Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENDAMPINGAN ORANG TUA DAN GURU STIMULASI LITERASI PADA ANAK USIA DINI DI PAUD MEKARSARI DI KELURAHAN KRANJI KABUPATEN BANYUMAS Johar Mamuri; Emiraldo Win Pazqara; Oti Kusumaningsih
PARADIGMA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): PARADIGMA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Department of Public Administration, University Wijaykusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service is carried out with the aim of providing understanding for parents and teachers regarding literacy, interest in reading for students at Merkarsari Early Childhood. This is done to build awareness among parents and teachers of the importance of literacy culture for early childhood. Training is carried out by providing education. about the importance of stimulating literacy in early childhood. The resulting output is to build the development of literacy culture in early childhood as one of the efforts to create educational institutions and other related institutions so that they can optimize early childhood development.
PENCATATAN NAMA PADA DOKUMEN KEPENDUDUKAN MENURUT PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 73 TAHUN 2022 Farida Nur Aini; Oti Kusumaningsih
PARADIGMA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): PARADIGMA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Department of Public Administration, University Wijaykusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A name is a term used to address someone and as personal identification on citizen documents. The recording of names on citizen documents needs to be regulated as a guideline for residents and officials authorized to carry out records to facilitate public services. The government issued Permendagri number 73 of 2022 as guidelines for recording names, guidelines for writing names on citizen documents, and increasing legal certainty on citizen documents. Apart from that, it is also to facilitate public administration services, legal protection, fulfillment of constitutional rights and realize orderly public administration.
EVALUASI DAMPAK PROGRAM RUMAH SINGGAH DALAM PENANGGULANGAN PENGEMIS, GELANDANGAN, DAN ORANG TERLANTAR (PGOT) DI KABUPATEN BANYUMAS Agustina, Alfriansa; Kusumaningsih, Oti; Saputra, Anggara Setya
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 12, No 3 (2025): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v12i3.22235

Abstract

Artikel ini membahas evaluasi dampak Program Rumah Singgah di Kabupaten Banyumas yang dirancang untuk mengatasi masalah Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar (PGOT). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DINSOSPERMASDES), Satpol PP, pengelola rumah singgah, masyarakat, dan penghuni rumah singgah. Evaluasi mengacu pada kriteria Finterbusch dan Motz, yang meliputi dampak terhadap individu, masyarakat, organisasi, kelompok, lembaga, dan sistem sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program rumah singgah berkontribusi positif dalam perubahan perilaku PGOT, meskipun masih menghadapi kendala seperti keterbatasan kapasitas fasilitas, kurangnya penerimaan dari keluarga penghuni, serta belum maksimalnya program pelatihan keterampilan. Dari sisi dampak sosial, program ini diterima cukup baik oleh masyarakat yang turut mendukung melalui sumbangan kebutuhan pokok dan kegiatan amal. Dari sisi organisasi dan kelompok, kerjasama antar lembaga terkait seperti DINSOSPERMASDES, Satpol PP, dan relawan sudah berjalan cukup efektif, meskipun diperlukan penguatan koordinasi dan penambahan kapasitas rumah singgah. Pada tingkat sistem sosial, program ini berkontribusi dalam mendorong perubahan kebijakan lokal melalui peningkatan anggaran dan evaluasi rutin, namun proses reintegrasi PGOT ke keluarga dan masyarakat masih menjadi tantangan. Sebagai rekomendasi, penelitian ini menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas fasilitas, penguatan pelatihan keterampilan yang lebih aplikatif, serta sinergi pemerintah dan swasta untuk menjamin keberlanjutan program di masa depan.Kata Kunci : Evaluasi, PGOT, Program Rumah Singgah.
The Implementation Gap of Urban Green Space Policy: A Mixed-Methods Analysis of Political Will and Spatial Inequity in Indonesia’s Decentralized Governance Ulfah Nur Hakimah; Oti Kusumaningsih; Anggara Setya Saputra
Arkus Vol. 11 No. 2 (2025): Arkus
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/arkus.v11i2.833

Abstract

Rapid urbanization in emerging economies frequently outpaces environmental planning, creating severe ecological deficits. In Indonesia, Law Number 26 of 2007 mandates that local governments maintain at least 30% of their urban area as green open space (RTH). However, compliance remains critically low in secondary cities. This study employs a Sequential Explanatory Mixed-Methods design to evaluate the implementation gap in Banyumas Regency, Indonesia. Utilizing longitudinal policy data from 2019 to 2023, a stratified random survey of 300 residents, Geographic Information System (GIS) analysis, and Structural Equation Modeling (SEM), this research quantifies the divergence between statutory targets and spatial reality. Results indicate a critical implementation gap, with Public RTH covering only 2.23% of the urban area, far below the 20% public target. While the total RTH area increased by 11.05% over five years, the growth rate is insufficient. Spatial analysis reveals a Gini coefficient of 0.65, highlighting severe inequality where green space is concentrated in administrative cores while peri-urban districts remain green deserts. Structural Equation Modeling confirms that Political Will (beta = 0.62) significantly influences implementation success, while Resource Constraints (beta = -0.48) act as a critical inhibitor. Qualitative analysis identifies a resource trap, where decentralized governance incentivizes revenue-generating infrastructure over environmental assets. The study concludes that achieving the 30% target requires a paradigm shift from state-centric planning to collaborative governance and the establishment of a municipal Land Banking Agency.
PELATIHAN BATIK ECOPRINT UNTUK PEMBERDAYAAN PEREMPUAN BERKELANJUTAN DI DESA SAMBIRATA Oti Kusumaningsih; Johar Mamuri; Farida Nur Aini; Sri Rotul Marfuah
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.565

Abstract

Kesenjangan pendidikan dan keterampilan menjadi hambatan bagi kaum perempuan Desa Sambirata Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas, dalam mengembangkan ekonomi rumah tangga. Melimpahnya sumber daya alam berupa dedaunan dan bunga hutan tropis belum dimanfaatkan secara optimal, sementara harga komoditas unggulan desa seperti kapulaga cenderung fluktuatif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi anggota Kelompok Tani Wanita Kridoyuwono 15 melalui pelatihan pembuatan batik eco-print. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, dan praktik langsung teknik pounding dan steaming, dengan menggandeng pelaku usaha Bruwun Alas Eco-print sebagai narasumber. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai teknik eco-print sebagai alternatif kegiatan ekonomi kreatif berbasis rumah tangga (home industry) yang dapat dikerjakan tanpa meninggalkan peran domestik. Kegiatan ini juga membuka peluang kemitraan usaha dan penguatan posisi tawar kelompok perempuan dalam mengakses jaringan pasar produk eco-print. Sebagai tindak lanjut pelatihan, mitra merekomendasikan adanya pendampingan berkelanjutan dalam pengembangan usaha dan pemasaran digital agar hasil pelatihan dapat memberi dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat desa.