Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengenalan Dan Bimtek Penggunaan Alat-Alat Kualitas Air Di Balai Benih Ikan Gunung Manau Kepada Siswa SMK PP Paringin Putri, Nur Amalia; Irawan, Abdul Halli; Rapiqi, Hapip; Fudaeli, M; Iriansyah, Iriansyah; Aisyah, Siti; Bijaksana, Untung
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 8 (2024): Juni
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/9p2hc614

Abstract

Balai Benih Ikan Gunung Manau adalah balai yang menyediakan dan mendistribusikan benih ikan yang berkualitas untuk budidaya dengan ukuran benih yang bervariasi secara kontinyu. Hal tersebut yang mendorong pihak SMK PP Paringin untuk melakukan Praktik lapangan di Balai Benih Ikan Gunung Manau agar menambah wawasan dan pengetahuan di bidang perikanan. Benih ikan yang berkualitas tentunya didukung dari kualitas air yang baik sehingga perlu alat-alat kualitas air seperti pH meter yaitu alat untuk mengukur pH sekaligus suhu air, Total Dissolved Solids (TDS) adalah sebuah indikator untuk mengukur jumlah padatan atau partikel terlarut didalam air. Maka dari itu, mempelajari alat kualitas air untuk budidaya ikan sangatlah penting agar didapat informasi baik tidaknya suatu perairan(kolam) untuk mengurangi resiko mortalitas pada benih ikan. Metode pelaksanaan berupa pengenalan dan bimbingan teknis. Sasaran adalah siswa SMK PP Paringin yang melakukan kunjungan praktek lapangan. Tahapan pelaksanaan kegiatan dimulai dengan pengenalan alat-alat kualitas air dan peragaan cara menggunakan alat dengan mengambil sample air di kolam.  Berdasarkan kegiatan pengenalan dan bimbingan teknis penggunaan alat-alat kualitas air yang telah dilakukan kepada siswa SMK PP Paringin telah tersampaikan nya informasi, pengetahuan, dan bimbingan teknis tentang alat-alat kualitas air, fungsi, cara penggunaannya dan pentingnya mempelajari alat kualitas air untuk budidaya.
Sosialisasi Pengelolaan Limbah Organik Dengan Pembuatan Eco Enzyme Di Desa Gunung Manau, Kecamatan Batu Mandi, Kabupaten Balangan Hallisa, Hallisa; Rozi, Muhamad Abdul; Hanipah, Nur; Rakhman, Syaiful; Iriansyah, Iriansyah
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 8 (2024): Juni
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/mxq0gn18

Abstract

Limbah organic adalah limbah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat, namun masih banyak masyarakat yang belum bisa mengolah limbah organic dengan baik, padahal limbah organic dapat diolah menjadi Eco Enzyme, Eco Enzyme sendiri ialah hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula dan air. Tujuan kegiatan ini adalah masyarakat desa Gunung manau dapat mengolah limbah sampah organic menjadi Eco Enzyme yang memiliki banyak manfaat seperti peptisida alami, pupuk tanaman, disinfiktan dan cairan pembersih. Metode yang digunakan ialah pelatihan dan sosialisasi. Adapun kegiatan pelatihan yang dilakukan, (1) Penyampaian materi Eco Enzyme (2) Demontrasi pembuatan Eco Enzyme (3) Focus Group Discussion (FGD) dan evaluasi. Kegiatan sosialisasi pembuatan Eco Enzyme dengan menggunakan limbah organik seperti kulit jeruk dapat meningkatkan pengetahuan baik dari mahasiswa atau pun warga yang ada di Gunung Manau. Selain itu, warga setempat dapat memanfaatkan Eco Enzyme untuk kegiatan sehari-hari atau pun bisa digunakan menjadi pupuk alami karena mayoritas warga desa Gunung Manau mencari penghasilan sebagai petani dan berkebun.
CORRELATION BETWEEN TRADITIONAL LAW AND POSITIVISM IN INDONESIA AND MALAYSIA Iriansyah, Iriansyah; Irfansyah, Irfansyah; Febrina, Rezmia
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 1 (2024): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i1.1908

Abstract

This article aims to analyze the correlation between customary law and positivism law in Indonesia and Malaysia. This research uses a normative juridical approach with a statute approach and a conceptual approach. Based on the research results, customary law is unwritten with positivism law which is written. And positive law in Indonesia or the law that is expected to be present in the future in Indonesia, must be seen from the aspect of culture or customary law that grows and develops in the environment of indigenous peoples. Given the purpose of the form of a regulation or law is to meet human needs in social life. So the people who enjoy the law are the people. Whereas in Malaysia customary law is still recognized as long as it grows and develops in the community and does not conflict with the religion of Islam and has been promulgated, it can be said that there is the same thing as the distribution of assets gono gini or joint assets with Spencerian assets in Malaysia. 
Tanggung Jawab Hukum Debitur Terhadap Objek Jaminan Fidusia R, Muhammad Hatta.; Iriansyah, Iriansyah; Triana, Yeni
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5786

Abstract

Terbentuknya sistem pembiayaan berbasis prinsip fidusia di Indonesia menimbulkan tantangan baru terkait tanggung jawab hukum debitur atas jaminan fidusia. Dalam praktiknya, banyak debitur, baik sengaja maupun tidak sengaja, tidak mematuhi ketentuan perjanjian fidusia, seperti tidak melakukan angsuran pembayaran atau mengalihkan jaminan tanpa izin kreditur. Hal ini menimbulkan berbagai permasalahan hukum, termasuk masalah wanprestasi, perlindungan hak kreditur, dan keadilan dalam penanganan jaminan fidusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji secara mendalam konsep tanggung jawab debitur atas jaminan fidusia dari perspektif hukum Indonesia dan untuk melihat akibat hukum yang timbul ketika debitur gagal memenuhi tanggung jawab tersebut. penelitian ini menggunakan kombinasi metode hukum dan konseptual, dengan mengumpulkan informasi dari literatur yang ada, undang-undang, putusan pengadilan, dan interpretasi hukum terkait kewajiban fidusia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab debitur dalam perjanjian fidusia berlandaskan pada prinsip kepercayaan dan keadilan. Debitur harus melindungi agunan yang disimpan dalam perwalian dan tidak dapat memberikannya tanpa persetujuan kreditur. Jika mereka melanggar aturan ini, itu mengarah pada wanprestasi, yang memungkinkan kreditur untuk mengambil kendali atas agunan tersebut.