Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Evaluasi Kelulushidupan dan Pertumbuhan Lamun pada Program Transplantasi Lamun di Teluk Saleh, Sumbawa Hidayat, Petira Rimba; Kautsari, Neri; Ahdiansyah, Yudi; Mardhia, Dwi Mardhia; Bahri, Syamsul
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 1: April (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i1.45789

Abstract

Program penanaman atau transplantasi lamun telah dilakukan di pesisir Teluk Saleh sebagai strategi dalam pemulihan ekosistem lamun. Program ini mencoba melalukan tranplastasi lamun jenis Enhalus acoroides. Penelitian ini mencoba mengevaluasi program tranpslantasi lamun berdasarkan nilai kelulushidupan dan pertumbuhan lamun di pesisir Teluk Saleh. Tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau tingkat kelulushidupan, laju pertumbuhan serta faktor-faktor yang mempengaruhi tranplantasi lamun Enhalus acoroides di pesisir Teluk Saleh. Penelitian ini dilakukan dari bulan Mei hingga September 2024. Jenis lamun yang ditanam ialah Enhalus acoroides. Jumlah tegakan lamun yang ditanam adalah 2000 tegakan. Luas area penanaman lamun adalah 50x100 m. Jarak tanam antar tegakan adalah 1 meter. Kelulushidupan lamun diamati setelah enam bulan pasca penanaman. Pertumbuhan lamun diukur setelah empat hari dari pemberian tanda (tagging) pada lamun. Pengamatan juga dilakukan pada jumlah daun pada setiap tegakan. Analisis data kelulushidupan dan jumlah daun dilakukan secara deskripstif. Hubungan antara jumlah daun dengan pertumbuhan dianalis menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 5% tegakan lamun yang bertahan hidup. Jumlah daun pada tegakan lamun berkisar antara satu hingga empat daun. Sebanyak 10 tegakan memiliki dua daun dan hanya satu tegakan yang memiliki satu daun. Nilai pertumbuhan lamun berkisar antara 1,025 hingga 1,372 cm. Tidak ada hubungan yang kuat antara jumlah daun dengan pertumbuhan lamun (R2 = 0.0272).
Teknik Pembenihan dan Potensi Stok Benih Lele Mutiara (Clarias gariepenus) pada Usaha Pembenihan Mina Mandiri, Sumbawa Rizqi Ms, Firman Thoha; Ahdiansyah, Yudi; Kautsari, Neri; Bahri, Syamsul; Mardhia, Dwi
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 1: April (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i1.45627

Abstract

Ikan lele mutiara adalah salah satu jenis ikan air tawar yang dibudidayakan oleh beberapa pembudidaya di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Penelitian terkait evaluasi teknik pemijahan hingga jumlah populasi yang dihasilkan oleh setiap usaha pembenihan ikan lele mutiara belum banyak dilakukan. Penelitian tersebut sangat penting dilakukan untuk menilai keberhasilan serta faktor-faktor yang mempengaruhi ketersedian benih ikan lele khususnya lele mutiara. Tujuan penelitian ini ialah mengvaluasi teknik pemijahan dan potensi stok benih ikan lele pada usaha Mina Mandiri. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah metode survei. Variabel pengamatan pada penelitian ini ialah performance induk yang dipijahkan (bobot induk dan ciri morfologis induk) oleh usaha Mina Mandiri, teknik pemijahan (rasio jantan betina, waktu pemijahan dan metode pemijahan), jumlah telur yang dilepaskan oleh induk betina pada setiap pemijahan dan jumlah telur yang dibuahi. Pengamatan dilakukan pada bulan Desember 2024. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa induk yang digunakan adalah induk matang gonad yang dicirikan oleh bagian genital induk membesar baik pada jantan maupun betina, bobot induk berkisar antara 900-1500 gr, pemijahan mulai dilakukan pada pukul 15.40 WITA, jumlah telur yang dilepaskan oleh induk adalah 85.000-187.000, jumlah telur yang terbuahi dan menetas berkisar antara 80.000-167.000. hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ikan lele mutiara dapat dengan mudah dikembangbiakkan melalui pemijahan alami pada bulan Desember. Rasio jantan betina 1:2 atau 1:3 dengan bobot jantan dan betina berkisar antara 900-1500 gr berpotensi meghasilkan 180.00 hingga 167.000 stok benih ikan lele mutiara. Pemijahan ikan lele mutiara secara konvensional dapat diterapkan pada usaha pembenihan skala kecil dan menengah.
Teknik Pembenihan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada Usaha Pembenihan Bina Mandiri Sejahtera, Sumbawa Ramadhan, Naufal Gumilang; Bahri, Syamsul; Mardhia, Dwi; Kautsari, Neri; Ahdiansyah, Yudi
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.46694

Abstract

Ikan Nilamerupakansalahsatukomoditasperikananairtawaryangbanyakdigemaridi Sumbawasehinggamendorongtingginyaminatbudidayauntukmemenuhikebutuhanpermintaanpasar. Usahapembenihanikan Nilamerupakanujungtombakkeberhasilanusahabudidaya. Salahsatuusahapembenihanyangcukupberhasildi SumbawaadalahusahaBinaMandiriSejahtera.Penelitianinibertujuanuntukmengetahuiteknikpembenihanikannila(Oreochromis niloticus)padausahaBinaMandiriSejahtera. Metode yangdigunakanadalahobservasimelaluikegiatanmagang. Hasilobservasimenunjukkanbahwateknikpembenihanikan Nila diusahaBinaMandiriSejahteramenggunakanteknikalamidengantahapanmeliputipersiapankolam,pemilihanindukan,pemijahan,pemeliharaanlarva,kemudianpersiapankolamterpal,penebaranlarva,pembesaran,hinggapemanenandanpemasaran. Ikannilajantandanbetinayangsudahberumur8bulansudahbisadipilihuntukmelakukanpemijahan.Perbandinganjantandanbetinaikanniladalamyaitu1 : 3. Bobot yangbagusuntukbudidayaikannilaagarpanjangdanbobotikansesuaidenganpermintaanpasaryaitu200 gram.
Evaluasi Performa Pembenihan Ikan Koi (Cyprinus rubrofuscus Lacepede, 1803) pada Usaha Mina Mandiri Sejahtera, Sumbawa Prayoga, Ananda Gempar Teguh; Kautsari, Neri; Mardhia, Dwi; Ahdiansyah, Yudi; Bahri, Syamsul
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.47211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa pembenihan ikan Koi (Cyprinus rubrofuscus) di Usaha Mina Mandiri Sejahtera, Sumbawa, yang merupakan pelaku awal budidaya koi berskala kecil di wilayah tersebut. Evaluasi dilakukan terhadap aspek teknik pembenihan meliputi persiapan kolam, seleksi induk, proses pemijahan, serta hasil benih yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah survei melalui observasi langsung dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolam pemijahan dibuat dari terpal dengan rangka kayu dan baja ringan, menyesuaikan kondisi ekonomi dan geografis setempat. Induk ikan dipilih berdasarkan ciri morfologis, bobot, dan panjang tubuh, dengan bobot berkisar antara 381,50547,50 gram dan usia antara 23 tahun. Pemijahan dilakukan dengan rasio induk betina dan jantan 1:3, dan fertilisasi terjadi 1011 jam setelah pencampuran induk. Jumlah telur yang dihasilkan bervariasi antara 5.638 hingga 20.000 butir, dengan daya tetas 3.68710.000 dan benih hidup yang berhasil dipasarkan berkisar 1.4634.732 ekor. Penggunaan kolam terpal terbukti efektif untuk pembenihan ikan koi meskipun bukan metode umum yang digunakan pada budidaya koi skala besar. Hasil evaluasi ini menunjukkan bahwa praktik pembenihan yang dilakukan cukup efisien dan adaptif, meskipun masih memiliki keterbatasan terutama dalam aspek volume produksi. Evaluasi ini diharapkan menjadi acuan bagi pengembangan usaha pembenihan ikan hias di daerah tropis dengan sumber daya terbatas..
JENIS, METODE PENANGKAPAN DAN PEMANFAATAN AVERTEBRATA LAUT DALAM TRADISI BAKALILI Hidayah, Nurul; Kautsari, Neri; Ahdiansyah, Yudi
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 8 No 2 (2024): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.8.2.109-120

Abstract

Tradisi bakalili memiliki dampak terhadap tingkat eksploitasi avertebrata laut dan ekonomi masyarakat pesisir Labuan Bajo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis target, metode penangkapan dan pemanfaatan dalam tradisi bakalili. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dengan responden dan survei secara langsung di pesisir Labuan Bajo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa defenisi bakalili adalah kegiatan mencari dan menangkap organisme (kerang, siput, teripang dan lainnya) pada saat air surut di zona intertidal. Kegiatan bakalili dilakukan dari usia remaja hingga lansia. Kegiatan bakalili banyak didominasi oleh masyarakat yang berjenis kelamin perempuan. Sebagian besar sumber kebiasaan tradisi bakalili ini dari keuarga yang sudah dilakukan secara turun temurun dengan tujuan untuk dikonsumsi dan dijual. Jenis organisme dan fokus utama penangkapan adalah kerang. Cara penangkapan menggunakan alat bantu kayu yang tertancap paku, pisau dan sabit. Sebagian besar responden menyatakan bahwa kondisi stok stabil. Rata-rata nelayan memperoleh pendapatan sebesar Rp1.500.000 per-bulan. Kata kunci: hasil tangkapan, Labuan Bajo, tradisi Bakalili
EFFECT OF HARVEST TIME ON GROWTH PERFORMANCE, BIOMASS AND PRODUCTIVITY OF Kappaphycus alavarezii IN WAWORADA BAY Ardiansyah; Kautsari, Neri; Mardhia, Dwi; Ahdiansyah, Yudi; Bachri, Syamsul; Abdillah, Didit
Jurnal Media Akuakultur Indonesia Vol 2 No 1 (2022): Indonesian Journal of Aquaculture Medium
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/mediaakuakultur.v2i1.1377

Abstract

Waworada Bay is a water in Bima Regency which has long been used by some people for seaweed cultivation. Currently, seaweed farmers do not know the exact harvest period. This causes differences in the harvest period between farmers. So far, research on the harvest period in Waworada Bay is not yet available. The experiments aimed to assess the ideal period for harvest among the different growth periods (35, 45, and 55 days). This research was conducted in Waworada Bay, Langgudu District, Bima Regency, West Nusa Tenggara from November 2021 to January 2022. Observation variables were absolute growth, growth rate, wet and dry biomass, productivity and water quality (temperature, dissolved oxygen, salinity, pH, brightness, current). The seaweed cultivation method uses the longline method. The results showed that the highest absolute growth was found in the 55-day harvest period (115.70±1.71 g) and the lowest was in the 35-day harvest period (55.10±6.62 g). There was a significant difference in absolute growth between treatments. The growth rate was not significantly different between treatments with a value range of 1.09±0.24 to 3.55±1.39%day-1. Wet biomass ranged from 10,022±397.22 g 12m-1 (harvest period 55 days) to (6.306±149.92 g 12m-1) (harvest period 35 days). Dry biomass ranged from 670±34.12 g 12m-1 to 1.016±53.78 g 12m-1. Productivity ranges from 0.04 to 0.07 g dry weight m−2 days−1. The average water quality values are temperature 32.40 0C, dissolved oxygen 5.84 mg l-1, salinity 32 ppt, pH 7.30, brightness 2.50 m and current 14 cm sec-1.
Identifikasi Jenis Fioplankton di Tambak Udang Vannamei (Litopenaeus Vannamei) LSO AV3 Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa Yadi Putra Mansyah; Dwi Mardhia; Yudi Ahdiansyah
Indonesian Journal of Applied Science and Technology Vol. 1 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Indonesian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Phytoplankton play a very important role in a pond waters. Its ecological function as a primary producer and beginning of a chain in the food chain. The presence of phytoplankton in the waters can also describe the characteristics of a waters. The purpose of this study was to analyze the abundance, diversity, and uniformity of phytoplankton domination in the LSO AV3 pond, Utan District, Sumbawa Regency. This research has been carried out in Motong Village, Utan Subdistrict, Sumbawa Regency for 3 months from (January-March 2019) sampling using plankton net identification of phytoplankton species conducted at the AV3 LSO laboratory using a microscope then counted using a hand counter. In the research location, 4 classes were found, namely cyanophita, chloropyta, diatom and dinoflagellate. The highest abundance analysis of phytoplankton was in the chloropyta class with 22,720,000 (cell / ml) abundance, and the lowest was dinoflagellate with the lowest abundance of 5,140,000 cell / ml. , Diversity is with a value of 2.81 Uniformity that is with the amount of 0.80 and dominance is by the amount of 0.10.
Analisis Kualitas Perairan untuk Budidaya Ikan Air Tawar di Bendungan Batu Bulan Yuni Intan Lestari; Dwi Mardhia; Dedi Syafikri; Neri Kautsari; Yudi Ahdiansyah
Indonesian Journal of Applied Science and Technology Vol. 1 No. 4 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Indonesian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the water parameters that support fresh fish cultivation in the Batu Bulan dam, Maman Village, Moyo Hulu District. The study used a survey method at three observation locations, inlet, center, and outlet of the dam on water quality, including temperature, brightness, substrate, pH, dissolved oxygen (DO), turbidity, salinity, ammonia, Phosphate, and depth. The results showed that the inlet temperature ranges from 29,32oC, in the middle ranges from 29,91oC, and the outlet is 29.11oC. The average brightness at the inlet is 41.04 cm, the middle is 48.20 cm, and the outlet is 34.16 cm. The substrate at the inlet and in the middle is muddy while the outlet is sandy. The pH average in inlet is 6,33, in the middle is 6,58, and outlet 6,53.  Dissolved oxygen (DO) in the inlet range is 5.34 mg/l, in the middle is 5.51 mg/l, and in an outlet, it is 5.85 mg/l. Turbidity in the inlet range is 2,44 NTU, in the middle 2,67 NTU, and an outlet is 3,26 NTU. Salinity in all locations is 0 ppt. Ammonia in the inlet range is 1,01 mg/l, in the middle 0,69 mg/l and outlet is 1,1 mg/l. The average Phosphate at the inlet is one mg/l, in the middle and outlet is 0 mg/l. The status of the water eligibility for aquaculture is that the inlet and middle of the dam are suitable for cultivation, while those at the outlet are less feasible.
Tingkat Pemahaman Dan Persepsi Masyarkat Terhadap Konservasi Penyu Di Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa Khairunnisa, Khairunnisa; Mardhia, Dwi; Bachri, Syamsul; Ahdiansyah, Yudi; Kautsari, Neri
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL RUAYA: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i2.9023

Abstract

Keberhasilan upaya konservasi sangat dipengaruhi oleh tingkat pemahaman dan persepsi masyarakat sebagai aktor utama di wilayah pesisir. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan mendeskripsikan tingkat pemahaman dan persepsi masyarakat terhadap konservasi penyu di desa Emang Lestari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang dipilih secara purposive. Data dianalisis menggunakan metode likert dan dijelaskan secara deskriptif untuk mengukur tingkat pemahaman dan persepsi masyarakat terhadap konservasi penyu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat terhadap konservasi penyu tergolong tinggi dengan rerata skor sebesar 4,03, yang mencerminkan bahwa masyarakat telah mengetahui aspek perlindungan hukum, larangan eksploitasi, serta pentingnya kerja sama dalam upaya pelestarian. Selain itu, persepsi masyarakat juga berada pada kategori tinggi dengan rerata skor 4,00 yang menunjukkan sikap positif terhadap konservasi penyu, termasuk dukungan terhadap pelestarian, kesadaran akan manfaat ekonomi melalui ekowisata, serta pentingnya perlindungan penyu bagi generasi mendatang. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat desa Emang Lestari memiliki tingkat pemahaman dan persepsi yang baik terhadap konservasi penyu, sehingga berpotensi mendukung keberhasilan program konservasi berbasis masyarakat secara berkelanjutan. Kata kunci: Konservasi, Masyarakat pesisir, Pemahaman, Persepsi, Penyu