Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

POLICY ANALYSIS OF GERMANY'S DEPLOYMENT OF LEOPARD 2 MAIN BATTLE TANKS (MBT) TO UKRAINE Mahfud, Ahmad Thoriq; Pradana, Hafid Adim
Budi Luhur Journal of Strategic & Global Studies Vol. 3 No. 1 (2025): January
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/jsgs.v3i1.46

Abstract

Abstract: This research analyzes why Germany agreed to send arms aid Main Battle Tank (MBT) Leopard 2 to Ukraine. The decision to send Leopard 2 MBTs to Ukraine, which took months, has given a new color to the turning point in Germany's foreign policy orientation in the field of military security. The reason is that Germany has long adopted an attitude that tends towards pacifism and tightens its use of the military in other countries. Unlike the motive for the Leopard 2 assistance that Germany provided to Ukraine, several previous studies have shown that so far Germany's motive for transferring military equipment abroad has been based on selling or giving it to countries that are not in conflict with other countries. This research uses an explanatory-qualitative method with a case study approach and uses techniques of library research in data collection. Using William D. Coplin's theory of decision-making, this research produces findings that the reason Germany decided to agree to send Leopard 2 to Ukraine was because decision-makers in Germany had been influenced by two main international contexts which then provided stimulation to German domestic political conditions and military economic conditions as a further consideration before finally deciding on the form of agreement to send the Leopard 2 MBT to Ukraine.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alasan Jerman menyetujui pengiriman bantuan persenjataan Main Battle Tank (MBT) Leopard 2 ke Ukraina. Keputusan pengiriman MBT Leopard 2 ke Ukraina yang memakan waktu berbulan-bulan telah memberikan pewarnaan baru terhadap titik balik orientasi kebijakan luar negeri Jerman dalam bidang keamanan militer. Pasalnya, telah sejak lama Jerman menerapkan sikap yang condong terhadap Pasifisme dan pengetatan terhadap pengunaan militer di negara lain. Tidak seperti motif bantuan Leopard 2 yang diberikan Jerman kepada Ukraina, beberapa penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa selama ini motif Jerman dalam mentransfer perlengkapan militer ke luar negeri didasari pada penjualan atau pemberian kepada negara yang tidak berkonflik dengan negara lain. Penelitian ini menggunakan metode eksplanatif – kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan teknik library research dalam pengumpulan datanya. Dengan menggunakan teori pengambilan keputusan William D. Coplin, penelitian ini menghasilkan temuan bahwa alasan Jerman memutuskan untuk menyetujui pengiriman Leopard 2 ke Ukraina adalah karena pengambil keputusan di Jerman telah dipengaruhi oleh dua konteks internasional utama yang kemudian memberikan rangsangan terhadap kondisi politik domestik dan kondisi ekonomi militer Jerman sebagai konsiderasi lanjutan sebelum akhirnya memunculkan keputusan berupa persetujuan untuk mengirimkan MBT Leopard 2 ke Ukraina.    
POTENSI PENINGKATAN EUROSKEPTISISME DI NEGARA INTI UNI EROPA Pradana, Hafid Adim; Ramadhoan, Ruli Inayah
JPP (Jurnal Politik Profetik) Vol 7 No 2 (2019): December
Publisher : Department of Political Science, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (875.082 KB) | DOI: 10.24252/profetik.v7i2a3

Abstract

The recent eradication of immigration and financial crises faced by the European Union has revived doubts from EU member states that they will need to survive in the European Union. This became known as Euroskepticism. The exit of the UK from the European Union after the Brexit referendum in 2016 further strengthened the notion of a strengthening euroskepticism in European Union countries. Departing from this, this study seeks to find out how significant the development of euroskepticism in European Union countries, which includes France, the Netherlands, Germany, Italy, Belgium and Luxembourg, through comparison of the results of inter-party contestation in the last three elections. The six countries were chosen because they are the core countries that started the formation of European integration. The indicator used to measure the development of euroskepticism is by looking at the results of the right-wing or nationalist party results in each general election. Using comparative methods and quantitative data analysis techniques, this study produced findings that there was a significant increase in euroskepticism in France, the Netherlands, and Italy, and the potential to hold a referendum as the British had done.
Diplomasi Sepak Bola Arab Saudi Sebagai Strategi Mewujudkan Saudi vision 2030 Fadillah Syahril Ramadhan; Hafid Adim Pradana
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol. 10 No. 2 (2024): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pencerah.v10i2.4921

Abstract

Arab Saudi mulai memperlihatkan identitas baru mereka sebagai negara Islam moderat. Upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengubah asumsi masyarakat terhadap negara mereka, dengan menonjolkan industri ekonomi dan pariwisata. Pemerintah Saudi juga mengusung perencanaan industri pembangunan negara melalui Saudi Vision 2030. Adapun jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Metode analisa Foreign Policy Analysis (FPA) yang berfungsi sebagai alat pendukung dalam penelitian ini, dengan memperhatikan kebijakan pemerintah agar menyesuaikan dengan perubahan perilaku masyarakat terhadap lingkungan internasional. Hasil penelitian ini adalah salah satu proyek yang terbukti secara nyata saat ini dalam hiburan olahraga, yang mudah dan banyak digemari oleh masyarakat. Olahraga merupakan sport diplomation yang secara perlahan menarik investor dan perhatian publik. Faktanya, Arab Saudi mampu mendatangkan mega bintang pesepak bola dunia, seperti Cristiano Ronaldo, Benzema dan lain sebagainya. Dengan demikian, upaya Arab Saudi dalam mengusung Saudi Vision 2030 merupakan strategi diplomasi yang berdampak secara signifikan terhadap industri ekonomi dan pariwisata, serta memiliki nilai positif bagi masyarakat sekitar.
MAKSIMALISASI POTENSI WISATA LITERASI KOPI BUKIT VAN D’KOCK Pradana, Hafid Adim; Zahidi, M. Syaprin; Prakoso, Havidz Ageng; Suhermanto, Dedik Fitra
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v6i2.4832

Abstract

Desa Amadanom dikenal sebagai salah satu desa penghasil kopi di Kecamatan Dampit. Fakta ini tidak lepas dari banyaknya perkebunan kopi yang dimiliki warga sehingga profesi petani kopi di desa tersebut merupakan profesi yang sudah berlangsung secara turun temurun. Berangkat dari fakta di atas, dalam berbagai program pengabdian yang kami laksanakan dalam beberapa tahun terakhir, kami menekankan upaya penguatan petani kopi di desa ini. Berbeda dengan sebelumnya, pada KKN 2020 kami fokus untuk memaksimalkan potensi lain yang dimiliki Desa Amadanom. Salah satu potensi yang kami lihat memiliki prospek positif di desa ini adalah potensi wisata perbukitan yang memiliki pemandangan yang indah. Di antara bukit-bukit tersebut, yang paling menonjol adalah Bukit Van d'Kock. Berdasarkan identifikasi masalah dengan mitra, program pengabdian masyarakat kami bertujuan untuk membangun kesadaran bersama dan kesamaan pandangan antara perangkat desa dan masyarakat desa Amadanom tentang memaksimalkan potensi wisata perbukitan Van d'Kock berdasarkan prinsip pengembangan pariwisata berkelanjutan. Dari berbagai diskusi dan dua workshop yang kami selenggarakan, kami menemukan fakta bahwa pada dasarnya mayoritas warga Amadanom memiliki keinginan yang sama bahwa Desa Amadanom memiliki potensi wisata yang dapat dijual dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian. Berangkat dari semangat tersebut, kami sebagai tim pengabdian kemudian menyediakan booklet atau buku panduan singkat yang berisi tentang pengembangan potensi wisata desa. Kami berharap buku panduan yang kami buat ini dapat mempermudah aparat desa, karang taruna, dan masyarakat desa Amadanom dalam mengembangkan potensi wisata yang ada di desa Amadanom khususnya yang berkaitan dengan Wisata Literasi Kopi Van d'Kock Hill. 
Strategi Konfrontatif NATO Terhadap Rusia di Negara-Negara Baltik dan Polandia Adim Pradana, Hafid; Inayah Ramadhoan, Ruli
Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional Fajar Vol. 1 No. 1 (2022): Edisi Desember
Publisher : Prodi Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Fajar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47354/jiihif.v1i1.438

Abstract

Secara historis, hubungan antara North Atlantic Treaty Organization (NATO) dan Rusia senantiasa bersifat konfliktual. Sekalipun demikian, baik Rusia maupun NATO pernah melakukan perencanaan kerjasama pengelolaan sistem pertahanan rudal di Eropa Timur pada tahun 2010, dimana hal itu sempat memunculkan optimisme akan membaiknya hubungan kedua pihak di masa mendatang. Akan tetapi optimisme tersebut mendadak pudar ketika tahun 2015 Rusia memperbarui Russia’s National Security Strategies (RNSS). Tindakan Rusia tersebut segera direspon oleh NATO dengan menerapkan strategi konfrontatif dalam bentuk penempatan pasukan militer di Estonia, Latvia, Lithuania dan juga Polandia. Hal ini tentunya akan berisiko menimbulkan konflik militer langsung antara Rusia dan NATO. Berangkat dari permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor yang melatarbelakangi NATO dalam menerapkan strategi konfrontatif terhadap Rusia di negara-negara Baltik dan juga Polandia. Dengan menggunakan teori strategi kebijakan luar negeri sebagai kerangka analisis, tulisan ini menghasilkan temuan bahwa strategi konfrontatif yang dijalankan NATO didasari oleh adanya persepsi ancaman dan superioritas kapabilitas militer NATO terhadap Rusia.
Artificial Intelligence in International Society: A Reappraisal of Realism, Rationalism, and Revolutionism Iskandar, Monica Marchelina; Rasyida, Hamdan Nafiatur; Pradana, Hafid Adim
Journal of Transformative Governance and Social Justice Vol. 4 No. 1 (2026): January, 2026
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/j-tragos.v4i1.16359

Abstract

This study analyzes the influence of Artificial Intelligence (AI) on the dynamics of the international order and its implications for inter-state relations and global governance, understood as the system of rules, norms, and institutions that regulate state behavior beyond national boundaries. The rapid adoption of AI has generated new challenges in security, economic competition, and international norms, defined as shared expectations that shape cooperation and restraint among states. This study employs a qualitative approach using literature review of academic journals, reports from international institutions, and policy documents. The data are analyzed through discourse analysis to identify patterns of state interaction, normative change, and emerging regulatory mechanisms related to AI development. The findings indicate that AI functions as a strategic tool that enhances state power while simultaneously deepening technological inequality between developed and developing countries. AI also challenges traditional notions of state sovereignty by blurring jurisdictional boundaries, complicating international law enforcement, and reshaping global governance arrangements. These dynamics highlight the need for a more adaptive and collaborative governance framework that balances national interests, global rules, and ethical principles. The study provides insights into how international society can manage AI in a more inclusive and sustainable manner amid evolving global power relations.
Paradiplomacy of Malang City in Its Efforts to Join the UNESCO Creative Cities Network Stania Aurelya; Hafid Adim Pradana; Mohd. Agoes Aufiya
ARISTO Vol 15 No 1 (2027): January : Forthcoming
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to examine the strategies of Malang City in preparing to become a member of the UNESCO Creative Cities Network 2025. Research on Malang City’s paradiplomacy remains limited, offering an opportunity to analyze the local government’s role in international cooperation. Using a descriptive qualitative method, the study applies the paradiplomacy concept as an analytical framework encompassing global paradiplomacy and multipurpose paradiplomacy indicators. The findings reveal that participation in the UCCN strengthens the creative economy, promotes cultural and knowledge exchange, and enhances the city’s international image. Key strategies include infrastructure development, creative human resource capacity building, and the creation of a sustainable collaborative ecosystem. The implementation of these strategies has positioned Malang City as one of the UCCN 2025 members in the Media Arts category. Further studies are recommended to examine the sustainability of Malang City's paradiplomacy through the UCCN by analyzing the extent to which creative programs and policies during the membership period impact the development of the regional creative ecosystem. Keywords: Creative Economy; Creative City; Media art; Paradiplomacy; UNESCO;
Strategi Penolakan Gerakan Perempuan di Inggris Terhadap Referendum Britain Exit Uwar, Basyarani Annisa Rizkynindita; Pradana, Hafid Adim; Soedarwo, Vina Salviana Darvina
Jurnal Perempuan dan Anak Vol. 8 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpa.v8i2.42870

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi gerakan perempuan di Inggris dalam menolak referendum Brexit dengan menempatkan Brexit bukan sekadar persoalan teknis hubungan Inggris–Uni Eropa, melainkan sebagai ancaman terhadap hak dan kesejahteraan perempuan. Berangkat dari kerangka masyarakat sipil, gerakan sosial, dan politik gender, penelitian ini berupaya menjawab dua pertanyaan utama: bagaimana strategi gerakan perempuan di Inggris dalam menolak Brexit dan bagaimana mereka membingkai Brexit sebagai ancaman yang berimplikasi secara spesifik terhadap perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus deskriptif, berdasarkan studi pustaka terhadap buku, artikel jurnal, laporan organisasi masyarakat sipil, dan pemberitaan media, yang dilengkapi dengan satu wawancara semi-terstruktur dengan aktivis Women for Europe. Data dianalisis melalui pembacaan tematik untuk mengidentifikasi pola strategi, jaringan aktor, dan cara gerakan perempuan membingkai isu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa gerakan perempuan membangun konfigurasi aktor yang berlapis dan strategi kampanye yang multi-level. Mereka menggabungkan demonstrasi dan aksi jalanan, produksi pengetahuan dan advokasi kebijakan, framing politik dan kampanye media, serta koalisi lintas gerakan dan kerja sama dengan aktor parlementer. Brexit dibingkai sebagai ancaman terhadap standar ketenagakerjaan, perlindungan sosial, dan kerangka hukum kesetaraan gender yang selama ini difasilitasi Uni Eropa, sekaligus sebagai contoh defisit demokrasi yang bias gender. Penelitian ini menegaskan peran gerakan perempuan sebagai aktor masyarakat sipil yang tidak hanya menolak Brexit, tetapi juga menawarkan pembacaan alternatif tentang demokrasi yang lebih inklusif dan peka gender.