Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Edukasi Breast Care Untuk Kelancaran Produksi ASI pada Ibu Post Partum di PMB Deby Cyntia Sri Rezeki; Suhartini Suhartini; Dian Zuiatna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1 (2026): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v7i1.6830

Abstract

Keadaan payudara yang bengkak menyebabkan payudara menjadi lebih mudah teriritasi dan luka. Ibu tidak akan mengalami kesulitan dalam memberikan ASI bila sejak awal telah mengetahui bagaimana perawatan payudara (breast care) yang tepat dan benar. Ibu yang tidak melakukan perawatan akan menimbulkan beberapa permasalahan seperti puting susu tenggelam sehingga bayi sulit menghisap, ASI tidak keluar dan berkurangnya produksi ASI. Faktor yang mempengaruhi kelancaran produksi ASI diantaranya adalah perawatan payudara. Perawatan payudara merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar dan teratur untuk memelihara kesehatan payudara. Perawatan payudara sangat penting bagi para ibu karena merupakan tindakan perawatan yang dilakukan oleh pasien maupun dibantu oleh orang lain biasanya dilakukan mulai dari hari pertama atau kedua setelah melahirkan. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan keterampilan ibu nifas dalam merawat payudara kemudian melekukan evaluasi pengetahuan dan keterampilan sebelum dan setelah penyuluhan. Metode penelitian ini menempatkan ibu nifas bukan sebagai objek yang hanya menerima informasi, melainkan sebagai subjek aktif yang turut terlibat dalam seluruh proses edukasi breast care mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai evaluasi kegiatan. Tahapan berupa pre-test, dilanjutkan dengan presentasi materi penyuluhan dengan metode ceramah dan praktik perawatan payudara pada alat peraga, dilanjutkan sesi tanya jawab dan diskusi kemudian diakhiri dengan post-test peserta. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan tingkat pengetahuan dan keterampilan ibu nifas tentang perawatan payudara setelah dilakukan penyuluhan.
PERAN ORANG TUA DALAM MENCEGAH BULLYING PADA REMAJA MELALUI EDUKASI PARTISIPATIF DI DESA BANGUN REJOGUN REJO Sri Rezeki; Erin Padilla Siregar; Amelia Erawaty Siregar; Emma Dosriamaya Noni Br Simanjuntak; Lisdayanti Simanjuntak
Health Community Service Vol. 3 No. 2 (2025): Nopember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/hcs.v3i2.7634

Abstract

Salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya perilaku bullying adalah pola asuh dan keterlibatan orang tua dalam kehidupan sehari-hari remaja, karena remaja yang kurang mendapatkan pengawasan, komunikasi, dan nilai-nilai moral dari orang tua cenderung berpotensi terlibat dalam tindakan agresif termasuk bullying (Cut Balqys, Karina Megasari Winahyu, 2025). Keterikatan emosional yang kuat antara orang tua dan anak dapat menjadi faktor protektif yang mengurangi risiko bullying pada remaja, karena dukungan orang tua mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan keterampilan sosial yang lebih baik pada remaja (Raphaële Miljkovitch, Delphine de Terrasson, Sarah Awad, Aino E. Sirparanta, n.d.). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan peran orang tua dalam mencegah bullying pada remaja melalui edukasi partisipatif Di Desa Bangun Rejo. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Bangun Rejo. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini meningkatkan kesadaran dan kesiapan orang tua dalam mengenali serta menangani kasus bullying. Orang tua juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam berdiskusi dan berbagi pengalaman, yang menunjukkan pentingnya pendekatan partisipatif dalam edukasi publik. Kegiatan ini mengangkat pentingnya sinergi antara orangtua dan anak khususnya remaja dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak. Selain itu, pendekatan reflektif dan berbasis kasus nyata terbukti efektif dalam membangun kesadaran kritis orang tua.
Determinan Faktor Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Klinik Bersalin Suriani Kecamatan Medan Johor Kelurahan Kwala Bekala Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025 Damayanty Sitorus; Marta Armita Silaban; Ade Rachmat Yudiyanto; Erin Padilla Siregar; Sri Rezeki; Hazizah Sabilah Siagian
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i2.1401

Abstract

Anemia ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) darah di bawah normal. Fungsi jaringan dapat terganggu akibat kekurangan oksigen. Misalnya, gejala seperti kesulitan berkonsentrasi dan kurangnya kebugaran untuk melakukan aktivitas dapat disebabkan oleh kekurangan oksigen di otak dan otot. Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Proses penemuan pengetahuan kuantitatif mencakup survei retrospektif yang menggunakan data numerik untuk menilai informasi tentang apa yang dicari. Sampel pada penelitian ini adalah 54 orang ibu hamil yang terkena anemia dengan keriteria inklusi dan eksklusi. Dari hasi uji chi Square terhadap usia ibu nilai p value 0,016 (p < α=0,05), Dari hasi uji chi Square terhadap paritas ibu nilai p value 0,032 (p < α=0,05), Dari hasi uji chi Square terhadap Paritas nilai p value 0,017 (p < α=0,05), Dari hasi uji chi Square terhadap Paritas nilai p value 0,003 (p < α=0,05). Kesimpulan ddiapatkan bahwa kejadian anemia pada ibu hamil dipengaruhi oleh beberapa faktor determinan utama yaitu terdapat pada ibu yang mengalami KEK
The Effectiveness of the “Father-Supportive Breastfeeding” Program on Readiness of Breastfeeding Mothers Sri Rezeki; Erin Padilla Siregar; Amelia Erawaty Siregar; Emma Dosriamaya Noni Br Simanjuntak; Nopalina Suyanti Damanik; Parningotan Simanjuntak; Lidya Natalia Br Sinuhaji
Open Access Health Scientific Journal Vol. 7 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Griya Eka Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55700/oahsj.v7i1.173

Abstract

Background: Exclusive breastfeeding (ASI) during six month First life still become standard gold in nutrition baby who is not replaced by products whatever. Globally, the latest data show There is increase, number exclusive breastfeeding still 48%, which means more from half babies in the world do not get right optimal nutrition. Failure in exclusive breastfeeding play a role to height number death baby consequence infection channel respiratory and diarrheal diseases in low- income countries low and middle.Methods: Type of research This is observational with cross-sectional design. sample with use total sampling technique. Sample data obtained through questionnaire. Research carried out in Bangun Rejo Village with with sample is all fathers who have baby age 6–12 months with total number of 40 people. Sampling technique sample using total sampling. Instrument study in the form of questionnaire closed which has been tested validity and reliability. Data were analyzed using the Chi-square test with level significance 0.05Results: Based on table on can seen the majority of 16 respondents (40%) were less Ready breast-feed with good breastfeeding fathers and minorities readiness breast-feed as many as 7 respondents (17.5%) with beastfeeding father is good. Statistical test results with using the chi square test, obtained result 0.014 < α = 0.05, can concluded There is effectiveness of the “Father-Supportive Breastfeeding” Program on readiness Mother breastfeeding. Important factors that influence success breastfeeding is one of them is readiness a mother. Readiness Mother for the breastfeeding process, attitudes and behavior Mother is part from maturity Mother in decide as well as prepare before provide exclusive breastfeeding.Conclusion: Father-Supportive Breastfeeding Program effective in increase success of exclusive breastfeeding in mothers breastfeeding, so that father involvement through support emotional, informational, and instrumental evidence contribute to increasing success Mother in maintain exclusive breastfeeding until baby aged six month. Father's support plays a role important in increase breastfeeding self-efficacy mother, reduce stress during the postpartum period, as well as create environment conducive family for practice breastfeeding. A program that is special targeting capable fathers strengthen the role of the father as an integral part of system support breastfeeding, not only as companion passive, so that impact evident in behavior breast-feed Mother.
The Effect of Health Education Through Video on Reproductive Health Knowledge Among Female Adolescents at MTS Al Ulum, Medan Area District Suhartini; Juita Sari; Sri Rezeki; Zuniah Rahma Batubara
Benih : Journal of Midwifery Vol. 4 No. 02 (2025): Benih : Journal of Midwifery
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/benih.v4i02.495

Abstract

Adolescents are a vulnerable age group to reproductive health issues due to a lack of knowledge and limited access to information. The aim of this study was to determine the effect of health education through video on reproductive health knowledge among female students at MTS Al Ulum, Medan Area Subdistrict, in 2025. This research is a quantitative study using a one-group pretest-posttest experimental design. The population consisted of 144 female students, with a sample of 60 students from grades VII and VIII selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected using a knowledge questionnaire administered before and after the health education intervention via video. Data analysis was conducted using the Wilcoxon test because the data were not normally distributed. The results showed an increase in knowledge after the health education video was provided. The average pretest score was 6.37, which increased to 7.60 in the posttest. The Wilcoxon test showed a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant effect of health education through video on improving reproductive health knowledge among female students. The conclusion of this study is that video-based health education is effective in increasing adolescent girls’ knowledge about reproductive health. It is recommended that health workers, especially in community health centers, provide more education to students, particularly on how to maintain reproductive health using educational video media.
Penerapan Edukasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Sebagai Fondasi Tumbuh Kembang Anak Yang Optimal di SD Negeri 060933 Nopalina Suyanti Damanik; Parningotan Simanjuntak; Yesica Giovany Sianipar; Marlina Simbolon; Sri Rezeki; Magdalena Barus; Deby Cyntia Yun
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/6e33cz59

Abstract

Lingkungan sekolah yang didukung sanitasi memadai, ketersediaan air bersih, kebiasaan cuci tangan pakai sabun, serta pengelolaan sampah yang baik berperan dalam menurunkan kejadian penyakit menular pada siswa. Sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku sehat melalui edukasi promotif dan preventif yang terstruktur, interaktif, dan aplikatif. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberikan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai fondasi tumbuh kembang optimal di SD Negeri 060933 Lingkungan XI Kelurahan Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor Tahun 2025. Metode meliputi identifikasi kondisi PHBS, penyusunan materi, serta pelaksanaan penyuluhan dan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan siswa tentang PHBS, termasuk cuci tangan yang benar, kebersihan lingkungan, dan jajanan sehat, disertai perubahan sikap dan perilaku seperti membiasakan cuci tangan sebelum makan, membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan diri, membawa bekal sehat, serta menjaga kebersihan kelas
Optimalisasi Pengetahuan Remaja tentang Personal Hygiene pada Masa Pubertas sebagai Upaya Mewujudkan Generasi Sehat dan Berkualitas di Kampung KB Pangkalan Masyhur Kec. Medan Johor Kota Medan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 Sri Rezeki; Imran Saputra Surbakti; Eko Murdianto; Yudha Anggriani Putri Nasution; Nurjannah Nurjannah; Indra Septiady Manurung
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/qqz5qh76

Abstract

Masa pubertas merupakan periode penting dalam kehidupan remaja yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Kurangnya pengetahuan mengenai personal hygiene pada masa pubertas dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan, seperti infeksi saluran reproduksi, penyakit kulit, dan menurunnya kepercayaan diri. Berdasarkan hasil observasi awal di Kampung KB Pangkalan Masyhur Kecamatan Medan Johor, masih ditemukan remaja yang memiliki pengetahuan dan praktik personal hygiene yang kurang optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai personal hygiene pada masa pubertas melalui penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, dan demonstrasi praktik kebersihan diri yang benar. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan edukasi, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri selama masa pubertas serta meningkatnya motivasi peserta untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya promotif dan preventif dalam menciptakan generasi muda yang sehat, mandiri, dan berkualitas serta dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan Kampung KB.