Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENINGKATAN KETERAMPILAN PETERNAK AYAM PETELUR MELALUI SOSIALISASI MANAJEMEN BUDIDAYA DAN PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN DARI BAHAN PAKAN LOKAL DI DESA TEGALSARI Angriani, Ririn; Santosa, Purnama Edy; Hasiib, Etha Azizah; Febriyani, Widya; Ramadhani, Anisa; Alfiani, Zalfa; Hermawan, Heri; Ryan, Stefanus
Jurnal Media Tropika Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Media Tropika
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/mediatropika.v5i2.24731

Abstract

Improving farmers’ skills is one of the efforts to increase livestock productivity, which in turn will contribute to fulfilling the community’s need for animal protein and improving the economic conditions of the farmers. Kelompok Tani Ternak Berkah Jaya is a community partner in this flagship community service program located in Tegalsari Village, whose main livelihood is layer poultry farming. Based on a preliminary survey, Kelompok Tani Ternak Berkah Jaya is generally classified as a small-scale or traditional farm that still employs conventional poultry farming methods. Therefore, there is a need for outreach and training on modern layer chicken farming management. The outreach and training activities are expected to improve the farmers’ competencies in managing their poultry businesses. The implementation method of this flagship community service program consisted of three stages: (1) identifying the partner’s needs, (2) providing education on layer farming management and feed formulation training, and (3) conducting evaluations. The program was successfully carried out in Tegalsari Village. The evaluation results showed high enthusiasm from participants, particularly during the discussion sessions. Furthermore, survey results indicated an increase in participants’ knowledge of layer farming management, from 11.76% to 88.23%. The average hen-day production (HDP) over four weeks was 90.28%. Based on these results, it can be concluded that this flagship community service program successfully improved the farmers’ knowledge of layer chicken farming management, including aspects of maintenance, health, and feeding management
Sosialisasi Manajemen Kesehatan, Reproduksi, Pakan, dan Biosekuriti serta Pelatihan Fermentasi Pakan Ternak Kambing di Desa Bulusari Angriani, Ririn; Hartono, Madi; Septinova, Dian; Siswanto, Siswanto
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4 No 2, September
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v4i2.10786

Abstract

Masyarakat Desa Bulusari pada Kecamatan Bumi Ratu Nuban memiliki mata pencaharian utama yaitu beternak. Berdasarkan survei pendahulu ditemukan bahwa peternakan di Desa Bulusari umumnya merupakan peternakan rakyat yang masih  menggunakan sistem pemeliharaan tradisional, sehingga pengetahuan dan wawasan peternak tentang manajemen budidaya masih kurang sehingga produktivitas ternak kambing rendah. Selain itu, Desa Bulusari memiliki potensi pertanian, sehingga mampu menjamin ketersediaan pakan terutama berasal dari limbah pertanian. Potensi ini sangat mendukung untuk peningkatan populasi ternak. Tujuan pengabdian kepada masyarakat di Desa Bulusari yaitu meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama para peternak mengenai manajemen budidaya pada ternak kambing. Kegiatan ini diawali dengan identifikasi kebutuhan mitra. Selanjutnya, dilakukan kegiatan sosialisasi dengan materi manajemen kesehatan, reproduksi, pakan, dan biosekuriti. Selain itu, dilakukan juga pelatihan fermentasi pakan pada daun singkong. Evaluasi dibagi menjadi dua bagian yaitu evaluasi awal dan evaluasi akhir. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan dengan lancar serta para peserta antusiasi daan aktif selama kegiatan berjalan. Pengabdian kepada masyarakat ini meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Bulusari terutama peternak kambing mengenai manajemen budidaya ternak kambing. Peningkatan pemahaman ini untuk meningkatkan produktivitas ternak kambing, sehingga dapat memenuhi kebutuhan protein hewani dan meningkatkan ekonomi masyarakat di Desa Bulusari.
REVIEW: EVALUASI PEMANFAATAN KULIT PISANG PADA PAKAN UNGGAS TERHADAP PERFORMA: Review: Evaluation of the Use of Banana Peel in Poultry Feed on Performance Angriani, Ririn; Anggi Derma Tungga Dewi; Lusia Komala Widiastuti
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.3025

Abstract

Kulit pisang merupakan limbah melimpah yang belum dimanfaatkan secara optimal, meskipun masih mengandung nutrisi yang berpotensi digunakan sebagai bahan pakan unggas. Namun, kulit pisang tidak dapat diberikan secara langsung karena memiliki faktor penghambat kecernaan yang tinggi dan kadar protein yang rendah. Oleh sebab itu, diperlukan teknologi pengolahan, baik fisik, kimia, maupun biologis, untuk meningkatkan kualitasnya sebagai pakan. Penelitian ini bertujuan menilai potensi kulit pisang sebagai bahan pakan unggas dan memberikan referensi pemanfaatannya. Hasil review menunjukkan bahwa kulit pisang dapat digunakan sebagai bahan pakan, baik dalam bentuk tepung maupun tepung fermentasi, tetapi penggunaannya menjadi tidak optimal pada level tinggi. Peningkatan level penambahan tepung kulit pisang maupun tepung kulit pisang fermentasi cenderung menurunkan konsumsi ransum dan pertambahan bobot badan unggas. Konversi ransum terbaik pada ayam broiler dan ayam kampung ditemukan pada penambahan 5% tepung kulit pisang fermentasi, masing-masing sebesar 1,72 ± 0,15 dan 3,65. Pada ayam petelur, konversi ransum optimal dicapai pada level 15% tepung kulit pisang (1,98 ± 0,2). Bobot badan ayam broiler meningkat hingga 1729,84 g pada level 7,5% tepung kulit pisang fermentasi, sedangkan bobot badan itik mencapai 1076,09 g dengan penambahan 7% tepung kulit pisang. Pada ayam petelur, level 8% dapat menghasilkan produksi telur hingga 94,01 ± 1,42%. Secara keseluruhan, kulit pisang dapat digunakan dalam pakan unggas hingga level maksimal 15%. Meski demikian, diperlukan penelitian lanjutan untuk menentukan metode pengolahan terbaik, level penggunaan yang aman dan efisien, serta pengaruh jangka panjang terhadap performa unggas.   Kata kunci: fermentasi, performa, tepung kulit pisang, unggas
Evaluation of the Physical Quality of Fermentation of Rice Bran with Different Levels of Effective Microorganisms (EM4) Ririn Angriani; Anggi Derma Tungga Dewi
Journal of Tropical Animal Science and Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Tropical Animal Science and Technology
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Agriculture, Science and Health, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jtast.v8i2.10711

Abstract

This study aimed to evaluate the effect of rice bran fermentation using Effective Microorganisms (EM4) on its physical quality as a livestock feed ingredient. The experiment was arranged in a Completely Randomized Design (CRD) with five EM4 levels, namely 0%, 5%, 10%, 15%, and 20%, each with three replications. The fermentation process was carried out for 21 days with the addition of 1% sugar as a nutrient source for microorganisms, and the rice bran was stored in airtight plastic bags. The observed parameters included organoleptic characteristics (color, aroma, texture, clumping ability, and insect presence), pH value, and bulk density. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at a significance level of P<0.05, followed by a post hoc test when significant differences were detected. The results showed that EM4 supplementation had a significant effect on the organoleptic quality of rice bran (P<0.05), but had no significant effect on pH value and bulk density (P>0.05). Fermentation of rice bran using EM4 at levels of 5–10% produced the best physical quality, characterized by yellowish-brown to brown color, moderate texture, moderate aroma, moderate to crumbly clumping ability, and relatively low insect presence. Therefore, the use of EM4 at moderate levels has the potential to improve the physical quality and stability of rice bran as a livestock feed ingredient.
Penambahan Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya L.) Pada Pakan Kambing Jawarandu Terhadap Nilai Trigiliserida, High Density Lipoprotein (HDL), dan Low Density Lipoprotein (LDL) Angriani, Ririn; Hartono, Madi; Ermawati, Ratna; Wanniatie, Veronica
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 27 No. 1 (2026): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2026.027.01.2

Abstract

Konsumsi daging kambing yang berlebihan berisiko meningkatkan kadar kolesterol dan penyakit kardiovaskular. Modifikasi pakan dengan bahan herbal menjadi salah satu strategi pengendalian kolesterol. Pepaya (Carica papaya) memiliki potensi farmakologis untuk memperbaiki profil lipid. Penelitian ini mengevaluasi efek ekstrak daun pepaya terhadap trigliserida, High Density Lipoprotein (HDL), dan Low Density Lipoprotein (LDL) pada kambing jawarandu. Sebanyak 12 kambing dibagi dalam empat perlakuan (0, 75, 150, 225 mg/kg bobot badan) dengan tiga ulangan, menggunakan rancangan acak lengkap. Ekstrak diberikan melalui pakan selama 30 hari, lalu profil lipid dianalisis dari sampel darah. Analisis ragam menunjukkan tidak ada pengaruh signifikan ekstrak daun pepaya terhadap trigliserida, HDL, maupun LDL. Hasil ini menyiratkan bahwa dosis hingga 225 mg/kg belum efektif memodifikasi profil lipid, sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan dosis dan metode pemberian yang optimal.
PELATIHAN FORMULASI PAKAN DAN BIOSEKURITI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PETERNAK DALAM UPAYA MENGOPTIMALKAN PRODUKTIVITAS AYAM PETELUR DI DESA TEGALSARI Ririn Angriani; Purnama Edy Santosa; Etha Azizah Hasiib; ZalfaAlfiani; Heri Hermawan; Stefanus Ryan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 10 No. 1 (2026): Vol. 10 No. 1, Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v10i1.681

Abstract

Peningkatan keterampilan peternak menjadi aspek penting dalam mendukung produktivitas peternakan. Kelompok Tani Ternak Berkah Jaya merupakan mitra pengabdian kepada masyarakat unggulan di Desa Tegalsari dan memiliki mata pencaharian yaitu beternak ayam petelur. Permasalahan utama yang dihadapi peternak ayam petelur di Desa Tegalsari adalah fluktuasi harga dan keterbatasan ketersediaan pakan, serta rendahnya pengetahuan mengenai teknik formulasi pakan. Selain itu, biosekuriti juga masih belum diterapkan secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peternak dalam manajemen pakan dan biosekuriti pada ayam petelur. Peningkatan keterampilan peternak ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas ternak, sehingga terwujudnya kemandirian pangan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi tahapan persiapan, tahapan kegiatan yang berisi sosialisasi, diskusi, dan pelatihan, serta tahapan terakhir yaitu evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta pengabdian kepada masyarakat unggulan sebesar 65% untuk manajemen pakan dan 71% untuk manajemen biosekuriti. Selain itu, hen day production pada salah satu mitra pengabdian mencapai 90,34%. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat unggulan ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak terkait biosekuriti dan formulasi pakan. Kegiatan ini juga berhasil mendorong kemandirian peternak dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan hewani di tingkat lokal yang akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
REVIEW : PENGGUNAAN ENZIM PROTEASE PADA PAKAN AYAM BROILER Ririn Angriani; Anisa Ramadhani
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v5i1.65

Abstract

Review artikel ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan enzim protease pada pakan ayam broiler. Protein diperlukan untuk pertumbuhan dan efisiensi pakan. Kualitas pakan tidak hanya dihitung dari jumlah nutrien, tetapi nilai kecernaan pakan perlu diperhatikan. Salah satu upaya dalam meningkatkan kecernaan yaitu penggunaan enzim. Enzim protease adalah jenis enzim yang menghidrolisis protein kompleks menjadi sederhana. Enzim protease umumnya menggunakan organisme dari Trichoderma longibrachiatum rifar, Fusarium equiseti, Trichoderma reesei, dan Bacillus licheniformis. Bacillus licheniformis merupakan organisme yang paling banyak digunakan untuk produksi enzim protease. Penggunaan enzim protease pada pakan ayam broiler sudah banyak dilakukan. Suplementasi enzim protease tidak efektif pada pakan ayam broiler yang nutriennya sudah baik karena tidak adanya peningkatan performa. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya penurunan performa seiring dengan peningkatan dosis protease seperti penurunan bobot badan dan peningkatan feed conversion ratio (FCR). Namun, enzim protease dalam pakan rendah protein mampu meningkatkan konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan efisiensi pakan ayam broiler. Selain itu, enzim protease juga mampu memperbaiki respon ukuran organ pencernaan dan kecernaan nutrien. Kombinasi enzim protease dengan enzim Non-Starch Polysaccharide juga mampu secara signifikan menurunkan berat relatif ampela, usus kecil, pankreas, ileum, panjang relatif duodenum dan ileum serta meningkatkan berat relatif organ limfoid (timus, bursa Fabricius, limpa) dan energi yang dapat dimetabolisme (Energi Metabolisme Semu (EMS), Energi Metabolisme Murni (EMN), Energi Metabolis Semu Terkoreksi Nitrogen (EMSn), dan Energi Metabolis Murni Terkoreksi Nitrogen (EMMn).