Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PkM: PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH DI SMA NEGERI 9 GOWA Dahniar Dahniar; Rahmita Rahmita; Ririn Feriana Basri
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Januari-Maret 2023
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v3i1.397

Abstract

Golongan darah perlu diketahui, namun banyak diantara kita belum mengetahui jenis golongan darah yang dimiliki. Hal ini dapat menjadi krusial ketika seseorang mengalami musibah, seperti kecelakaan yang mengakibatkan darah banyak terbuang, untuk itu diperlukan transfusi darah. Tindakan penanganan pasien menjadi terlambat, karena individu ini belum mengetahui jenis golongan darah yang ia miliki. Mencegah terjadinya reaksi transfusi saat melakukan donor darah serta terhambatnya proses transfusi darah pada orang yang membutuhkan akibat ketidaktahuan akan golongan darah yang dimiliki, menjadi dasar dan alasan kami melakukan pengabdian kepada masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan golongan darah. Kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa pada 10 Januari 2023, sasaran kegiatan adalah siswa-siswi SMA Negeri 9 Gowa, dilakukan pemeriksaan golongan darah. Indikator keberhasilan pada kegiatan ini adalah keikutsertaan peserta dalam pemeriksaan golongan darah dan tercapainya target peserta pada pemeriksaan tersebut. Kegiatan PKM sebanyak 94 peserta. Pemeriksaan golongan darah sistem ABO dengan persentase terbesar yaitu golongan darah O sebanyak 36 orang (38%), dan paling sedikit adalah golongan darah AB yaitu 13 orang (14%). Frekuensi rhesus positif pada hasil pemeriksaan golongan darah yang ditemukan sebanyak 65 orang (69%), dan rhesus negatif sebesar 31% (29 orang). Berdasar hasil kegiatan PKM yang dilakukan pada SMA Negeri 9 Gowa, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pemeriksaan golongan darah memberikan manfaat kepada siswa-siswi untuk mengetahui golongan darah dan rhesus yang mereka miliki. Hasil pemeriksaan tersebut didapatkan golongan darah terbanyak adalah golongan darah O dengan rhesus positif, dan paling sedikit adalah golongan darah AB.
PENYULUHAN PROSES DONOR DARAH DAN PENTINGNYA DONOR DARAH SEBAGAI EDUKASI PRA-DONASI PADA MASYARAKAT PATTITANGNGANG, KECAMATAN MAPPAKASUNGGU, KABUPATEN TAKALAR : Indonesia Ririn Feriana Basri; Rahmita Rahmita
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Juli-September 2023
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v3i3.481

Abstract

Donor darah adalah proses pengambilan darah secara sukarela untuk keperluan transfusi darah. Sebelum donor darah, pendonor akan melewati tahap seleksi donor bertujuan untuk melindungi kesehatan donor dengan memastikan bahwa donasi tersebut tidak berbahaya bagi kesehatannya, dan melindungi dari resiko penyakit menular atau efek merugikan lainnya. Perlunya edukasi pra-donasi agar calon pendonor mengetahui serangkaian proses donor darah, penting pula untuk memberikan edukasi kepada masyarakat akan manfaat kesehatan dari donor darah dengan harapan adanya kesadaran untuk melakukan donor darah sukarela menjadi dasar dilakukannya PKM ini. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Pattitangngang Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar, sasaran kegiatan adalah warga Kelurahan Pattitangngang. Diikuti sebanyak 29 warga yang turut serta pada penyuluhan pentingnya donor darah dan proses donor darah. Kegiatan tersebut telah memberikan edukasi kepada warga terkait proses yang berlangsung pada donor darah, penyuluhan ini merupakan edukasi pra-donasi sehingga warga memiliki pemahaman mengenai proses donor dan pentingnya donor darah.
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi Thunkable bagi Pendidik di UPT SD Negeri 1 Tonronge: Indonesia Rahmita Rahmita; Putriwanti Putriwanti; Danti Indriastuti Purnamasari; Kasmawati Kasmawati
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i4.1176

Abstract

Pendidikan saat ini dituntut untuk terus beradabtasi sesuai dengan perkembangan zaman, salah satunya penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran. Pendidik perlu mendapatkan pelatihan pembuatan media pembelajaran untuk mendukung keterampilan dalam menyiapkan proses belajar mengajar yang kreatif dan interaktif. UPT SD Negeri 1 Tonronge merupakan salah satu satuan pendidikan dengan jenjang SD di Tonrong Rijang, Kec. Baranti, Kab. Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Thunkable yang merupakan salah satu aplikasi yang dapat membantu pendidik dalam mengembangkan media pembelajaran yang menarik dan mengikuti perkembangan zaman. Tujuan dilakasanakannya pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan kepada pendidik dalam membuat media pembelajaran dengan bantuan aplikasi Thunkable sehingga pendidik dapat mengimplementasikan media tersebut dalam proses belajar mengajar di kelas. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan dengan jumlah pendidik sebanyak 10 orang, selama 1 hari dengan pemberian materi dan pendampingan implementasi penggunaan aplikasi Thunkable. Hasil dari kegiatan ini yakni mampu meningkatkan kemampuan pendidik dalam merancang media pembelajaran inovatif menggunakan aplikasi Thunkable, sehingga dapat mendorong peningkatan partisipasi dan pemahaman peserta didik dalam proses pembelajaran di kelas maupun secara mandiri.
Factors Influencing Blood Donation Interest in Makassar City Society Sitti Rahbiah Akram; Rahmita Rahmita; Muhammad Yunus; Achmad Mulyaone Putra Rusdi
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 6, No 2 (2024): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v6i2.22047

Abstract

The demand for blood continues to increase each year. The lack of interest in blood donation among the public leads to insufficient blood supply at blood banks, especially in Makassar city. This study was conducted to identify the factors that influence the public's interest in blood donation in Makassar. This is a quantitative research with a cross-sectional design and an analytical observational approach, using a sample of 100 people who reside in Makassar. The sampling technique used was accidental sampling, and primary data was collected using a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analysis with the chi-square test. Overall, the results of the study showed that the public's interest in blood donation in Makassar was very good, with 75% (75 people) of the total 100 respondents expressing interest. The frequency based on gender and age was dominated by females at 76%, and the age range of 20-29 years accounted for 40%. The frequency of employment status showed that 45% were employed, while 55% were unemployed. Respondents' knowledge level was found to be good, with 95% demonstrating good knowledge. Based on the chi-square test, it was found that there was no significant relationship between knowledge (p= 1.000>p=0.05), gender (p= 1.000>p=0.05), and occupation (p= 0.357>p=0.05) and the interest in blood donation. However, age (p= 0.010<p=0.05) was found to have an effect on the public's interest in blood donation in Makassar. Interviews also revealed that there are other factors affecting blood donation interest, such as attitude, medical history, body weight, and other external factors. Keyword: Interest in Donation, Blood Donation, Makassar Community
Pengaruh Youtube terhadap Pendidikan Karakter Siswa di SDN Inpres 2 Talise Purbarani, Dyah Aini; Rahmita, Rahmita; Kasmawati, Kasmawati; Putriwanti, Putriwanti
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 2 (2025): April - Juni 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.2.2025.6002

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk menemukan strategi yang relevan dan efektif dalam menanamkan pendidikan karakter di tengah dominasi penggunaan media digital oleh siswa sekolah dasar. Dengan memanfaatkan YouTube sebagai media pembelajaran yang menarik dan dekat dengan keseharian siswa, sekolah dapat mengoptimalkan teknologi untuk membentuk karakter yang positif sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh YouTube terhadap pendidikan karakter siswa di SDN Inpres 2 Talise. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen untuk menguji pengaruh konten YouTube terhadap pendidikan karakter siswa. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Inpres 2 Talise, dengan 20 siswa kelas VA sebagai kelompok eksperimen dan 19 siswa kelas VB sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui survei, kuesioner, dan wawancara, serta dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan inferensial. Temuan penelitian ini memiliki implikasi penting bagi dunia pendidikan, penerapan YouTube sebagai media pembelajaran dapat menjadi pembelajaran yang inovatif dalam meningkatkan pendidikan karakter siswa di sekolah dasar, terutama dalam hal nilai-nilai seperti kerjasama, empati, dan tanggung jawab. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: ada pengaruh YouTube terhadap pendidikan karakter siswa di SDN Inpres 2 Talise
Penerapan potensi lokal dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Menengah Pertama Lestari, Wiwit Yuli; Rahmita, Rahmita
Jurnal Kajian Pendidikan IPA Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Kajian Pendidikan IPA
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jkpi.v5i2.41916

Abstract

This study aims to analyze the implementation of local potential as a contextual approach in science learning. This research uses a qualitative approach with data collection techniques in the form of literature reviews from various scientific sources and educational policies. The review results show that local potentials, such as school gardens, home industries, and the surrounding natural environment, are utilized to teach science concepts such as ecosystems, matter and its changes, energy, environmental pollution, and other science topics. Learning strategies that can be applied include project-based learning, field visits, and direct observation, which align with the principles of the Merdeka Curriculum and the scientific approach. This implementation increases student enthusiasm, active engagement, and stronger conceptual understanding. On the other hand, there are obstacles such as limited resources to support major science concepts, the unavailability of modules based on local potential, and the lack of teacher training on local potential. The teacher's role as a learning innovator is key in packaging local potential into relevant teaching materials. Positive impacts are also seen in the strengthening of Pancasila Student Profile values, such as mutual cooperation, environmental awareness, and appreciation of local culture. This study recommends strengthening teacher capacity, policy support, and the provision of contextual learning resources to optimize the integration of local potential in science learning. Keywords: local potential, science learning, Merdeka Curriculum, Pancasila Student Profile
Integrasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam Kurikulum Sekolah Dasar: Tantangan dan Peluang Isnayanti, Andi Nur; Putriwanti, Putriwanti; Kasmawati, Kasmawati; Rahmita, Rahmita
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 2 (2025): April - Juni 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.2.2025.6027

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya integrasi pembelajaran mendalam (Deep Learning) dalam kurikulum sekolah dasar sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk kompetensi abad ke-21. Kompetensi tersebut mencakup penguatan karakter, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta kesadaran kewarganegaraan. Pendekatan pembelajaran mendalam menawarkan pembelajaran yang berfokus pada pemahaman konseptual, penggabungan antara pengetahuan teoretis dan aplikatif, serta penerapan konsep dalam konteks nyata. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber literatur yang relevan untuk mengeksplorasi tantangan dan peluang dalam implementasi pembelajaran mendalam di sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat hambatan dalam hal kesiapan guru dan infrastruktur pendidikan, penerapan pembelajaran mendalam dapat meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat pemahaman materi, dan mendorong pembentukan pola pikir kritis serta kreatif. Selain itu, pendekatan ini dapat didukung melalui pelatihan guru yang berkelanjutan, penerapan teknologi pendidikan, serta kebijakan yang fleksibel dan inovatif. Dengan kolaborasi antara pendidik, institusi pendidikan, serta pemangku kepentingan lainnya, pembelajaran mendalam dapat menjadi katalisator transformasi pendidikan yang lebih adaptif dan relevan. Karena itu, diperlukan langkah-langkah yang terstruktur untuk mengatasi hambatan yang ada dan memaksimalkan potensi pembelajaran mendalam guna menciptakan lulusan yang kompeten serta siap menghadapi persaingan global.
Identifikasi Faktor Determinan Pendidik dalam Implementasi Pembelajaran IPA Terpadu di SMP Kota Palu Rahmita, Rahmita; Supriyatman, Supriyatman
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.1.2025.639

Abstract

Pentingnya memahami faktor-faktor yang menghambat implementasi pembelajaran IPA terpadu di dalam kelas, mengingat pendekatan ini menuntut adanya integrasi lintas disiplin yang belum sepenuhnya dikuasi oleh Sebagian pendidik. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mendalam mengenai berbagai permasalahan atau kendala yang dihadapi pendidik dalam mengimplementasikan pembelajaran IPA Terpadu. Sampel penelitian ini berjumlah 10 orang pendidik IPA dari 7 sekolah. Instrument yang digunakan berupa panduan wawancara dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pendidik tidak memiliki latar belakang pendidikan IPA secara menyeluruh, melainkan hanya pada cabang tertentu seperti biologi atau fisika. Hal ini berdampak pada rendahnya pemahaman konsep keterpaduan dalam mengajarkan materi IPA, terutama dalam hal integrasi fisika, kimia, dan biologi. Kendala lain yang ditemukan meliputi keterbatasan sarana dan prasarana laboratorium, minimnya ketersediaan buku ajar IPA terpadu, keterbatasan waktu pembelajaran, serta penggunaan metode pembelajaran yang kurang variatif. Penerapan pendekatan saintifik pun belum optimal, yang berdampak pada rendahnya partisipasi dan motivasi peserta didik. Meski demikian, beberapa upaya telah dilakukan pendidik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, seperti mengikuti pelatihan kependidikan, penggunaan metode diskusi dan ice breaking, serta pemberian penghargaan kepada peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan lintas disiplin, peningkatan fasilitas penunjang pembelajaran, serta penguatan metode pembelajaran berbasis keterlibatan aktif peserta didik untuk mendukung keberhasilan implementasi pembelajaran IPA terpadu.
Edukasi Pentingnya Donor Darah melalui Media Leaflet pada Masyarakat Kunjung Mae, Kabupaten Takalar Rahmita, Rahmita; Dahniar, Dahniar
MAMMIRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 1 No. 1 (2024): February 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Blood donation is the process of voluntarily taking blood from someone which is stored in a blood bank for blood transfusion purposes, known as blood donation. Blood donation is an activity that really helps not only yourself but also everyone who needs it. The aim of implementing this PKM is to provide education to the public through leaflets containing information on the importance of blood donation so that the public knows the benefits of donating for themselves and others. In addition, it is very important to inform the public about the health benefits offered by blood donation so that the public is more open to voluntary blood donation. This activity was attended by 30 people from the Kunjung Mae neighborhood, Takalar Village, Mappakasunggu District, Takalar Regency. The results of this activity show that knowledge of blood donation has increased so that people in the Kunjung Mae neighborhood can participate in helping meet the need for blood in Indonesia.
Optimalisasi Keterampilan Berpikir Kritis Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Melalui Deep Learning Di Sekolah Dasar Rahmita Rahmita
Jurnal Sultra Elementary School Vol 6 No 3 (2025): Edisi Agustus 2025
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/jses.v6i3.487

Abstract

Era of technological disruption demands the emergence of a generation that is not only able to process information but also possesses critical thinking skills. Indonesian Language learning in elementary schools has great potential to serve as the foundation for developing these skills. However, in reality, learning practices in schools often remain focused on memorization and lower-order thinking, which do not sufficiently challenge students’ analytical and evaluative abilities. This study aims to explore strategies for optimizing critical thinking skills in the context of Indonesian Language learning in elementary schools through the implementation of a Deep Learning approach. Deep Learning, which emphasizes deep understanding, conceptual connections, and reasoning, is believed to create meaningful learning experiences. The research method used is a literature study by analyzing various academic sources such as journals, books, and scientific articles published between 2020 and 2025. The findings reveal that Deep Learning can be integrated through several strategies, including: (1) the use of essential questions that stimulate inquiry, (2) the implementation of contextual project-based learning, (3) the utilization of multimodal texts to analyze multiple perspectives, (4) the practice of digital literacy to enhance students’ ability to evaluate the credibility of information, and (5) authentic assessment that measures the process of thinking. The conclusion of this study is that the integration of Deep Learning principles into Indonesian Language learning provides an effective framework for cultivating critical thinking habits from an early age, ultimately preparing students to become lifelong learners and responsible digital citizens..