Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Ecogreen

ANALISIS KELEMBAGAAN PENGELOLAAN AIR BAKU BERKELANJUTAN DENGAN METODE INTERPRETATIVE STRUCTURAL MODELLING (ISM) DI KABUPATEN KONAWE SULAWESI TENGGARA Ridwan Adi Surya; M. Yanuar J. Purwanto; Asep Sapei; Widiatmaka Widiatmaka
Jurnal Ecogreen Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.773 KB)

Abstract

ABSTRAKPenurunan ketersediaan air dan peningkatan kebutuhan air telah terjadi di Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara. Hal ini disebabkan karena perubahan penggunaan lahan akibat eksploitasi lahan secara terus menerus sehingga terjadi penurunan kapasitas infiltrasi dan peningkatan aliran permukaan. Berdasarkan permasalahan diatas maka diperlukan strategi pengelolaan dan pengembangan peran kelembagaan sehingga pengelolaan air baku untuk penyediaan air bersih di Kabupaten Konawe dapat berlangsung secara berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: (1) menganalisis peran kelembagaan ditinjau dari aspek kendala yang dihadapi, kebutuhan program pemerintah terkait, dan lembaga yang berperan dalam pengelolaan air baku untuk penyediaan air bersih berkelanjutan di Kabupaten Konawe; dan (2) mengembangkan model kelembagaan pengelolaan air baku untuk penyediaan air bersih di Kab. Konawe dengan metode Interpretative Structural Modeling (ISM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk implementasi model, terdapat tiga elemen sistem yang perlu diperhatikan. Tiga elemen sistem dengan masing-masing sub elemen kuncinya yaitu: (1) kendala (menurunnya fungsi resapan air akibat berkurangnya vegetasi pada daerah tangkapan air, dan kurangnya koordinasi dan keterpaduan pengelolaan sumber daya air antar stakeholder terkait); (2) kebutuhan (peningkatan pengetahuan dan ketrampilan aparat SKPD terkait, dan peningkatan kesadaran stake holder terkait); dan (3) lembaga (BP DAS Sampara, Forum DAS Sultra dan Dinas Kehutanan Kab. Konawe). Kata kunci: model, kelembagaan, air baku, air bersih, ISM   ABSTRACTDecreased water availability and increased water demand has occurred in Southeast Sulawesi Konawe. This is caused by changes in land use due to continuous exploitation of land resulting in a decrease in infiltration capacity and increased surface runoff. Based on the above issues will require the development of management strategies and the role of institutions, so that the management of raw water for water supply in Konawe District can take place in a sustainable manner. This study was conducted with the aim of: (1) analyze the role of institutional on the aspects of constraint, the needs related government programs, and agencies that play a role in the management of raw water for water supply sustainable in Konawe district, and (2) develop a model of water management institutions of water supply in the Konawe District with Interpretative Structural Modeling method (ISM). The results showed that for the implementation of the model, there are three elements of the system that need to be considered. Three elements of the system with each of the key sub elements, namely: (1) constraint (decreasing function of water absorption due to reduced vegetation in the catchment area, and the lack of coordination and integration of water resources management among related stakeholders), (2) needs (increased knowledge on education and skills related apparatus, and an increased awareness of all related stakeholders), and (3) agency (BP DAS Sampara, Forum DAS Sultra and Dinas Kehutanan Konawe District) . Keywords : models, institutional, raw water, clean water, ISM
INDIKATOR KUALITAS AIR SUNGAI DENGAN MENGGUNAKAN MAKROINVERTEBRATA DI SUNGAI WANGGU Kahirun Kahirun; La Ode Siwi; Ridwan Adi Surya; La Ode Muhammad Erif; Asramid Yasin; Ifrianty Ifrianty
Jurnal Ecogreen Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.467 KB)

Abstract

ABSTRAKMakroinvertebrata berperan penting dalam suatu perairandan telah lama digunakan sebagai bioindikator kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tingkat pencemaran air Sungai Wanggu dengan menggunakan makroinvertebrata. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Agustus sampai September 2017. Sedangkan parameter yang diamati yaitu fisik, kimia dan biologi. Parameter fisik meliputi (suhu, TSS, kekeruhan dan kecepatan arus). Parameter kimia meliputi (pH, COD, BOD dan DO). Sedangkan parameter biologi yaitu (makroinvertebrata). Hasil pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa untuk parameter fisik–kimia perairan, yaitu suhu 340C, 310C dan 350C, TSS 9,26 mg l-1, 13,49 mg l-1 dan 11,53 mg l-1. Kekeruhan 2,15 NTU, 1,86 NTU dan1,95 NTU. Kecepatan arus 35,06 ms-1, 4,77 ms-1 dan 40,48 ms-1. PH 7,16, 7,45 dan 7,78. COD 2,15 mg l-1, 6,38 mg l-1 dan 4,72 mg l-1. BOD 1,09 mg l-1, 1,39 mg l-1 dan 1,18 mg l-1. DO 7,42 mg l-1, 6,95 mg l-1 dan 7,26 mg l-1. Parameter biologi yaitu makroinvertebrata menghasilkan nilai FBI yaitu pada stasiun-I 4,42 dengan kriteria baik, stasiun-II 4,82 kriteria baik dan pada stasiun-III dengan nilai 7,32 dengan kriteria buruk sekali. Dengan demikian kualitas perairan agak tercemar dan tercemar sangat berat.     Kata kunci : Makroinvertebrata,Sungai Wanggu, Kualitas Air.