Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kebangkrutan Perusahaan dengan Menggunakan Metode Z Score (Studi Kasus pada Industri Consumer Goods di Bursa Efek Jakarta Periode 1997 – 2000) Nuning Kriesnawati; Rita Kusumawati
Journal of Accounting and Investment Vol 4, No 1: January 2003
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.444 KB)

Abstract

This study aimed to analyze bankruptcy using the Z score. Research done in the consumer goods industry listed in Jakarta Stock Exchange 1997-2000 period. The results found that in 2000 the value of Z score companies has decreased, this is possible because the value of the variable X3 and X4 has decreased, but in 2001 the value of Z score Integration again experienced an increase, although not as high as in 1999, this means that the company can improve its performance. PT Mandom value of Z score indicates that the company is in a good condition or not bankruptcy. Z score value of the company from 1997 to 2001 continues to increase, it suggests that good corporate performance which proved that despite the crisis the company was still able to survive even continue to increase. Analysis of the bankruptcy of PT Unilever shows that the company is in a good condition. As in PT Mandom, the company is also not affected by the crisis. Z score value of the company from 1997 to 2001 have increased constantly, this indicates that the performance is good. Analysis of the bankruptcy of the PT Procter and Gamble shows that the company is in conditions that are less stable, this is indicated by the value of Z score in 1997 shows that the company is in the condition of the gray area, in 1998 based on assessment standards of bankruptcy, the company in 1998 experienced bankruptcy, in 1999 the company experienced a slight improvement from the beginning in a state of bankruptcy changes on the condition of the gray area, in 2000 the company was in good condition or not bankrupt, this is possible because the company sells most of its fixed assets in order to operate properly. However, in 2001 the company back on the condition of the gray area, it is because the value X2 to X5 has decreased.
Peningkatan Motivasi Wirausaha pada Kelompok Ibu-ibu Aisyiyah PRA Tamantirto Selatan Muchamad Imam Bintoro; Rita Kusumawati
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 3 (2022): Mei
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v1i3.101

Abstract

The partner in this community service program is “PRA Aisyiyah Tamantirto Selatan”. In addition to routine activities, namely the Sunday morning recitation which took place at the Khoirul Ummi Kasihan Mosque, several activities were also organized by the management of PRA Tamantirto including encouraging its members to actively play a role in improving family welfare in the economic field, namely becoming an entrepreneur. The problem faced by partners is that some members do not yet have the motivation to become entrepreneurs. Members who already have a business, their business management capabilities are still limited/less. Another problem that appears is that members' financial literacy is still relatively low. To overcome these problems, several trainings were held, namely entrepreneurial motivation training, food processing training, business management training and the provision of production equipment grants. The result of this program is that all activities run smoothly, participants are actively involved, and participants' motivation to become entrepreneurs increases  This is an open access article under the CC–BY-SA license.      
PENGABDIAN MASYARAKAT : INTERNALISASI KURIKULUM KEWIRAUSAHAAN SD MUHAMMADIYAH 2 PURWODININGRATAN Iskandar Bukhori; Rita Kusumawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.154 KB) | DOI: 10.18196/ppm.35.95

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk mendorong terinternalisasinya muatan kewirausahaan dalam kurikulum sekolah dasar. Mitra kegiatan dalam program pengabdian masyarakat ini adalah SD Muhammadiyah 2 Purwodiningratan . Sekolah dasar ini punya visi “Unggul dalam prestasi, berakhlakul karimah, mencintai lingkungan, dan berwawasan teknologi”, dengan salah satu indikator unggul nya adalah unggul di bidang kewirausahaan. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah (1) masih terbatasnya pemahaman guru akan muatan kewirausahaan sehingga menyulitkan integrasi muatan kewirausahaan dalam mata pelajaran; (2) minimnya kegiatan kewirausahaan di luar mata pelajaran, sehingga mengakibatkan (3) rendahnya pemahaman siswa akan profesi wirausaha. Metode yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan mitra melalui workshop, pendampingan, dan bantuan pendanaan. Hasil dari program ini adalah (1) terselenggaranya FGD dan workshop kurikulum, (2) perbaikan dan penambahan sarana kantin sekolah, dan (3) pembuatan poster kewirausahaan.
PENINGKATAN KAPASITAS USAHA “KANTIN RIZKI” MELALUI PENINGKATAN MANAJEMEN, PRODUKSI DAN PEMASARAN Muchamad Imam Bintoro; Rita Kusumawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.701 KB) | DOI: 10.18196/ppm.33.170

Abstract

Latar belakang dari program pengabdian masyarakat ini adalah membantu mitra UMKM untukmeningkatkan kapasitas usahanya. Mitra dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah KantinRizki yang didirikan oleh ibu Umi Dorojatun yang berlokasi di jalan Brajan, RT 3, Tamantirto, Kasihan,Bantul. Tujuan dari PKM ini adalah membantu memecahkan masalah yang hadapi oleh kantin Rizki, antarlain: masih rendah pengetahuan mengenai manajemen kantin yang baik, masih rendahnya kualitas prosesproduksi dan belum optimalnya penggunaan media promosi yang lebih baik. Metode yang digunakan untukmenyelesaikan permasalahan mitra adalah meningkatkan pengetahuan mengenai manajemen kantin,meningkatkan kualitas proses produksi dan penggunaan media promosi yang lebih baik. Hasil dari programini adalah: 1) Bertambahnya pengetahuan mitra tentang aspek pengeloaan bisnis yang lebih baik, 2)Perubahan lay out (tata letak) kantin menjadi lebih lebih baik, dan 3) mitra mempunyai peralatan yang lebih
PENDAMPINGAN MANAJEMEN USAHA " LAUNDRY EXPRESS" Rita Kusumawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.047 KB) | DOI: 10.18196/ppm.33.191

Abstract

Program pendampingan ini bertujuan untuk membantu mitra meningkatkan kapasitas usahanya melaluipromosi dan perbaikan/penambahan peralatan usaha. Mitra dalam program ini adalah Laundry Express,usaha yang baru dirintis pada bulan Agustus 2019 oleh pemiliknya Siti Komariah beralamatkan di JalanAbimanyu Kasihan Bantul (tidak jauh dari kampus UMY). Permasalahan yang dihadapi mitra antara lain:1) belum optimalnya kegiatan promosi, 2) peralatan yang belum memadai/masih kurang, dan 3) Layoutusaha yang belum tertata dengan rapi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut pada program pengabdianini kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan adalah: Melakukan perluasan pasar dan memaksimalkanmedia promosi dengan cara: Pembuatan papan nama usaha, pembuatan dan penyebaran brosur, promosilewat media sosia, memberikan kartu diskon kepada pelanggan. Selain itu juga dilakukan upaya untukmeningkatkan kualitas jasa laundry dan menambah peralatan berupa rak pakaian, keranjang dan beberapaperalatan lain yang diperlukan dan dilakukan penataan kembali layout usaha agar lebih rapi dan nyamansehingga karyawan dan pelanggan lebih nyaman. Hasil dari program ini adalah: 1) usaha LaundryExpress memiliki papan nama yang lebih besar dan menarik;2) mitra memiliki media promosi online diInstagram; 3) mitra memiliki brosur online melalui Imooji; 4) adanya peralatan tambahan dan layoutusaha yang tertata rapi dan nyaman.
PENINGKATAN MINAT BACA MASYARAKAT DUSUN JETIS Rita Kusumawati; Alien Akmalia
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.559 KB) | DOI: 10.18196/ppm.32.197

Abstract

Dusun Jetis merupakan salah satu dusun di Desa Trimurti, Srandakan, Bantul. Dusun ini terdiri atas enam rukun tetangga (RT) dengan jumlah keluarga tercatat sebanyak 250 KK. Sebagian besar mata pencaharian penduduk di dusun tersebut adalah petani, peternak, dan beberapa bekerja sebagai PNS/karyawan swasta. Permasalahan yang dihadapi di masyarakat Dusun Jetis ini adalah masih rendahnya minat baca masyarakat dan fasilitas perpustakaan dusun yang masih minim. Permasalahan rendahnya minat baca ini perlu diatasi karena ada beberapa program yang bertujuan agar minat baca masyarakat meningkat. Minat baca yang baik terbukti banyak manfaatnya bagi penambahan wawasan dan kecerdasan masyarakat sehingga bisa mengarah pada terwujudnya kualitas SDM yang baik. Beberapa program yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang ada antara lain (1) menumbuhkan minat baca dengan kegiatan: ceramah akan pentingnya membaca, mendongeng cerita ke anak anak, dan lomba mendongeng dan (2) mengoptimalkan perpustkaan dusun dengan cara memperbaiki dan menata fasilitas perpustakaan serta menambah koleksi buku bacaan dan rak buku serta melatih calon pustakawan dusun. Hasil dari program ini adalah adanya perpustakaan dusun yang nyaman dan bersih dengan buku bacaan yang bertambah serta adanya perubahan perilaku gemar membaca di masyarakat, terutama anak anak
PEMBERDAYAAN EKONOMI WARGA MELALUI USAHA PRODUKTIF PEMBUATAN "JAHE BUBUK INSTAN" Alien Akmalia; Rita Kusumawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.632 KB) | DOI: 10.18196/ppm.32.216

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi dengan adanya permasalahan yang dihadapi oleh warga Dusun Penggung, Desa Giripurwo, Kecamatan Girimulyo terutama ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok PKK Penggung. Permasalahan yang dihadapi khalayak sasaran adalah pada aspek produksi dan aspek pemasaran. Khalayak sasaran belum memiliki kemampuan mengolah jahe bubuk instan dan minimnya pengetahuan pentingnya pemasaran dalam meningkatkan penjualan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan kemampuan pengolahan jahe menjadi produk jahe bubuk instan yang memiliki nilai jual sehingga bisa meningkatkan perekonomian warga. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan metode praktik langsung, pelatihan, dan pendampingan. Hasil kegiatan pengabdian ini yaitu: (1) kelompok sasaran dapat mengolah jahe menjadi jahe bubuk instan yang layak jual (2) kelompok sasaran memiliki pengetahuan yang memadai tentang pentingnya pemasaran dalam meningkatkan penjualan produk. Implikasi dari kegiatan pengabdian ini dapat memberikan pengetahuan dan wawasan tentang pengolahan maupun pentingnya pemasaran. Produk jahe instan ini diharapkan bisa menjadi minuman khas Penggung. Selain itu, potensi menjadikan jahe bubuk instan khas penggung ini sebagai oleh-oleh khas Dusun Penggung sangat besar, mengingat di perbatasan dusun ini ada wisata waduk yang sedang dikembangkan oleh pemerintah desa. Kegiatan ini sudah berjalan lancar sesuai dengan yang direncanakan dan kelompok sasaran bisa mengaplikasikan rangkaian kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan.
PKM Peningkatan Daya Saing Kelompok Usaha Konveksi Dan Bordir Joho Rita Kusumawati; Alien Akmalia
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.74 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.366

Abstract

Program ini bertujuan untuk membantu mitra agar lebih mandiri dan meningkatkan daya saingusahanya. Mitra usaha dalam program ini adalah kelompok usaha konveksi dan bordir Joho. Dusun Johoterletak di Desa Condongcatur, kecamatan Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kelompokusaha konveksi dan bordir Joho sudah ada sejak tahun 2008. Permasalahan yang dihadapi oleh mitraantara lain: 1). pasar masih terbatas untuk kebutuhan sekolah dan instansi, sedangkan masyarakatumum belum mengenal. 2) Kegiatan pemasaran yang dilakukan belum optimal. 3) mitra juga belummemanfaatkan media promosi dengan optimal. 4) kemampuan pengeloaan administrasi keuangan usahayang belum baik. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan mitra adalah melaluipelatihan, pendampingan dan bantuan media pemasaran. Hasil dari program ini adalah: 1) mitramemiliki akun pemasaran online di IG dan marketplace tokopedia; 2) mitra memiliki buku katalogproduk; 3) titik usaha mitra sudah ada di googlemap, 4) mitra memiliki papan nama usaha; 5) mitramemiliki video profile; 6) mitra memiliki catatan administrasi keuangan.
Program Peningkatan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Di Wilayah Daleman, Girikerto, Turi Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Rita Kusumawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.112 KB) | DOI: 10.18196/ppm.22.490

Abstract

Dusun Daleman merupakan salah satu padukuhan yang ada di desa Girikerto Turi Sleman.DusunDaleman terdiri dari 3 kampung yaitu: Somoitan, Ponosaran Lor dan kampung Daleman. Jumlahpenduduk di wilayah Daleman sekitar 631 jiwa, 211 KK. Masyarakat di wilayah tersebut masih banyakyang belum menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), padahal itu sangat penting sekali untukmencegah berbagi penyakit dan kesehatan lingkungan. Selaras dengan itu, Program KKN-PPM UMYdilaksanakan di dusun Daleman, desa Girikerto, Turi Sleman bertujuan untuk meningkatkan kesadaranmasyarakat akan perilaku hidup sehat dan bersih. Berdasarkan permasalahan yang ada dan diskusi antaratim pengusul dengan mitra maka program yang dilaksanakan adalah dengan mengedukasi warga denganmelakukan sosialisasi program awal dengan mengundang dan melibatkan keterwakilan RT/RW yang adabeserta aparat desa, kelompok ibu-ibu pkk, kelompok pengajian dan kelompok karangtaruna/ pemuda.Kegiatan awal ini memiliki target terbangunnya sinergisitas antar mahasiswa KKN- warga-aparat desadan kelompok masyarakat yang ada dalam menggugah potensi masyarakat melalui pertanian. Kegiatanini dilanjutkan dengan pembentukan penanggungjawab program PHBS di kampung Somoitan,Selanjutnya penyuluhan terkait perilaku hidup sehat rumah tangga dengan metode interaktif mengundangnarasumber yang memiliki keahlian dalam bidangnya. Program berikutnya adalah pembuatan warunghidup yang meliputi penanaman Toga, menanam sayuran buah-buahan di rumah; pengoptimalankegiatan posyandu; pemberantasan jumantik, peningkatan kebiasaan makan sayur dan buah-buahan,peningkatan kebiasaan melakukan gerak fisik dengan mengadakan senam sehat, pengadaan fasilitas cucitangan di rumah warga.
Pendampingan Manajemen Usaha Penjahit “Atmia Karya” Rita Kusumawati; Rita Kusumawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 6. Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.124 KB) | DOI: 10.18196/ppm.26.540

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi oleh mitra dalam program ini antara lain. Permasalahan pemasaranyaitu daerah pemasaran masih terbatas, papan nama usaha yg sudah tidak layak, belum memanfaatkaninternet untuk memasarkan jasanya. Sedangkan permasalahan operasional usaha: layout tidak tertatadengan baik, belum adanya rak untuk menyimpan/memajang hasil jahitan. Solusi yang ditawakandalam program ini adalah : mitra akan disarankan untuk mebuat papan nama yang baru agar mudahditemukan oleh pelanggan, mitra didampingi dalam pembuatan nedia promosi (brosur dan media promosidi internet), mitra akan didampingi dalam penataan layout usaha untuk memudahkan operasionalusahanya, mitra akan dibantu dalam pengadaan display hasil jahitannya. Hasil dari programpendampingan ini adalah mitra memiliki papan nama yang baru yang lebih menarik, memiliki titikusaha dalam google map, memiliki media promosi, layout yang rapi dan menarik dan memiliki rakdisplay..