Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Teknik Terjemahan pada Tombol Perintah Aplikasi Grab Driver saat Menjalankan Order Ramadhan, Gilang; Gusthini , Misyi
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2024): Desember (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v3i2.477

Abstract

Penulis menemukan bahwa pada aplikasi Grab Driver, banyak tombol-tombol perintah yang diterjemahkan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia sebagai perintah yang jelas kepada para pengemudi Grab Driver. Berdasarkan pengamatan ini, penulis berupaya untuk mengetahui efektifitas penerjemahan dengan menganalisis teknik penerjemahan pada tombol perintah aplikasi Grab Driver. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui teknik penerjemahan yang digunakan pada tombol perintah pada aplikasi Grab Driver saat menjalankan order dari Bahasa Sumber (BSu) yaitu Bahasa Inggris kedalam Bahasa Sasaran (BSa) yaitu Bahasa Indonesia. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Menurut Sugiyono (2005) pada Ronni (2015) metode kualitatif didefinisikan sebagai “metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi”. Berdasarkan analisis penulis pada 9 tombol perintah yang ada, penulis menyimpulkan hasil terjemahan mudah dipahami dan instruksinya jelas bagi pengemudi Grab diluar Indonesia yang menggunakan Bahasa Inggris dalam menjalankan order. Selain itu, TSu dan TSa sudah setara dalam makna, informasi yang disampaikan, dan keterbacaan, walaupun ada beberapa perbedaan dalam pemilihan kata dan gaya bahasa.
Analisis Album Positions Oleh Ariana Grande Tidak Disarankan Bagi Anak Di Bawah Umur: Kajian Terjemahan Yuliyanti, Dwi; Gusthini , Misyi
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2024): Desember (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v3i2.481

Abstract

Penerjemhan merupakan penyampaian pesan dari BSu ke BSa dengan mempertahankan makna asli. Dalam penerjemahan terdapat kendala yang sering menemukan bahasa atau kata tabu karena sulit mnemukan padanan pada BSa. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terjemahan album Positions dari Ariana Grande yang liriknya mengandung bahasa atau kata-kata tabu yang tidak disarankan bagi anak di bawah umur. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari membaca lirik lagu serta terjemahannya. Dari data tersebut penulis menggunakan teori Newmark (1988) untuk menganalisis teknik penerjemahannya serta menggunakan teori Jay (1996) untuk menganalisis kata-kata tabu yang terdapat pada lagu tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik album Positions yang dinyanyikan oleh Ariana Grande menggunakan teknik penerjemahan kata-per-kata dan teknik penerjemahan komunikatif. Sedangkan penelitian pada kata atau bahasa tabu yang menggunakan teori Jay (1996) menunjukkan hasil bahwa ada tiga kategori, yaitu pelecehan seksual, penyebutan nama dan hinaan, dan bahasa vulgar.
Metafora Konseptual Duka pada Album Folklore Karya Taylor Swift melalui Lensa Kübler-Ross Suci Ayustika Dewi; Gusthini, Misyi
Sintaksis : Publikasi Para ahli Bahasa dan Sastra Inggris Vol. 3 No. 3 (2025): May : Sintaksis : Publikasi Para ahli Bahasa dan Sastra Inggris
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/sintaksis.v3i3.1789

Abstract

This study analyzes the use of conceptual metaphors representing the grieving process in Taylor Swift's album "Folklore" through the lens of Kübler-Ross's five stages of grief. The method employed is a qualitative descriptive approach, with data collection conducted through the analysis of song lyrics obtained from physical albums and digital music platforms. The research instrument consists of a guideline for identifying and categorizing metaphors related to the theme of grief. The data analysis procedure includes in-depth reading to identify metaphors, which are then categorized according to the stages of grief. The findings indicate that each song in the album reflects various aspects of denial, anger, bargaining, depression, and acceptance, providing a profound understanding of the grieving experience. This research demonstrates that metaphors in the lyrics serve not only as artistic expression but also as a means to comprehend the psychological processes individuals undergo. The study recommends further analysis of other albums with similar themes to enrich the understanding of the emotional impact of song lyrics
Metafora dan Alegori dalam Novel The Little Prince: Pendekatan Stilistika untuk Memahami Makna Kehidupan Wahyuningtyas, Reita; Gusthini, Misyi
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 12 No 1 (2025): Januari
Publisher : STKIP PGRI Ponorogo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60155/jbs.v12i1.480

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan metafora dan alegori oleh George Lakoff dan Mark Johnson dalam novel "The Little Prince" karya Antoine de Saint-Exupéry dari segi gaya bahasa dan gaya bahasa untuk memahami bagaimana metafora dan alegori memberi makna pada kehidupan. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif menurut Moleong (2004:6), dengan pendekatan stilistika, penelitian ini menganalisis bagaimana elemen-elemen sastra ini berkontribusi pada pengembangan tema dan karakter dalam cerita dengan pilihan kata, struktur kalimat, dan penggunaan bahasa lain yang menciptakan metafora dan majas atau ungkapan dalam konteks “The Little Prince”. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik baca dan catat. Melalui analisis mendalam, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metafora dan alegori tidak hanya memperkaya narasi, tetapi juga memberikan wawasan yang lebih dalam tentang pengalaman manusia, hubungan antar individu, dan pencarian makna dalam hidup.   
Analisis Strategi Penerjemahan Metafora Dalam Cerpen “Eveline” Karya James Joyce Arindi, Fienda Putri; Gusthini, Misyi
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 3 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i3.2009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penerjemahan metafora dan jenis metafora yang terdapat pada cerpen “Eveline” karya James Joyce serta terjemahannya dalam bahasa Indonesia untuk memahami bagaimana metafora dialihkan agar pesan dan nuansa emosional dalam teks sumber tetap tersampaikan secara tepat dalam bahasa sasaran. Analisis dilakukan menggunakan teori klasifikasi metafora dan strategi penerjemahan metafora oleh Newmark (1988). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa dua belas metafora yang diidentifikasi dari teks sumber dan padanannya dalam teks terjemahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua strategi penerjemahan metafora yang digunakan, yakni mereperoduksi imaji yang sama dalam bahasa sasaran dan konversi menjadi makna. Selain itu, ditemukan empat jenis metafora yang meliputi dead metaphor, cliche metaphor, stock metaphor dan original metaphor. Jenis dead metaphor ditemukan sebanyak satu data, cliche metaphor dua data, stock metaphor delapan data dan original metaphor satu data. Strategi yang paling banyak digunakan adalah strategi mereproduksi imaji yang sama dalam bahasa sasaran dengan sembilan data dan strategi konversi menjadi makna dengan tiga data. Staretgi mereproduksi imaji yang sama merupakan strategi yang paling banyak digunakan, sedangkan stock metaphor menjadi jenis metafora yang paling dominan ditemukan dalam cerpen ini.
The Representation of Patriarchy in the Movie Enola Holmes 1: A Feminist Literary Criticism Thalia Ayu Wardani, Dea; Gusthini, Misyi
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 3 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i3.2019

Abstract

Patriarchy is a form of cultural domination that generates gender inequality within society. In this culture, patriarchy is understood as a social system that places men in dominant positions, thereby producing gender disparities. As a result, women experience inequality in various aspects of life. In response to this condition, the feminist movement emerged as a form of resistance against such disparities, aiming to advocate for and strengthen women's rights. This study seeks to examine the representation of patriarchy in the film Enola Holmes 1 using Sylvia Walby's theory of the six structures of patriarchy (1990). A qualitative descriptive method was employed, with data collected through observation of dialogues using a feminist literary criticism approach, particularly focusing on the concept of radical feminism. The findings reveal eight pieces of evidence that represent three main categories of radical feminism: (1) resistance against patriarchy, demonstrated through the rejection by female characters of male control and restrictive social structures; (2) rejection of traditional gender roles, reflected in Enola's refusal to conform to the idealized image of Victorian women; and (3) self-empowerment and personal autonomy, visible through Enola’s awareness and actions in determining her own future without submitting to patriarchal norms. These findings affirm that Enola Holmes 1 not only presents feminist issues but also illustrates the struggle for women's liberation from patriarchal structures embedded within familial, cultural, and political domains.
Code-Switching and Code-Mixing Phenomena in Indonesian-English Bilingual Conversation: A Case Study of FYC Agency Febrianitha, Lisa; Gusthini, Misyi
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2025): (Desember) Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v4i2.710

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai fenomena code-switching dan code-mixing pada percakapan bilingual bahasa Indonesia dan bahasa Inggris di lingkungan kerja FYC Agency. Fenomena ini sering muncul pada konteks profesional sebagai bentuk dari penyesuaian komunikasi antar karyawan yang memiliki keragaman bahasa di lingkungan kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, faktor penyebab, dan fungsi sosial serta fungsi profesional dari penggunaan code-switching dan code-mixing di dalam lingkungan kerja FYC Agency. Teori code-switching yang digunakan mengacu pada teori Poplack (1980), sedangkan teori code-mixing mengacu pada teori Muysken (2000)). Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data penelitian diperoleh dari observasi, wawancara secara semi terstruktur, dan dokumentasi percakapan kerja. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa yang paling banyak muncul dalam interaksi karyawan adalah code-mixing, yang dimana lebih dominan dalam bentuk insertion. Hal ini dipengaruhi oleh kebutuhan karyawan dalam menggunakan istilah teknis yang berorientasi global. Selain itu, praktik code-switching ditemukan meskipun dalam frekuensi yang lebih rendah. Secara fungsional, keduanya memiliki peran dalam mempermudah penyampaian intruksi antar divisi atau karyawan, mempercepat proses kerja, dapat memperkuat profesionalitas dalam bekerja, serta dapat menjaga kedekatan antar karyawan.  Melalui penelitian ini, diperoleh pemahaman yang lebih mendalam dalam praktik code-switching ataupun code-mixing dalam konteks profesional.