Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Literasi Digital Bagi Kaum Ibu dan Pemuda Remaja di Jemaat Bukit Karmel Bitung Wehelmina Rumawas
The Studies of Social Sciences Vol. 4 No. 2 (2022): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.2022.4.2.43564

Abstract

The development of internet technology has had a significant impact on obtaining information. This development is accompanied by various social media applications that have sprung up such as Facebook, Twitter, YouTube, WhatsApp and so on, which can be utilized by the public and the government in conveying information. On the other hand, the use of social media is misused by several individuals in conveying hoaxes and negative content. Therefore, the PKM team carried out digital literacy education activities for mothers and youth of the Bukit Karmel Bitung Congregation. This PKM activity aims to provide the individual understanding and ability to use social media. The implementation method is carried out using training in the form of lectures and discussions. The result of this activity is an increase in the ability to read, compose sentences and write information on social media and counteract negative content and fake news.Keywords: digital literacy; training; social mediaAbstrakPerkembangan teknologi internet memberikan dampak yang signifikan dalam memperoleh informasi. Perkembangan tersebut diiringi oleh berbagai aplikasi media sosial yang bermunculan seperti Facebook, twiter, youtube, whatsapp dan lain sebagainya, yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pemerintah dalam menyampaikan informasi. Di sisi lain, pemanfaatan media sosial disalahgunakan oleh beberapa oknum dalam meyampaikan berita bohong (hoaks) dan konten negatif. Oleh karena itu tim PKM melakukan kegiatan edukasi literasi digital bagi kaum ibu dan pemuda remaja Jemaat Bukit Karmel Bitung. Tujuan kegiatan PKM ini adalah memberi pemahaman serta kemampuan individu dalam menggunakan media sosial.  Metode pelaksanaan dilakukan dengan cara pelatihan dalam bentuk ceramah dan diskusi. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan kemampuan membaca, merangkai kalimat serta menulis informasi di media sosial serta kemampuan menangkal konten negatif dan berita bohong.
Peran Mediasi Keterlibatan Kerja Terhadap Hubungan Antara Servant Leadership dan Kinerja Pegawai di Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Angga Setiawan; Wehelmina Rumawas; Grace J. Waleleng
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i7.2841

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Servant Leadership terhadap Kinerja Pegawai dengan Keterlibatan Kerja sebagai variabel mediasi pada Pegawai Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Servant Leadership berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Namun, Keterlibatan Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai, baik secara langsung maupun sebagai variabel mediasi. Dengan demikian, peran mediasi Keterlibatan Kerja dalam hubungan antara Servant Leadership dan Kinerja Pegawai tidak terbukti. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja pegawai lebih dipengaruhi secara langsung oleh kualitas kepemimpinan dibandingkan melalui mekanisme keterlibatan kerja. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa organisasi sektor publik, khususnya instansi pemerintah di bidang pendidikan, perlu memperkuat penerapan Servant Leadership sebagai strategi utama dalam meningkatkan kinerja pegawai. Selain itu, diperlukan penguatan sistem organisasi dan manajemen kinerja agar keterlibatan kerja yang tinggi dapat dioptimalkan menjadi hasil kerja yang lebih efektif.