Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PELATIHAN BUDIDAYA IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy) PADA KELOMPOK BUDIDAYA PERIKANAN AGROPARK MANDIRI SEJAHTERA, DESA SABAH BALAU, KECAMATAN TANJUNG BINTANG, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Qorie Astria; Denta Tirtana; Nuning Mahmudah Noor; Rietje J.M Bokau; Aldi Huda Verdian
Jurnal Abimana (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nasional) Vol 1 No 1 (2024): Mei
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/abimana.v1i1.3484

Abstract

Ikan menjadi salah satu bahan makanan yang banyak dicari dan telah menjadi menu makanan sehari-hari masyarakat. Salah satu jenis ikan yang banyak dicari oleh masyarakat adalah ikan gurami. Ikan gurami sangat disukai oleh banyak kalangan karena memiliki daging yang gurih, enak dan padat selain itu duri-durinya yang besar sehingga memudahkan proses makan. Budidaya ikan gurami ini pun bisa dijadikan salah satu bisnis yang menjanjikan karena memiliki nilai jual yang tinggi jika dibandingkan jenis ikan lainnya. Usaha budidaya ikan gurami ini dapat menyesuaikan dengan modal yang dimiliki. Bisnis budidaya ikan gurami dapat dikembangkan baik dengan modal kecil ataupun besar. Sehingga bisnis ikan gurami ini memiliki peluang yang terbuka bagi semua masyarakat. Target pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat Desa Sabah Balau, khususnya yang tergabung dalam kelompok budidaya di Agro Park Mandiri Sejahtera. Jumlah anggota yang tergabung dalam kelompok pembudidaya sekitar 18 orang, terdiri dari berbagai latar belakang mata pencaharian asal, yaitu petani, pedagang, peternak dan pembudidaya ikan. Dengan perbedaan latar belakang pekerjaan awal, secara otomatis pelaku budidaya ikan masih memiliki pengetahuan yang kurang mengenai teknik pembenihan, pendederan dan pembesaran ikan. Untuk itu, sosialisasi dan penyuluhan mengenai budidaya ikan maupun kesehatan ikan sangat penting dilakukan untuk memperkaya pengetahuan pembudidaya ikan di Agropark Desa Sabah Balau. Program ini merupakan program yang berkesinambungan karena pendampingan dalam pelaksanaan budidaya sangat diperlukan. Kendala-kendala dalam pembenihan, pendederan dan pembesaran yang akan dialami oleh pembudidaya sebagai bahan kajian untuk dilakukan evaluasi dan penyelesaian.
Evaluation of stocking density effects in closed wet transport on juvenile Asian Redtail catfish (Mystus nemurus) Aldi Huda Verdian; Adni Oktaviana; Kevin Dony Kesuma; Nurul Fatimah; Irzal Effendi; Iis Diatin; Tatag Budiardi
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica, Vol. 13: No. 1 (April, 2026)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v13i1.25354

Abstract

This study aims to evaluate the effect of stocking density variation on the survival rate of Asian Redtail catfish juveniles (Mystus nemurus) in a closed wet transportation system for 12 hours and post-transportation maintenance for 4 days. The method used a completely randomized design with three density treatments: 83, 167, and 250 fish per liter, each replicated three times. The results showed that a stocking density of 167 fish per liter provided the best survival rate, reaching 100% at the end of transportation and 95,45% after post-transportation maintenance. At the highest density of 250 fish per liter, a significant decline in survival to 64,39% was observed, accompanied by decreased water quality, lowered dissolved oxygen levels, increased ammonia concentration, and physiological stress symptoms in the juvenile. The decline in water quality and accumulation of metabolic waste at high densities contributed to increased stress and mortality. Besides the biological aspects, the business analysis indicated that a stocking density of 167 fish per liter was optimal in terms of economic efficiency, generating a net profit of IDR 21.467 and an R/C ratio of 1,09, making this scenario commercially viable. This study offers valuable recommendations for the sustainable management of Asian Redtail catfish juvenile transportation, promoting increased production and profitability in aquaculture. Keywords: Asian Redtail Catfish; Juvenile Transport; Profitability; Stocking Density; Survival Rate
PENDAMPINGAN KEGIATAN BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis sp) PADA MEDIA BAK TERPAL DI DESA NOTOHARJO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Rahmadi Aziz; Adni Oktaviana; Aldi Huda Verdian; Nurul Fatimah; Epro Barades; Linuwih Aluh Prastiti
Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.9936

Abstract

Kabupaten Lampung tengah merupakan salah satu centra perikanan di Provinsi Lampung. Namun seiring dengan berjalanya waktu produktivitas budidaya ikan nila mengalami penurunan yang semakin signifikan. Salah satu faktor utama menurunya hasil panen ikan di Kab Lampung Tengah yaitu teknik dalam melakukan kegiatan budidaya yang belum efektif. Rendahnya produktivitas ikan nila ini sangat dipengaruhi dari beberapa hal seperti: minimnya pengadaan bibit unggul, serangan penyakit ikan nila, dan kurangnya pengetahuan dalam hal teknik budidaya ikan yang baik di masyarakat (Angga, 2018). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatan pemahaman petani tentang pentingnya budidaya ikan yang baik dan efisien serta mengenalkan metode budidayaikan ikan nila di bak terpal. Metode kegiatan yang diterapkan yaitu dengan cara penyuluhan, demonstrasi, pelatihan, konsultasi, dan bimbingan, serta evaluasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukan secara umum masyarakat atau petani ikan di Desa Notoharjo sangat antusias dan senang akan adanya kegiatan pengabdian ini. Peningkatan wawasan dan ilmu para petani dalam budidaya ikan nila juga meningkat. Selain itu para petani juga memperoleh hasil yang cukup baik dalam kegiatan pembesaran ikan nila menggunakan teknologi bak terpal.
Evaluasi Pemijahan Induk Ikan Baung (Mystus nemurus) Yang Diberi Pakan Keong Mas (Pomacea canaliculata) Alfito Ramanda Bakti; Aldi Huda Verdian; Kurnia Faturrohman; Mujiono Mujiono
Vol 15 No 4 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i4.1592

Abstract

This study aims to evaluate the effects of feeding golden apple snails (Pomacea canaliculata) on the growth and gonad development of prospective broodstock of Asian Redtail Catfish (Mystus nemurus). The background of the research is based on the declining population of Asian Redtail Catfish in the wild due to overexploitation, necessitating effective aquaculture efforts with attention to broodstock nutrition. Golden apple snails were chosen as an alternative feed due to their high protein and nutrient content, as well as their abundant availability and cost-effectiveness. The research method was experimental, comparing two treatment groups: the first group was fed golden apple snails, and the second group was given commercial pellets as a control. The observed parameters included egg diameter, fecundity, fertilization rate (FR), hatching rate (HR), survival rate (SR), and water quality. The fish were reared for three months in aquaculture ponds with periodic water quality monitoring. The results showed that feeding golden apple snails had a significantly positive impact on the reproductive performance of Asian Redtail Catfish. The snail-fed group exhibited higher fecundity (averaging 130,678 eggs) compared to the pellet-fed group (91,025 eggs). Additionally, the snail-fed group had superior FR (92%), HR (87%), and SR (79%) compared to the pellet-fed group (FR 88%, HR 81%, SR 76%). The egg diameter from snail-fed broodstock was larger (2.01 ± 0.14 mm) than that of the pellet-fed group (1.61 ± 0.04 mm), indicating better egg quality. Based on these findings, it was concluded that golden apple snails are effective as an alternative feed for enhancing the reproductive productivity of Asian Redtail Catfish. The nutrients in the snails, particularly protein, fats, and essential amino acids, play a crucial role in supporting gonad development and egg quality. This study recommends the use of golden apple snails in Asian Redtail Catfish aquaculture, with the suggestion that further research be conducted to determine the optimal dosage and feeding strategy. The implementation of these findings is expected to support sustainable Asian Redtail Catfish farming and improve the availability of high-quality fry.