Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Validasi Modul Pembelajaran Fisika Berbasis Kinesthetic, Intellectual, Visual, Auditory, dan Repetition Selestina Kostaria Jua; Kristina Uskenat; Tutik Yuliatun
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 2 No. 2 (2022): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v2i2.187

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji kelayakan modul pembelajaran fisika berbasis kinesthetic, intellectual, visual, auditory, repetition untuk mengukur keterampilan pemecahan masalah pada materi Suhu dan Kalor tingkat sekolah menengah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Research and Development (R & D) dengan model prosedural. Kelayakan modul dianalisis melalui validasi materi, bahasa, kegrafisan, pembelajaran dan penyajian oleh para ahli, guru, dan teman sejawat. Pelaksanaan validasi dilakukan melalui penilaian modul menggunakan lembar penilaian validasi. Data hasil validasi dianalisis secara kuantitatif untuk mengetahui presentase dan kategori kelayakan modul. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh presentase rata-rata kelayakan modul pada aspek materi mencapai 78,82%, bahasa 81,25%, kegrafisan 95,54%, serta pembelajaran dan penyajian 87,07%. Skor rata-rata ideal 84,01% dan presentasenya lebih besar dari presentase natural cut of point. Melalui analisis data dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran fisika berbasis kinesthetic, intellectual, visual, auditory, repetition, layak diujicobakan dalam skala kecil di sekolah.
Analisis Pembelajaran IPA Berbasis SETS Terinterasi Kearifan Lokal dengan Microlearning Tutik Yuliatun; Anderias Henukh; Don Jaya Putra; Ika Trisni Simangunsong; Susanti Susanti
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 4 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v5i4.9234

Abstract

To keep pace with the Industrial Revolution 4.0, students require teacher guidance to maintain a foundation rooted in local wisdom. This can be achieved through various approaches, such as SETS-based (Science, Environment, Technology, and Society) science instruction integrated with local wisdom and microlearning. Local wisdom serves as a means to balance the rapid advancement of science and technology. This study aims to analyze the implementation of SETS-based science instruction—integrated with local wisdom and microlearning—in junior high schools (SMP and MTs) in Merauke. A descriptive qualitative research method was employed, utilizing a questionnaire comprising 16 statements. The study involved 23 science teachers from SMP and MTs schools in Merauke. Data analysis using descriptive statistics revealed that 76% of respondents had never implemented SETS-based science instruction integrated with local wisdom, 68% did not understand the concept of microlearning, and 89% expressed interest in implementing SETS-based science instruction that integrates local wisdom and microlearning. Respondents also outlined plans to implement science instruction that combines technology, local wisdom, and interactive learning methods.
Pengembangan modul Praktikum Osilator Pegas Bagi Siswa/i SMA Kristina Uskenat; Ika Trisni Simangunsong; Tutik Yuliatun
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 2 No. 3 (2024): NJMS - Oktober 2024
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran fisika adalah pembelajaran yang terdiri dari aspek teoritis dan praktikum serta aspek praktikum. Pelaksanaan praktikum di laboratorium membutuhkan panduan yang membantu mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan praktikum. Modul adalah bentuk pedoman atau instruksi praktikum yang berbasis teknologi sehingga dapat diakses di mana saja. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Research & Development dengan model pengembangan 4D. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner validator ahli dan kuesioner kepraktisan. Hasil penelitian dianalisis dan diperoleh hasil valisasi modul yang dikembangkan memperoleh kelayakan validasi ahli materi sebesar 89,92 dan validasi ahli media sebesar 86,45. Dari hasil analisis data, disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan baik digunakan dalam pembelajaran
Pengembangan LKPD Microlearning dengan Etnopedagogi Berbasis Case Study untuk Melatih Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik Tutik Yuliatun; Selestina Kostaria Jua; Merta Simbolon; Ivylentine Datu Palittin; Khusnatul Amaliah
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i4.5053

Abstract

Perkembangan teknologi begitu masif, sehingga salah satunya berdampak pada dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan LKPD microlearning berbasis etnopedagogi dan case study yang dirancang untuk melatih kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi pencemaran lingkungan. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang dibatasi pada tahap analysis, design, dan development; tahap implementation dan evaluation efektivitas belum dilakukan. Penelitian dilaksanakan di MTs Santri Perbatasan Timur pada Juni–November 2024. Produk ditujukan untuk peserta didik kelas VII, tetapi pada tahap penelitian ini belum dilakukan uji coba kepada peserta didik. Produk dikembangkan dalam unit belajar singkat yang memuat konteks budaya lokal, studi kasus pencemaran lingkungan, aktivitas identifikasi masalah, pengembangan solusi, dan evaluasi solusi. Kelayakan produk dinilai oleh dua ahli materi dan dua ahli media, sedangkan kepraktisan awal dinilai oleh satu guru IPA sebagai praktisi. Hasil validasi menunjukkan kelayakan materi sebesar 90,80% dan kelayakan media sebesar 91,67%, keduanya termasuk kategori sangat layak. Penilaian praktisi sebesar 93,33% menunjukkan kategori sangat baik pada aspek desain pembelajaran, kemenarikan dan kemudahan, serta karakteristik microlearning. Dengan demikian, LKPD yang dikembangkan dinyatakan layak untuk dilanjutkan ke tahap uji coba peserta didik. Penelitian ini belum membuktikan peningkatan kemampuan pemecahan masalah secara empiris sehingga efektivitas produk perlu diuji pada penelitian lanjutan