Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ChatGPT sebagai Alat Penerjemahan AI untuk Puisi 'Hope is the Thing with Feathers': Perbandingan dengan Penerjemahan Manusia Pratiwi, Rahma indah; Gusthini, Misyi
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 4 (2025): (Juni) Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v3i4.589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan ChatGPT sebagai alat penerjemahan berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam menerjemahkan puisi, serta membandingkannya dengan hasil terjemahan manusia. Objek kajian berupa puisi “Hope is the Thing with Feathers” karya Emily Dickinson, dengan terjemahan AI dihasilkan oleh ChatGPT (versi Mei 2024) dan terjemahan manusia diwakili oleh puisi “Asa” karya Abdul Mukhid sebagai interpretasi puitis berbahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi komparatif. Analisis difokuskan pada aspek linguistik dan stilistika, termasuk akurasi makna, pemilihan diksi, gaya bahasa, serta kemampuan mempertahankan nuansa puitis dan emosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ChatGPT menghasilkan terjemahan yang jelas dan terstruktur, hasil terjemahan cenderung bersifat literal dan kurang dalam menyampaikan kedalaman makna dan unsur estetik puisi. Sementara itu, penerjemah manusia menunjukkan kemampuan menafsirkan metafora, emosi, dan ritme puisi secara lebih ekspresif dan kontekstual. Temuan ini menegaskan pentingnya peran manusia dalam penerjemahan karya sastra, terutama sebagai kurator dan penyunting hasil terjemahan AI. Kombinasi antara teknologi dan intuisi manusia menjadi kunci dalam menghasilkan terjemahan sastra yang tidak hanya akurat secara bahasa, tetapi juga bermakna secara artistik.
Edgrow-Up: Edukasi Pertanian Berbasis Agro Wisata sebagai Solusi Peningkatan Minat Bertani Generasi Muda pada Sektor Ketahanan Pangan Agus Triana, Eva; Sri Istiningdias, Dini; Gusthini, Misyi; Razaq, Fahrur; Efa Lusiana
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.2998

Abstract

Sustainable Development Goals bertujuan membentuk kegiatan berkelanjutan guna membangun kesejahteraan dalam berbagai sektor, khususnya pada sektor ketahanan pangan yang dapat dicapai melalui regenerasi serta manajemen kapasitas sumber daya petani. Penulis melakukan penelitian terhadap berbagai solusi yang telah dilakukan oleh pemerintah dan stakeholders, serta menganalisis salah satu inovasi sekolah pertanian “Smart Farm Academy” yang diprakarsai oleh kolaborasi Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) dan Eduwisata Agro Kampung Gagot sebagai pusat edukasi pertanian, serta memberikan gagasan terhadap inovasi yang telah dilakukan. Desain penelitian yang digunakan ialah studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menganalisis permasalahan serta inovasi yang diberikan melalui uraian narasi. Berdasarkan analisis mendalam maka ditemukan kekurangan program Smart Farm Academy antara lain terletak pada ketepatan sasaran serta strategi sosialisasi yang masih minim melibatkan teknologi dan informasi. Melalui konsultasi dan rekomendasi pihak Eduwisata Agro Kampung Gagot, penulis memberikan inovasi gagasan berupa Edgrow-Up sebagai penyedia layanan berbentuk jasa berupa edukasi pertanian yang berbasis pada agro wisata. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa, Edgrow-up dapat menjadi program penyempurna edukasi pertanian dengan inovasi edukasi praktik pertanian dalam jangka waktu 4 bulan, yang harus dipantau secara berkelanjutan oleh tim inovator, pencipta aplikasi, support funding, dan pihak-pihak yang terlibat lainnya.
Alegori Cinta, Kematian, dan Politik dalam Puisi “The Phoenix and the Turtle” Karya William Shakespeare Susanti, Dwi Oktavia; Gusthini, Misyi
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i1.1374

Abstract

Penelitian ini menganalisis puisi “The Phoenix and the Turtle” karya William Shakespeare melalui pendekatan hermeneutik dan semiotik-alegoris untuk mengungkapkan lapisan representasi makna yang tersembunyi di balik simbolisme dan struktur puitiknya. Puisi ini merepresentasikan cinta spiritual antara Phoenix dan Turtle Dove yang secara alegoris dihubungkan dengan figur historis Ratu Elizabeth I dan Robert Devereux (Earl of Essex). Berpegang pada pendekatan teori alegori milik (BLOOMFIELD, 1987), retorika politik menurut (Leopold dkk., 2020), serta pemikiran representasi metafisik oleh (Tregear, 2023), penelitian ini menunjukkan bahwa puisi tersebut tidak hanya menceritakan kisah cinta tragis namun juga merupakan kritik terhadap relaitas politik dan eksistensial pada masa Elizabethan. Analisis dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif yang menelaah struktur simbolik, makna metaforis dan konteks historik. Temuan utama mengungkap cinta ideal sebagai entitas transenden yang direfleksikan dalam puisi ini, sekaligus digambarkannya kematian nilai-nilai luhur yang tidak dapat bertahan dalam dunia yang dikungkung oleh logika kekuasaan. Bagian “Threnos” dalam puisi ini menegaskan kegagalan “Reason” nalar untuk memahami cinta sejati, sehingga puisi ini tampil sebagai eksperimen estetis-filosofis yang mempertanyakan kemampuan alegori dan bahasa dalam mengungkapkan kebenaran spiritual. Dengan demikian, “The Phoenix and the Turtle” bukan hanya sebagai elegi cinta namun juga sebagai kritik terhadap batas-batas rasionalitas dan dunia representasi itu sendiri.
Representasi Perempuan Dalam Terjemahan Film Barbie and Three Musketeers Fitriyaningsih, Nur Apriliyana; Gusthini, Misyi; Arlamanda Asri, Zietha
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i1.1380

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi perempuan dalam terjemahan film Barbie and The Three Musketeer menggunakan pendekatan teori representasi Stuart Hall (1997) dan Teori penerjemahan Lawrence Venuti (1995). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana perempuan direpresentasikan dalam film baik versi asli maupun dalam terjemahan takarir bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis wacana kritis pada delapan data dialog terpilih dalam film. Hasil analisis menunjukkan bahwa perempuan direpresentasikan sebagai perempuan yang kuat, cerdas, dan mampu menembus batas-batas sosial peran gender yang umumnya didominasi oleh laki-laki dan strategi penerjemahan yang dominan adalah domestikasi, yang meskipun memudahkan pemahaman audiens lokal, cenderung mengurangi kekuatan pesan resistensi dan pemberdayaan perempuan yang ada dalam bahasa sumber. Beberapa makna simbolik dan nada kritik mengalami pelemahan, yang berdampak pada perubahan makna ideologis. Temuan ini menegaskan bahwa penerjemahan tidak hanya berfungsi sebagai pengalih bahasa, tetapi juga sebagai praktik representasi yang sarat nilai dan ideologi.
Analisis Strategi Penerjemahan dalam Buku Petunjuk Alat Pemantau Tekanan Darah Otomatis Ramadhanti, Nabilah Dewi; Gusthini, Misyi
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i1.1396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penerjemahan istilah dan instruksi medis yang digunakan dalam menerjemahkan buku panduan alat pemantau tekanan darah otomatis OMRON HEM-7124 dari bahasa inggris ke bahasa indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis teks. Data yang dianalisis terdiri dari kalimat dan frasa yang mengandung istilah teknis dan medis, menggunakan teori strategi penerjemahan dari Molina dan Albir (2002). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat enam strategi penerjemahan yang digunakan, yaitu penerjemahan harfiah, peminjaman, reduksi, modulasi, amplifikasi linguistic, dan kalke. Strategi yang paling banyak digunakan adalah penerjemahan harfiah, karena Sebagian besar petunjuk teknis bisa diterjemahkan langsung tanpa mengubah makna dan tetap terdengar alamai dalam bahasa sasaran. Peminjaman istilah digunakan untuk menjaga istilah medis yang tidak memiliki padanan umum dalam bahasa indonesia. Sementara itu, strategi lainnya digunakan dengan selektif sesuai dengan konteks dan kebutuhan pembaca. Temuan ini menunjukkan bahwa menerjemahkan teks teknis memerlukan pemilihan strategi yang tepat agar pesan dapat disampaikan dengan akurat, jelas, dan mudah dimengerti oleh pengguna.
Strategi Penerjemahan Dalam Mengungkap Nuansa Emosional Dan Kultural Lagu 'Chop Suey!' Oleh System Of A Down: Analisis Komparatif Terjemahan Lirik Putri Purgito, Frida; Gusthini, Misyi
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i2.1560

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi penerjemahan yang digunakan dalam versi bahasa Indonesia lagu "Chop Suey!" karya System of a Down, dengan membandingkan dua pendekatan penerjemahan yang diambil dari blog Cintya Maharani (interpretasilirik.com) dan Yoga (gimanacuk.com). Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana masing-masing penerjemah mempertahankan atau mengadaptasi makna emosional, kultural, dan simbolik yang terkandung dalam lirik aslinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Sumber data terdiri atas lirik lagu asli dan dua versi terjemahan dalam bahasa Indonesia. Analisis dilakukan secara tekstual menggunakan teori strategi penerjemahan dari Vinay dan Darbelnet (1995), didukung oleh prosedur dari Newmark (1988) seperti transposisi, modulasi, adaptasi, dan peminjaman, serta prinsip skopos dari Nord (2018). Untuk meningkatkan validitas, dilakukan triangulasi teori dengan merujuk pada Hatim dan Munday (2019), Mu’in et al. (2024), dan Wilss (1996). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjemahan oleh Cintya Maharani lebih efektif dalam menyampaikan nuansa emosional dan kultural dibandingkan dengan terjemahan oleh Yoga yang cenderung literal. Penelitian ini memberikan kontribusi pada studi penerjemahan lirik lagu, khususnya dalam menunjukkan pentingnya keseimbangan antara kesetiaan makna dan kepekaan terhadap konteks budaya serta emosional dalam proses penerjemahan.
Analisis Bahasa Figuratif Pada Bab V Novel "Harry Potter And The Sorcerer's Stone" Riva Dinda Irwanti; Gusthini , Misyi
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2024): Juni (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v2i4.386

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahasa figuratif apa yang dominan digunakan pada bab lima novel “Harry Potter and the Sorcerer’s Stone.” Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teori bahasa figuratif yang penulis gunakan di antaranya adalah teori oleh Gorys Keraf, Henry Guntur Tarigan, dan sebagainya. Data yang penulis gunakan untuk penelitian ini adalah analisis bab lima pada novel “Harry Potter and the Sorcerer’s Stone.” Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa bahasa figuratif yang digunakan pada bab lima novel ini, yaitu simile (20%), personifikasi (30%), hiperbola (10%), dan metafora (40%). Karenanya, dapat disimpulkan bahwa bahasa figuratif yang dominan digunakan pada bab lima novel tersebut adalah metafora, yaitu sebanyak 40%.
Analysis Of Translation Techniques On Public Signs In Jabodebek Light Rail Transit (LRT) Estetika, Millenia; Gusthini, Misyi
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2024): Juni (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v2i4.390

Abstract

Public signs are signs in public facilities that provide information, directions, warnings, or notifications that aim to help people get the right and accurate information. In this research, the researcher researched the public signs on Jabodebek LRT with two destination routes, namely the Bogor Line (Dukuh Atas Station–Harjamukti Station) and the Bekasi Line (Dukuh Atas Station–Jatimulya Station). The Jabodebek LRT public signs are translated into English from Indonesian. Analyzing the translation techniques used to convert the Indonesian (source text) into the English (target language) is the aim of this research. By referring to the concept of translation techniques submitted by Molina and Albir (2002), out of 18 translation techniques, only 6 were identified to be used in 13 public signs. The researcher researched the techniques of translation used to translate the Indonesian public signs, which involve adaptation, substitution, literal translation, established equivalent, modulation, and description techniques. According to the researcher's analysis of the 13 public signs in the Jabodebek LRT, the translation's final product has much greater readability, accuracy, and acceptability when the appropriate translation technique is used that is specific to the specific setting being studied. In addition, the source text and the target text are textually equivalent in that both texts are similar in meaning, significance, and information conveyed, although there may be differences in sentence structure, word choice, or language style.
Analisis Bahasa Figuratif pada Film "A Man Called Otto" Faisal; Gusthini, Misyi
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2024): Desember (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v3i2.475

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penggunaan bahasa figuratif dalam film A Man Called Otto yang diambil dari dialog film tersebut. Penulis melihat adanya penggunaan bahasa figuratif dalam film A Man Called Otto. Penelitian ini bertujuan untuk menekankan gaya bahasa figuratif mana yang dominan digunakan dalam film tersebut. Penelitian menggunakan metode deskripsi kualitatif dan teori bahasa figuratif dari Gorys keraf dalam (Wijaya, dkk, 2022). Data yang diambil bersumber dari dialog film A Man Called Otto dengan prosedur yang diawali dengan menonton film tersebut, kemudian memahami dialognya dengan membaca dialog film tersebut, selanjutnya mencatat dan mengidentifikasi dialog mana yang terindikasi mengandung bahasa figuratif, lalu melakukan pembahasan atau penjabaran dari dialog tersebut, dan terakhir menarik kesimpulan dari hasil identifikasi dan pembahasan dialog tersebut. Hasil penelitian menunjukkan beberapa bahasa figuratif yang digunakan yaitu metafora (45%), simile (9%), personifikasi (14%), hiperbola (18%), metonimia (14%), dengan yang paing dominan adalah metafora.
Penerjemahan Puisi “Malam Laut” Karya Sudarto Bachtiar Melalui Pendekatan Estetik-Puitik Sephiawati Tania; Misyi Gusthini
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2024): Desember (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v3i2.476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerjemahkan puisi berjudul “Malam Laut” karya Sudarto Bachtiar dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris melalui pendekatan estetik-puitik dengan mengacu pada konsep penerjemahan estetik puitik menurut Nababan (2003) “penerjemahan estetik-puitik tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga mempertimbangkan konotasi emosi dan gaya bahasa. Penerjemah harus mampu menangkap nuansa dan keindahan bahasa sumber (Bsu) dan menyampaikannya dalam bahasa sasaran (Bsa) tanpa kehilangan makna asli”. Pada penelitian ini penulis menemukan adanya perbedaan suku kata antara teks sasaran dengan teks sumber dalam puisi “Malam Laut”, namun tetap tidak menghilangkan makna dan unsur estetika pada puisi tersebut. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisa menggunakan teknik analisis data kualitatif deskriptif berdasarkan kata-kata dalam puisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi “Malam Laut” karya Sudarto Bachtiar terdiri dari empat bait serta mempunyai makna denotatif dan makna konotatif yang terdapat pada kata “laut”, “malam”, “cahaya” dan “gumpalan cahaya”. Pada penelitian ini disimpulkan bahwa pada puisi “Malam Laut” karya Sudarto Bachtiar tidak dapat diterjemahkan secara sempurna ke dalam bahasa sasaran dikarenakan terdapat perbedaan suku bahasa antara BSu dengan BSa nya namun tidak menghilangkan makna tersirat yang ada pada puisi tersebut.