Articles
Efektifitas Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Discovery Learning Terhadap kemampuan Berpikir Kritis Siswa kelas 6 Muatan Pelajaran IPS
Ulfia Violina Shellby Agustin;
Firosalia Kristin
Journal of Education Research Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37985/jer.v4i4.489
Salah satu kemampuan yang dikembangkan melalui kegiatan pembelajaran IPS adalah kemampuan berpikir kritis. Berpikir kritis adalah suatu proses yang berlangsung dalam ranah kognitif dan kemudian merangsang kemampuan menafsirkan, menganalisis, dan mengevaluasi informasi, argumen, atau pengalaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kefektifan penerapan model pembelajaran Discovery Learning dengan Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas enam SD. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, non-equivalent control group design, teknik pengumpulan data menggunakan tes dengan subjek siswa kelas enam SD. Kesimpulan penelitian ini berdasarkan hasil uji T terhadap kemampuan berpikir kritis kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dapat dikatakan bahwa model Discovery Learning di SD Gugus Ganeca memberikan dampak yang lebih besar terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dibandingkan dengan model Problem Based Learning.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KARTU PENGPAS (PENGETAHUAN IPAS) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPAS KELAS IV SD
Dameria, Avila;
Kristin, Firosalia
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09, No. 04 Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v9i4.17652
This research aims to develop learning media based on the PengPAS Card (Science and Technology Knowledge) in order to increase the motivation and learning outcomes of science science in Grade IV of elementary school. This research uses the Research and Development (R&D) method, with the stages of product analysis, development, and testing effectiveness. Data was collected through interviews with grade IV teachers, observations, and expert validation. The validity of the PengPAS card media obtained a score of 95%, with the category of very good, and validation by material experts obtained a score of 93%. The practicality of the media is also considered very good with 95% of the students' responses. The learning motivation of students increased significantly, from 33% or 8 students who had very low motivation and 65% with a total of 16 students in the low category, to 83% very high with the number of 20 students and 17% high with the number of students 4, after using the PengPAS card. The results of the independent samples test showed a significance of 0.000 < 0.005, with an average score of 60.42 and a postest score of 90.04, indicating a significant improvement in learning outcomes. In conclusion, the PengPAS card media is effective in increasing the motivation and learning outcomes of science science in grade IV elementary school.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR IPAS DAN KERJASAMA PESERTA DIDIK KELAS 3 MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TALKING STIK DAN MODEL PEMBELAJARAN DRAGON BALL DI SD NEGERI KLIMAS
Nicolaus Christian Adi Saputra;
Kristin, Firosalia
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10, Nomor 01 Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i01.22679
This experimental study aims to determine whether there is a significant difference in the application of the Talking Stick learning model and the Dragon Ball learning model on the results of learning science and the ability of cooperation of grade 3 elementary school students. The research design used in this study is Nonequivalent Control Group Design. The population used in this study is Elementary Schools located in the Prawirosekti Cluster in Karanggede District, Boyolali Regency, Central Java. The schools used as research are Klimas Elementary School and Sranten 1 Elementary School. The sample in this study was grade 3 students of Klimas Elementary School as the experimental class, and grade 3 students of Sranten 1 Elementary School as the control class. The data collection technique used in this study was observation and testing. With data analysis techniques in the form of normality tests, homogeneity tests, and difference tests using the t-test (independent sample t-test) with the help of SPSS 24. The results of the study showed a significant level (2-tailed) of 0.001 <0.05, so Ho was rejected and Ha was accepted. Ha stated that the results of learning science and cooperation of grade 3 students using the Talking Stick learning model had a significant effect compared to using the Dragon Ball model. This is also supported by the average value of the experimental class which had an average value of 80.28. While the control class had an average value of 72.16. From these results, it shows that the results of learning and cooperation of students using the Talking Stick learning model are better than the Dragon Ball learning model.
Pelaksanaan Diagnostik Kesulitan Belajar Peserta Didik oleh Guru
Danny Soesilo, Tritjahjo;
Kristin, Firosalia;
Windrawanto, Yustinus
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 14 No 01 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24246/j.js.2024.v14.i01.p59-67
Kesulitan belajar yang dialami peserta didik sangat mengganggu proses belajar dan berpengaruh terhadap keberhasilan belajar hingga perolehan prestasinya menjadi tidak optimal. Oleh karena itu, permasalahan peserta didik dalam belajar di SD perlu dibantu oleh guru kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pelaksanaan diagnostik kesulitan belajar yang dilakukan guru, mata pelajaran yang dirasa sulit oleh peserta didik, jenis kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik, instrumen yang digunakan oleh guru dalam melakukan diagnosis kesulitan belajar, hambatan-hambatan yang dihadapi oleh guru dalam melakukan diagnosis kesulitan belajar, dan tindakan-tindakan guru dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian adalah 23 guru SD yang tersebar di empat (4) kecamatan kota Salatiga, baik SD negeri maupun swasta. Variabel dalam penelitian ini adalah pelaksanaan diagnosis kesulitan belajar peserta didik yang dilakukan guru pada peserta didik di SD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa survey untuk pengumpulan data tentang pelaksanaan diagnosis kesulitan belajar peserta didik SD di kota Salatiga menggunakan angket dan wawancara untuk mengumpulkan data sebagai pelengkap data dari angket. Teknik analisis yang digunakan berupa analisis deskriptif kualitatif mengenai data yang sudah dikumpulkan melalui angket dan wawancara. Hasil penelitian menemukan bahwa semua guru yang menjadi subjek penelitian melakukan diagnostik kesulitan belajar. Di setiap sekolah selalu ada peserta didik yang mengalami kesulitan belajar. Kesulitan belajar yang dialami peserta didik lebih banyak yang berhubungan dengan kegiatan akademik. Instrumen yang digunakan guru dalam melakukan diagnostik kesulitan belajar pada umumnya guru menggunakan observasi dan tes hasil belajar, serta panduan wawancara. Pelaksanaan dianostik kesulitan belajar pada umumnya (dominan) dilakukan guru pada akhir pembelajaran, Kesulitan belajar yang dialami peserta didik di SD pada umumnya berupa mata pelajaran matematika dan Bahasa Indonesia. Dalam proses diagnostik kesulitan belajar, hampir semua guru melakukan identifikasi peserta didik yang diperkirakan mengalami kesulitan belajar, dan melakukan penentuan faktor faktor penyebab kesulitan belajar peserta didiknya. Bantuan yang dilakukan guru untuk menangani kesulitan belajar peserta didik pada umumnya berupa pendampingan belajar peserta didik dan memberi tambahan waktu belajar (les) pada peserta didik, serta memberi saran atau rujukan pada orangtua untuk berkonsultasi orang yang lebih ahli. Hambatan yang dihadapi guru dalam kesulitan belajar peserta didik yang paling banyak ditemui adalah guru merasa instrumen diagnostik kesulitan belajar peserta didik tidak tersedia secara lengkap, dan guru kelas merasa belum terampil menggunakan instrumen untuk mendiagnostik kesulitan belajar peserta didik Kata Kunci: Diagnostik Kesulitan Belajar
PENINGKATAN KETERAMPILAN KOLABORASI PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT DI KELAS V SEKOLAH DASAR
Kusumawati, Indah;
Kristin, Firosalia
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 6, No 4 (2023): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/ptk.v6i4.1050-1059
This study aims to improve the collaboration skills of students in math lessons by applying cooperative type TGT (Teams Tourism Games) learning with class presentation steps, studying in a team, game, game, group announcements, group announcements. This study is a Research on Class Action held in Mangunsari 02 City Prayers in the class V Semester I of 2023/2024 in two cycles with the number of 16 students where 7 men and 9 women. dikumpukkan data using observation sheets of students’ skills in collaborating. Data was analyzed descriptively by comparing the meaningfulness and learning at the results of students from pre cycles, the I cycle and the cycle II. The results show that peningkatakan collaboration skills by implementing the Teams Tournament learning model in the Mathematics subject were the I cycle from 16 students who exist, there are 7 (44%) students who have met the indicator of collaboration skills, compared to pre-19% of students, while in the II cycle from 169 students who are very able to collaborate. Therefore, the TGT model can improve collaboration skills in the cargo of Mathematics learning.
Penerapan Model Pembelajaran Course Review Horay untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Matematika Kelas IV SD
Kusfabianto, Ignatius Jodi;
Kristin, Firosalia;
Anugraheni, Indri
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Vol 3, No 2 (2019): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (171.442 KB)
|
DOI: 10.31764/jtam.v3i2.992
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan siswa dan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay berbantu kartu dominika pada mata pelajaran matematika kelas IV SDN Bejalen AMB. Jenis penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD sebanyak 26 orang. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan instrumen pengumpulan data soal pilihan ganda, rubrik keaktifan siswa, dan pedoman observasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keaktifan siswa dan hasil belajar siswa kelas IV SD setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay berbantu kartu dominika. Hasil ini dibuktikan dengan peningkatan persentase keaktifan siswa dari pra siklus sejumlah 38,46% yang aktif meningkat di siklus I sejumlah 50,00% yang aktif kemudian meningkat lagi pada siklus II menjadi 84,62% yang aktif. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan dari pra siklus yaitu 34,64% yang tuntas, kemudian meningkat pada siklus I menjadi 73,08% yang tuntas, dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 92,31% yang tuntas.Abstract: This research aims to improve students ' activity and student learning outcomes by applying cooperative learning model Course Review Horay by clicking the Dominican card in 4th-grade students of Elementary School. Types of research using Classroom Action Research (CAR). The research subject is a grade IV student in elementary school 26 people. This method of research uses quantitative and qualitative research methods with multiple-choice data collection instruments, student-active sections, and observation guidelines. The results showed increased student activity and learning outcomes of 4th-grade students after implementing a cooperative learning model Course Review Horay. This result is evidenced by the increased percentage of activity of students from the pre-cycle of 38.46% which is an active increase in the first cycle of 50.00% which is active then increase again in the second cycle to be 84.62% active. Student learning results have also increased from a pre-cycle of 34.64% that is complete, and then increased in the first cycle to 73.08% that is complete, and increased again in the second cycle to 92.31% complete.
Peningkatan Keterampilan Membaca Pemahaman Melalui Model Cooperative Integrated Reading And Compotition Siswa Kelas 4 SD
Ningrum, Yunita;
Kristin, Firosalia
Edukasi: Jurnal Penelitian dan Artikel Pendidikan Vol 11 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31603/edukasi.v11i1.2682
The learning process requires several skills that need to be mastered by students, one of which is reading comprehension skills. The learning process in Kutowinangun 04 of elementary school has problems with the low reading comprehension skills. The low reading skills resulted in the results of reading comprehension skills not being optimal. This study aims to improve reading comprehension skills through the application of the Cooperative Integrated Reading and Compotition model. Data collection techniques used were observation sheets to collect data on reading comprehension skills and student activities supported by documentation to prove activities during the learning process. The data analysis technique uses quantitative data and qualitative data analysis. The results of the study of reading comprehension skills using the Cooperative Integrated Reading and Compotition (CIRC) model showed an increase in the percentage of the average reading comprehension skill based on the category of 11.78%, that is from 60.34% (categories need guidance) in pre-action which increased to 72 , 12% (good category) in the first cycle, then increased again by 18.02% from 72.12% (good category) in the first cycle increased to 90.14% (very good category) on cycles II. It can be concluded that the application of the Cooperative Integrated Reading and Compotition (CIRC) method can improve reading comprehension skills.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DAN BERFIKIR KRITIS SISWA KELAS 4 SD
Niken Bekti Utami;
Firosalia Kristin;
Indri Anugraheni
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/eduma.v8i1.4423
This study aims to improve critical thinking skills and student learning outcomes through the application of Problem Based Learning (PBL) learning models in Grade 4 Mathematics learning. This type of research is Classroom Action Research (CAR) with two cycles. The subjects of this study were 4th grade students of SDN Randuacir 02, amounting to 25 students. Data collection techniques are carried out using tests in the form of questions and non-tests in the form of rubrics. This study uses qualitative and quantitative descriptive data analysis techniques. The results of this study indicate that there is an increase in critical thinking skills and learning outcomes of 4th grade students of SDN Randuacir 02 through application using the Problem Based Learning (PBL) learning model. This is evidenced by the increase in students' critical thinking, namely in the first cycle the average value is 58.92. Whereas, in cycle 2 there was an increase in the average value of 80.28. Experiencing an increase in the completeness of students' mathematics learning outcomes in the pre-cycle stage as many as 7 students with an average value of 55.00, then increasing in the first cycle as many as 10 students with the average score of 63.52 and increasing again in cycle 2 to 22 students with an average score of 82.00Keywords: Problem Based Learning, Critical Thinking, Learning Outcomes, Mathematics
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 4 SD
Anastasia Nandhita Asriningtyas;
Firosalia Kristin;
Indri Anugraheni
Jurnal Karya Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Karya Pendidikan Matematika Volume 5 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (92.27 KB)
|
DOI: 10.26714/jkpm.5.1.2018.23-32
AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan PBL untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar, mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa, dan mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 4 SD Negeri Suruh 01 yang berjumlah 36 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan non tes. Instrumen penelitian ini menggunakan soal cerita, wawancara, lembar kuesioner dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar dalam menyelesaikan soal cerita pada mata pelajaran matematika di kelas 4 SD Negeri Suruh 01. Hal tersebut dapat dibuktikan dari meningkatnya kemampuan berpikir kritis siswa dari kondisi awal (pra siklus) yaitu 60,82 (tidak kritis) menjadi 74,21 (cukup kritis) pada kondisi akhir siklus II. Peningkatan juga terjadi pada hasil belajar siswa dari nilai rata-rata hasil belajar pada kondisi awal 61,85 meningkat pada siklus I menjadi 69 dan pada siklus II menjadi 80. Persentase jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat dari kondisi awal 44,84%, meningkat menjadi 69,44% pada evaluasi siklus I dan menjadi 88,89% pada evaluasi siklus II. Kata kunci: Kemampuan Berpikir Kritis, Hasil Belajar, Problem Based Learning
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
Firosalia Kristin;
Selly Noerizki Ubaidila
Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran Vol 4 No 3 (2024): Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP)
Publisher : ELRISPESWIL - Lembaga Riset dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54371/jiepp.v4i3.531
Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar IPAS peserta didik di kelas 4 SD Negeri Tingkir Lor 02 dengan penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Penelitian ini akan menggunakan PTK dengan dua siklus yang dilaksanakan dengan tahapan kegiatan Siklus I dilaksanakan 2 petemuan dan siklus I dilaksanakan 2 pertemuan. Melalui teknik tes dan non tes peneliti dalam memperoleh pengumpulan data. Tes yang digunakan berupa soal pilihan ganda dan non tes berupa dokumentasi dan observasi. Data hasil analisis penelitian akan di jelaskan pada hasil Siklus I dan Siklus 2. Hasil analisis penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari hasil belajar peserta didik terhadap perubahan hasil belajar IPAS kelas 4 di SD Negeri Tingkir Lor 02. Hasil belajar Siklus I menunjukkan ketuntasan sebesar (41%) dengan 7 peserta didik meningkat menjadi 12 peserta didik menghasilkan ketuntasan sebesar (71%) pada siklus 2. Melalui menerapkan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas 4 SD Negeri Tingkir Lor 02. Melalui PTK membahas cara meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS materi BAB 5: Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Indonesia.