Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

MENINGKATKAN KEPUASAN DAN LOYALITAS PELANGGAN PADA INDUSTRI ASURANSI Agung Muhammad Safi’i; Renny Risqiani; Nico Lukito
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2019 BUKU II
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.5867

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi satisfaction dan loyalty  pelanggan dalam industri asuransi dan membahas bagaimana meningkatkan satisfaction dan loyalty  pelanggan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain riset kausal, yang menentukan hubungan yang bersifat sebab akibat dari suatu fenomena. Metode survey online digunakan untuk mengumpulkan data responden yang memiliki asuransi unitlink di Jakarta dan hasil survey memperoleh 300 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan SEM (Structural Equation Modeling). Temuan: Trust menjadi kontributor terbesar bagi satisfaction dan loyalty pelanggan. Co-production memiliki pengaruh positif satisfaction, sedangkan customization memiliki pengaruh positif terhadap loyalty  pelanggan. Satisfaction berpengaruh positif terhadap loyalty pelanggan dalam industri asuransi. Sedangkan individual cognitive tidak memiliki pengaruh terhadap satisfaction. Keterbatasan: Penelitian ini hanya dilakukan pada pelanggan asuransi unitlink yang ada di Jakarta dengan jumlah responden yang terbatas, untuk penelitian selanjutnya dapat menambah dan memperluas sampel yang diteliti sehingga hasilnya dapat digeneralisir.
EFFECT OF INFORMATION ON ACCOUNTING PROFITS AND CASH FLOW COMPONENTS ON STOCK PRICES OF INSURANCE COMPANIES LISTED IN INDONESIA STOCK EXCHANGE (BEI) 2008-2012 PERIOD Nico Lukito; Kristian Chandra
Business and Entrepreneurial Review Vol. 15 No. 2 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.607 KB) | DOI: 10.25105/ber.v15i2.4632

Abstract

Many factors influence the fluctuation of stock prices, including: deposit interest rates, stock trading volume, return on equity, earnings per share. The last two factors are part of the financial statements presented by the issuers. The financial statements contain accounting earnings information and cash flow. Therefore it is necessary to examine empirically whether accounting earnings and cash flows have an influence on changes in stock prices. Data is collected from the stock prices of insurance companies that have gone public in the Jakarta Stock Exchange which have a nominal value per share of Rp.1,000.00 (one thousand rupiah) from 2008 to 2012. This study took 10 existing insurance companies to analyze. The basis for this sampling is based on the amount of data available on the Jakarta Stock Exchange Website. From the results of variable analysis of total cash flow and accounting profit variables in the first equation individually can not significantly influence stock prices. And together all the independent variables have no effect simultaneously on stock prices. The value of Squared R is very low, which means that the variable cannot explain stock prices, but can be explained by other variables not included in the research model. Variable operational cash flows, investment cash flows and funding cash flows in the second equation individually can not influence stock prices significantly. And together all the independent variables have no effect simultaneously on stock prices. Also obtained is a very low R Squared value, which means that the variable cannot explain stock prices, but can be explained by other variables not included in the research model
Cara Menggali Ide-Ide Bisnis Yang Bisa Diterapkan Pada Masa Pandemi Covid-19 Nico Lukito; Dorina Widowati; Masfar Gazali
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 2, No 4 (2022): Abdira, Oktober
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v2i4.196

Abstract

The Covid-19 Pandemic period greatly affected the income of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) and the decline in economic growth had an impact on the sluggish growth of new business establishments. The Bina Amanah Cordova Entrepreneurship School (SKBAC), is an institution that provides entrepreneurship education and training, for example: stalls, workshops, tailors, food vendors, salons, embroidery etc. The purpose of this activity is to provide and share information, ideas about business/business opportunities, which are adapted to minimal capital during the Covid-19 Pandemic. The method of service with counseling by providing information and related knowledge about exploring business ideas during the Covid-19 Pandemic for prospective / MSME actors who are students at SKBAC. The results of the service for SKBAC students, namely MSME actors and prospective actors, better understand how to explore business ideas and add product variety and innovation, including how to market products in the conditions of the online Covid-19 Pandemic in carrying out sales. Students begin to be more confident in developing their business ideas and marketing with social media
Meningkatkan Pendapatan Dengan Usaha/Bisnis di Masa Pandemi Masfar Gazali; Dorina Widowati; Nico Lukito
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 3 No. 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) AMIK Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpni.v3i2.78

Abstract

Turbulensi masih terjadi pada kasus pandemi di Indonesia. Sempat turun di awal tahun, di semester kedua kasus melonjak tajam dan kemudian kembali menerpa menjelang kuartal ketiga. Kondisi ini menuntut pemerintah merancang sistem yang efektif untuk membendung laju turbulensi sehingga momentum penurunan ini dapat terus berlanjut. Selain itu, pemerintah juga perlu terus berpikir untuk menjaga keseimbangan sektor kesehatan dan sektor ekonomi secara keseluruhan. Dua hal utama dalam pembangunan ini adalah sektor vital yang paling terdampak, namun karena peristiwa pandemi keduanya seolah berjalan menjauh. Sebagai langkah strategis dalam membendung peningkatan kasus COVID-19 yang sangat signifikan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menjadi langkah awal yang dipilih pemerintah. Hal ini menimbulkan dampak yang tidak mungkin dihindari, yaitu memperlambat perputaran roda ekonomi. Komunitas dengan kelompok bisnis terbawah adalah yang paling terpukul dalam pembatasan ini. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan dan membagikan informasi, ide-ide tentang peluang usaha/bisnis yang disesuaikan dengan modal minim pada masa pandemi, dan meningkatkan pendapatan usahanya yang mudah diaplikasikan dalam kondisi pandemi ini. Tentunya program PPKM ini perlu didukung dan diimbangi dengan bantuan sosial kepada mereka yang merasakan dampak ekonomi paling besar yang muncul. Menurut Badan Pusat Statistik, dunia usaha di Indonesia saat ini didominasi oleh Usaha Mikro Kecil (UMK), dan jumlahnya mencapai 26 juta usaha atau 98,68 persen dari total usaha non pertanian di Indonesia. Usaha ini mampu menyerap 59 juta orang atau sekitar 75,33 persen dari total tenaga kerja non pertanian. Tentu kita tidak bisa hanya mengandalkan Belanja Bantuan Sosial untuk menjaga ketahanan masyarakat yang paling terdampak. Setiap lapisan masyarakat juga dapat memberikan perannya masing-masing untuk menjaga perputaran ekonomi saat ini. Dana bantuan pemerintah yang cukup besar tidak akan berarti jika salah objek mendapat bantuan. Untuk itu perlu dukungan penuh dari masyarakat untuk mengontrol dan menjaga agar program ini tepat sasaran, tepat guna, dan mampu memberikan efek yang paling optimal. Selain itu, upaya bersama masyarakat untuk saling berbagi, dan saling menjaga kesehatan juga menjadi elemen penting dalam “perang” kita melawan gejolak pandemi ini.
Bagaimana Mempertahankan Kualitas Produksi UMKM Wilayah Kelurahan Krendang Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Nico Lukito; Wahyuningsih Santosa; Iwan Ekawanto; Kristian Chandra
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v3i2.965

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk untuk menunjang peningkatan dan pemberdayaan kegiatan usaha skala kecil dan menengah (UMKM) ini adalah untuk lebih meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta akan pentingnya lebih memahami kualitas produksi sehingga diharapkan UMKM dapat kompetitif di pasar. Kualitas sesuai dalam fungsi/penggunaan dimana produk dapat digunakan sesuai maksud/tujuan dan fungsinya. Berorientasi pada pemenuhan harapan konsumen/pelanggan dan kesesuaian dengan kebutuhan. Produk memenuhi spesifikasi kebutuhan dari konsumen, meliputi ketersediaan pengiriman/penyampaian, kehandalan, pemeliharaan, efektifitas biaya. Kegiatan dilakukan hanya dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan. Pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan ini merupakan pengusaha mikro kecil dan pengelola RPTA Krendang, Wilayah Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Peserta penyuluhan dan pelatihan berjumlah 21 orang, dimana para peserta ini sangat antusias mengikuti kegiatan ini, hal ini dapat dilihat pada waktu diskusi tanya jawab.
Pengendalian Kinerja dalam Pembelajaran Daring pada saat Pandemi Covid 19 untuk Guru-Guru TKIT dan SDIT NUUR “ALAA NUUR” Aina Zahra Parinduri; Nico Lukito; Risa Nurmala Dewi; Dewi Sekarisma; Diannisa Putri Intan; Ipriani Ipriani
Jurnal Peradaban Masyarakat Vol. 2 No. 6 (2022): Jurnal Peradaban Masyarakat (JPM)
Publisher : LPPM STIE Hidayatullah Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55182/jpm.v3i1.201

Abstract

Guru adalah pilar pendidikan. Keberhasilan pendidikan di suatu negara sangat dipengaruhi peran strategis para guru. Maka dari itu, seiring berkembangnya zaman, kompetensi guru harus terus ditingkatkan. Guru memiliki beban tugas yang sangat berat, tidak hanya bertanggung jawab kepada para anak didiknya, tapi juga pada negara. Guru bahkan memiliki peran sentral dalam upaya mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Guru harus memiliki kompetensi yang akan menunjang tugas profesionalnya. Berdasarkan UU, ada 4 kompetensi yang wajib dimiliki seorang guru, yaitu kompetensi Pendagogil, kompetensi kepribadian, kompetensi profesionalnya, dan kompetensi sosial. Sebagaimana telah disebutkan di atas, bahwa sebagai salah satu syarat guru profesional di era digital, adalah seorang guru yang selain memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional sebagaimana telah disebutkan di atas, juga harus memiliki wawasan, ketertarikan, kepedulian, kepekaan, kesukaan, serta kemampuan dan keterampilan dalam menggunakannya Sebagai upaya untuk mencegah wabah Pandemi Covid-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan agar sekolah-sekolah meminta siswanya untuk belajar di rumah. Pembelajaran secara daring dianggap menjadi solusi kegiatan belajar mengajar tetap jalan di tengah pandemi tersebut. Dalam pembelajaran secara daring ini menuai banyak kontroversi. Permasalahan uatama bagi guru-guru sistem pembelajaran daring hanya efektif untuk penugasan. Mereka menganggap untuk membuat siswa memahami materi, cara daring dinilai sulit. Kemampuan teknologi dan ekonomi setiap siswa berbeda-beda. Tidak semua siswa memiliki fasilitas yang menunjang kegiatan belajar jarak jauh ini dan pembelajaran secara daring harus terus berlanjut.
Digital Marketing Platform Untuk Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (UMKM). Nico Lukito; Yvone Agustine Sudibjo; Iwan Ekawanto
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v4i2.1266

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran peserta tentang pentingnya memahami dan menggunakan digital marketing untuk memperluas pemasaran agar usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dapat bersaing di pasar. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan dilaksanakan di Sekolah Kewirausahaan Bina Amanah Cordova (SKBAC) di Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten. SKBAC ini menawarkan pelatihan antara lain: kios, perbengkelan, menjahit, toko kelontong, perhiasan, bordir, sablon dan tanaman hias, dll. Program pelatihan ini berlangsung selama 1 tahun. Peserta yang berpartisipasi 19 orang dalam penyuluhan dan pelatihan ini. Para peserta memberikan jawaban yang sangat baik tentang acara ini, cara mendaftar toko online atau media sosial, cara membuat akun, pemasaran digital mana yang paling sering digunakan, cara menggunakan media sosial, cara bergabung dengan media sosial, dan toko online untuk memperluas pemasaran produk dan jasanya.
Investigasi Peran Aspek Keamanan Sebagai Pemoderasi Terhadap Kepuasan Pengguna Bukalapak di Jakarta Eko Retno Indriyarti; Michael Christian; Retno Sari Murtiningsih; Nico Lukito
Jurnal E-Bis Vol 7 No 2 (2023): Vol. 7 No.2 2023
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/e-bis.v7i2.1274

Abstract

This study was inspired by the intense competition in the e-commerce sector, particularly in the marketplace. People's marketplace preferences can shift at any time. As a result, the marketplace must continue to comprehend and capture the factors that influence user satisfaction. As a result, the goal of this study is to investigate the factors that influence Bukalapak's user satisfaction. PLS-SEM with SmartPLS 3.0 is used to analyze 110 Jakarta-based samples in this quantitative study. This study found that system quality and security have a significant impact on user satisfaction. In this study, access to information on the marketplace website is considered common and used to the point where it no longer has a significant impact on users. Aspects that are considered normal and common for marketplace users are used by businesses to develop other marketing strategies so that their users can still find a place.
Meningkatkan Pendapatan Dengan Usaha/Bisnis di Masa Pandemi Masfar Gazali; Dorina Widowati; Nico Lukito
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 3 No. 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpni.v3i2.78

Abstract

Turbulensi masih terjadi pada kasus pandemi di Indonesia. Sempat turun di awal tahun, di semester kedua kasus melonjak tajam dan kemudian kembali menerpa menjelang kuartal ketiga. Kondisi ini menuntut pemerintah merancang sistem yang efektif untuk membendung laju turbulensi sehingga momentum penurunan ini dapat terus berlanjut. Selain itu, pemerintah juga perlu terus berpikir untuk menjaga keseimbangan sektor kesehatan dan sektor ekonomi secara keseluruhan. Dua hal utama dalam pembangunan ini adalah sektor vital yang paling terdampak, namun karena peristiwa pandemi keduanya seolah berjalan menjauh. Sebagai langkah strategis dalam membendung peningkatan kasus COVID-19 yang sangat signifikan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menjadi langkah awal yang dipilih pemerintah. Hal ini menimbulkan dampak yang tidak mungkin dihindari, yaitu memperlambat perputaran roda ekonomi. Komunitas dengan kelompok bisnis terbawah adalah yang paling terpukul dalam pembatasan ini. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan dan membagikan informasi, ide-ide tentang peluang usaha/bisnis yang disesuaikan dengan modal minim pada masa pandemi, dan meningkatkan pendapatan usahanya yang mudah diaplikasikan dalam kondisi pandemi ini. Tentunya program PPKM ini perlu didukung dan diimbangi dengan bantuan sosial kepada mereka yang merasakan dampak ekonomi paling besar yang muncul. Menurut Badan Pusat Statistik, dunia usaha di Indonesia saat ini didominasi oleh Usaha Mikro Kecil (UMK), dan jumlahnya mencapai 26 juta usaha atau 98,68 persen dari total usaha non pertanian di Indonesia. Usaha ini mampu menyerap 59 juta orang atau sekitar 75,33 persen dari total tenaga kerja non pertanian. Tentu kita tidak bisa hanya mengandalkan Belanja Bantuan Sosial untuk menjaga ketahanan masyarakat yang paling terdampak. Setiap lapisan masyarakat juga dapat memberikan perannya masing-masing untuk menjaga perputaran ekonomi saat ini. Dana bantuan pemerintah yang cukup besar tidak akan berarti jika salah objek mendapat bantuan. Untuk itu perlu dukungan penuh dari masyarakat untuk mengontrol dan menjaga agar program ini tepat sasaran, tepat guna, dan mampu memberikan efek yang paling optimal. Selain itu, upaya bersama masyarakat untuk saling berbagi, dan saling menjaga kesehatan juga menjadi elemen penting dalam “perang” kita melawan gejolak pandemi ini.
Pengaruh Green Marketing, Sustainable Advertising, Eco Packaging/Labeling Terhadap Green Purchasing Behavior (Studi Pada Kendaraan Listrik) Hermanto Yaputra; Kurniawati; Renny Risqiani; Nico Lukito; Krisna Prabowo Sukarno
Journal of Indonesia Marketing Association (IMA) Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Indonesia Marketing Association (IMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69477/ima.v2i1.25

Abstract

Kondisi masyarakat di tingkat komunitas maupun individu sangat dipengaruhi oleh berbagai permasalahan, khususnya kerusakan lingkungan. Hal tersebut mendorong keinginan konsumen untuk menggunakan produk ramah lingkungan, dan terdapat bukti yang menunjukkan tren positif pembelian green products. Tahun 2030 mendatang, potensi kendaraan listrik di Indonesia diprediksi akan meningkat signifikan, di mana mobil listrik diperkirakan akan mencapai 2,19 juta unit, sementara motor listrik diprediksi menyentuh angka hingga 13 juta unit. Penelitian ini berupaya untuk mengidentifikasi apakah pemasaran berkelanjutan (green marketing, sustainable advertising, dan eco packaging/ labeling) yang telah diaplikasikan dalam konteks kendaraan listrik dapat memberikan dampak terhadap niat dan perilaku pembelian konsumen Indonesia, atau sebaliknya. Selanjutnya, studi ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi dunia akademis maupun praktis di mana conceptual framework yang diajukan dapat memberikan kontribusi dan tambahan literatur terkait green marketing, serta berimplikasi positif bagi para pemasar produk ramah lingkungan. Peneliti menggunakan explanatory approach untuk membuktikan secara empiris seluruh hipotesis yang diajukan. Melalui pendekatan ini, maka diharapkan dapat mengidentifikasi pengaruh antara dua, tiga, atau lebih konstruk, serta arah, pola dan kekuatan pada tiap pengaruh tersebut. Selain itu, peneliti menggunakan metode purposive sampling di mana penelitian ini menggunakan data primer dengan pengambilan sampel berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Data primer yang digunakan merupakan hasil dari penyebaran kuesioner melalui online survey dengan bantuan Google Form selama bulan Oktober - Januari 2022. Peneliti berhasil mengumpulkan 207 responden yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan di mana 100% responden dalam penelitian ini belum memiliki ataupun membeli kendaraan listrik (electric vehicle) baik kendaraan roda empat maupun roda dua, namun seluruh responden pernah memperoleh informasi, membaca berita, atau mengetahui mobil/motor listrik dari media elektronik maupun konvensional. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Model (SEM) dengan bantuan perangkat lunak AMOS. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa green marketing, dan sustainable advertising, masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap green purchase intention, green purchasing behavior. Sementara itu, eco packaging/labeling hanya berpengaruh positif dan signifikan terhadap green purchase intention. Temuan dalam penelitian ini tentunya memberikan implikasi positif dalam ranah green marketing, dan periklanan berkelanjutan, baik iklan online maupun offline. Penelitian selanjutnya, diharapkan dapat lebih berfokus pada salah satu kendaraan listrik, apakah mobil ataupun motor listrik. Hal tersebut dapat dilakukan dengan tetap menggunakan conceptual framework dalam penelitian ini, dan bertujuan untuk memperoleh implikasi yang lebih mendalam bagi kedua produk yang tentunya memiliki pendekatan pemasaran yang berbeda.