’an adalah bagian yang sangat penting bagi masyarakat muslim. Akan tetapi, qira’at juga sangat diperlukan dalam tafsir al-Qur’an, oleh karena itu kajian terhadap ilmu qira’at menjadi sangat urgen. Salah seorang ulama Indonesia yang mempunyai konsentarasi penuh terhadap ilmu qira’at adalah KH.Arwani. Maka dalam tulisan ini akan dibahas mengenai bagaimana peranan beliau dalam mengembangkan ilmu qira’at di Indonesia