Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengawetan Kayu Karet (Havea brasiliensis) dan Kayu Kopi (Coffea sp.) dengan Brotowali (Tinospora crispa) Eskani, Istihanah Nurul; Mandegani, Guring Briegel; Utamaningrat, I Made Arya; Sucahyono, Agung Eko
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 37 No. 2 (2020): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v37i2.5823

Abstract

ABSTRAKPohon karet (Hevea brasiliensis) dan kopi (Coffea sp.) merupakan tanaman perkebunan yang dibudidayakan di Indonesia. Kayu karet lemah terhadap serangan kutu dan jamur blue stain. Pohon karet dan kopi mempunyai karakteristik kelas kuat II-III, dan kelas awet IV-V. Menurut SNI 03-5010.1- 1999, kayu dengan kelas kuat III- IV-V dan kelas awet III-IV-V harus dilakukan pengawetan untuk menambah umur kayu. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kinerja brotowali (Tinospora cordifolia) sebagai pengawet alami pada kayu karet dan kopi sekaligus memanfaatkan kayu karet sebagai bahan baku mebel. Kayu karet dan kopi diberikan perlakuan dengan larutan brotowali 2,5%, 5% dan 7,5% dengan durasi lama perendaman kayu 1, 2 dan 3 minggu. Perbedaan perlakuan memberikan hasil yang berbeda, retensi pada kayu berbanding lurus dengan lama perendaman dan konsentrasi. Pengujian ketahanan rayap pada hasil proses pengawetan, memberikan hasil yang positif, dengan nilai mortalitas mencapai 100%. Brotowali dapat memberikan hasil pengawetan yang baik dengan komposisi larutan terbaik 7,5% selama 3 minggu.ABSTRACTRubber trees (Hevea brasiliensis) and coffee (Coffea sp.) are plants that have been cultivated in Indonesia. Rubber and coffee trees have wood strength at category III-IV and it has durability at category IV-V. Rubberwood is weak against termites and blue stain fungus. According to SNI 03- 5010.1-1999, wood with category III-IV-V of strength and category III-IV-V of durability have to be preserved to prolong the age of the wood. The aim of the study was to evaluate the perfomance of Brotowali as a natural preservative in rubberwood and coffee wood while also using it as raw material for furniture. Rubberwood and coffee treated with 2.5%, 5%, and 7.5% solutions with the duration of soaking wood are 1, 2, and 3 weeks. The treatment gives different results; retention in wood is directly proportional to the soaking time and concentration. Termite endurance testing on the results of the preservation process, gave positive results, with a mortality value reaching 100%. Brotowali can provide good preservation results with the best composition of a 7.5% solution.
APLIKASI NANOPARTIKEL ZnO SECARA IN SITU UNTUK FUNGSIONALISASI ANTIBAKTERI PADA KAIN BATIK Eskani, Istihanah Nurul; Laela, Euis; Haerudin, Agus; Setiawan, Joni; Lestari, Dwi Wiji; Isnaini, Isnaini; Astuti, Widi
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 38 No. 2 (2021): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v38i2.7451

Abstract

Kain batik telah menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat Indonesia dan digunakan sehari-hari sehingga fungsionalisasi antibakteri pada kain batik penting untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan sifat antibakteri pada kain batik menggunakan nanopartikel ZnO yang diaplikasikan secara in situ. Sampel kain batik dimasukkan dalam prekursor Zn asetat dihidrat dan Kalium natrium tartrate selanjutnya NaOH 1 M dimasukkan sedikit demi sedikit pada suhu mendidih. Dari proses tersebut akan terbentuk nanopartikel ZnO yang langsung terikat pada kain. Hasil karakterisasi menggunakan SEM-EDX dan XRD menunjukkan bahwa nanopartikel yang terbentuk adalah ZnO dengan ukuran 200-400 nm. Sifat antibakteri terhadap S. aureus pada kain batik tersebut sebesar 73,5% dari sifat antibakteri Chloramphenicol dan memiliki durability hingga lebih dari 35 kali pencucian rumah tangga. Proses fungsionalisasi antibakteri menggunakan ZnONP secara in situ tidak mempengaruhi ketahanan luntur warna kain bahkan dapat meningkatkan kekuatan warna kain batik.