Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENINGKATAN KETERAMPILAN PETERNAK AYAM PETELUR MELALUI SOSIALISASI MANAJEMEN BUDIDAYA DAN PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN DARI BAHAN PAKAN LOKAL DI DESA TEGALSARI Angriani, Ririn; Santosa, Purnama Edy; Hasiib, Etha Azizah; Febriyani, Widya; Ramadhani, Anisa; Alfiani, Zalfa; Hermawan, Heri; Ryan, Stefanus
Jurnal Media Tropika Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Media Tropika
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/mediatropika.v5i2.24731

Abstract

Improving farmers’ skills is one of the efforts to increase livestock productivity, which in turn will contribute to fulfilling the community’s need for animal protein and improving the economic conditions of the farmers. Kelompok Tani Ternak Berkah Jaya is a community partner in this flagship community service program located in Tegalsari Village, whose main livelihood is layer poultry farming. Based on a preliminary survey, Kelompok Tani Ternak Berkah Jaya is generally classified as a small-scale or traditional farm that still employs conventional poultry farming methods. Therefore, there is a need for outreach and training on modern layer chicken farming management. The outreach and training activities are expected to improve the farmers’ competencies in managing their poultry businesses. The implementation method of this flagship community service program consisted of three stages: (1) identifying the partner’s needs, (2) providing education on layer farming management and feed formulation training, and (3) conducting evaluations. The program was successfully carried out in Tegalsari Village. The evaluation results showed high enthusiasm from participants, particularly during the discussion sessions. Furthermore, survey results indicated an increase in participants’ knowledge of layer farming management, from 11.76% to 88.23%. The average hen-day production (HDP) over four weeks was 90.28%. Based on these results, it can be concluded that this flagship community service program successfully improved the farmers’ knowledge of layer chicken farming management, including aspects of maintenance, health, and feeding management
Sosialisasi Manajemen Kesehatan, Reproduksi, Pakan, dan Biosekuriti serta Pelatihan Fermentasi Pakan Ternak Kambing di Desa Bulusari Angriani, Ririn; Hartono, Madi; Septinova, Dian; Siswanto, Siswanto
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4 No 2, September
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v4i2.10786

Abstract

Masyarakat Desa Bulusari pada Kecamatan Bumi Ratu Nuban memiliki mata pencaharian utama yaitu beternak. Berdasarkan survei pendahulu ditemukan bahwa peternakan di Desa Bulusari umumnya merupakan peternakan rakyat yang masih  menggunakan sistem pemeliharaan tradisional, sehingga pengetahuan dan wawasan peternak tentang manajemen budidaya masih kurang sehingga produktivitas ternak kambing rendah. Selain itu, Desa Bulusari memiliki potensi pertanian, sehingga mampu menjamin ketersediaan pakan terutama berasal dari limbah pertanian. Potensi ini sangat mendukung untuk peningkatan populasi ternak. Tujuan pengabdian kepada masyarakat di Desa Bulusari yaitu meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama para peternak mengenai manajemen budidaya pada ternak kambing. Kegiatan ini diawali dengan identifikasi kebutuhan mitra. Selanjutnya, dilakukan kegiatan sosialisasi dengan materi manajemen kesehatan, reproduksi, pakan, dan biosekuriti. Selain itu, dilakukan juga pelatihan fermentasi pakan pada daun singkong. Evaluasi dibagi menjadi dua bagian yaitu evaluasi awal dan evaluasi akhir. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan dengan lancar serta para peserta antusiasi daan aktif selama kegiatan berjalan. Pengabdian kepada masyarakat ini meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Bulusari terutama peternak kambing mengenai manajemen budidaya ternak kambing. Peningkatan pemahaman ini untuk meningkatkan produktivitas ternak kambing, sehingga dapat memenuhi kebutuhan protein hewani dan meningkatkan ekonomi masyarakat di Desa Bulusari.
REVIEW: EVALUASI PEMANFAATAN KULIT PISANG PADA PAKAN UNGGAS TERHADAP PERFORMA: Review: Evaluation of the Use of Banana Peel in Poultry Feed on Performance Angriani, Ririn; Anggi Derma Tungga Dewi; Lusia Komala Widiastuti
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.3025

Abstract

Kulit pisang merupakan limbah melimpah yang belum dimanfaatkan secara optimal, meskipun masih mengandung nutrisi yang berpotensi digunakan sebagai bahan pakan unggas. Namun, kulit pisang tidak dapat diberikan secara langsung karena memiliki faktor penghambat kecernaan yang tinggi dan kadar protein yang rendah. Oleh sebab itu, diperlukan teknologi pengolahan, baik fisik, kimia, maupun biologis, untuk meningkatkan kualitasnya sebagai pakan. Penelitian ini bertujuan menilai potensi kulit pisang sebagai bahan pakan unggas dan memberikan referensi pemanfaatannya. Hasil review menunjukkan bahwa kulit pisang dapat digunakan sebagai bahan pakan, baik dalam bentuk tepung maupun tepung fermentasi, tetapi penggunaannya menjadi tidak optimal pada level tinggi. Peningkatan level penambahan tepung kulit pisang maupun tepung kulit pisang fermentasi cenderung menurunkan konsumsi ransum dan pertambahan bobot badan unggas. Konversi ransum terbaik pada ayam broiler dan ayam kampung ditemukan pada penambahan 5% tepung kulit pisang fermentasi, masing-masing sebesar 1,72 ± 0,15 dan 3,65. Pada ayam petelur, konversi ransum optimal dicapai pada level 15% tepung kulit pisang (1,98 ± 0,2). Bobot badan ayam broiler meningkat hingga 1729,84 g pada level 7,5% tepung kulit pisang fermentasi, sedangkan bobot badan itik mencapai 1076,09 g dengan penambahan 7% tepung kulit pisang. Pada ayam petelur, level 8% dapat menghasilkan produksi telur hingga 94,01 ± 1,42%. Secara keseluruhan, kulit pisang dapat digunakan dalam pakan unggas hingga level maksimal 15%. Meski demikian, diperlukan penelitian lanjutan untuk menentukan metode pengolahan terbaik, level penggunaan yang aman dan efisien, serta pengaruh jangka panjang terhadap performa unggas.   Kata kunci: fermentasi, performa, tepung kulit pisang, unggas
Demplot Penggunaan Dedak Fermentasi EM4 Untuk Efisiensi Pakan Pada Pemeliharaan Ayam KUB Septinova, Dian; Hartono, Madi; Angriani, Ririn; Maharani, Nadia; Pratama, Oza Bhakti; Ukhrowi, Ilzam
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/b8pbzw52

Abstract

Biaya pakan merupakan komponen terbesar dalam usaha peternakan ayam kampung unggul balitbangtan (KUB).  Tingginya harga pakan komersial dan fluktuasi harga menjadi kendala utama pada pemeliharaan ayam KUB skala kecil.  Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menerapkan teknologi dedak terfermentasi EM4 melalui demostrasi plot (demplot) di Desa jojog.  Metode yang digunakan berupa demplot partisipatif dengan membandingkan dua perlakuan pakan, yaitu pakan komersial penuh dengan pakan campuran yang megnadung 20% dedak fermentasi EM4.  Parameter yang diamati meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan (FCR), bobot akhir, serta analisis ekonomi berbasis pertambahan bobot badan ayam umur 4-7 minggu.  Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan dedak fermentasi EM4 menghasilkan performa pertumbuhan yang relatif sebanding dengan pakan komersial dengan nilai FCR sedikit lebih tinggi.  Namun demikian, penggunaan dedak fermentasi mampu menurunkan biaya pakan per ekor sebesar 11,4% dan meningkatkan margin ekonomi pertambahan bobot badan sebesar 37% dibadingkan pakan komersial penuh.  Kesimpulannya, penerapan dedak terfermentasi EM4 melalui demplot efektif meningkatkan efisiensi ekonomi pemeliharaan ayam KUB dan berpotensi mendukung kemandirinan pakan petenak berbasis sumber daya lokal.
PELATIHAN FORMULASI PAKAN DAN BIOSEKURITI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PETERNAK DALAM UPAYA MENGOPTIMALKAN PRODUKTIVITAS AYAM PETELUR DI DESA TEGALSARI Ririn Angriani; Purnama Edy Santosa; Etha Azizah Hasiib; ZalfaAlfiani; Heri Hermawan; Stefanus Ryan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 10 No. 1 (2026): Vol. 10 No. 1, Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v10i1.681

Abstract

Peningkatan keterampilan peternak menjadi aspek penting dalam mendukung produktivitas peternakan. Kelompok Tani Ternak Berkah Jaya merupakan mitra pengabdian kepada masyarakat unggulan di Desa Tegalsari dan memiliki mata pencaharian yaitu beternak ayam petelur. Permasalahan utama yang dihadapi peternak ayam petelur di Desa Tegalsari adalah fluktuasi harga dan keterbatasan ketersediaan pakan, serta rendahnya pengetahuan mengenai teknik formulasi pakan. Selain itu, biosekuriti juga masih belum diterapkan secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peternak dalam manajemen pakan dan biosekuriti pada ayam petelur. Peningkatan keterampilan peternak ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas ternak, sehingga terwujudnya kemandirian pangan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi tahapan persiapan, tahapan kegiatan yang berisi sosialisasi, diskusi, dan pelatihan, serta tahapan terakhir yaitu evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta pengabdian kepada masyarakat unggulan sebesar 65% untuk manajemen pakan dan 71% untuk manajemen biosekuriti. Selain itu, hen day production pada salah satu mitra pengabdian mencapai 90,34%. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat unggulan ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak terkait biosekuriti dan formulasi pakan. Kegiatan ini juga berhasil mendorong kemandirian peternak dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan hewani di tingkat lokal yang akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Effect of Incubation Period on the Physical Quality, pH, and Bulk Density of Fermented Rice Bran Dewi, Anggi Derma Tungga; Angriani, Ririn
Bantara Journal of Animal Science Vol. 8 No. 1 (2026): BJAS
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/bjas.v8i1.8118

Abstract

This study evaluated the effect of incubation period on the physical quality of fermented rice bran prepared with an EM4-based starter under anaerobic conditions. Rice bran was assigned to four incubation periods, namely 0 day (P0), 7 days (P1), 14 days (P2), and 21 days (P3). The observed variables were color, aroma, texture, clumping tendency, insect-related visual score, pH, and bulk density. Incubation period modified several physical attributes of the material. Color scores decreased after fermentation, indicating a shift from brown to more yellowish-brown material, whereas aroma scores improved as incubation lengthened. Texture remained relatively unchanged across treatments. In contrast, the clumping score declined with longer incubation, showing a greater tendency of the product to form aggregates. The insect-related visual score also decreased after fermentation. The pH value declined progressively from the non-incubated treatment to the 21-day treatment, indicating increasing acidification during fermentation. Bulk density increased numerically up to 14 days and then slightly decreased at 21 days, although values remained higher than the control. Overall, incubation period was an important determinant of fermented rice bran quality. Longer incubation enhanced aroma and acid development, but it also altered color and increased clumping, indicating that incubation time should be selected according to the desired balance between sensory improvement and physical handling characteristics.