Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Priority Analysis of Road Infrastructure Development in the Mandalika Special Economic Area: Application of Analytic Network Process (ANP) and Topsis Methods Andri Tanuwijaya, Lalu; Fajrin, Jauhar; Budastra, I Ketut
Journal of World Science Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of World Science
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jws.v4i2.1296

Abstract

The Mandalika Special Economic Zone (KEK) is key to Indonesia's economic growth. Located in southern Lombok Island, it became a Tourism SEZ via Government Regulation Number 52 of 2014. However, infrastructure development in Mandalika SEZ faces challenges, notably low investment returns. Choosing the right roads is crucial, requiring effective decision-making to attract investors and promote regional development in Central Lombok. This research used literature review and data collection through interviews and questionnaires to assess road development criteria. The Analytic Network Process (ANP) and TOPSIS methods prioritized infrastructure development. Four key criteria were identified: Tourism Infrastructure, Costs, Investor Interest, and Average Daily Traffic. The study ranks road segments for Mandalika SEZ, with the Circuit's Southern Ring Road (P5 - I1) as the top priority. This MCDA-derived prioritization provides actionable insights for policymakers and investors, enhancing strategic infrastructure investments to boost economic impact and support sustainable tourism growth. The findings validate the integration of ANP and TOPSIS in regional development planning.
Pentingnya etika dan religiositas dalam membentuk karakter akuntan yang baik Budastra, Made Aditya; Sari, Hesty Winanda; Budastra, I Ketut
Jurnal Pendidikan Karakter VOL 14, NO 1 (2023)
Publisher : Directorate of Research and Community Service, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpka.v14i1.54861

Abstract

Profesi akuntan memegang peranan yang sangat krusial dalam dunia ekonomi, sehingga tuntutan untuk memahami kode etik akan selalu menyertai profesi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan etika dan religiositas dalam membentuk karakter akuntan yang baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu literatur review. Sumber data dalam penelitian ini yaitu artikel ilmiah, buku, berita, dan sumber-sumber data lainnya yang dapat menjawab permasalahan yang dikaji. Teknik pengumpulan data melalui penelaahan terhadap semua data penelitian tersebut. Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menemukan bahwa etika memiliki peranan yang penting dalam membentuk karakter akuntan yang baik, sehingga akuntan harus memahami serta menelaah standar etika yang tercantum dalam Kode Etik Akuntan Indonesia pada profesinya. Namun, proses tersebut harus diawali dengan membangun moral yang baik terlebih dahulu, seperti melalui pelatihan navigation wheel. Di sisi lain, aspek religiositas memiliki peranan yang penting dalam menunjang pemahaman terhadap etika akuntan, karena religiositas merupakan sumber nilai bagi akuntan dalam melaksanakan pekerjaannya yang berlandaskan pada ajaran Al-Quran dan hadis yang selalu mengarah pada kebaikan.The accounting profession plays a very crucial role in the economic world, so the demand to understand the code of ethics will always accompany this profession. This research aims to analyze the role of ethics and religiosity in shaping the character of a good accountant. The method used in this research is literature review. Data sources in this research are scientific articles, books, news, and other data sources that can answer the problems studied. Data collection techniques through the study of all the research data. Data was analyzed qualitatively. The results of this research found that ethics has an important role in shaping the character of a good accountant, so accountants must understand and examine the ethical standards contained in the Code of Ethics for Indonesian Accountants in their profession. However, the process must begin by building good morale first, such as through navigation wheel training. On the other hand, the aspect of religiosity has an important role in supporting an understanding of accountant ethics, because religiosity is a source of value for accountants in carrying out their work which is based on the teachings of the Qur'an and Hadith which always lead to goodness.
ANALISA MOTIVASI DAN KEPUASAN PEKERJA TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN KONSTRUKSI DI PULAU LOMBOK: An Analysis of the Workers’ Motivation and Satisfaction on the Construction Companies’ Performance in Lombok Farahat, Buniamin; Agustawijaya, Didi S; Budastra, I Ketut
Spektrum Sipil Vol 4 No 2 (2017): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kinerja perusahaan konstruksi berbanding lurus dengan peningkatan kinerja individu para pekerjanya. Motivasi dan kepuasan dapat mempengaruhi kinerja sumber daya manusia yang pada akhirnya berpengaruh terhadap kualitas suatu proyek. Para pelaku industri jasa konstruksi sebagai bagian dari industri yang menampung sumber daya manusia yang cukup besar perlu kiranya memahami motivasi dan kepuasan kerja dari para pekerjanya yang akan mempengaruhi pencapaian keberhasilan proyek konstruksi. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana pengaruh motivasi dan kepuasan pekerja terhadap kinerja perusahaan konstruksi di Pulau Lombok. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan analisa terhadap data kusioner para pekerja perusahaan konstruksi sebagai responden utama dan pemilik perusahaan sebagai responden tambahan. Analisa data pada penelitian ini menggunakan teknik korelasi produk momen untuk uji validitas data, koefesien cronbach alpha untuk realibilitas data dan analisis regresi berganda. Hasil analisis menyimpulkan bahwa motivasi pekerja dan kepuasan pekerja secara simultan (bersama-sama) dan parsial (sendiri-sendiri) memberikan pengaruh yang signifikan pada kinerja perusahaan konstruksi di Pulau Lombok. Faktor pembentuk motivasi pekerja dan faktor pembentuk kepuasan pekerja juga secara simultan dan parsial memberikan pengaruh yang signifikan pada kinerja perusahaan konstruksi di Pulau Lombok. Kepuasan pekerja memberikan pengaruh yang lebih signifikan terhadap kinerja perusahaan konstruksi di Pulau Lombok dibandingkan dengan motivasi pekerja. Faktor pembentuk motivasi pekerja berpengaruh terhadap kinerja perusahaan konstruksi di Pulau Lombok meliputi kebutuhan sosial, kebutuhan fisiologis, kebutuhan keselamatan dan rasa aman, perwujudan diri, kebutuhan penghargaan. Faktor pembentuk kepuasan pekerja memberikan pengaruh terhadap kinerja perusahaan konstruksi di Pulau Lombok meliputi kerjasama organisasi, imbalan yang pantas, lingkungan kerja, kebutuhan penghargaan dan kesesuaian kepribadian pekerja. Para pemilik perusahaan kontsruksi di Pulau Lombok perlu memperhatikan faktor-faktor pembentuk motivasi pekerja dan kepuasan pekerja karena sangat mempengaruhi kinerja perusahaan.
FAKTOR-FAKTOR DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DASAR DAN STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PEMUKIMAN KUMUH DI PERKAMPUNGAN NELAYAN KOTA MATARAM (Studi Kasus Kampung Bugis, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan): Basic Infrastructure Development Factors and Quality Improvement Strategy of Slums Settlement in Fisheries Village Mataram City (Case Study of Bugis Village, Bintaro, Ampenan District) Purwoto, Budi; Anshari, Buan; Budastra, I Ketut
Spektrum Sipil Vol 5 No 2 (2018): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v5i2.138

Abstract

Pertambahan penduduk yang lebih pesat dibandingkan kemampuan pemerintah dalam menyediakan hunian serta layanan primer, berkembang menjadi kumuh dan tidak sesuai lagi dengan standar lingkungan permukiman yang sehat termasuk di Kampung Bugis.Tertuang dalam Keputusan Walikota Mataram Tahun 2015 tentang penetapan lokasi kawasan kumuh di Kota Mataram Periode 2015 - 2020 seluas 803,39 ha. Terhadap kondisi di Kampung Bugis ini perlu dilakukan analisis terhadap faktor fisik yang meliputi 7 (tujuh) indikator kekumuhan yaitu rumah, jalan lingkungan, air bersih, drainase, air limbah, persampahan dan proteksi kebakaran dan faktor non fisik meliputi faktor ekonomi dan sosial untuk mengetahui tingkat kekumuhan dan selanjutnya menentukan konsep strategi dan program penanganan kawasan kumuh dengan metode analisis SWOT menuju Kampung Bugis menjadi permukiman berkualitas dan berkelanjutan. Dari analisis terhadap faktor fisik dan non fisik diperoleh hasil bahwa Kampung Bugis termasuk dalam kriteria kawasan kumuh berat dengan nilai 84,7 %. Hasil analisis SWOT terkait evaluasi faktor internal dan eksternal dihasilkan pola penanganan kumuh berada pada kuadran II, Strengths-Opotunity dengan koordinat + 2,03 ; +3,82. sehingga langkah strategi Strengths–Oportunities (SO) dengan rumusan strategi berupa perencanaan kegiatan penyususnan database kawasan kumuh. Rumusan strategi Strengths–Threats (ST) dengan strategi penyusunan program menuju 100-0-100 dengan meningkatkan koordinasi daerah dan pusat. Untuk rumusan Strategi Weaknesses-Oportunities (WO) dengan langkah strategi peningkatan kualitas lingkungan melalui pembangunan infrastruktur, melalui sharing pendanaan APBD kota, APBD provinsi dan APBN. Sedangkan rumusan strategi Weaknesses-Threats (WT) dalam upaya pembangunan manusia dan sosial dilakukan dengan strategi penyuluhan/pembinaan terhadap masyarakat, untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat Kampung Bugis dengan harapan tercipta kesadaran untuk mengelola permukimannya secara swadaya dan berkelanjutan.
Efisiensi Produksi Usahatani Jagung Pada Sistem Budidaya Olah Tanah Dan Tanpa Olah Tanah Di Kabupaten Lombok Barat Suryadi, Alwan; Budastra, I Ketut; Hayati, Hayati
JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jseh.v10i1.453

Abstract

The objectives of this research are 1). Analyze the level of corn productivity in the OT and TOT systems 2). Analyzing the costs and income of corn farming in the OT and TOT systems, 3). Analyze the factors that influence corn production, 4). Analyzing the efficiency of corn production in the OT and TOT systems, and 5). Analyzing the efficiency of using corn production factors in the OT and TOT systems in West Lombok Regency. This research uses descriptive methods, data collection uses survey techniques. The types of data in this research are quantitative data and qualitative data. The respondents in this study were corn farmers who are members of Gerung District, Sheet District and Sekotong District because these three Districts are the Districts that produce the most corn in West Lombok Regency. The determination of respondents was determined by quota sampling of 90 people, where from each sub-district, 15 farmers were taken using the tillage system and 15 farmers with tillage, who were taken using simple random sampling (simple random sampling) by drawing randomly. Shows that the average cost of corn farming with a tillage system is IDR 33,429,620.05 greater than the cost of corn farming with a no-till system of IDR 29,951,766.48. Production is also the same, OT 11,212.64 Kg and TOT 9,598.44 Kg. and OT income of IDR 13,663,486.65 and TOT 10,323,900.19. The production function equation for the tillage system is as follows: Y = 98,363 + 7285,316 + 10,684 - 23,083 - 0.251 - 1,070 + 67,469 + 96,180 + 148,929 - 5,275 - 0.869. The production function equation for the no-till system is as follows: Y = 376,366 + 1,398 + 56,372 + 33,368 + 1,757 + 17,095 + 513,285 + 591,852 + 648,293 + 7,566 - 112,733. The results of the production efficiency analysis show that the R/C ratio for corn farming with a tillage system is 1.84 and corn farming with a no tillage system is 1.81, which shows that both are efficient in terms of production. The results of the efficiency analysis of the use of production factors in farming with tillage and no tillage systems are at an inefficient level due to the use of production factors which is still high.
Strategi Strategi Peningkatan Efisiensi Dan Efektivitas Operasi Agrorelasi: Agrorelasi Fajriani, Nurdani; Kusman, Hardi; Fadli, Fadli; Sjah, Taslim; Budastra, I Ketut
JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jseh.v10i2.552

Abstract

This research aims to analyze the business development strategy of an agricultural community, namely Agrorelasi, through SWOT analysis. The research method used was descriptive, with primary and secondary data collection. The results showed that Agrorelasi has strengths in large mass numbers, a lot of networking, actors have extensive knowledge and specific expertise, have a lot of collaboration, and commitment to sustainability. The suggested strategy is to integrate network strengths, optimize sustainability commitments and build strategic partnerships. Overall, the research suggests Agrorelations leverage internal strengths, minimize weaknesses with external support, and build cross-sector collaboration to improve efficiency and effectiveness.
Valuasi Potensi Ekonomi Jasa Lingkungan Mangrove pada Kawasan Ekowisata Bagek Kembar, Lombok Barat Apriadi; Budastra, I Ketut; Sjah, Taslim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/y3kmzg30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ekonomi jasa lingkungan ekosistem mangrove serta mengidentifikasi strategi pengelolaan yang mendukung pengembangan ekowisata berkelanjutan di Bagek Kembar, Lombok Barat. Analisis dilakukan menggunakan metode narrative literature review terhadap 42 artikel ilmiah yang terbit pada periode 2016–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai ekonomi total (TEV) jasa lingkungan mangrove di Bagek Kembar mencapai sekitar Rp 963 juta per tahun, yang mencakup manfaat ekowisata, perikanan, perlindungan pantai, penyerapan karbon, produksi oksigen dan keanekaragaman hayati. Nilai ini relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah studi nasional maupun kisaran valuasi global, sehingga optimalisasi pemanfaatan jasa lingkungan masih perlu ditingkatkan. Permasalahan utama yang ditemukan antara lain lemahnya kapasitas kelembagaan lokal, keterbatasan infrastruktur, serta rendahnya integrasi valuasi ekonomi dalam perencanaan kebijakan daerah. Oleh karena itu, hasil kajian ini menggarisbawahi pentingnya penguatan kelembagaan, peningkatan infrastruktur ekowisata, integrasi valuasi ekonomi dalam perencanaan daerah, serta penyusunan roadmap multipihak guna mengoptimalkan pemanfaatan jasa lingkungan mangrove secara berkelanjutan.
Analisis Produksi Bawang Merah Di Kecematan Plampang Kabupaten Sumbawa NTB Syafitri, Nur; Sjah, Taslim; Budastra, I Ketut
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 12 (2025): Vol.4 No.12 (2025): JURNAL ECONOMINA, Desember 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i12.1818

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi bawang merah di Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai salah satu sentra hortikultura penting yang memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan pendapatan petani. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei kepada petani bawang merah, didukung data primer dan sekunder, serta dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda untuk mengidentifikasi pengaruh variabel luas lahan, penggunaan benih, pupuk, tenaga kerja, dan pestisida terhadap tingkat produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan dan kualitas benih memberikan pengaruh signifikan dan positif terhadap peningkatan produksi, sementara penggunaan pupuk dan pestisida berpengaruh signifikan namun cenderung fluktuatif tergantung pada dosis dan pola aplikasi yang diterapkan petani. Tenaga kerja juga berkontribusi terhadap peningkatan produksi, meskipun efisiensinya dipengaruhi oleh keterampilan serta intensitas tenaga kerja pada fase budidaya tertentu. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa kendala utama yang dihadapi petani meliputi ketersediaan sarana produksi, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), keterbatasan akses pembiayaan, serta fluktuasi harga pasar yang berdampak pada keputusan budidaya dan efisiensi produksi. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam perencanaan strategi peningkatan produktivitas bawang merah melalui penyediaan sarana produksi berkualitas, pelatihan budidaya modern, serta penguatan akses pasar dan lembaga pembiayaan bagi petani di Kecamatan Plampang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan pertanian hortikultura yang berkelanjutan di NTB
Effectiveness of Rehabilitation of Kelep River Watershed in West Lombok Regency Soumena, Welmy; Sjah, Taslim; Budastra, I Ketut
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 1 (2026): Januari-Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i1.10994

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of Kelep River Watershed (DAS) rehabilitation based on biophysical indicators, including changes in vegetation cover, growth success rate, and erosion dynamics. The research approach used a mixed methods with a Before After Control Impact (BACI) design. Quantitative data were analyzed using NDVI values, the USLE erosion model, and the R/C ratio, while qualitative data were obtained through interviews and focus group discussions (FGDs). The results showed an increase in vegetation cover, indicated by an increase in NDVI values of 0.12–0.25, which contributed to a 57% reduction in erosion rates in the upstream area. Increased soil organic matter content increased infiltration and supported agroforestry productivity. Economically, the R/C ratio reached 1.67, indicating the financial viability of post-rehabilitation agriculture. Watershed rehabilitation needs to be strengthened through soil and water conservation in erosion-prone zones, regular NDVI-based monitoring, the development of multi-strata agroforestry conservation agribusiness with economic incentives, and strengthening the role of local institutions through technical support, access to capital, and monitoring of IPPKH compliance.
TRANSFORMASI UMKM GO DIGITAL MELALUI QRIS SEBAGAI PENGGERAK EKONOMI KREATIF DI DESA WISATA SESAOT Jurnal Wicara; Wardhiati, Itriyatul; Maulida, Meuthia; Wahyuni, Indri; Unsayain, Hazzil; Budastra, I Ketut; Apriani, Maulinda; Santhi, I Gusti; Putri, Dina; Nurardiansyah, Muhammad; Yasmin, Adella; Priadi, Aktory; Nuryadien, Muhammad
Jurnal Wicara Vol 3 No 5 (2025): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/8jtxb128

Abstract

The digital transformation of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) has become an essential requirement in the modern economic era, particularly in tourist villages that rely on the creative economy sector. Sesaot Tourism Village, located in West Lombok, holds significant potential in culinary, handicraft, and tourism services; however, it still faces limitations in adopting digital payment technologies. This community service activity aims to improve the digital literacy of MSMEs, encourage the adoption of the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), and evaluate its impact on business performance. The implementation methods included socialization, technical training, implementation assistance, and impact evaluation. The results showed a significant increase in the number of MSMEs adopting QRIS, rising from 20% before the program to 75% afterward. The positive impacts of QRIS adoption were reflected in transaction efficiency, transparent financial recording, an average revenue increase of 15–20%, and higher customer satisfaction among tourists. These findings highlight QRIS as a key driver of MSME digital transformation and a catalyst for strengthening the creative economy in Sesaot Tourism Village.