Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

OPTIMALISASI TATA KELOLA PRODUKSI DAN MANAJEMEN LIMBAH PADA UMKM DM SEAFOOD UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN KEBERLANJUTAN USAHA Suyitno Suyitno; Yuie Wahyuningsih; Teguh Hadi Wibowo; Ardista Dwi Elsania; Silvi Aulia Putri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36387

Abstract

Abstrak: Tujuan dari program pengabdian ini adalah untuk membantu UMKM di sektor pengolahan hasil laut dalam meningkatkan efisiensi operasional dan keberlanjutan usaha melalui optimalisasi tata kelola produksi dan manajemen limbah. UMKM di daerah pesisir Indonesia, khususnya dalam pengolahan hasil laut, menghadapi tantangan signifikan terkait keterbatasan teknologi dan pengelolaan bahan baku serta limbah yang tidak efisien. Program ini mengusulkan penerapan teknologi sederhana namun tepat guna, seperti freezer besar, spinner, dan gas deep fryer, yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan mengurangi pemborosan bahan baku serta limbah. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program ini meliputi pendekatan partisipatif yang mencakup sosialisasi, pelatihan teknis, implementasi teknologi, dan evaluasi. Kegiatan ini melibatkan 10 peserta dari UMKM mitra yang berfokus pada penerapan teknologi baru dan peningkatan keterampilan manajerial. Hasil utama menunjukkan peningkatan kapasitas produksi harian dari 5-10 kg menjadi 20-25 kg, pengurangan produk cacat dari 15% menjadi 5%, serta efisiensi waktu pengelolaan limbah yang meningkat sebesar 30%. Evaluasi dilakukan dengan mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif terkait pengelolaan bahan baku, produksi, serta dampak lingkungan, yang menunjukkan keberhasilan program dalam meningkatkan efisiensi operasional dan keberlanjutan usaha. Program ini berkontribusi pada pencapaian SDG 8 dan SDG 12 dengan memberdayakan masyarakat pesisir dan meningkatkan daya saing produk melalui penerapan teknologi tepat guna dan sistem manajerial berbasis data.Abstract: The purpose of this service program is to assist MSMEs in the marine products processing sector in improving operational efficiency and business sustainability through optimizing production governance and waste management. MSMEs in Indonesia's coastal areas, especially in the processing of seafood, face significant challenges related to technological limitations and inefficient management of raw materials and waste. The program proposes the application of simple but appropriate technologies, such as large freezers, spinners, and gas deep fryers, which are expected to increase production capacity and reduce waste of raw materials and waste. The methods used in the implementation of this program include a participatory approach that includes socialization, technical training, technology implementation, and evaluation. This activity involved 10 participants from partner MSMEs who focused on the application of new technology and improving managerial skills. The main results show an increase in daily production capacity from 5-10 kg to 20-25 kg, a reduction in defective products from 15% to 5%, and an increase in waste management time efficiency by 30%. The evaluation was carried out by collecting qualitative and quantitative data related to raw material management, production, and environmental impact, which showed the success of the program in improving operational efficiency and business sustainability. The program contributes to the achievement of SDG 8 and SDG 12 by empowering coastal communities and increasing product competitiveness through the application of appropriate technologies and data-driven managerial systems.
PEMBERDAYAAN KELUARGA DAN EDUKASI KESEHATAN UNTUK PENGUATAN KOMUNITAS SEHAT GLOBAL Suyitno Suyitno; Yuie Wahyuningsih; Erna Nur Faizah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35590

Abstract

Abstrak: Pemberdayaan keluarga melalui edukasi kesehatan merupakan langkah penting dalam menciptakan komunitas sehat yang berkelanjutan, khususnya dalam konteks global yang semakin berkembang dan terhubung.Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan keluarga melalui edukasi kesehatan guna memperkuat komunitas sehat global, dengan melibatkan kolaborasi antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Lamongan, PCIM, dan PCIA Malaysia. Program ini dirancang untuk memberdayakan keluarga dalam hal pengelolaan kesehatan, penerapan pola hidup sehat, serta pencegahan penyakit, dengan fokus pada keluarga anggota PCIM dan PCIA Malaysia. Metode yang digunakan dalam pelatihan adalah workshop interaktif yang melibatkan 35 peserta, di mana evaluasi dilakukan menggunakan 10 pertanyaan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang diajarkan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan rata-rata skor post-test mencapai 75, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan skor pre-test yang hanya 45, menunjukkan efektivitas pelatihan. Selain itu, pelatihan ini juga berhasil meningkatkan keterampilan praktis peserta dalam mengelola kesehatan keluarga, dengan 75% peserta menilai materi sangat sesuai dengan kebutuhan mereka. Kesimpulannya, pelatihan ini tidak hanya berhasil meningkatkan kualitas kesehatan keluarga, tetapi juga membuka peluang keberlanjutan program melalui pendampingan berbasis teknologi digital, yang diharapkan dapat memperkuat kapasitas keluarga dan komunitas dalam mengelola kesehatan mereka secara berkelanjutan.Abstract: Family empowerment through health education is an important step in creating sustainable healthy communities, especially in an increasingly growing and connected global context. This activity aims to increase family empowerment through health education to strengthen the global healthy community, by involving collaboration between the Faculty of Economics and Business, University of Muhammadiyah Lamongan, PCIM, and PCIA Malaysia. The program is designed to empower families in terms of health management, healthy lifestyle implementation, and disease prevention, with a focus on the families of PCIM and PCIA Malaysia members. The method used in the training was an interactive workshop involving 35 participants, where the evaluation was carried out using 10 pre-test and post-test questions to measure the improvement of participants' understanding of the material taught. The results of the training showed a significant improvement, with the average post-test score reaching 75, much higher than the pre-test score of only 45, demonstrating the effectiveness of the training. In addition, the training also succeeded in improving participants' practical skills in managing family health, with 75% of participants assessing the material to be very appropriate for their needs. In conclusion, this training not only succeeded in improving the quality of family health, but also opened up opportunities for the sustainability of the program through digital technology-based mentoring, which is expected to strengthen the capacity of families and communities in managing their health in a sustainable manner.
Penguatan Kerjasama Tim melalui Pendampingan Focus Group Discussion (FGD) pada Lembaga Bantuan Hukum Koalisi Perempuan Ronggolawae (KPR) Tuban: Strengthening Team Collaboration through Focus Group Discussion (FGD) Facilitation at the Ronggolawae Women's Coalition Legal Aid Institute, Tuban Suyitno
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 10 NOMOR 2 JULI 2026 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v10i2.29484

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh permasalahan koordinasi internal di Lembaga Bantuan Hukum Koalisi Perempuan Ronggolawae (KPR) Tuban, berupa keterbatasan komunikasi antar anggota, belum optimalnya pembagian peran dalam penanganan kasus, serta perlunya penguatan mechanism kerja tim untuk meningkatkan efektivitas layanan hukum bagi masyarakat, terutama masyarakat misk. Tim KPR Tuban menghadapi tantangan dalam hal komunikasi dan koordinasi antar anggotatim yang terdiridariadvokat, paralegal, dan staf administrasi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kerjasamatim melalui metode Focus Group Discussion (FGD) yang dapat memperbaiki dinamika internal dan meningkatkan kualitas layanan hukum. Mitra pengabdian dalam kegiatan ini adalah KPR Tuban, yang berkomitmen untuk mengembangkan tim yang lebih solid dan efektif. Metode yang digunakan meliputi FGD, brainstorming, aktivitas kolaboratif, dan evaluasi, dengan penekanan pada peningkatan komunikasi, koordinasi, dan kepemimpinan dalam tim. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait kerjasama tim, dengan kenaikan rata-rata sebesar 25% dari hasil Pretest ke Posttest pada aspek komunikasi, koordinasi, kepemimpinan, dan penyelesaian konflik. Rata-rata nilai Pretest peserta adalah 60%, sementara Posttest mencapai 85%. Temuan ini menunjukkan bahwa FGD berhasil memperbaiki pemahaman peserta dan memperkuat kerjasama tim. Maknanya kegiatan ini berpotensi mendukung peningkatan kualitas layanan hukum di KPR Tuban dan diharapkan dapat berkelanjutan untuk mendukung tujuan organisasi dalam menghadirkan kepastian hukum dan keadilan bagi masyarakat.