Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

THE ROLE OF E-MARKETING IN GENERATING CONSUMER BUYING INTEREST IN SINAR BAHARI BANDUNG FISH MEATBALLS Sutopo, Sutopo; Sudianto, Sudianto; Hamid, Abdul
Journal of Management and Innovation Entrepreneurship (JMIE) Vol. 1 No. 3 (2024): April
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jmie.v1i3.607

Abstract

The role of E-Marketing in generating consumer buying interest in the Sinar Bahari Bandung Fish Meatballs is as a tool for communicating, promoting, and selling products via the Internet. E-Marketing refers to the application of marketing principles and techniques through electronic media, more specifically the Internet. By using E-Marketing, companies can increase consumer buying interest by offering product information that contains quality, features, and satisfactory service. This can be done through various strategies, such as developing interesting content, promotions via social media, and providing special discounts or promos. E-Marketing can also use data analysis tools to understand consumer needs and purchasing interests so that they can adapt the products or services provided. The role of e-marketing in generating consumer buying interest in the Sinar Bahari Bandung Fish Meatballs is very important. In online marketing strategies, e-marketing is used to increase consumer buying interest, both in online and offline purchases. E-marketing has several elements that can influence consumer buying interest, such as promotions, namely e-marketing can use short-term incentives such as discounts, promotions, and offers to encourage purchases or sales. Price, namely E-marketing can offer affordable and appropriate prices so that consumers can choose products that suit their budget. Product Quality, namely E-marketing can offer products that are high quality and follow consumer desires. Content and Design, namely E-marketing, can use attractive and stunning content and design so that consumers are more interested in buying. Online Orders, namely E-marketing, can simplify the online order process so that consumers can order products easily and quickly. Customer Service: E-marketing can offer good customer service, such as fast and easy shipping, returns, and replacement of goods. In the case of Sinar Bahari Bandung Fish Meatballs, e-marketing can be used to promote products, offer discounts, and simplify the online ordering process.
Optimalisasi Implementasi Sistem Informasi Manajemen Berbasis Cloud untuk Meningkatkan Efisiensi Operasional di Sektor Industri: Penerapan Teknologi Cloud dalam Meningkatkan Kinerja dan Efisiensi Proses Bisnis Sudianto, Sudianto; Sutopo, Sutopo
Jurnal Rekayasa Sistem Informasi dan Teknologi Vol. 2 No. 4 (2025): Mei
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jrsit.v2i4.2115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi optimalisasi implementasi sistem informasi manajemen berbasis cloud dalam sektor industri untuk meningkatkan efisiensi operasional. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, sistem informasi berbasis cloud menawarkan berbagai keuntungan, termasuk penghematan biaya, kemudahan akses, dan peningkatan kinerja operasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada beberapa perusahaan industri yang telah mengadopsi sistem ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem informasi manajemen berbasis cloud dapat meningkatkan efisiensi operasional dengan cara menyederhanakan proses bisnis, mengurangi kesalahan manual, serta mempermudah kolaborasi antar departemen. Namun, keberhasilan implementasi ini sangat bergantung pada kesiapan organisasi dalam beradaptasi dengan teknologi baru dan perlunya pelatihan bagi sumber daya manusia. Dalam kegiatan ini, sebanyak lima mitra industri terlibat secara aktif sebagai bagian dari studi kasus untuk memberikan wawasan praktis dan validasi terhadap hasil temuan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memberikan panduan bagi perusahaan industri dalam memanfaatkan teknologi cloud untuk memaksimalkan potensi efisiensi operasional.
KOLABORASI BISNIS DIGITAL DAN INOVASI TEKNOLOGI PANGAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS DAN NILAI TAMBAH PRODUK RUMPUT LAUT DI UMKM WINANAZ DUSUN KARAPYAK DESA BAGOLO KABUPATEN PANGANDARAN Sudianto, Sudianto; Sutopo, Sutopo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Komputer Vol. 2 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jpmik.v2i2.2117

Abstract

Kegiatan pengabdian  ini bertujuan untuk mengembangkan kolaborasi antara bisnis digital dan inovasi teknologi pangan guna meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk rumput laut pada UMKM Winanaz, yang terletak di Dusun Karapyak, Desa Bagolo, Kabupaten Pangandaran. Rumput laut merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki potensi pasar yang besar, namun masih menghadapi tantangan dalam hal pemanfaatan teknologi dan pemasaran yang efektif. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan penerapan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi produksi serta memperluas jangkauan pasar produk rumput laut. Dalam implementasinya, kolaborasi ini mencakup pelatihan penggunaan platform e-commerce, pengolahan produk menggunakan teknologi pangan terkini, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola bisnis digital. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah peningkatan kualitas produk, efisiensi proses produksi, serta peningkatan daya saing produk rumput laut UMKM Winanaz di pasar lokal maupun nasional. Dengan demikian, diharapkan adanya kontribusi signifikan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di Dusun Karapyak melalui pemanfaatan teknologi digital dan inovasi pangan.
IMPLEMENTASI LEAN MANAGEMENT PADA OPERASI BISNIS DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN PRODUKTIVITAS : STUDI LITERATUR Sutopo, Sutopo; Sudianto, Sudianto
Journal of Information Systems Management and Digital Business Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jismdb.v2i3.2101

Abstract

Implementation of Lean Management in digital business is an approach that aims to increase efficiency and productivity by identifying and eliminating waste, and maximizing the value provided to customers. The purpose of this study is to explore the application of Lean Management in the context of digital business operations, and how Lean principles can be adapted to address the unique challenges and dynamics of the digital environment. This study is a literature study that examines various academic sources, articles, and case studies relevant to the topic. This literature study identifies several important aspects in the implementation of Lean Management in digital business, including basic Lean principles such as value, flow, withdrawal, and the creation of flow without waste. In the digital context, waste can not only be found in the physical production aspect, but also in the process of managing data, time, and interactions between users and systems. The main focus of this study is how Lean Management can be used to improve the flow of information and optimize the use of technology in digital business, which can ultimately increase productivity and operational efficiency. Based on the results of the literature analysis, it was found that the application of Lean Management in digital business can provide many benefits, including reducing operational costs, increasing service speed, and improving customer experience. In addition, the implementation of Lean also allows companies to be more responsive to changes in market needs and technological developments. However, the implementation of Lean Management in digital businesses also faces its own challenges, such as dependence on technology and data, difficulties in measuring waste in software-based systems, and differences in the approaches required between traditional and digital industries. This study also discusses the importance of involving all stakeholders in the process of changing organizational culture needed to implement Lean effectively. The success of Lean implementation in digital businesses depends on the company's ability to adapt Lean principles to existing technologies, as well as building collective awareness of the importance of efficiency and productivity. In conclusion, this study suggests that digital companies consider implementing Lean Management as a strategy to improve operational efficiency and increase competitiveness in an increasingly dynamic market.
TRANSFORMASI MODEL BISNIS MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MENDORONG INOVASI DAN NILAI BISNIS: STUDI LITERATUR Sutopo Sutopo; Sudianto
Journal of Information Systems Management and Digital Business Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jismdb.v3i1.3149

Abstract

Transformasi model bisnis melalui penerapan teknologi informasi menjadi faktor kunci dalam menciptakan keunggulan kompetitif dan mendorong inovasi di era digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana penerapan teknologi informasi dapat mengubah model bisnis tradisional menjadi lebih adaptif, efisien, dan berorientasi pada nilai bisnis yang berkelanjutan. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis hubungan antara transformasi digital, inovasi, dan penciptaan nilai bisnis pada berbagai sektor industri. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur (literature review) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dari berbagai sumber sekunder, termasuk artikel jurnal ilmiah, buku, laporan riset, dan publikasi akademik yang relevan. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi konsep-konsep utama terkait transformasi model bisnis digital, seperti integrasi teknologi informasi, digitalisasi proses bisnis, inovasi berbasis data, serta strategi adaptasi organisasi dalam menghadapi disrupsi teknologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan teknologi informasi berperan signifikan dalam mempercepat transformasi model bisnis melalui peningkatan efisiensi operasional, fleksibilitas organisasi, serta kemampuan perusahaan untuk menciptakan nilai baru bagi pelanggan. Inovasi digital terbukti menjadi katalis utama dalam mengubah paradigma bisnis, dari model konvensional menuju ekosistem bisnis yang terintegrasi dan berbasis pengetahuan. Namun, penelitian juga mengidentifikasi tantangan dalam hal kesiapan sumber daya manusia, keamanan data, dan kesenjangan teknologi antar organisasi. Penelitian ini merekomendasikan agar organisasi memanfaatkan teknologi informasi tidak hanya sebagai alat pendukung operasional, tetapi juga sebagai strategi utama dalam membangun inovasi berkelanjutan dan memperkuat nilai bisnis di era transformasi digital.
TRANSFORMASI DIGITAL: LAYANAN PRODUK & PROMOSI UNTUK UMKM (USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH) DI SMK KEHUTANAN SOBAT BUMI, KAWALU KOTA TASIKMALAYA Jeffry Nugraha; Sutopo Sutopo; Adie Pamungkas; Hana Diana Maria
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 4 No. 4 (2025): Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v4i4.4718

Abstract

This community service activity, organized by the Digital Business Study Program of the Faculty of Technology and Business at Universitas Bakti Tunas Husada, focuses on increasing digital literacy and promoting digital transformation among local Small and Medium Enterprises (SMEs) in Kelurahan Urug, Kawalu, Tasikmalaya. The activity aims to enhance the competitiveness of local businesses by introducing Artificial Intelligence (AI) tools for digital marketing and product promotion. The participants, consisting of farmers, SME owners, and community members, received insights on leveraging digital marketing platforms and AI to improve the visibility and reach of their products. The program successfully engaged the participants through interactive discussions and practical demonstrations, fostering a deeper understanding of how digital transformation can boost their businesses. The results indicate a strong motivation among the community to continue utilizing digital tools, ensuring the sustainability of this initiative.
BSF Maggot Cultivation Training as a Sustainable Solution for Organic Waste and Affordable Animal Feed in Cisalak Village Abdul Hamid; Neli Purwanti; Sutopo S
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 5, No 2 (2026): May 2026
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.20438017

Abstract

Cisalak Village has various potentials, one of which is in the livestock sector. In this sector, there are various types of cultivation businesses, such as chicken, catfish, patin fish, and other fish for consumption. However, farmers often face challenges in the form of increasing prices of animal feed. Both chicken and fish require large amounts of feed before they can be harvested, so that the spike in feed prices is an obstacle to the sustainability of livestock businesses in the village. This PKM program aims to provide training on BSF maggot cultivation as a solution in managing organic waste as well as an alternative to animal feed in Cisalak Village, Cisarua, Sumedang. The method used in this PKM is a socialization approach. This training activity was carried out well on March 9, 2026 and received a positive response from the local community. The enthusiasm of the residents was very high in participating in the series of activities, because this training offers a solution to the problem of expensive animal feed. The sustainability of this program depends on the consistency of the community in cultivating BSF maggots, so that the availability of animal feed is maintained and the price of feed is more affordable.
OPTIMALISASI PENGELOLAAN OPERASI BISNIS DIGITAL UNTUK MEMPERKUAT KEBERLANJUTAN USAHA DI ERA DIGITAL Sutopo Sutopo; Sudianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jpmebd.v3i2.3774

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam pengelolaan usaha, khususnya pada aktivitas operasional, pemasaran, dan pengambilan keputusan bisnis. Transformasi tersebut menuntut masyarakat, terutama pelaku UMKM, untuk mampu beradaptasi dengan pemanfaatan teknologi digital agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan. Meskipun penggunaan media sosial sebagai sarana promosi telah cukup dikenal, sebagian besar masyarakat masih menghadapi keterbatasan dalam penerapan teknologi digital untuk pengelolaan operasional usaha, seperti pencatatan transaksi, manajemen persediaan, pelayanan pelanggan, dan evaluasi usaha. Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan literasi digital sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal berbasis teknologi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi S1 Bisnis Digital, Universitas Bakti Tunas Husada, bertempat di SMK Sobat Bumi. Sasaran kegiatan meliputi akademisi, pelaku UMKM, ibu-ibu PKK, karang taruna, serta masyarakat setempat. Kegiatan bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai optimalisasi pengelolaan operasi bisnis digital dalam memperkuat keberlanjutan usaha di era digital. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif, yang mencakup sosialisasi, penyuluhan, pelatihan praktik, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep bisnis digital, pengelolaan operasi usaha, serta penerapan teknologi digital dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Peserta mampu memahami pentingnya integrasi teknologi tidak hanya untuk promosi, tetapi juga untuk pencatatan usaha, pengelolaan pelanggan, perencanaan operasional, dan evaluasi kinerja usaha. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan kesiapan masyarakat dalam mengadopsi platform digital sebagai sarana pengembangan usaha yang lebih efisien dan adaptif terhadap perubahan pasar. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi digital masyarakat serta penguatan kapasitas usaha lokal. Program ini menjadi salah satu strategi pemberdayaan masyarakat yang efektif dalam mendukung keberlanjutan usaha berbasis teknologi, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat dalam menghadapi transformasi digital.
DAMPAK BRANDING DAN CUSTOMER ENGAGEMENT TERHADAP KINERJA BISNIS DIGITAL Sutopo Sutopo; Sudianto
Journal of Information Systems Management and Digital Business Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jismdb.v3i3.3773

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan transformasi digital telah mengubah pola persaingan bisnis, khususnya pada sektor bisnis digital yang mengandalkan platform daring, media sosial, dan teknologi berbasis data. Dalam kondisi persaingan yang semakin kompetitif, perusahaan tidak hanya dituntut menyediakan produk dan layanan berkualitas, tetapi juga membangun identitas merek yang kuat serta menciptakan keterlibatan pelanggan secara berkelanjutan. Branding dan customer engagement menjadi dua faktor strategis yang dipandang mampu meningkatkan kinerja bisnis digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak branding dan customer engagement terhadap kinerja bisnis digital melalui pendekatan studi literatur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode literature review melalui analisis berbagai artikel ilmiah, jurnal nasional, jurnal internasional, buku referensi, dan sumber akademik lain yang relevan. Proses analisis dilakukan melalui identifikasi, klasifikasi, dan sintesis temuan penelitian terdahulu berdasarkan tema utama yang berkaitan dengan branding, customer engagement, dan kinerja bisnis digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa branding berpengaruh positif terhadap kinerja bisnis digital melalui peningkatan kesadaran merek, kepercayaan pelanggan, dan diferensiasi pasar. Customer engagement juga memberikan kontribusi signifikan melalui interaksi aktif pelanggan, pengalaman digital, serta pembentukan hubungan emosional yang mendorong loyalitas dan retensi pelanggan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa branding dan customer engagement memiliki hubungan sinergis, di mana kekuatan merek mendorong keterlibatan pelanggan, sementara engagement yang tinggi memperkuat citra merek melalui pengalaman positif pelanggan. Secara keseluruhan, kedua variabel tersebut berperan penting dalam meningkatkan kinerja bisnis digital, baik dari aspek finansial maupun non-finansial. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan kajian manajemen pemasaran digital serta kontribusi praktis bagi pelaku usaha dalam merumuskan strategi bisnis berbasis penguatan merek dan pengalaman pelanggan.
EXPLORING THE ROLE OF BRAND AWARENESS IN BUILDING CONSUMER TRUST IN ONLINE-BASED MSMEs Sutopo Sutopo; Sudianto; Abdul Hamid
Journal of Management and Innovation Entrepreneurship (JMIE) Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jmie.v3i2.3231

Abstract

The growth of online-based MSMEs in Indonesia is strengthening along with the increasing adoption of digital technology and the shift in consumer behavior to the online space. In the context of intense competition and high uncertainty of online transactions, brand awareness is a key element in building consumer trust. This study aims to explore the role of brand awareness in building consumer trust in online-based MSMEs through a literature review (library research). Data were collected from scientific journal articles and relevant books accessed online through Google Scholar and various other credible literature sources. The results of the study indicate that brand awareness not only functions as brand recognition but also serves as a gateway for the formation of consumer perceptions of quality, credibility, and a sense of security. Brand awareness contributes to various trust indicators, such as product reliability, brand integrity, transaction security, competence, performance consistency, goodwill, information transparency, reputation, after-sales service, and the quality of brand communication. In the online MSME ecosystem, digital marketing, social media, and marketplaces serve as strategic channels for building awareness and trust simultaneously. This study develops a conceptual model that positions brand awareness as an initial variable that influences the formation of consumer trust through factors such as product quality, reputation, consumer experience, and digital marketing effectiveness. These findings provide implications for online MSMEs to prioritize strengthening brand awareness as a fundamental strategy for building and maintaining consumer trust in a highly competitive digital environment.