Nur Fadhilah Mappaselleng
Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Perlindungan Hukum Terhadap Anak Sebagai Korban Kejahatan Eksploitasi Secara Ekonomi Andi Fajar Agusnawan; Hambali Thalib; Nur Fadhilah Mappaselleng
Journal of Lex Generalis (JLG) Vol. 4 No. 2 (2023): Journal of Lex Generalis (JLG)
Publisher : Journal of Lex Generalis (JLG)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian menganalisis perlindungan hukum yang diberikan undang-undang kepada anak sebagai korban kejahatan eksploitasi secara ekonomi; (2) Mengetahui dan menganalisis upaya perlindungan hukum yang dilakukan Kepolisian Resort Bone kepada anak sebagai korban kejahatan eksploitasi secara ekonomi. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari penelitian lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Perlindungan hukum yang diberikan undang-undang kepada anak sebagai korban kejahatan eksploitasi secara ekonomi belum berjalan secara optimal, karena kurangnya koordinasi kerjasama dalam rangka mencegah ketidakseimbangan kegiatan perlindungan anak secara keseluruhan. (2) Upaya perlindungan hukum yang dilakukan Kepolisian Resort Bone terhadap anak sebagai korban kejahatan eksploitasi secara ekonomi adalah dengan memberikan perlindungan pre-emtif, preventif dan represif. The research objective is to analyze the legal protection provided by law to children as victims of economic exploitation crimes; (2) Know and analyse legal protection efforts made by the Bone Resort Police for children as victims of economic exploitation crimes. This study uses primary data obtained from field research. The results of this study indicate that: (1) The legal protection provided by law to children as victims of exploitation crimes has not run optimally economically, due to a lack of coordination of cooperation in order to prevent an imbalance in child protection activities as a whole. (2) Legal protection efforts carried out by the Bone Resort Police against children as victims of crimes of economic exploitation are by providing pre-emptive, preventive and repressive protection.
Efektivitas Perlindungan Hukum Terhadap Data Pribadi Konsumen Dalam Registrasi SIM Card di Indosat Kyka Rezki Dwiyana; Sufirman Rahman; Nur Fadhilah Mappaselleng
Journal of Lex Generalis (JLG) Vol. 4 No. 2 (2023): Journal of Lex Generalis (JLG)
Publisher : Journal of Lex Generalis (JLG)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian menganalisis efektivitas perlindungan hukum konsumen dalam registrasi SIM Card; dan (2) menganalisis faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya penyalahgunaan data pribadi dalam proses registrasi data pribadi dalam proses registrasi SIM Card. Metode penelitian ini adalah penelitian hukum empiris. Hasil penelitian Efektivitas Perlindungan Hukum Terhadap Data Pribadi Konsumen Dalam Registrasi SIM Card Di Indosat belum efektif dikarenakan masih adanya ketidak tahuan masyarakat terhadap undang-undang perlindungan konsumen dan masih adanya beberapa oknum yang masih menyalahgunakan data pribadi orang lain secara ilegal. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya penyalahgunaan data pribadi dalam registrasi SIM Card yaitu; 1. Faktor Pengetahuan Hukum, 2. Budaya Masyarakat, dan 3. Sarana dan Prasarana. The research objective is to analyze the effectiveness of consumer legal protection in SIM card registration, and (2) analyze the factors that lead to the misuse of personal data in the process of registering personal data in the SIM Card registration process. This research method is empirical legal research. The results of the research on the Effectiveness of Legal Protection of Consumer Personal Data in SIM Card Registration at Indosat have not been effective because there is still ignorance of public about consumer protection laws and there are still some individuals who still illegally abuse other people's personal data. The factors that influence the misuse of personal data in SIM card registration are; 1. Legal Knowledge Factor, 2. Community Culture, and 3. Facilities and Infrastructure.
Efektivitas Penyidikan Tindak Pidana Siber: Studi Di Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Hardianto Djanggih; Nur Fadhilah Mappaselleng; Rizal Permana
Journal of Lex Philosophy (JLP) Vol. 3 No. 1 (2022): Journal of Lex Philosophy (JLP)
Publisher : Doktor Ilmu Hukum Program Pascarajana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jlp.v3i1.1455

Abstract

Tujuan penelitian menganalisis efektivitas penyidikan tindak pidana siber di Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari penelitian lapangan yang dilakukan dengan mengadakan wawancara langsung dengan 20 responden yang terdiri dari penyidik atau penyidik pembantu di lingkup Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan penyidikan tindak pidana siber di Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan kurang efektif. Hal ini karena beberapa hambatan seperti keterbatasan sumber daya penyidik, keterbatasan undang-undang, keterbatasan dalam pengumpulan bukti, keterbatasan sarana dan prasarana, dan keterbatasan informasi dari masyarakat. (2) Faktor faktor yang mempengaruhi efektivitas penyidikan tindak pidana siber di Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan antara lain faktor substansi hukum, struktur hukum, budaya hukum, kesadaran hukum serta sarana dan prasarana. The aim of the research is to analyze the effectiveness of cybercrime investigations at the South Sulawesi Regional Police. This study uses primary data obtained from field research conducted by conducting direct interviews with 20 respondents consisting of investigators or assistant investigators within the South Sulawesi Regional Police. Data were analyzed using qualitative and quantitative analysis methods. The results of this study indicate that: (1) The implementation of cybercrime investigations at the South Sulawesi Regional Police is less effective. This is due to several obstacles such as limited investigator resources, limited laws, limited evidence collection, limited facilities and infrastructure, and limited information from the public. (2) Factors that influence the effectiveness of cyber crime investigations at the South Sulawesi Regional Police include factors of legal substance, legal structure, legal culture, legal awareness and facilities and infrastructure.
Penanggulangan Tindak Pidana Kekerasan dalam Rumah Tangga di Kota Makassar Sutiawati Sutiawati; Nur Fadhilah Mappaselleng
Jurnal Wawasan Yuridika Vol 4, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Hukum Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.274 KB) | DOI: 10.25072/jwy.v4i1.315

Abstract

AbstrakFenomena kekerasan dalam rumah tangga mengalami peningkatan dari segi kuantitas dan kualitas, sehingga membutuhkan perhatian yang lebih serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga, serta upaya penanggulangannya di Kota Makassar. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan jenis penelitian yuridis empiris yang berlokasi di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan data studi kepustakaan dan wawancara, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga di Kota Makassar adalah penegakan hukum, rendahnya kesadaran hukum, masih kuatnya budaya patriarki, kondisi ekonomi/kemiskinan, lingkungan sosial, dan kebiasaan minuman keras. Upaya penanggulangan kekerasan dalam rumah tangga di Kota Makassar menempuh upaya preemtif, preventif, dan represif.Kata Kunci: Kekerasan; Rumah Tangga; Kota Makassar.AbstractThe phenomenon of domestic violence has increased in terms of quantity and quality, so it requires serious attention to prevention and prevention. The research aims is to find out and analyze the factors that cause criminal acts of domestic violence and the efforts to prevent crime in domestic violence in the city of Makassar. The research method is used a empirical approach with a qualitative research model that is descriptive analytical by taking research sites in Makassar City. This study uses primary data and secondary data The technique of collecting literature and interview study data , then analyzed qualitatively. The results showed that the factors causing domestic violence in Makassar were law enforcement, low legal awareness, strong patriarchal culture, economic conditions / poverty,  social environment, and drinking habits. Efforts to prevent domestic violence in Makassar have taken preemptive, preventive and repressive measures.
Analisis Kriminologis Terhadap Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (Studi Di Polrestabes Makassar) Andi Olsa Makita Sakti; Nur Fadhilah Mappaselleng; Ahmad Fadil
Qawanin Jurnal Ilmu Hukum Vol 1 No 2: September 2020 – Februari 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the factors that cause a person to commit the crime of trafficking in persons, to determine the efforts made by law enforcement officials in this case, especially the Makassar Police to tackle the crime of trafficking in persons. This type of research is a descriptive empirical legal research. Using a qualitative legal research approach. The location of the legal research was carried out at the Polrestabes Makassar. Types and sources of legal research data include primary data and secondary data. Data collection techniques by interview and literature study. Based on the results of the research and discussion, it was concluded that the factors in the occurrence of the crime of trafficking in persons consisted of economic factors, socio-cultural environmental factors, individual factors, lack of public knowledge about the consequences of crime, and the lack of firmness in law enforcement officers in following up on criminal cases of trafficking in persons. Regarding efforts to tackle the criminal act of trafficking in persons, it consists of preventive and repressive measures. Namely by disseminating information to the public regarding the consequences of the crime of trafficking in persons and implementing Law Number 21 of 2007 concerning the eradication of the criminal act of trafficking in persons properly so as to provide a deterrent effect on the perpetrator and no longer repeat his actions.
Tinjauan Yuridis Terhadap Pelaku Tindak Pidana Kepemilikan Senjata Tajam Harja Wijaya; Nasrullah Arsyad; Nur Fadhilah Mappaselleng
Qawanin Jurnal Ilmu Hukum Vol 2 No 1: Maret – Agustus 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to find out the application of material criminal law to perpetrators of criminal acts of possession of sharp weapons in the city of Makassar. In this study, the authors used descriptive qualitative research methods. In this study, interpreting and describing data related to the current situation, attitudes and views that occur in a society, the conflict between two or more circumstances, the relationship between variables that arise, differences between existing facts and their influence on a condition, etc. The data that the researcher collected was sourced from the Makassar District Court documents, namely records of past events. The results of this study are the ownership of sharp weapons without permission from the authorities can be very detrimental to the perpetrators involved, the following factors can trigger the occurrence of criminal possession of sharp weapons: The environment can be a factor in the occurrence of sharp weapons ownership if the environment we live in is easily triggered In the presence of fights or other violent criminal acts, to defend oneself one must have a sharp weapon, but even if it is only a self-defense with sharp weapons without permission from the authorities, it is still a criminal act. Abstrak: Tujuan dari adanya penelitian ini adalah Untuk mengetahui penerapan hukum pidana matril terhadap pelaku tindak pidana kepemilikan senjata tajam di kota makassar. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian Kualitatif Deskriptif. Dalam penelitian ini, menafsirkan dan menguraikan data yang bersangkutan dengan situasi yang sedang terjadi, sikap serta pandangan yang terjadi di dalam suatu masyarakat, pertentangan antara dua keadaan atau lebih, hubungan antar variable yang timbul, perbedaan antar fakta yang ada serta pengaruhnya terhadap suatu kondisi, dan sebagainya. Data yang peneliti kumpulkan bersumber pada dokumen Pengadilan Negeri Makassar yaitu catatan peristiwa yang telah lalu. Hasil dari penelitian ini adalah kepemilikan senjata tajam tanpa izin dari pihak yang berwenang dapat sangat merugikan bagi piha pelaku yang terkai, berikut faktor faktor yang dapat memicu terjadinya pidana kepemilikan senjata tajam : Lingkungan dapat menjadi faktor terjadinya kepemilikan senjata tajam apabila lingkungan yang kita tinggali mudah terpicu adanya perkelahian atau perbuatan pidana kekerasan lainnya maka untuk membela diri seseorang harus memiliki senjata tajam, tetapi walaupun hanya menjadi pembelaan diri senjata tajam tanpa adanya izin dari pihak berwenang tetaplahperbuatan pidana.
Tinjauan kriminologis terhadap kejahatan pencurian telepon genggam yang dilakukan oleh anak di kota makassar Pratama Areski Arisal; Nurul Qamar; Nur Fadhilah Mappaselleng
Qawanin Jurnal Ilmu Hukum Vol 2 No 1: Maret – Agustus 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to find out what factors cause the crime of cellphone theftcommitted by children in Makassar City and how are efforts to overcome andprevent cellphone theft crimes committed by children in Makassar City. Thisstudy uses empirical research methods. The research location was carriedout in the city of Makassar, especially at the Makassar Police Station. Typesand sources of data used are primary data and secondary data. Datacollection technique, Library Research and Field Research. In conclusion, itis hoped that parents will pay more attention to their children's socialenvironment and educate them, as well as provide a good understanding ofthe children. advice from Law Enforcers who are authorized to carry outintegrated prevention and control to Children to be improved continuously sothat the theft is not committed by Children. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apakah yangmenyebabkan terjadinya kejahatan pencurian telepon genggam(handphone) yang dilakukan oleh anak di Kota Makassar dan bagaimanaupaya penanggulangan dan pencegahan terhadap kejahatan pencuriantelepon genggam (handphone) yang dilakukan oleh anak di Kota Makassar.Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris. Lokasi penelitiandilakukan di kota Makassar khususnya di Polrestabes Makassar. Jenis dansumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknikpengumpulan data, penelitian perpustakaan dan penelitian lapangan.Kesimpulan maka diharapkan orang tua lebih memperhatikan lingkunganpergaulan anaknya dan mendidiknya, serta memberikan pemahaman yangbaik kepada Anak. saran Penegak Hukum yang berwenang untukmelakukan pencegahan dan penanggulangan secara terpadu kepada Anakuntuk ditingkatkan secara terus menerus agar tidak terjadinya Pencurianyang dilakukan oleh Anak.