Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Profesionalitas Guru Dalam MengimplementasikanPembelajaran PAI Berbasis Kurikulum Merdeka Eliwatis Eliwatis; Asa Syarosy; Romi Maimori; Silvia Susrizal; Demina Demina; Adam Mudinillah
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i1.722

Abstract

Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang signifikan terhadap banyak aspek kehidupan, termasuk sistem pendidikan. Kurikulum 13 menekankan pembelajaran aktif yang melibatkan interaksi langsung dan kolaborasi didalam kelas. Pengalaman belajar seperti itu sulit diwujudkan. Untuk itu, Kemendikbud meluncurkan kurikulum baru yakninya kurikurulum merdeka yang berstandar diferensiasi siswa. Konsep dari kurikulum baru ini adalah student center yang juga menuntut adanya profesionalitas guru dalam implementasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi dan perkembangan guru PAI secara professional dalam menerapkan kurikulum merdeka dalamperencanaan, pelaksanaan, dan evalusi di SMP kec. Limakaum, Tanah Datar. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode pengambilan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi.Koleksi data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan adalah langkahlangkah yang digunakan untukmemastikan bahwa data sesuai dengan masalah yang diteliti. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian guru PAI di Kec. Limakaum sudah menggunakan standar perencanaanyakninya modul ajar yang sesuai, sebagian lagi belum begitu sesuai dengan perumusan tujuan pembelajaran dalam tahap pelaksanaaan, gaya mengajar berdiferensiasi belum secaramerata guru PAI di kec. Limakaum terapkan. Begitupun pada tahap evaluasi yang belum menerapkan segala jenis penilaian sesuai stadar kurikulum merdeka. Secara dominan, guru PAI kec. Limakaum masih menggunakan salah satu jenis evaluasi bahkan belum sama sekali menggunakan evaluasi berstandar kurikulum merdeka yang masih berpatok pada perspektif menilai cara terdahulu. Serta mengetahui apa pengaruh profesionalitas guru dalam menerapkan pembelajaran PAI berbasisi kurikulum merdeka. Dalam menggunakan Kurikulum Merdeka, guru dalam lingkungan pendidikan harus lebih dinamis dan relevan. Pendidik harus memiliki kompetensi yang memadai, yakninya profesionalitas
Analisis Dakwah Nabi Secara Sembunyi-Sembunyi Ghoniyah Wa Falah; Intan Latifa Zahra; Demina Demina; Muhammad Yahya
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 3 No. 1 (2025): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v3i1.251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dakwah Nabi Muhammad SAW pada masa awal kenabian yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi di Makkah. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana metode dakwah tersebut dilaksanakan, siapa saja yang menjadi target utama dakwah, serta bagaimana efektivitas metode tersembunyi dalam membangun fondasi awal umat Islam. Subjek penelitian meliputi individu-individu terdekat dari kalangan keluarga, sahabat, dan budak yang menunjukkan keterbukaan terhadap ajaran tauhid. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan sebagai metodologinya. Sumber-sumber penting seperti kitab sirah Nabawiyah, hadis-hadis sahih, dan literatur sejarah Islam klasik digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah tersembunyi dilakukan melalui pendekatan personal yang intensif, memperkuat hubungan emosional, menggunakan teknik keteladanan, dan secara bertahap menyebarkan nilai-nilai Islam. Strategi ini digunakan dengan sangat hati-hati untuk menghindari konflik langsung dengan kaum Quraisy yang tetap menganut kebiasaan jahiliyah. Dakwah sembunyi-sembunyi berhasil mengkristalkan sebuah komunitas Muslim awal yang kokoh dalam waktu sekitar tiga tahun. Komunitas ini termasuk Abu Bakar ash-Shiddiq, Ali bin Abi Thalib, Zubair bin Awwam, dan Utsman bin Affan. Hasilnya menunjukkan bahwa dakwah tersembunyi adalah metode yang berhasil untuk membangun basis kekuatan keimanan yang siap untuk fase dakwah terbuka. Periode ini menjadi landasan penting untuk ekspansi dan penyebaran Islam di masa mendatang.
Karakteristik Manajemen Kepemimpinan dalam Sudut Pandang Islam Maya Sri Rahayu; Sri Aisyah Amini; Yuniarti Yuniarti; Demina Demina
Al-Idaroh: Jurnal Studi Manajemen Pendidikan Islam Vol. 8 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian (LP3M) IAI Al-Urwatul Wutsqo Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/alidaroh.v8i1.953

Abstract

Stimulus for someone who wants to be involved to take part in a leadership process varies. The diversity of desires or motivations and the background of one's intention to be involved in becoming a leader is a passion that cannot be prevented and legalized by law because by nature humans are caliphs on earth. The attitudes and characteristics that must be possessed by a leader are: Shidiq (honest), Trustworthy, not deceiving, keeping promises, generous, and not forgetting the hereafter. Leadership is very important for the success of an organization and the management of other people. In general, the concept of management is an activity that seeks to achieve certain goals or objectives by utilizing other people (getting things done through the efforts of other people). The approach used in this discussion is a literature study that collects information and data from various existing sources. Effective leadership is used according to the people it leads (circumstances and situations). An Islamic leader must have Islamic character and qualified abilities including: leadership skills in supervising and controlling his people, the ability to plan and solve problems, be full of responsibility and have social skills and have the knowledge and professional competence of members and followers.
MODEL INOVATIF DALAM PENGEMBANGAN DESAIN PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KETERLIBATAN AKTIF SISWA Aziza Rahmah; Velly Syafriani; Nuryasni Nuryasni; Demina Demina
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i1.18887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan keterlibatan siswa sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran inovatif di kelas. Fokus utama penelitian ini adalah pada penerapan model-model pembelajaran yang berbasis pada pendekatan interaktif dan aplikatif, seperti Pembelajaran Berbasis Proyek (PBL), Kelas Terbalik (Flipped Classroom), dan Pembelajaran Kolaboratif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pustaka, dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai literatur terkait topik penerapan model pembelajaran inovatif dan dampaknya terhadap keterlibatan siswa. Analisis data keterlibatan siswa dilakukan dengan membandingkan indikator-indikator keterlibatan, seperti partisipasi dalam diskusi, interaksi sosial, motivasi belajar, dan keterlibatan dengan materi pembelajaran, sebelum dan sesudah penerapan model inovatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inovatif secara signifikan meningkatkan keterlibatan siswa, yang tercermin dalam peningkatan partisipasi, motivasi, dan kualitas hasil belajar mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan model desain pembelajaran yang inovatif dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan mendorong pengalaman pembelajaran yang lebih interaktif dan bermakna
Enhancing Divergent Thinking Skills through Video Assisted Problem Based Learning in Islamic Cultural History at Junior High School Gusrina Fadhila; Demina Demina; Syahrur Ramli; Eliwatis Eliwatis; Raudatul Hafiza; Natasya Aprilia Putri
Research Journal on Teacher Professional Development Vol. 3 No. 02 (2025): Geographical distribution of the author: Indonesia, Malaysia, Australia, and T
Publisher : FITK UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/rjtpd.v3i02.33625

Abstract

This study examines the effectiveness of video assisted Problem Based Learning (PBL) in improving students’ divergent thinking skills in Islamic Religious Education (IRE) subject, focusing on Islamic Cultural History at Junior High School 4 Batusangkar. Traditional PBL often struggles to engage students in exploring diverse perspectives and problem sources, which limits their ability to generate various, original, and flexible ideas regarding historical Islamic events. If not addressed, students may find it difficult to develop critical and creative solutions. To overcome this, the research introduces a video-assisted PBL model designed to support divergent thinking. The study uses a quantitative, quasi-experimental method involving 126 seventh-grade students divided into experimental and control groups. Data collection involved pretests, posttests, observation, and documentation. Analyses included normality and homogeneity tests, paired sample t-tests, independent sample t-tests, and N-Gain analysis using SPSS 26. The paired sample t-test showed a significance of 0.00<0.05, indicating an improvement in divergent thinking. The independent sample t-test resulted in a significance of 0.017<0.05, showing a significant difference between groups, while the N-Gain score was 0.75. This study contributes to SKI education by showing that the use of video within PBL can provide a practical approach to strengthening students’ fluency, flexibility, originality, and elaboration. It also broadens the role of PBL in Islamic Cultural History learning by moving beyond content understanding and creating learning experiences that encourage students to develop divergent thinking through active, contextual, and collaborative activities