Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

KEDUDUKAN WANITA DALAM HUKUM NEGARA DAN HUKUM ISLAM DI REPUBLIK INDONESIA DITINJAU DARI HUKUM INTERNASIONAL Mas’ud, Muhamad; Rahmawati, Aslihatul
An Nawawi Vol 4 No 2 (2024): An Nawawi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Fikih Syeikh Nawawi Tanara Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55252/annawawi.v4i2.52

Abstract

With Law Number 7 of 1984 (Law No.7/1984), the Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW) was ratified. According to the rules of international law known as pacta sunt servanda, international agreements that have been ratified must be implemented. Countries in the world may not be exempted from this obligation based on the provisions of their national laws. However, if national law reduces the implementation of an international agreement, the national law must be changed. This obligation is added to the CEDAW article which states that CEDAW Parties are required to change national laws to eliminate discrimination against women and protect women's rights. However, in Indonesia, the elimination of discrimination against women and the protection of women's rights as well as changes to the law are more complicated than the words of the rules of international law. The implementation of CEDAW contains problems in the political field, especially after the replacement of the New Order government with the Reformation Era government. Political problems are added to social problems, namely developments and differences of opinion in society regarding culture and religion. In the state legal system, the examination of these issues shows that the recognition of the principle of eliminating discrimination against women and equal rights for women is good. This recognition is contained in the 1945 Constitution and Pancasila which can be improved along with the Decree (TAP) of the People's Consultative Assembly (MPR) Number XVII/MPR/1998 concerning Human Rights (HAM) and Law No. 39/1999 concerning Human Rights which are complete. In Indonesia, the enforcement of these laws and regulations needs to be improved. This enforcement includes, among other things, the authority to test in the general court environment and the state administrative court (TUN). The scope of the existing authority to test means that the majority of laws and regulations (including TUN Decisions) cannot be tested against the principle of discrimination or women's rights. So, the majority of laws and regulations may be issued and apply whether they are discriminatory and violate women's rights or not. With this examination, this paper concludes that the position of women in Indonesia as outlined by CEDAW needs to be realized through legal changes both in the state legal system and the Islamic legal system. However, this paper acknowledges the differences between the Islamic legal perspective and the CEDAW perspective. The ambiguity of the relationship between Islamic law and CEDAW is a product of the difficulty of harmonizing these angles.
Optimalisasi Teknik Wawancara Dalam Penelitian Field Research Melalui Pelatihan Berbasis Participatory Action Research Pada Mahasiswa Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang Rahmawati, Aslihatul; Halimah, Nur; Karmawan, Karmawan; Setiawan, Andika Agus
Jurnal Abdimas Prakasa Dakara Vol. 4 No. 2 (2024): Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Kompetensi dan Literasi Praktis Be
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/japd.v4i2.2100

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini mengeksplorasi pengembangan keterampilan wawancara mahasiswa di Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang melalui pelatihan berbasis Participatory Action Research (PAR). Pelatihan ini mencakup teori dasar wawancara, simulasi praktis, dan evaluasi keterampilan sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam melakukan wawancara, serta peningkatan kepercayaan diri mahasiswa dalam menggunakan teknik wawancara. Penggunaan pendekatan partisipasif menjadikan proses pengembangan keterampilan wawancara mahasiswa dapat berjalan lebih efektif.
Manajemen Peserta Didik dalam Meningkatkan Pengembangan Potensi Bakat dan Minat Peserta Didik di Sekolah/Madrasah Halimah, Nur; Fatah, Abdul; Megawati, Silvia; Rosa, Ade Tutty Rokhayati; Rahmawati, Aslihatul; Putra, Raynaldi Wijaya
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.3177

Abstract

Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen peserta didik dalam meningkatkan pengembangan potensi bakat dan minat peserta didik di sekolah/madrasah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti dalam memperoleh data dan informasi di antaranya meliputi observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi (penggabungan dari ketiganya). Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan dalam hal ini seperti kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan potensi peserta didik di beberapa sekolah dan madrasah masih kurang optimal, terutama dalam hal pengembangan kegiatan ekstrakurikuler yang tidak terjadwal dengan baik. Meskipun demikian, peran guru sebagai pembimbing sangat signifikan dalam membantu peserta didik mengidentifikasi dan mengembangkan bakat dan minat mereka. Pembimbingan yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan terbukti meningkatkan motivasi dan pencapaian potensi peserta didik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pentingnya peran guru dalam mengelola potensi peserta didik, tidak hanya sebatas pengajaran di kelas, tetapi juga dalam memberikan arahan, motivasi, dan bimbingan agar peserta didik dapat mengasah minat dan bakat mereka. Diperlukan juga kerjasama yang lebih baik antara pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan potensi peserta didik secara optimal.
PENGGUNAAN METODE SELF REGULATED LEARNING (SRL) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS X DI SMK AL-GINA KABUPATEN TANGERANG Halimah, Nur; Puspawati, Dian; Rahmawati, Aslihatul; Rahmatullah, M Asep
Abdi Pandawa: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/ap.v3i2.4147

Abstract

Penggunaan Metode Self Regulated Learning (SRL) dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas X Di SMK Al-Gina Kabupaten Tangerang. Tujuan kegiatan ini untuk mengetahui manfaat penggunaan metode Self Regulated Learning (SRL) dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik di SMK Al-Gina Kabupaten Tangerang. Pada kegiatan pengabdian ini melibatkan peserta didik kelas X dengan jumlah 117 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mendapat respon positif dari peserta didik manfaat penggunaan metode Self Regulated Learning (SRL) dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas X di SMK Al-Gina Kabupaten Tangerang.
PENGGUNAAN METODE SELF REGULATED LEARNING (SRL) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS X DI SMK AL-GINA KABUPATEN TANGERANG Halimah, Nur; Puspawati, Dian; Rahmawati, Aslihatul; Rahmatullah, M Asep
Abdi Pandawa: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Kegiatan Pengabdian untuk Masyarakat
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/ap.v4i1.4212

Abstract

Penggunaan Metode Self Regulated Learning (SRL) dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas X Di SMK Al-Gina Kabupaten Tangerang. Tujuan kegiatan ini untuk mengetahui manfaat penggunaan metode Self Regulated Learning (SRL) dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik di SMK Al-Gina Kabupaten Tangerang. Pada kegiatan pengabdian ini melibatkan peserta didik kelas X dengan jumlah 117 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mendapat respon positif dari peserta didik manfaat penggunaan metode Self Regulated Learning (SRL) dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas X di SMK Al-Gina Kabupaten Tangerang. Kata Kunci: Self Regulated Learning, Hasil Belajar.
Edukasi pencegahan dan penanganan bullying di lingkungan sekolah berbasis pondok pesantren Azhari, Ainul; Rahmawati, Aslihatul
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v5i2.21817

Abstract

Bullying merupakan tindakan intimidasi yang dilakukan secara berulang-ulang oleh pihak yang lebih kuat terhadap pihak yang lebih lemah, dilakukan dengan sengaja dan bertujuan untuk melukai korbannya secara fisik maupun emosional. Dalam melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan pada Pondok Pesantren Daarul Abroor Lebak Wangi Kabupaten Tangerang menggunakan metode PAR (Participatory Action Research)Permasalahan bullying ini seringkali terjadi dalam berbagai konteks sosial, khususnya dalam bidang pendidikan. Karena siswa-siswi SMP dan SMA rentan dari bullying. Upaya penyuluhan perlu dilakukan, agar pelaku dan bullying memahami dampak yang akan terjadi. Kemudian dilanjutkan dengan pendampingan kepada pengurus OSIS SMP dan SMA Daarul Abroor Lebak Wangi. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah berupa penyuluhan di lingkungan sekolah untuk memberikan pemahaman kepada para siswa tentang bullying dan upaya dalam pencegahan perbuatan bullying dan penanganan dari tindakan bully serta menumbuhkan kesadaran dan membiasakan diri dalam kehidupan sehari-hari untuk berbicara dan bertindak yang sopan kepada guru, teman dan orang tua di rumah. Kemudian dari penyuluhan tersebut dilanjutkan ke pendampingan kepada pengurus OSIS dari SMP dan SMA Daarul Abroor agar dapat dan memiliki peran penting dalam mengawasi serta meminimalisir terjadinya tindakan bullying baik di lingkungan sekolah maupun pondok pesantren. Kegiatan ini terlaksana dengan baik dan lancar.
PENGGUNAAN METODE SELF REGULATED LEARNING (SRL) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS X DI SMK AL-GINA KABUPATEN TANGERANG Halimah, Nur; Puspawati, Dian; Rahmawati, Aslihatul; Rahmatullah, M Asep
Abdi Pandawa: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/ap.v3i2.4147

Abstract

Penggunaan Metode Self Regulated Learning (SRL) dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas X Di SMK Al-Gina Kabupaten Tangerang. Tujuan kegiatan ini untuk mengetahui manfaat penggunaan metode Self Regulated Learning (SRL) dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik di SMK Al-Gina Kabupaten Tangerang. Pada kegiatan pengabdian ini melibatkan peserta didik kelas X dengan jumlah 117 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mendapat respon positif dari peserta didik manfaat penggunaan metode Self Regulated Learning (SRL) dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas X di SMK Al-Gina Kabupaten Tangerang.
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK SEBAGAI MEDIA PENGUATAN KARAKTER Halimah, Nur; Rahmawati, Aslihatul; Azhari, Ainul
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i3.6696

Abstract

This research is motivated by the challenges of implementing effective character education, where traditional learning methods often fail to deeply instill values such as responsibility and cooperation. The focus of this study is to examine the effectiveness of the Project-Based Learning (PjBL) model as a medium for strengthening the character of responsibility, cooperation, and independence in junior high school students. As a crucial step, this study used a qualitative field research approach with 25 eighth-grade students at SMPN 1 Mauk. Data were collected through observation, interviews, and documentation of a project themed “Anti-Plastic Waste Campaign,” which was then analyzed using the Miles and Huberman model. The main findings indicate that the implementation of PjBL successfully encouraged positive character behavior changes. Students showed significant improvements in responsibility, active collaboration in groups, and independence in decision-making. In conclusion, the PjBL model has proven effective in shaping students' character through contextual and meaningful learning experiences, thus being recommended as a sustainable strategy for character education. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan implementasi pendidikan karakter yang efektif, di mana metode pembelajaran tradisional seringkali gagal menanamkan nilai-nilai seperti tanggung jawab dan kerja sama secara mendalam. Fokus penelitian ini adalah untuk mengkaji efektivitas model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning/PjBL) sebagai media untuk penguatan karakter tanggung jawab, kerja sama, dan kemandirian pada siswa SMP. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif field research pada 25 siswa kelas VIII di SMPN 1 Mauk. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap proyek bertema “Kampanye Anti Sampah Plastik,” yang kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Temuan utama menunjukkan bahwa penerapan PjBL berhasil mendorong perubahan perilaku karakter yang positif. Siswa menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal tanggung jawab, kolaborasi aktif dalam kelompok, dan kemandirian dalam pengambilan keputusan. Kesimpulannya, model PjBL terbukti efektif membentuk karakter siswa melalui pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna, sehingga direkomendasikan sebagai strategi berkelanjutan untuk pendidikan karakter.
Perception of Hadiths on Bullying in Preventive Efforts Against Bullying in Inclusive Schools: A Study at SMA Daarul Abroor Lebak Wangi Azhari, Ainul; Rahmawati, Aslihatul; Halimah, Nur
el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies, 8(2), December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Center for Research and Community Services), Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/el-buhuth.v8i2.11287

Abstract

Hadith or As-Sunnah is one of the sources of Islamic teachings that holds a highly significant position among prominent scholars of the past, both structurally and functionally. Structurally, it ranks second after the Qur'an, but functionally, it serves as a bayan (explanation) for the general or absolute verses of the Qur'an. This research seeks to examine the issue of bullying through the lens of the Prophet Muhammad’s hadiths, while also exploring how these teachings can be integrated into preventive strategies, especially within the context of inclusive educational settings. This study adopts a qualitative approach by applying a descriptive-analytical method within the structure of a case study. As a case study, this research is conducted through field research. For data analysis, the study also adopts a phenomenological approach to deeply examine individuals’ lived experiences related to bullying, a phenomenon frequently occurring in schools. The findings are then integrated with the Prophet’s hadiths and applied within the context of inclusive schools. The data were gathered using methods such as observation, interviews, and documentation. The analysis applies thematic methods and the science of ma’anil hadith (meanings of hadith). The results of this study have significant implications for educational practices in inclusive schools. First, understanding the Prophet’s hadiths on compassion, the prohibition of harming others, and the importance of brotherhood can serve as a foundation for cultivating an anti-bullying school culture. Second, a hadith-based religious approach can strengthen character education programs that are not only normative but also grounded in authoritative and contextual Islamic teachings. Third, this research provides a practical basis for schools—especially inclusive ones—to formulate preventive policies rooted in Islamic values, such as through curriculum development, school regulations, and student guidance activities. Fourth, from a pedagogical perspective, teachers should receive specialized training to integrate hadith values into learning processes and student mentoring approaches. Lastly, parental involvement in conveying and instilling hadith values at home plays a crucial role in building collective awareness of the dangers of bullying. Therefore, this study contributes not only theoretically to the field of hadith and Islamic education but also offers practical benefits in developing a more humane, religious, and socially safe inclusive educational ecosystem.