Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Optimalisasi Peran TNI Dalam Joint Operation Center pada Misi Perdamaian Dunia di United Nation Interm Force in Lebanon (UNIFIL) Tahun 2023-2024 Thopan Dollarisko; Yermia Hendarwoto; Sri Murtiana
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8737

Abstract

Konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah, khususnya antara Israel dan Lebanon, memerlukan intervensi internasional untuk menjaga stabilitas keamanan regional. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membentuk misi perdamaian UNIFIL melalui Joint Operation Center (JOC) sebagai pusat koordinasi dan kendali untuk mengintegrasikan operasi multinasional. Namun, JOC menghadapi tantangan signifikan berupa ketidakselarasan sistem komunikasi antar kontingen, perbedaan prosedur standar operasional dari berbagai negara, dan keterbatasan pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas JOC dalam mengoordinasikan operasi dan pengambilan keputusan, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kinerja JOC, serta menganalisis optimalisasi peran TNI. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini melalui studi kasus, wawancara mendalam tiga narasumber JOC UNIFIL (Shift Director, J7 Exercises, dan J7 Training), observasi partisipatif, dan studi dokumentasi serta model Miles, Huberman Saldana sebagai teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur organisasi JOC memiliki prosedur koordinasi jelas (SITREP rutin, Situational Awareness Tool (SAT), dan battle rhythm terstandar). Koordinasi multinasional 40 negara menjadi tantangan utama, karena perbedaan interpretasi SOP dan hambatan bahasa, namun diatasi melalui proses Integration and Orientation, pelatihan berkelanjutan, dan penyediaan terminologi operasional. TNI menerapkan strategi optimalisasi berbasis ends-means-ways melalui pengembangan SDM, peningkatan teknologi, dan inovasi berkelanjutan. Analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan komitmen kepemimpinan dan disiplin tinggi prajurit, kelemahan pada penguasaan bahasa Inggris, peluang apresiasi PBB terhadap kontribusi TNI, dan ancaman kompleksitas keamanan siber. Kesimpulannya, TNI menunjukkan kontribusi signifikan dalam optimalisasi JOC melalui mekanisme koordinasi efektif, inovasi operasional berkelanjutan, dan komitmen stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah.
Analisis Siklus Hidup Bioavtur dan Dampaknya terhadap Lingkungan: Jurnal Review Putri Azmi Millatie; Suyono Thamrin; Sri Murtiana; Lailatul Fajriyah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5508

Abstract

Abstrak Indonesia memiliki potensi yang tinggi dalam bahan baku produksi bioavtur, karena sektor agrarisnya yang mumpuni dalam menyediakan sumber daya. Selain itu, sebagai negara kepulauan, Indonesia juga membutuhkan transportasi udara sebagai kendaraan utama yang cepat dan efisien mengingat Ibu Kota Negara juga akan berpindah ke Pulau Kalimantan. Namun, bahan bakar avtur hingga saat ini masih mengimpor dari negara lain. Maka untuk memenuhi kebutuhan avtur berbasis energi terbarukan dibutuhkan berbagai studi untuk memperoleh biomassa yang penggunaannya dapat dioptimalkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mereview jurnal-jurnal yang berkaitan dengan LCA dan bioavtur sehingga di masa depan, pengembangan bioavtur lebih efisien. Hasil dari literature review ini menyatakan bahwa diketahui secara general menyatakan bahan baku yang diproses menjadi bioavtur dapat mengurangi emisi GRK. Namun, tidak semua biomassa memiliki potensi untuk dijadikan bahan baku pembuatan biojet atau bioavtur karena berbagai kendala seperti penggunaan energi dalam proses produksi bioavtur yang terlalu tinggi, faktor lahan dan ekonomi yang tidak memadai, serta adanya persaingan penggunaan tanaman untuk ketahanan pangan. Selain itu, studi ini juga menjelaskan bahwa mikroalga dan limbah lemak adalah pilihan biomassa terbaik untuk dijadikan bahan baku produksi bioavtur maupun biojet karena selain memiliki persentase yang cukup tinggi terhadap penurunan emisi dan tidak bersaing dengan ketahanan pangan, produktivitasnya juga cukup tinggi sehingga dapat memaksimalkan produksi bioavtur. Kata Kunci: Bioavtur, Biojet, Potensi Pemanasan Global, dan Siklus Hidup
Pengaruh Foreign Direct Investment terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia: Peran Moderasi Indeks Persepsi Korupsi Nurul Faizah Al Khoiriyah; Suwito; Sri Murtiana
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): December 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i2.8805

Abstract

Investasi Asing Langsung (Foreign Direct Investment/FDI) merupakan salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, efektivitasnya dapat dipengaruhi oleh tingkat korupsi di negara penerima investasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Investasi Asing Langsung terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita sebagai proksi pertumbuhan ekonomi di Indonesia selama periode 1995–2024, dengan Indeks Persepsi Korupsi (Corruption Perceptions Index/CPI) sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan data sekunder berbentuk deret waktu (time series) yang dianalisis menggunakan metode Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa FDI berpengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap PDB per kapita. Sementara itu, variabel interaksi antara FDI dan CPI berpengaruh negatif dan signifikan secara statistik, yang menunjukkan bahwa CPI memperlemah pengaruh positif FDI terhadap PDB per kapita. Berdasarkan temuan tersebut, pemerintah perlu memperkuat upaya pemberantasan korupsi, sekaligus menyederhanakan prosedur investasi dan mempercepat digitalisasi birokrasi guna menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dan meningkatkan efektivitas kontribusi FDI terhadap pertumbuhan ekonomi.