Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber officinale var. Rubrum) PADA MEDIA PEMELIHARAAN TERHADAP KELULUSHIDUPAN DAN PERTUMBUHAN IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy) YANG DIINFEKSI BAKTERI Edwardsiella tarda Prastiti, Linuwih Aluh; Sarjito, -; Prayitno, Slamet Budi
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.878 KB)

Abstract

Gurami (O. gouramy) adalah salah satu jenis ikan air tawar yang dipilih pembudidaya untuk dipelihara. Namun kendala yang sering dialami dalam membudidayakan kultivan ini adalah serangan penyakit yang disebabkan oleh bakteri E. tarda. Penggunaan antibiotik dalam jangka panjang dapat berdampak negatif, diantaranya dapat menimbulkan resisten terhadap bakteri dan dapat mencemari lingkungan. Penggunaan bahan alami mulai berkembang untuk pengobatan ikan yang terserang penyakit, salah satu bahan alami yang digunakan yakni ekstrak jahe merah (Z.officinale var. Rubrum). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gejala klinis, pertumbuhan, serta pengaruh perendaman ekstak jahe merah sebagai terhadap kelulushidupan ikan gurami yang diinfeksi bakteri E. tarda. Ikan gurami yang digunakan sebanyak 120 ekor dengan ukuran 7 - 9 cm dan diinfeksi bakteri E. tarda dengan kepadatan 108 CFU/ml secara intramuskular. Perendaman ekstrak jahe merah dilakukan pada hari ke 3 pasca infeksi setelah muncul gejala klinis seperti timbulnya luka (ulcer), pendarahan (haemorhagic), dropsy dan geripis pada ekor, sirip dada dan punggung. Perendaman ekstrak jahe merah berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kelulushidupan ikan gurami yang diinfeksi bakteri E. tarda. Nilai rata – rata kelulushidupan terendah hingga tertinggi berturut – turut yaitu 3,33% (perlakuan A), 26,67% (perlakuan B), 40,00% (perlakuan C) dan 56,67% (perlakuan D). Gourami (O. gouramy) is one of freshwater fish that has choosen as cultured fish by farmers. However, there are problems in culturing this cultivan, one of them is disease caused by E. tarda. Long-term use of antibiotics have a negative impact, which could cause resistance to bacteria and contaminate environment. Red ginger extract (Z. officinale var. Rubrum) as natural ingredients could be used as alternative treatment for this disease. This research aimed to determine clinical sign, growth rate and effect of short bathing of red ginger extract on survival rate of gourami that were infected with E. tarda bacteria. Gourami used were 120 fish with 7 - 9 cm in size and infected with E. tarda with density of 108CFU/ml intramuscularly. Immersion in red ginger extract was conducted on 3rd day post infection after the clinical sign was showed such as ulcer, haemorhage, dropsy, and erosion at caudal, pectoral and dorsal fin. Short bathing in red ginger extract significantly (P <0.05) affected the survival rate of gourami were infected with E. tarda but did not affect growth rate. Average values of the survival rate respectively are 3,33% (treatment A), 26.67% (treatment B), 40.00% (treatment C) and 56.67% (treatment D).
Penggunaan Hidrogen Peroksida dan Ion Silver (Smart Care®) untuk Menurunkan Populasi Vibrio sp. qorie_astria qorie; Adni Oktaviana adni; Linuwih Aluh Prastiti; Aldi Huda Verdian; Nurul Fatimah; Kurnia Fathurohman; Arif Faisal Siburian
Intek Akuakultur Vol. 6 No. 2 (2022): Intek Akuakultur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.796 KB) | DOI: 10.31629/intek.v6i2.5012

Abstract

Vibrio sp. adalah bakteri patogen penyebab wabah penyakit yang mematikan dan paling berbahaya dalam budidaya udang. Kandungan Hidrogen Peroksida dan ion silver dalam Smart Care® memiliki manfaat sebagai bekterisidal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Hidrogen Peroksida dan ion silver (Smart Care®) dalam menurunkan populasi bakteri Vibrio sp. Kepadatan populasi Vibrio sp. diamati dengan perbedaan dosis pemberian Smart Care® yaitu 0 mg/L; 2 mg/L; 3 mg/L; 4 mg/L; dan 5mg/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi hidrogen peroksida dan ion silver (Smart Care®) secara signifikan mengurangi kolonisasi Vibrio sp. Mulai dari dosis 2 mg/L memiliki efektifitas yang baik dalam menurunkan populasi Vibrio sp. selama 72 jam.
Suplementasi HYPEROL untuk Peningkatan Pertumbuhan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Nurul Fatimah; Aldi Huda Verdian; Linuwih Aluh Prastiti; Kurnia Faturrohman; Adni Oktaviana; Qorie Astria; Arif Faisal Siburian
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v17i2.11551

Abstract

The provision of quality feed is the most important factor determining the success of vannamei shrimp farming. The aim of this study was to evaluate the growth performance, survival rate and water quality of pacific white shrimp Litopenaeus vannamei after dietary administration of combination of calcium, magnesium dan vitamin D3.  Shrimp were fed a control diet (without combination of calcium, magnesium dan vitamin D3 supplement) and four levels of combination of calcium, magnesium dan vitamin D3 supplementation i.e 0; 0.25; 0.50; 0.75; 1.00 mL Hyperol Kg-1 of feed. Larvae were reared in tank with a dimension of 40x25x30cm containing 4 L of disinfected seawater at a stocking density of 100 larvae m-2. In conclusion, the present study demonstrated that dietary supplementation of combination of at the concentration up to 10 mL Kg-1 could significantly improve growth and survival rate of Pacific white shrimp
Peningkatan Respon Imun Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Melalui Kombinasi Vitamin D3, Mineral Ca Dan Mg Pada Pakan Linuwih Aluh Prastiti; Aldi Huda Verdian; Adni Oktavian; Nurul Fatimah; Kurnia Fathurohman; Qorie Astria; Arif Faisal Siburian
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v18i1.11326

Abstract

Udang vaname merupakan biota perikanan yang tidak memiliki kekebalan tubuh spesifik. Sehingga dalam teknis pembudidayaan udang lebih menerapkan prinsip pencegahan terhadap serangan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan respon imun udang vaname melalui penghitungan jumlah total hemosit dan pengamatan perbedaan jenis hemosit yang dipelihara selama 60 hari. Pengujian dilakukan dengan perlakuan kombinasi vitamin D3, mineral Ca dan Mg (Hyperol) pada pakan antara lain kontrol (pemeliharaan udang tanpa suplementasi Hyperol) dan pemeliharaan udang dengan penambahan suplementasi Hyperol pada pakan sebanyak 0,25 mL/kg pakan (A); 0,5 mL/kg pakan (B); 0,75 mL/kg pakan (C); dan 1 mL/kg pakan (D). Hasil terbaik yang didapatkan adalah perlakuan dengan penambahan suplementasi Hyperol 1 mL/kg pakan dengan jumlah total hemosit 65,41±1,90 x 106 sel/mL. Hal ini menunjukkan penggunaan Hyperol 1 mL/kg pakan dapat meningkatkan respon imun pada udang vaname. Vannamei shrimp is fisheries commodity who doesn’t have specific immunity in their body, so principle of prevent against disease was the most important thing to be applied in shrimp farming techniques. The aims of this study is to see an increase in the immune response of vannamei shrimp through counting the total number of hemocytes and observing the different types of hemocytes maintained for 60 days. Tests were carried out with a combination treatment of vitamin D3, minerals Ca and Mg (Hyperol) on the feed, including controls (raising shrimp without Hyperol supplementation) and rearing shrimp with the addition of Hyperol supplementation to feed as much as 0.25 mL/kg feed (A); 0.5 mL/kg feed (B); 0.75 mL/kg feed (C); and 1 mL/kg feed (D). The best results obtained were treatment with the addition of 1 mL/kg Hyperol supplementation with a total hemocyte count of 65.41 ± 1.90 x 106 cells/mL. This shows that the use of Hyperol 1 mL/kg of feed can increase the immune response in vannamei shrimp.  
PENERAPAN TEKNOLOGI BIOFLOK PADA PEMBESARAN LELE DI POKDAKAN MINA KARYA DESA WAY DADI SUKARAME KOTA MADYA BANDAR LAMPUNG Indariyanti, Nur; Febriani, Dian; Verdian, Aldi Huda; Aluh Prastiti, Linuwih
Jurnal Pengabdian Nasional Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jpn.v5i1.3520

Abstract

Pokdakan Mina Karya di Sukarame Bandar Lampung merupakan kelompok pembudidaya ikan lele. Berdasarkan analisis situasi yang telah dilakukan, permasalahan yang dihadapi oleh mitra antara lain : produksi lele belum optimal karena masih menggunakan padat tebar rendah, efisiensi pakan rendah dan Feed Convertion Ratio (FCR) pakan tinggi, limbah buangan yang belum diolah dan penyakit yang mengakibatkan banyak kematian pada ikan lele. Solusi permasalahan adalah dengan penerapan teknologi bioflok yang diharapkan mampu meningkatkan produksi lele. Teknologi bioflok adalah budidaya ikan lele dengan kepadatan tinggi, hemat penggunaan air, efisiensi pakan tinggi karena penggunaan pakan dapat diperoleh dari hasil perombakan bahan organik yang ada pada media budidaya. Tujuan kegiatan ini adalah transfer ilmu pengetahuan dan ketrampilan teknologi bioflok melalui penyuluhan, pelatihan dan demonstrasi serta stimulan bantuan sarana budidaya lele dengan teknologi bioflok. Metode yang digunakan adalah metode ceramah, praktek, diskusi dan tanya jawab. Capaian kegiatan pengabdian antara lain peningkatan dalam pengetahuan dan ketrampilan dan berdampak positif bagi mitra antara lain : meningkatkan jumlah padat tebar menjadi 500 – 1000 ekor/m3, meningkatkan tingkat kelangsungan hidup sebesar 95% dan menurunkan FCR menjadi 1,0 -1,1.Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan yang dilakukan diserap dengan cukup baik oleh peserta dan dapat menambah pengetahuan, dan keterampilan peserta serta dapat memberikan motivasi berwirausaha sebagai penguatan usaha mandiri.
Analisis Potensi Kelayakan Usaha Budidaya Larva Ikan Discus (Symphysodon sp.) Dzulhasni, Sahilly; Linuwih Aluh Prastiti; Subhan, Rio Yusufi; Fatimah, Nurul
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v18i2.13058

Abstract

Ikan Discus (Symphysodon sp.) merupakan salah satu komoditi ikan hias air tawar yang memiliki potensi untuk dibudidayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kelayakan usaha larva ikan Discus dengan fokus pada pengembangan larva ikan menggunakan pakan alami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode “Deskriptif komparatif”. Berdasarkan hasil analisis ekonomi yang dilakukan mulai dari Asumsi, Total Biaya sebesar Rp. 4.689.667. Hasil Penjualan Per  Siklus  sebesar  Rp.  6.000.000. Laba  per  siklus  sebesar  Rp.1.310.333. BEP memperoleh hasil Rp. 3.239.466 dan BEP unit sebanyak 65 Ekor. Berdasarkan analisis usahanya, maka budidaya larva ikan discus dapat dikatakan layak dilakukan dan berpotensi untuk di kembangkan, karena dapat memberikan keuntungan yang baik. Discus fish have developed rapidly among ornamental fish enthusiasts, both on a small scale and in the ornamental fish industry and have a critical point for fish larvae in the form of a transitional phase from the period of care by the parents to the stage of separation from the parents, due to their habit of eating the mucus produced by the parents as the main food for the fish larvae. The nutritional needs of discus fish larvae must be met to support the growth and success of this fish farming by meeting the nutritional needs of fish larvae using natural food. Moina sp. is one of the natural feeds that can be used in the rearing period of discus fish larvae, and it can be improved the quality by enrichment method using HUFA and ascorbic acid because it was the most important nutrient elements in feed which affects growth and survival. The purpose of this study was to determine the combination of doses of Moina sp. natural feed enrichment.
PENDAMPINGAN KEGIATAN BUDIDAYA IKAN LELE (CLARIAS GARIEPINUS) PADA MEDIA BAK TERPAL DI DESA SUNGAI LANGKA KABUPATEN PESAWARAN Aziz, Rahmadi; Witoko, Pindo; Prastiti, Linuwih Aluh; Astria, Qorie
Jurnal Pengabdian Nasional Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jpn.v5i2.3771

Abstract

Desa sungai Langka merupakan desa yang terletak diwilayah Kecamatan Gedong Tataan. Kedua desa tersebut memliliki posisi strategis dan berpotensi dalam pengembangan Budidaya perikanan serta objek wisatanya (Dinas Pertanian Kabupaten Pesawaran, 2019). Kedepanya hal ini akan menjadi daya Tarik kuat bagi wisatawan sehingga dapat mendukung pengembangan agrowisata perikanan sekaligus melakukan peningkatan produksi panen ikan lele di Kabupaten Pesawaran. Namun masih terkendala beberapa masalah teknik budidaya ikan lele yang belum baik dan efisien sehingga perlunya ada penanggulangan dalam perbaikan produksi penen ikan lele. Adapun kegiatan yang telah dilaksanakan di Desa Sungai Langka yaitu pendampingan tentang berbagai metode Budidaya ikan lele diantaranya pemilihan bibit yang berkualitas, dan metode budidaya di media bak terpal.
Effect of Sodium Butyrate Supplementation in Growth Performance of Nile Tilapia (Oreochromis sp.) Nurul Fatimah; Huda Verdian, Aldi; Rio Yudufi Subhan; Linuwih Aluh Prastiti; Arif Faisal Siburian
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v19i2.17172

Abstract

Cultivation of Nile tilapia (Oreochromis sp.) often encounters challenges, particularly in intensive farming systems, where low feed efficiency adversely affects growth performance. Therefore, solutions to enhance both growth and feed efficiency are required. One promising approach is the supplementation of butyric acid in feed. The benefits of butyric acid supplementation on growth performance and gut health in mammals and poultry have been well-documented. However, information on its effects on Nile tilapia remains limited. This study aimed to evaluate the effects and determine the optimal dose of a microencapsulated sodium butyrate (30%) product on the production performance of Nile tilapia. The experiment was conducted over 75 days to assess production performance parameters. Feeding was carried out three times daily at 3-5% of body weight per day with commercial feed containing 25-30% protein. Sodium butyrate (30%) was added to the feed in the treatment ponds at doses of 0% (0 g/kg feed), 0.1% (1 g/kg feed), 0.2% (2 g/kg feed), and 0.3% (3 g/kg feed), with additional oil used as a binder. The results showed that supplementation of 30% sodium butyrate to the feed improved the growth performance of Nile tilapia, with the best results observed at a dose of 2 g/kg feed.   Budidaya ikan nila (Oreochromis sp.) kerap menghadapi tantangan, terutama dalam sistem pemeliharaan intensif, di mana efisiensi pakan yang rendah berdampak negatif pada pertumbuhan ikan. Oleh karena itu, diperlukan solusi untuk meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah suplementasi asam butirat dalam pakan. Manfaat suplementasi asam butirat terhadap kinerja pertumbuhan dan kesehatan saluran pencernaan pada mamalia dan unggas telah banyak dilaporkan. Namun, informasi mengenai efeknya pada ikan nila masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek dan menentukan dosis optimal produk sodium butirat mikroenkapsulasi (30%) terhadap kinerja pertumbuhan ikan nila. Percobaan dilakukan selama 75 hari untuk mengukur parameter kinerja produksi. Pakan diberikan tiga kali sehari sebanyak 3-5% dari bobot tubuh per hari menggunakan pakan komersial dengan kandungan protein 25-30%. Sodium butirat (30%) ditambahkan ke pakan pada kolam perlakuan dengan dosis 0% (0 g/kg pakan), 0,1% (1 g/kg pakan), 0,2% (2 g/kg pakan), dan 0,3% (3 g/kg pakan), dengan tambahan minyak sebagai perekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi sodium butirat (30%) dalam pakan meningkatkan kinerja pertumbuhan ikan nila, dengan hasil terbaik diperoleh pada dosis 2 g/kg pakan.
Effectivity of prebiotic mannan oligosaccharides as the immunity enhancer and growth response on whiteleg shrimp Litopenaeus vannamei against white spot disease Prastiti, Linuwih Aluh; Yuhana, Munti; Widanarni, Widanarni,
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 17 No. 1 (2018): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2140.11 KB) | DOI: 10.19027/jai.17.1.81-86

Abstract

ABSTRACT This study aimed to evaluate the immune response and growth performance of white shrimp administered with prebiotic mannan oligosaccharides (MOS) with dosages of (0%, 0.2%, 0.4%, and 0.8% in diet) and used in the feeding trial. Shrimps (Litopenaeus vannamei) (the initial average weight was 3.416±0.064 g) were fed at satiation, three times a day. A completely randomized design was used  in the study. Shrimps were cultured at the stock density of 15 shrimps 40/L for each treatment in triplicates. After 30 days of the feeding trial, shrimp were challenged with white spot syndrome virus filtrate by intramuscular injection. The total gut bacteria, total haemocyte count (THC), phenoloxydase (PO), and respiratory burst (RB) activity were observed 4 times, before the experiment, day 30th before challenge test, day 32nd after challenge test, and day 36th the end of the experiment. The shrimp survival was observed at day 36th to evaluate the immune responses. The results showed that THC, PO activity, RB activity, growth performance, and shrimp survival administered with prebiotic 0.8% were significantly higher (P<0.05) than control. The administration of prebiotic with dose 0.8% was the best result and could effectively improve the immune responses and growth performance of whiteleg shrimp. Keywords: prebiotic, whiteleg shrimp, white spot disease  ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi respons imun dan performa pertumbuhan pada udang vaname yang diberi prebiotik mannan-oligosaccharides (MOS) dengan dosis berbeda (0%, 0,2%, 0,4%, dan 0,8%) pada pakan. Udang vaname (Litopenaeus vannamei) (dengan rata-rata bobot 3,41 ± 0,06 g) diberi pakan tiga kali sehari secara at satiation. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap. Udang dipelihara dengan kepadatan 15 ekor per 40/L pada setiap perlakuan dengan tiga kali pengulangan. Setelah 30 hari pemberian pakan, udang diuji tantang menggunakan white spot syndrome virus dengan diinjeksi secara intramuskular. Total bakteri usus, total haemocyte count (THC), aktivitas phenoloxydase (PO), dan aktivitas respiratory burst (RB) diamati 4 kali, yaitu sebelum perlakuan hari ke-30 sebelum uji tantang, hari ke-32 setelah uji tantang, dan hari ke-36 pada akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa THC, aktivitas RB, aktivitas PO, performa pertumbuhan, dan kelangsungan hidup yang diberi prebiotik dengan dosis 0,8% lebih tinggi (P<0,05) jika dibandingkan dengan kontrol (dosis 0%). Pemberian prebiotik dengan dosis 0,8% merupakan hasil terbaik dan secara efektif mampu meningkatkan respons imun dan performa pertumbuhan pada udang vaname. Kata kunci: prebiotik, udang vaname, white spot disease  
Suplementasi HYPEROL untuk Peningkatan Pertumbuhan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Nurul Fatimah; Fatimah, Nurul; Verdian, Aldi Huda; Faturrohman , Kurnia; Siburian, Arif Faisal; Astria, Qorie; Prastiti, Linuwih Aluh; Oktaviana , Adni
Jurnal Intek Akuakultur Vol. 7 No. 1 (2023): Intek Akuakultur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneleitian ini bertujuan untuk megevaluasi efek suplementasi kombinasi kalsium, magnesium, dan vitamin D3 (HYPEROL) pada pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vaname. Selama 60 hari udang diberi pakan dengan perlakuan yang berbeda yaitu kontrol (tanpa suplementasi kombinasi kalsium, magnesiun dan vitamin D3) dan empat tingkat suplementasi kombinasi kalsium, magnesiun dan vitamin D3 yaitu 0.25%; 0.50%; 0.75%; 1,00%. Pemeliharaan udang dilakukan di dalam akuarium dengan ukuran 40x25x30cm yang berisi 4 L air laut yang didesinfeksi pada kepadatan tebar 100 larva m-2. Penelitian ini menunjukkan bahwa suplementasi HYPEROL pada konsentrasi hingga 10 mL Kg-1 secara signifikan dapat meningkatkan pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup udang vaname.