Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PEREMPUAN DAN PENDIDIKAN: MINAT PEREMPUAN ACEH KULIAH DI PERGURUAN TINGGI Andani, Meri
EDUCANDUM Vol 9 No 1 (2023): Educandum Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/educandum.v9i1.1048

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang minat perempuan Aceh kuliah di pendidikan perguruan tinggi. Selama ini perempuan dipandang rendah dalam hal intelektual dibanding laki-laki. Tetapi dewasa ini adanya peningkatan dan keunggulan perempuan di perguruan tinggi menunjukkan hal sebaliknya, bahwa perempuan secara intelektual lebih unggul dibanding laki-laki. Penelitian ini fokus kepada mahasiswi di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hamzah Fansuri yang memiliki jumlah mahasiswi lebih banyak dibanding mahasiswa. Selain jumlah, mahasiswi di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hamzah Fansuri secara kualitas intelektual juga lebih unggul dibanding mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan adalah pendekatan kualitatif naratif. Penulis melakukan observasi dan wawancara terhadap 5 mahasiswi STIT HAFAS dari berbagai kelas dan semester. Adapun rinciannya 2 orang dari semester III dan 3 orang dari semester V, alasan peneliti memilih semester III dan V yang kuliah di jurusan PAI, karena terhitung partisipan sudah lebih dari setahun kuliah kemudian data yang didapat dianalisis dengan pendekatan feminis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingginya minat perempuan Aceh untuk berkuliah di perguruan tinggi disebabkan oleh tiga faktor, pertama untuk mendapatkan kesempatan kerja yang lebih mapan, kedua, melanjutkan pendidikan ketiga upaya untuk meninggikan derajat perempuan terdidik di tengah masyarakat. Hal ini yang mendorong perempuan lebih giat belajar di perguruan tinggi dibanding laki-laki.
POLITIK HUKUM PEMBERLAKUAN SYARI’AT ISLAM DI ACEH Andani, Meri
Ar-Risalah Media Keislaman Pendidikan dan Hukum Islam Vol 20 No 2 (2022): (Oktober 2022)
Publisher : LPPM IAI IBRAHIMY GENTENG BANYUWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69552/ar-risalah.v20i2.1554

Abstract

Aceh is one of the provinces that enjoys special treatment in a number of areas, including the formation of local political parties and the implementation of Islamic Sharia. In Aceh, the execution of Islamic law is inextricably linked to legal politics, both in terms of formulation and design as well as enforcement and implementation. The current legal politics in Aceh, and even back then, cannot be divorced from the history of progress over time, beginning with the old order era and ending with the Reformation. The execution of Islamic law in Aceh did not exist at the time of Indonesian independence until the reformation phase championed by Duad Berueh began to emerge. Starting from the old order, the road of legal politics in the implementation of Islamic law in Aceh has been protracted. During the new order, the reformation period, and finally the Mou Helsinki accord. As a result, the voyage of legal politics in the implementation of Islamic law in Aceh will be described in this paper.
PENDIDIKAN SEKS DI PAUD KOTA SUBULUSSALAM Andani, Meri
EDUCANDUM Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/educandum.v10i1.1385

Abstract

Pendidikan seks menjadi hal yang mendesak diajarkan untuk anak usia dini karena semakin maraknya kekerasan seksual terjadi terhadap anak. Salah satunya kekerasan seksual terhadap anak yang pernah terjadi di kota Subulussalam, Aceh. Penelitian ini bertujuan melihat apakah pendidikan seks dilaksanakan di lembaga Pendidikan Anak Usiah Dini (PAUD) di Subulussalam, materi apa saja yang diajarkan terkait pendidikan seks. Metode penelitian ini menggunakan pendeketan kualitatif deskriptif. Penelitian ini melibatkan lima lembaga pendidikan anak usia dini, tiga PAUD dan dua TK. Wawancara dilakukan terhadap lima guru yang mengajar di PAUD dan satu kepala sekolah PAUD. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendidikan seks di dua lembaga tidak diadakan, hal ini karena pendidikan seks dianggap tabu atau disalahpahami. Namun tiga lembaga telah melaksanakan pendidikan seks dengan berbagai metode dan model, sedangkan materi yang diajarkan adalah mengenali anggota tubuh, membedakan jenis kelamin laki-laki dan perempuan, menutup aurat, mengidentifikasi tindakan yang mengarah pada kekerasan seksual, dan melindungi diri dari kekerasan seksual.
Dampak Judi Online terhadap Kesehatan Mental Siswa di MA Laboratorium FTK UIN STS Jambi Munandar, Aris; Arvenita, Adella Yulinda; Prasetyo, Diky; Saputra, Dimas Yudi; Ulfa, Marya; Andani, Meri; Sandrinabila, Mutiara; Novita, Pinkan Dwi; Sakdiah, Sakdiah; Salmiyah, Salmiyah; Subhi, Subhi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i1.5051

Abstract

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, semakin mudah bagi manusia untuk mendapatkan informasi dalam kehidupan sehari-hari. Upaya konkret untuk mendorong kemajuan ini termasuk mengubah dan memanfaatkan teknologi dalam proses pendidikan untuk memenuhi tuntutan zaman. Kecanduan judi online dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental yang serius. Generasi muda yang terlibat dalam judi online sering kali mengalami depresi, kecemasan, dan stres yang berlebihan. Gangguan ini bisa berujung pada masalah psikologis yang lebih berat seperti gangguan bipolar, skizofrenia, dan bahkan pikiran untuk bunuh diri. Judi online adalah judi yang menggunakan jaringan internet dalam proses permainannya, di dalam kehidupan masyarakat khususnya siswa judi online tidak asing lagi bagi kehidupan para pelajar karena proses permainan judi online sangat dekat pada kehidupan pelajar sangat mudah dijumpai bahkan sebagian pelajar sudah menjadikan judi online sebagai liburan atau permainan yang menjanjikan kemenangan. Pada kegiatan sosialisasi ini, metode yang digunakan yaitu ceramah, diskusi dan tanya jawab dan dihadiri oleh 52 siswa. Pendekatan yang dilakukan adalah memberikan pemahaman dan penjelasan materi untuk mengajak siswa dalam kegiatan sosialisasi berdiskusi mengenai dampak judi online terhadap Kesehatan mental siswa. Hasil dari sosialisasi yang dilakukan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) menunjukkan bahwa kegiatan tersebut telah terlaksana dengan baik. Hal ini dibuktikan melalui keterlibatan aktif peserta dalam mengikuti sosialisasi, termasuk partisipasi mereka dalam diskusi dan sesi tanya jawab setelah penyampaian materi oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Menjadi Mahasiswa Percaya Diri Dan Sukses Melalui Pelatihan Public Speaking Di UIN STS Jambi Summiyani, Summiyani; Soleha, Siti; Mutmainnah, Nur; Apriansyah, Redi; Alparezi, Doni; Andani, Meri; Salmiyah, Salmiyah; Ilham, M. Ilham; Purnama, El fikri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 3 (2025): Edisi Juli - September
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i3.6466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan public speaking mahasiswa melalui pelatihan yang difokuskan pada pengembangan kepercayaan diri, teknik penyampaian pesan, dan pengelolaan kecemasan saat berbicara di depan umum. Metode yang digunakan meliputi pelatihan langsung dengan pendekatan praktis, evaluasi sebelum dan sesudah pelatihan, serta observasi terhadap perubahan sikap dan keterampilan peserta. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan secara signifikan meningkatkan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri mahasiswa, serta membantu mereka mengatasi rasa gugup dan meningkatkan efektivitas penyampaian ide. Peningkatan ini mendukung keberhasilan akademik dan kesiapan mereka menghadapi dunia profesional. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan keterampilan public speaking sebagai bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa. Komentar tentang pentingnya hasil pengabdian ini adalah bahwa peningkatan kemampuan komunikasi mahasiswa dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan keberhasilan mereka di masa depan, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan institusi pendidikan.
Potensi Ekonomi Wisata di Kawasan Perbatasan Desa Sahan Kabupaten Bengkayang Andani, Meri; Fahruan, Yulyanti; Krint, Kiwa Fliirando; Sampore, Gabriel; Yasmiati, Fransiska Eka; Fernando, Muhammad Iqbal Attalarik
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 5 No. 2 (2025): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v5i2.5853

Abstract

Sahan Village, which is located in the Indonesian border region, has a variety of potential natural resources and economic opportunities that have not been fully exploited. As a village that borders directly with a neighboring country, Sahan Village has the opportunity to market its abundant natural resources such as tourism, agriculture and a variety of local culinary delights. In this case, of course, adequate quality human resources are needed in order to develop the economic potential in Sahan Village. This type of research that uses a participatory approach or Participatory Action Research is a research model that seeks something to connect the research process to the process of social change in improving the community's economy. Economic development is defined as an effort to increase local economic income on the pretext that to become an independent and sustainable region, the region must be able to utilize its resources to the maximum extent possible so as to create added value and a long production chain. The aim of developing tourism economic potential in border areas is increasing local economic income and developing sustainable tourism. Sahan Village, Bengkayang Regency can become one of the villages that can be developed as a tourist village destination that is environmentally friendly, insightful, and can have a positive impact on the community, government and tourists. Community-based ecotourism can create new jobs for the community and improve community welfare as well as provide a positive impact on local communities, environmental and socio-cultural preservation so that it can foster a sense of self-confidence among local residents that develops through ecotourism activities.
Implementasi Pendidikan Pancasila dalam Pendidikan Toleransi di Era Digital Andani, Meri
Arini: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru Vol. 1 No. 1 (2024): ARINI: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/arini.v1i1.85

Abstract

Artikel ini mengkaji Implementasi Pendidikan Pancasila dalam Pendidikan Toleransi di Era Digital. Maraknya intoleransi menjadi tantangan untuk menerapkan pendidikan pancasila dalam pendidikan toleransi. Di tengah gempuran era digital siswa dengan mudah mengakses segala sumber pengetahuan termasuk  yang mengarahkan pada tindak intoleran dan kebencian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian pustaka. Hasil penelitian ini menunjukan perlu adanya usaha guru pancasila dan guru agama untuk menanamkan nilai toleransi, selain itu perlu juga mengawasi ekstrakurikuler Rohis agar siswa tidak terpapar paham intoleran. Di era digital yang tak kalah penting adalah memberikan rekomendasi terhadap situs, kanal, dan akun yang menyampaikan pesan-pesan toleransi. 
Penyuluhan PHBS tentang kesehatan gigi dan mulut pada anak usia dini Ramadhan, Defri Wan; Prayoga, Andes; Avifah, Avifah; Agnesta, Desvia Ratin; Astuti, Evi; Erwan, Fragesta; Andani, Meri; Amartya, Salsa Ananstasya; Setiawan, Shandi; Kusumaningsih, Dewi
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 12 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i12.2391

Abstract

Background: Oral and dental health is an essential part of Clean and Healthy Living Behaviors (CHLB) that must be instilled from an early age. Kindergarten-aged children are vulnerable to dental and oral problems due to a lack of understanding and improper brushing habits, therefore, appropriate and engaging health education efforts are necessary. Purpose: To increase children's understanding of CHLB and oral health and to introduce them to proper toothbrushing techniques. Method: This health education activity was held on November 25, 2025, at Smart Kids Kindergarten, Gedong Air, Bandar Lampung. Thirty-two participants participated. The educational activity used a face-to-face communicative and educational approach for kindergarten-aged children, tailored to their developmental characteristics. The material was delivered interactively using leaflets and flipcharts containing colorful pictures, simple text, and engaging illustrations for easy comprehension by children. Furthermore, education included demonstrations and simulations on proper toothbrushing techniques, including brushing times, tools to be used, and systematic brushing steps. Leaflets were distributed to participants as supporting media so that the information provided could be remembered and applied in daily life. Results: The use of leaflets as the primary medium for delivering toothbrushing lessons positively impacted children's understanding of proper toothbrushing techniques, including how to hold the toothbrush, the direction of brushing movements, and the order in which they brush the front, sides, and back of their teeth. This demonstrated that children enthusiastically participated in the activity and understood the importance of maintaining oral hygiene. Conclusion: Oral health education using leaflets and leaflets was effective in improving understanding and basic toothbrushing skills in early childhood. Direct, hands-on oral health education tailored to the developmental characteristics of early childhood has the potential to be an effective promotional strategy for preventing oral health problems and instilling sustainable healthy lifestyle habits. Suggestion: Schools are expected to make oral health education a routine program integrated into kindergarten learning activities, so that clean and healthy living habits can be instilled sustainably from an early age. Teachers and other educational staff are advised to continue providing reinforcement through proper tooth brushing habits and monitoring children's eating habits in the school environment. Keywords: CHLB; Early childhood; Health education; Oral health; Toothbrushing Pendahuluan: Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang perlu ditanamkan sejak usia dini. Anak usia taman kanak-kanak rentan mengalami masalah gigi dan mulut akibat kurangnya pemahaman dan kebiasaan menyikat gigi yang tidak benar, sehingga diperlukan upaya edukasi kesehatan yang tepat dan menarik. Tujuan: Untuk meningkatkan pemahaman anak tentang PHBS kesehatan gigi dan mulut serta memperkenalkan gerakan menyikat gigi yang baik dan benar. Metode: Kegiatan pendidikan kesehatan ini dilaksanakan pada tanggal 25 November 2025 di TK Smart Kids Gedong Air, Bandar Lampung. Melibatkan 32 peserta yang mengikuti kegiatan. Kegiatan edukasi menggunakan pendekatan komunikatif dan edukatif secara langsung (face to face) kepada anak usia taman kanak-kanak dengan yang disesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif menggunakan media leaflet dan lembar balik yang berisi gambar berwarna, tulisan sederhana, serta ilustrasi menarik agar mudah dipahami oleh anak-anak. Selanjutnya, diberikan edukasi berupa demonstrasi dan simulasi mengenai gerakan menyikat gigi yang baik dan benar, meliputi waktu menyikat gigi, alat yang digunakan, serta langkah-langkah menyikat gigi secara sistematis. Leaflet dibagikan kepada peserta sebagai media pendukung agar informasi yang diberikan dapat diingat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil: Menunjukkan bahwa penggunaan lembar balik sebagai media utama dalam penyampaian materi gerakan sikat gigi memberikan dampak positif terhadap pemahaman langkah-langkah menyikat gigi yang benar, mulai dari cara memegang sikat gigi, arah gerakan menyikat, hingga urutan menyikat gigi bagian depan, samping, dan belakang, sehingga kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak mengikuti kegiatan dengan antusias dan mampu memahami pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut. Simpulan: Pendidikan kesehatan gigi dan mulut dengan menggunakan leaflet dan lembar balik efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan dasar menyikat gigi pada anak usia dini. Pendidikan kesehatan gigi dan mulut yang dilaksanakan secara langsung dan disesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak usia dini berpotensi menjadi strategi promotif yang efektif dalam mencegah masalah kesehatan gigi dan mulut serta menanamkan kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutan. Saran: Diharapkan pihak sekolah dapat menjadikan kegiatan pendidikan kesehatan gigi dan mulut sebagai program rutin yang terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran di TK, sehingga perilaku hidup bersih dan sehat dapat ditanamkan secara berkelanjutan sejak usia dini. Guru dan tenaga pendidik disarankan untuk terus memberikan penguatan melalui pembiasaan menyikat gigi yang benar serta pengawasan terhadap kebiasaan makan anak di lingkungan sekolah
Edukasi pencegahan kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil Rilyani, Rilyani; Prayoga, Andes; Avifah, Avifah; Ramadhan, Defri Wan; Agnesta, Desvia Ratin; Astuti, Evi; Erwan, Fragesta; Andani, Meri; Amartya, Salsa Ananstasya; Setiawan, Shandi; Usman, Irindy Inayah; Dari, Ulan; Nasta, Beatrick Rosali; Aulia, Devita; Utami, Julia Tri; Sari, Putri Melinda
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 12 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i12.2586

Abstract

Background: Pregnant women need adequate nutrition to stay healthy. This is achieved by increasing and varying the food they consume, but avoiding excessive portion sizes or restricting their diet, as this can harm the fetus. Chronic Energy Deficiency (CED) is a condition in which a pregnant woman experiences a prolonged (yearly or chronic) lack of food, resulting in health problems such as an inability to meet increased nutritional needs during pregnancy. Pregnant women with CED have a higher risk of giving birth with low birth weight (LBW) compared to pregnant women without CED. Purpose: To provide education to increase pregnant women's knowledge about how to prevent and manage CED. Method: This activity was conducted on November 29, 2024, at 9:30 a.m. Western Indonesian Time (WIB) at the Simpur Community Health Center (Puskesmas) in Bandar Lampung. A total of 24 pregnant women and mothers with toddlers attended the activity to serve as respondents. The goal of this activity was health education to increase pregnant women's knowledge regarding the prevention of chronic energy deficiency during pregnancy. Respondent knowledge was measured using a questionnaire administered before the educational activity (pre-test) and after the educational activity (post-test). Evaluation was conducted by asking respondents questions about the explanation and observing changes in their knowledge levels based on the questionnaire results between before and after the educational activity. Results: Data obtained showed that the level of knowledge of respondents before the educational activity was 4 (16.7%) in the good category, 12 (50.0%) in the adequate category, and 8 (33.3%) in the poor category. Meanwhile, the level of knowledge after the educational activity was 16 (66.7%) in the good category, 8 (33.3%) in the adequate category, and no respondents had poor knowledge. Conclusion: This educational activity successfully increased the knowledge and awareness of pregnant women regarding the importance of preventing and managing chronic energy deficiency (CED). Increased knowledge among pregnant women will minimize the risk of CED, thereby improving the health and nutritional quality of pregnant women, which will contribute to achieving the national goal of reducing stunting and maternal mortality. Suggestion: Community Health Centers (Puskesmas) are expected to improve and optimize the implementation of education on the prevention of chronic energy deficiency (CED) for pregnant women in a structured, sustainable, and individual-based manner. Program support that involves the family as a support system for pregnant women is needed to improve adherence to nutritional recommendations. Keywords: Chronic energy deficiency; Health education; Pregnant women; Prevention Pendahuluan: Ibu hamil memerlukan nutrisi agar tetap sehat. Ini dilakukan dengan menggunakan perbanyak dan variasikan makanan yang dikonsumsinya, namun jangan menambah ukuran porsinya dan juga membatasi pola makan karena dapat membahayakan janin dalam kandungan. Defisiensi Energi Kronis adalah suatu keadaan dimana seorang ibu hamil mengalami kekurangan makanan dalam jangka waktu yang lama (menahun atau menahun), sehingga menimbulkan gangguan kesehatan seperti tidak mampu memenuhi peningkatan kebutuhan gizi selama kehamilan. Ibu hamil yang menderita KEK memiliki risiko lebih tinggi untuk melahirkan dengan berat badan lebih rendah (BBLR) dibandingkan ibu hamil tanpa KEK. Tujuan: Memberikan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai cara pencegahan dan penanganan KEK. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 29 November 2024 pada pukul 09.30 WIB di Wilayah Kerja Puskesmas Simpur Bandar Lampung. Sebanyak 24 ibu hamil dan ibu yang memiliki balita menghadiri kegiatan untuk menjadi responden. Sasaran dalam kegiatan ini adalah pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai pencegahan kejadian kekurangan energi kronik selama menjalani kehamilan. Pengukuran pengetahuan responden menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum kegiatan edukasi (pre-test) dan setelah kegiatan edukasi (post-test). Evaluasi dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kembali mengenai isi penjelasan kepada responden dan melihat perubahan tingkat pengetahuan berdasarkan hasil kuesioner antara sebelum kegiatan edukasi dan setelah kegiatan edukasi. Hasil: Mendapatkan data bahwa tingkat pengetahuan responden sebelum kegiatan edukasi adalah sebanyak 4 (16.7%) dalam kategori baik, sebanyak 12 (50.0%) dalam kategori cukup, dan sebanyak 8 (33.3%) dalam kategori kurang. Sedangkan tingkat pengetahuan setelah kegiatan edukasi menjadi sebanyak 16 (66.7%) dalam kategori baik, sebanyak 8 (33.3%) dalam kategori cukup, dan tidak ada responden yang memiliki pengetahuan kategori kurang. Simpulan: Kegiatan edukasi ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil tentang pentingnya pencegahan dan penanganan gangguan kurang energi kronik (KEK). Peningkatan pengetahuan ibu hamil akan meminimalkan risiko KEK sehingga peningkatan derajat kesehatan dan kualitas gizi ibu hamil akan berkontribusi dalam pencapaian tujuan nasional yaitu menurunkan angka stunting dan angka kematian ibu. Saran: Diharapkan agar Puskesmas dapat meningkatkan dan mengoptimalkan pelaksanaan edukasi pencegahan kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil secara terstruktur, berkesinambungan, dan berbasis kebutuhan individu. Diperlukan dukungan program yang melibatkan keluarga sebagai sistem pendukung ibu hamil guna meningkatkan kepatuhan terhadap anjuran gizi.