Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Kelayakan PeneraganBillboard Di Jalan R.Soekamto Jembatan Penyeberanagn Orang (JPO) Di Depan PTC Mall Palembang herman, herman; Amin, M Saleh Al; Emidiana, Emidiana
JURNAL SURYA ENERGY Vol 5 No. 2 2021
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jse.v5i2.3098

Abstract

Billboard merupakan bentuk promosi iklan di luar ruangan dengan ukuran yang cukup besar.disebut billboard karena berbentuk poster dengan ukuran yang sangat besar dan diletakkan di tepat yang tinggi pada lingkungan yang banyak di lewati orang.Kebutuhan akan penerangan Billboard  yang baik tidak mungkin dapat diabaikan. Karena penerangan Billboard adalahhal yang sangat penting bagi seluruh yang ingin mendapatkan informasi atau penjualan produk. Penerangan billboard yang dibutuhkan adalah penerangan yang tidak memberikan kesilauan yang berlebihan serta dapat membantu memperjelas pandangan, memberikan rasa aman dan nyaman ketika membacanya pada malam hari. Lampu penerangan Billboard di jalanR.Soekamto jembatan penyebrangan orang (JPO) di depan PTC Mall Palembang menggunakan lampu jenis LED 100 w. Dari hasil evaluasi dan perhitungan yang dilakukan di ketahui bahwa ERata-rata yang ada di Billboard di jalan R.Soekamto jembatan penyeberangan orang (JPO) di depan PTC Mall Palembang masih layak atau masih sesuai dengan standar yang ditentukan oleh SNI yaitu sebesar 350-400 lux. Dimana hasil ERata-rata yang diperoleh melalui perhitungan pada Billboard di jalanR.Soekamto jembatan penyebrangan orang (JPO) di depan PTC Mall Palembang adalah sebesar 388 lux
LAMPU LED SEBAGAI ALTERNATIF PENGHEMAT ENERGI LISTRIK RUMAH TANGGA M. Saleh Al Amin; Emidiana Emidiana
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.15 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v8i1.154

Abstract

Energi listrik merupakan energi primer yang sangat dibutuhkan untuk menunjang kehidupan manusia, seperti untuk keperluan rumah tangga, Tetapi kenyataannya perkembangan kebutuhan energi listrik sudah melampaui produksi energi listrik, sehingga terjadi kekurangan energi listrik, yang mengakibatkan terjadinya kenaikan tarif energi listrik, dan terhambatnya pemasangan energi listrik konsumen yang baru. Oleh karena itu, harus dilakukan berbagai penghematan energi listrik oleh konsumen, salah satunya adalah dengan menggunakan lampu hemat energi. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan 3 jenis lampu dengan cara pengukuran dan perhitungan. Dari hasil penelitian didapat bahwa lampu yang paling hemat energi adalah lampu LED dengan kuat penerangan 108 Lux, sedangkan lampu SL 51,48 Lux, dan lampu pijar 12,15 Lux dengan penggunaan daya yang sama yaitu 5 Watt. Kata kunci : penerangan, hemat energi, lampu LED
EVALUASI SISTEM PENERANGAN DI LAPANGAN BULU TANGKIS KAMPUS B UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG Muhammad Sutrisno; Nita Nurdiana; Yudi Irwansi; M. Saleh Al Amin
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 8 No 2 (2021)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.503 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v8i2.183

Abstract

Lapangan bulu tangkis indoor Kampus B Universitas PGRI Palembang merupakan lapangan bulu tangkis yang di manfaatkan oleh mahasiswa program studi FKIP Olahraga untuk melakukan pratikum juga bisa di manfaatkan untuk siswa-siswi SMA PGRI. Pada lapangan bulu tangkis indoor sangat dibutuhkan lampu penerangan, agar pemain dapat bermain dengan baik. Pencahayaan merupakan salah satu faktor penting dalam perancangan gedung olahraga dan lapangan bulu tangkis, hal ini berguna untuk menunjang kenyamanan dalam beraktivitas dan keselamatan jika terjadi keadaan darurat. Pencahayaan olahraga dibagi menjadi dua jenis yaitu pencahayaan alami dengan memanfaatkan sinar matahari dan pencahayaan buatan yang menggunakan cahaya buatan yaitu lampu. Di dalam perancangan pencahayaan buatan di lapangan bulu tangkis di butuhkan pencahayaan yang baik dan sesuai dengan standar pencahayaan yaitu 200-400 lux. Berdasarkan analisa hasil perhitungan lampu dilapangan bulu tangkis di kampus B Universitas PGRI Palembang dimana lapangan tersebut menggunakan lampu TL 40 Watt dengan lumen sebesar 3000. Pada saat semua lampu dinyalakan tidak ada satu titik pun yang mendekati nilai standar pencahayaan lapangan bulu tangkis. Kata kunci : Pencahayaan, Intensitas Cahaya, Evaluasi Sistem Penerangan
PERANAN KAPASITOR PADA PEMBANGKITAN TEGANGAN GENERATOR INDUKSI SATU FASA M Saleh Al Amin
Jurnal Ampere Vol 4, No 1 (2019): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.659 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v4i1.2876

Abstract

A generator is an electric machine to convert mechanical energy into electrical energy by electromagnetic induction. The generator is used as the generation of electrical energy used to fill electricity. In today's modern era, Electricity Energy is needed, energy needs will increase every year, increasing demand for servants of energy needed to support the provision of everyday life, industrial and commercial needs. The emergence of various industries with various scales is an important factor that requires increased electricity. To meet all these needs, it is designed and made to produce electricity. The several types of power plants that are used at present, generators produce a type of generator that is developed as a generator, based on still in a limited capacity. the voltage generation process in this generator is somewhat different from a synchronous generator or direct current generator, because it uses electronic components to be capacitors as generator excitation. Thus the capacitor in the generator has a very important roleAbstrak-- Generator merupakan mesin listrik untuk mengubah energi mekanik menjadi energi listrik dengan cara induksi elektromagnet. Generator digunakan sebagai pembangkitan energi listrik yang melayani suatu beban listrik.          Pada zaman modern sekarang ini Energi Listrik sangat dibutuhkan, kebutuhan akan energi listrik cenderung meningkat setiap tahun karena semakin banyaknya kebutuhan pelayan beban yang memerlukan energi listrik untuk menunjang aktifitas hidup masyarakat sehari-hari, kebutuhan industri dan komersial. Munculnya berbagai industri dengan berbagai skalanya merupakan faktor penting yang menjadikan kebutuhan energi listrik semakin melonjak. Untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut maka dirancang dan dibuatlah pembangkit guna menghasilkan energi listrik tersebut. Dari beberapa jenis pembangkit listrik yang digunakan pada saat sekarang ini, generator induksi merupakan jenis pembangkit yang baru dikembangkan sebagai generator pembangkit, walaupun masih dalam kapasitas yang terbatas. Proses pembangkitan tegangan pada generator induksi ini agak berbeda dengan generator sinkron maupun generator arus searah, karena menggunakan komponen elektronik berupa kapasitor sebagai eksitasi generator. Dengan demikian kapasitor dalam generator induksi memiliki peranan yang sangat penting.
EVALUASI KESILAUAN LAMPU PENERANGAN LAPANGAN STADION BUMI SRIWIJAYA TERHADAP KUAT PENERANGAN LAMPU EKSISTING M Saleh Al Amin; Emidiana Emidiana; Nita Nurdiana
Jurnal Ampere Vol 5, No 1 (2020): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v5i1.4310

Abstract

A Sports Stadium can be used to hold international standard soccer matches, it must have a field lighting that matches the international match standards of 1500 lux. To meet these standards, the lamp used must have a large lumens and power. At the Bumi Sriwijaya Stadium field, the lighting uses an existing floodlight with 2000 watts of power, with 200,000 lumens of lamp lumen. The lighting is divided into 8 partitions where each partition requires 30 lamps so that the total number of lamps must be 240. The light poles are placed in the four corners of the field, so that as many as 60 lamps are needed for each pole with 35 existing lamps.ABSTRAK Sebuah Stadion  Olahraga dapat digunakan untuk menggelar pertandingan sepak bola bertaraf Internasional, harus memiliki pencahayaan lapangan yang  sesuai standar pertandingan internasional  yaitu sebesar 1500 lux. Untuk memenuhi standar tersebut, lampu yang digunakan harus memiliki lumen dan daya yang besar. Pada lapangan Stadion Bumi Sriwijaya, penerangannya menggunakan lampu sorot eksisting dengan daya 2000 watt, dengan lumen lampu sebesar 200.000 lumen dimana. Penerangannya dibagi dalam 8 partisi dimana setiap partisi memerlukan lampu  30  buah sehingga jumlah total lampu yang harus dipasang sebanyak  240 buah lampu. Tiang lampu di tempatkan di keempat sudut lapangan, sehingga dibutuhkan sebanyak 60 lampu untuk setiap tiang  dengan jumlah lampu eksisting sebanyak 35 buah
KONVERSI LAMPU TL KE LAMPU LED ( STUDI KASUS : JAKABARING SHOOTING RANGE JAKABARING SPORT CITY PALEMBANG ) Nita Nurdiana; Saleh Al Amin; Abdurrahman Thohari
Jurnal Ampere Vol 3, No 2 (2018): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.417 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v3i2.2394

Abstract

Asian Games 2018 which will be held in Jakarta and Palembang, Jakabaring Shooting Range Palembang to renovate the building to support the success of Asian Games 2018 at shooting sport. This renovation also replace or convert lamps that previously used TL 2 x 36 Watt lamps to use 40 Watt LED flat lights. In this case the aim to know this comparison is by calculating theoretically strong illumination, the power generated as well as the cost incurred. From the comparison results obtained the comparison terotirs how the better and see the two lights are whether the standard qualified lighting in the arena shooting space That LED lights have a strong light almost the same as the TL lamps but in terms of electric power used LED lights generate more electrical power small with a smaller electric power is obtained electricity tariffs are also cheap, so LEDs can be very energy-efficient lamps and save money.Dengan adanya momentum pergelaran kompetisi olahraga tingkat Asia yaitu Asian Games 2018 yang akan diadakan di Jakarta dan Palembang, Jakabaring Shooting Range Palembang melakukan renovasi pada gedungnya untuk menunjang suksesnya Asian Games 2018 pada cabang olahraga menembak. Renovasi ini juga menganti atau mengkonversikan lampu yang sebelumnya menggunakan lampu TL 2 x 36 Watt menjadi menggunakan lampu flat LED 40 Watt. Dalam hal ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan ini adalah dengan menghitung secara teoritis kuat penerangan, daya yang dihasilkan serta biaya yang dikeluarkan. Dari hasil perbandingan didapatkan perbandingan secara terotirs bagaimana yang lebih baiknya dan melihat kedua lampu tersebut apakah memenuhi syarat standar penerangan pada ruang arena menembak Bahwa lampu LED memiliki kuat penerangan hampir sama dengan lampu TL tetapi dari segi daya listrik yang digunakan lampu LED menghasilkan daya listrik yang lebih kecil dengan daya listrik yang lebih kecil ini didapat tarif listrik yang murah pula, dengan begitu LED sangat bisa menjadi lampu yang hemat energi serta hemat pengeluaran uang.
STUDI KEMAMPUAN PANEL LVMDP TERHADAP PEMBEBANAN M. Saleh Al Amin
Jurnal Ampere Vol 2, No 2 (2017): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.43 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v2i2.1773

Abstract

ABSTRAK            Panel LVMDP merupakan peralatan listrik yang terdiri dari beberapa komponen listrik, yang berfungsi sebagai pembagi utama saluran distribusi tegangan rendah ke setiap saluran beban, sebagai pembatas daya utama, dan pengaman pada rangkaian utama sistem distribusi tegangan rendah. Komponen-komponen yang terdapat pada panel LVMDP ini antara lain, MCCB utama, MCCB salauran setiap beban atau cabang, Selector  Switch, Contactor, KWh meter, ACB, UVT, OVT, OCR, EFR, RPR, GFCI, RCD, TOR, Busbar tembaga, CT, Alat ukur arus, tegangan, frekwensi, Faktor kerja, Synkronous meter, Capacitor Bank, Pushbutton, Pilot Lamp, dan peralatan penunjang lainnya, seperti terminal, dan lainnya. Komponen utama yang sangat berperan dalam penyaluran daya suatu panel LVMDP dalam keadaan normal adalah MCCB, yang dapat memikul seluruh beban panel dalam keadaan steady state. MCCB ini akan ditunjang oleh komponen-komponen lainnya apabila terjadi gangguan, seperti bila terjadi hubung singkat, yang terjadi setelah MCCB. Bila terjadi gangguan sebelum MCCB, maka komponen yang akan bekerja adalah UVT atau OVT, dan seterusnya, sehingga bila terjadi gangguan maka MCCB akan di backup oleh komponen penunjang.  Tetapi bila terjadi kegagalan pada komponen penunjang, maka MCCB harus dapat berfungsi sebagai proteksi terhadap panel LVMDP secara keseluruhan, baik dari gangguan beban lebih, maupun gangguan hubung singkat, tetapi MCCB tidak dapat menanggulangi gangguan di luar kemampuannya. Dengan demikian kemampuan MCCB untuk melindungi panel LVMDP dari gangguan beban lebih dan hubung singkat, tertera pada nameplate MCCB tersebut.Kata Kunci : LVMDP, kemampuan MCCB.The LVMDP panel is an electrical apparatus composed of several electrical components, which serve as the main divider of low voltage distribution channels to each load channel, as the main power constraint, and the safety in the main circuit of low voltage distribution system. The components contained in this LVMDP panel are, among others, the main MCCB, MCCB of each load or branch, Selector Switch, Contactor, KWh meter, ACB, UVT, OVT, OCR, EFR, RPR, GFCI, RCD, TOR, Busbar copper , CT, Current measuring instrument, voltage, frequency, Working factor, Synkronous meter, Capacitor Bank, Pushbutton, Pilot Lamp, and other supporting equipments, such as terminal, and others. The main component that plays an important role in channeling the power of an LVMDP panel under normal circumstances is the MCCB, which can carry the entire load of the panel in a steady state state. This MCCB will be supported by other components in case of interference, such as when a short circuit occurs, which occurs after MCCB. In case of interference before MCCB, then component that will work is UVT or OVT, and so on, so that if there is interference then MCCB will be backed by supporting components. However, in case of failure of the supporting components, MCCB must be able to function as a protection against the LVMDP panel as a whole, either from overloading, or short circuit, but MCCB can not cope with interference beyond its capability. Thus the ability of MCCB to protect LVMDP panels from overloading and short circuit, is shown on the nameplate MCCB.Keywords :  LVMDP, MCCB capability
PERANAN GEARBOX PADA PEMBEBANAN MOTOR INDUKSI TIGA FASA M. Saleh Al Amin
Jurnal Ampere Vol 1, No 1 (2016): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v1i1.477

Abstract

ABSTRAKUntuk menunjang sektor industri, sebagai penggerak mesin produksi atau pesawat angkat, digunakanlah motor listrik jenis motor induksi, dimana jenis motor ini dapat dikontrol kecepatannya dengan menggunakan komponen semikonduktor dan system kontrol elektronik dan digital lainnya, disamping operasionalnya mudah dan murah. Motor induksi 3 fasa yang paling banyak digunakan oleh dunia industri karena memiliki beberapa keuntungan, antara lain struktur motor induksi tiga fasa lebih ringan (20% hingga 40%) dibandingkan motor arus searah (DC)  untuk daya yang sama, harganya relatif lebih murah, dan perawatan lebih mudah dan hemat. Dalam menggunaannya di sektor industri, motor induksi tiga fasa digunakan sebagai penggerak rotasi, penggerak beban geser, beban angkat, beban liquid, atau beban lainnya. Untuk melayani beban-beban yang berat, digunakan alat bantu yang dapat membuat bebannya akan menjadi ringan, alat bantu tersebut adalah Gearbox.  Tetapi ada juga yang menggunakan Pulley dan Belt, dengan menggunakan perbandingan diameter Pulley (poly).Kata Kunci : Gear Box, Polley, Beban
EFISIENSI MOTOR INDUKSI JENIS SHADED POLE SEBAGAI PENGGERAK BLOWER M Saleh Al amin; Emidiana Emidiana
Jurnal Ampere Vol 5, No 2 (2020): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v5i2.5069

Abstract

Shaded pole induction motors are most widely used for everyday use, for low-power equipment, such as: fan or blower drive. But in use, the motor quickly decreases its speed and the sound gets louder. This is due to the high value of the losses on the motor, which results in a low value of efficiency, 59.1%. High losses cause the motor to heat up, so that the speed decreases and the sound becomes even more noisy. In the shaded pole induction motor, the iron core is very dominant, it can reach 60% of the total motor material. This will make the magnetic field path long, which can result in lower motor efficiency. To resolve this low efficiency, it is better if the motor coil wire dimensions are enlarged to reduce the motor impedanceAbstrak--Motor induksi jenis kutub terbelah (shaded pole) paling banyak digunakan untuk penggunaan sehari-hari, yaitu untuk kebutuhan dengan daya rendah, seperti : penggerak kipas angin atau blower. Tetapi dalam penggunannya, motor tersebut cepat mengalami penurunan kecepatan dan suaranya semakin keras. Hal ini disebabkan karena tingginya nilai rugi-rugi pada motor tersebut, yang berakibat rendahnya niali efisiennya, yaitu 59,1%. Rugi-rugi yang tinggi menyebabkan motor menjadi panas, sehingga kecepatannya menurun dan suaranya semakin bising. Pada motor induksi jenis shaded pole, inti besinya sangat dominant, dapat mencapai 60% dari total material motor. Hal ini akan membuat jalur lintasan medan magnetnya panjang, yang dapat mengakibatkan rendahnya efisiensi motor. Untuk mengatasi efisiensi yang rendah tersebut, maka sebaiknya dimensi kawat kumparan motor diperbesar untuk menurunkan impedansi motor
Rancang Bangun Prototype Penjemur Pakaian Otomatis Berbasis Mikrokontroller ATMEGA8535 Nopirdo Nopirdo; M Saleh Al Amin; Nita Nurdiana
Jurnal Ampere Vol 6, No 1 (2021): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v6i1.5234

Abstract

Menjemur pakaian merupakan suatu pekerjaan yang sering kita lakukan sehari-hari. permasalahan utama kita adalah turunnya hujan secara tiba-tiba, sedangkan kita mempunyai aktifitas lain selain menjemur pakaian sehingga kita lalai dan membuat pakaian menjadi basah sebelum di angkat. kemajuan teknologi dengan adanya inovasi-inovasi terbaru dalam segala aspek, di buatlah penjemur pakaian otomatis berbasis Mikrokontroler ATMega8535, yang dalam wujudnya seperti IC (Integrated Circuit). alat ini bekerja berdasarkan inputan dari Sensor Air Hujan dan Sensor LDR (Light Defendent Resistor) untuk menggerakkan motor penggerak dari rel jemuran. kedua sensor ini sama-sama menggunakan rangkaian komparator (pembanding), rangkaian komparator berfungsi sebagai signal conditioning, artinya bahwa sinyal atau tegangan yang dihasilkan oleh sensor LDR atau sensor air hujan akan di kondisikan ke level yang sesuai yang dapat di baca oleh mikrokontroler sebagai logika “0” dan “1”. inputan yang di baca akan di ubah mikrokontroler menjadi output dan dikirim menuju driver motor. driver motor berfungsi sebagai catu daya dari motor karna mikrokontroler tidak mempunyai daya yang besar untuk mengerakkan motor. data inputan dari sensor LDR dan air hujan akan di tampilkan pada LCD saat semua kondisi yang terjadi.